
Aulia dan Nisa pergi ke ruangan para dosen, seorang pria tampan alias dosen yang digilai banyak mahasiswi di kampus berdiri dengan tegaknya di depan aulia dan nisa.
"Aulia,nisa apa kabar?"tanyanya pada kedua wanita itu.
"Alhamdulillah pak kabar kami baik"jawab aulia.
"Silahkan masuk,bu elin sudah menunggu"ucap rizky mempersilahkan aulia dan nisa masuk.
"terimaksih pak"jawab aulia menunduk hormat.
Cukup lama mereka berbincang,mereka keluar dengan perasaan yang lebih tenang karena rektor yang mereka dapat bukan dosen killer.
"huh syukurlah bukan pak Joko"ucap nisa mengelus dadanya.
"rejeki anak soleh dapet rektor kata pak Budi"ucap aulia diangguki nisa.
"terus kita mau kemana nih?dikit lagi makan siang apa mau ke restoran aja?"tanya nisa melihat jam Daniel Wellington ditangannya.
"ke kantor mas adrian aja deh sekalian makan siang sama mereka"ucap aulia.
"oke let's go bumil"nisa mengangkat sebelah tangannya sambil membuka pintu mobil diikuti aulia.
Sedangkan di kantor tak hentinya han menggerutu karena hari ini adrian akan ada jadwal rapat dengan perempuan iblis itu upss jovanka maksudnya.
"Astaga kenapa juga harus hari ini, hari ini adalah hari kebahagiaan ku tapi harus lenyap karena bertemu 2 wanita itu"gerutu han sambil membereskan berkas untuk rapat.
"Permisi tuan Han???"sapa seseorang.
"ya"han hanya melirik sinis dan berkata dengan ketus.
"Pantry ada dimana ya???"wanita itu berusaha menggoda han dengan menggigit bibirnya.
apa apaan dia, ingin rasanya aku melemparnya ke kolam piranha membiarkan bibirnya itu dilahap habis ikan itu. Batin han geram melihat asisten jovanka yang han sendiri tidak tahu namanya.
"Tuan???ada apa???"tanya nya lagi mengira han tergoda olehnya.
"Lurus belok kiri"ucap han.
"Disana pantry nya?"tanya rahma sekretaris jovanka.
"Bukan tapi gudang"ketus han membuat Rahma melongo memandangi punggung han yang perlahan menghilang.
Adrian sedang membahas beberapa kerja sama dengan jovanka, berkali-kali wanita itu melemparkan senyum genitnya membuat adrian sedikit tidak nyaman tapi tetap harus profesional.
"Tuan adrian bukankah rapat ini sangat membosankan"ucap jovanka ditengah adrian sedang membahas rapatnya.
"maaf??"adrian mengerutkan dahinya.
"bagiamana jika kita bersenang-senang dulu sebentar"jovanka menaikan kedua alisnya sambil mendekati adrian.
Siap duduk dipangkuan adrian namun terhenti kala melihat pintu ruangan adrian terbuka.
"Tuan nona aulia menunggu ada"ucap han.
kau memang penyelamat han,hampir saja aku mencekik wanita di depanku ini
__ADS_1
"kau benar nona,rapat ini membosankan jadi ada baiknya kita undur, permisi istri saya sudah menunggu"ucap adrian bangun dan mengancingkan 2 kancing jasnya.
"Silahkan"ucap han.
Setalah kepergian 2 pria tampan itu,tak hentinya jovanka menghentakan kakinya ke lantai membuat kakinya terasa sedikit sakit.
"nona itu...."rahma datang dan menunjuk kebelakang seakan mengatakan 'kenapa mereka pergi?'.
"ahhh lupakan,ayo kita pergi kita tunggu saja pasti kita akan berhasil mendapatkan keduanya"ucap jovanka penuh keyakinan.
"anda benar nona"rahma berkali kali menganggukan kepalanya.
Han mengajak adrian untuk setidaknya menjauhi 2 wanita muka tembok itu,tapi ketika lift terbuka mata mereka yang tadinya penuh emosi dan datar berubah menjadi berbunga kala melihat siapa yang ada didepan mereka.
"Selamat siang sayang"ucap aulia tersenyum manis menunjukan lesung pipinya.
"Sayang kamu kesini?gak jadi ke kampusnya?"tanya adrian seketika moodnya kembali membaik.
"udah pulang mas jadi aku memutuskan untuk kesini eh salah nisa yang mengajakku kesini, katanya udah kangen sama ayang beb"ucap aulia melirik nisa.
"Hei ingat fitnah lebih kejam dari pemerkosaan"pekik nisa tidak terima.
"pembunuhan sayang bukan pemerkosaan"ralat han membuat nisa malu seketika.
"sudah lupakan ayo kita makan siang"ajak adrian.
"Ayo sayang lagipula baby sudah merengek minta makan"aulia memasang wajah seimut mungkin didepan suaminya.
Cup
"ayo"ajak adrian setalah mengecup singkat bibir istrinya.
"astaga pak adrian itu membuat jadi pusat perhatian"gumam nisa.
"kamu juga mau?"tanya han menyeringai sudah mendekati wajah nisa tapi dengan cepat nisa ikut masuk kedalam lift mengikuti aulia dan adrian.
"Hahahah"tawa han melihat tingkah lucu calon istri nya itu.
Mereka makan disalah satu restoran yang cukup terkenal karena kelezatan makanannya.
"Mau pesan apa?"tanya aulia pada keempat orang didepannya ini.
"Aku ayam geprek sama jus jeruk"ucap nisa.
"saya samakan saja dengan nisa"sambung han.
"aku samain aja sama kamu sayang"ucap adrian.
"jangan mas"ucap aulia cepat.
"kenapa?"tanya adrian mengerutkan keningnya.
"biar bisa saling mencicipi jadi jangan sama ya"pinta aulia nyengir kuda.
"yaudah terserah kamu aja Jangan lupa pake dessert ice cream dan puding cokelat"ucap adrian tau dessert kesukaan aulia jika mereka sedang makan di luar.
__ADS_1
Sambil menunggu pesanan, mereka berbincang mengenai pernikahan han dan nisa.
"jadi kapan kalian akan menikah?"tanya adrian.
"secepatnya tuan"jawab han.
"Han semua sudah kau dapatkan dari mulai mempelai dan restu,apalagi yang kau tunggu? jangan menunda-nunda hal baik"ucap adrian.
"yang dikatakan mas adrian benar, semakin kalian menunda itu semakin tidak baik.itu semua dapat memicu pelakor untuk merusak hubungan kalian"sambung aulia.
"Kami akan menikah 2 Minggu lagi pak"nisa menyerobot pembicaraan 2 pria itu.
"maksudnya?"tanya aulia.
"aku dan han akan menikah 2 minggu lagi, bukankah begitu sayang?"tanya nisa melirik han membuat yang dilirik sedikit terkejut.
FLASHBACK ON
"Sayang aku senang sekali sebentar lagi kita akan menikah"ucap han antusias sambil terus mencium punggung tangan nisa.
"han boleh aku mengatakan sesuatu?"tanya nisa tiba tiba.
"ada apa?semua baik kan?"tanya han balik.
"Aku ingin pernikahan kita ditunda sampai aku lulus karena aku tidak mau menundanya lagi jika nanti aku hamil sudah pasti aku harus menunda kelulusanku"ucap nisa membuat han bagai terkena petir disiang bolong sekaligus kecewa tapi dia sadar jika dia tidak bisa memaksa.
"Semua sesuai keinginan mu sayang,jika itu yang kamu inginkan baiklah,kita akan tunda pernikahan kita"ucap han dengan senyum melebar dengan paksa sesungguhnya dalam lubuk hati yang paling dalam han ingin sekali cepat meminang wanita yang ia cintai itu.
"Terimakasih"nisa membenamkan kepalanya di dada han.
FLASHBACK OFF
"han kenapa kau diam saja?jawab pertanyaan nisa"ucap adrian membuyarkan lamunan han.
"ahh iya tuan kami akan menikah 2 minggu lagi"jawab han sebenarnya dia masih bingung kenapa nisa tiba tiba merubah keputusannya.
"Semoga semua lancar sampai hari H"doa aulia diamini nisa dan han.
Setalah selesai makan, nisa dan aulia pulang sedangkan adrian dan han kembali ke kantor untuk melanjutkan rapat dengan jovanka.
"Han apa tadi kau bertemu dengan asisten jovanka?"tanya adrian.
"Wanita itu?saya muak melihatnya andai saja saya gila sudah pasti saya akan....,"Han belum selesai berbicara tapi adrian sudah memotongnya.
"jangan bilang kau akan bilang tergoda han"raut wajah adrian was was.
"Tuan ada baiknya anda mendengarkan saya dulu,jika saya gila sudah pasti saya akan melemparkannya ke kolam piranha"jelas han melanjutkan kata-katanya yang sempat tertunda.
"Hahahahah separah itu kau dia menggodamu"tawa renyah adrian memenuhi mobil itu beradu dengan AC mobil yang dinyalakan.
"Lalu bagaimana dengan anda sendiri?saya yakin jika tadi saya tidak datang anda sudah pasti menjadi santapannya"canda adrian.
"Han kau sudah bosan hidup ya"ucap adrian dengan sorot mata yang tajam.
"ahh saya hanya bercanda tuan"han dibuat kikuk dengan ancaman bosnya itu.
__ADS_1
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN YA SUPAYA AKU MAKIN SEMANGAT BUAT UP 😂😊
BERSAMBUNG......