Menikahi Pria Cacat Demi Ayah

Menikahi Pria Cacat Demi Ayah
BAB 41


__ADS_3

Disisi lain tepatnya sebuah gedung berlantai 20 itu seorang pria sedang duduk dengan manis di kursi kebesarannya ya dia adalah asisten Han.


"ini buku apa ya?? apa aku baca saja??ah tapi nanti aku dibilang tidak sopan olehnya"Han ragu untuk membaca buku Nisa yang dia temukan tadi pagi.


Dengan ragu dia membuka dan membaca Setiap lembar kertas dimana ada keluh kesah Nisa.


"Apa seburuk itu kehidupannya???kenapa aku jadi mengingat gadis itu tidak mungkin dia nisa kan"Han bertanya tanya pada dirinya.


Tok....tok... tok...


Han terkejut dan menjatuhkan bukunya.


"ah iya maaf tuan ada apa?"Han berdiri tegak dan memberikan hormat pada adrian.


"kenapa kau melamun?"tanya adrian.


"tidak tuan hanya sedang membaca buku"jawab han.


"buku?buku apa?"tanya adrian kepo.


"itu tuan buk...."Han menggantung perkataan nya karena seorang karyawan menghampiri.


"selamat pagi pak, meeting sebentar lagi dimulai mohon anda segara ke ruang meeting"ucap karyawan itu sopan.


"baiklah aku akan kesana kau boleh pergi"tutur adrian.


Han dan adrian menuju ruang meeting dan ternyata rekan bisnisnya adalah nona jovanka ya si wanita yang ingin mendapatkan Adrian melalui kerja sama.


"Selamat pagi tuan adrian senang sekali saya bisa bertemu anda kembali"ucap jovanka menunjukan tingkah genitnya.


Han yang menyadari itu hanya bisa menghela nafas dan bergumam dalam hati.


ternyata semua perempuan sama saja, tuan kau beruntung memiliki nona aulia yang berbeda dari wanita lain


Meeting pun dimulai, adrian dengan gagahnya mempresentasikan proyek yang sedang di jalin saat ini, beberapa kali para investor bertepuk tangan Melihat kehebatan adrian.


"Baiklah tuan saya setuju"ucap investor 1,2, dan 3


"lalu bagaimana dengan anda nona jovanka?"tanya adrian.


"tentu saja saya setuju perusahaan bodoh mana yang mau menolak bekerjasama dengan perusahaan mu"jawab jovanka.


"kalo begitu terimaksih atas kepercayaan kalian terhadap perusahaan kami, saya tutup selama siang dan selamat beraktivitas"tutup adrian.


Meeting Selesai bertepatan dengan jam makan siang, ketika Han dan adrian ingin keluar dari perusahaan jovanka menghampiri mereka.

__ADS_1


"tuan adrian permisi apa saya mengganggu anda?"tanya jovanka yang datang bersama Asisten wanita nya.


"tidak nona jovanka ada apa?"jawab adrian.


apa lagi yang wanita ini inginkan dan itu lihatlah bahkan asistennya saja terlihat seperti wanita gampangan


Han melirik sinis asisten jovanka yang sejak tadi seperti menggoda nya.


"Apa anda mau makan siang bersama saya?"tanya jovanka.


"maaf nona jovanka tapi saya sudah janji akan makan siang bersama istri saya"jawab adrian.


"oh begitu ya...mmm ya sudah baiklah lain kali saja kalo begitu, saya permisi selamat siang"pamit jovanka penuh kekecewaan.


Sedangkan asistennya mengedipkan sebelah matanya pada han,Han hanya berdecih kesal melihat wanita genit itu.


"cih"umpat han.


"ada apa Han?"tanya adrian.


"tidak tuan,mari nona aulia sudah menunggu di sana"han mempersilahkan adrian berjalan lebih dulu darinya.


Sesampainya di restoran blink Meraka bergegas masuk dan melihat aulia sudah berada di sudut restoran bersama nisa.


"Selamat siang sayang maaf ya telat"ucap adrian setelah mencium kening aulia.


"han duduklah kenapa kau berdiri? cepat duduk!!"perintah han.


Han duduk di sebelah nisa membuat jantung nisa entah kenapa berdetak dengan cepat sedangkan Han?dia semakin mengingat gadis kecil itu.


ya ampun kenapa jadi deg deg'an gini sih padahal cuma duduk bersebelahan bukan dicium hadeuhh dasar jantung~ Nisa


kenapa aku semakin yakin bahwa dia adalah gadis itu tapi tidak seingatku namanya bukan nisa....aghh sudahlah tidak penting juga~Han


"Apa kalian memiliki Maslaah dengan pendengaran?"tanya adrian spontan membuat keduanya terkejut.


"ahh maaf tuan?"tanya Han.


"itu loh pelayan sudah 3 kali memanggil kalian tapi kalian diam saja"ucap aulia menunjuk pelayan itu dengan sorot mata nya.


"ehh maaf maaf mba saya pesan jus alpukat 1 sama salad buah"ucap nisa dan han bersamaan.


"ha??"Han dan nisa keduanya saling pandang.


"sepertinya kalian berjodoh Sampai makanan saja bisa sama"goda aulia.

__ADS_1


"Lia apa apaan sih cuma kebetulan aja mungkin"elak nisa sedangkan Han hanya menunjukan ekspresi datar nya.


Bahkan makanan yang dia dan aku pesan sama...apa benar Nisa adalah gadis itu???


Han Kembali memikirkan masa lalunya.


kenapa tuan Han mirip dengan kakak itu menyukai jus alpukat dan salad buah apa....ah tidak mungkin saja hanya kebetulan lagipula banyak yang suka dengan itu


Ucap Nisa dalam hati.


Selama makan siang berlangsung tidak ada yang mengeluarkan suara sama sekali,mereka memilih fokus pada makanan mereka sampai akhirnya.


"Mas aku dan Nisa akan pergi ke toko buku hari ini untuk referensi"ucap aulia disela sela makan nya.


"iya Baiklah yang penting kamu hati hati ya"adrian membelai rambut aulia Sayang.


Kedua jomblo dihadapan nya ini hanya bisa mengalihkan pandangan mereka sampai bertemu.


Deg...


mata itu...mata indah yang selalu menunjukan sikap manjanya padaku dan bibir itu bibir manis yang selalu tertawa.


kenapa asisten han memandangku begitu ya ampun apa dia tidak sadar jika jantungku ingin keluar.


"Ekhmmmm....."adrian berpura pura batuk membuat keduanya sadar.


"ada apa? kenapa kalian saling menatap apa semua baik baik saja?"tanya aulia sebenarnya sedang menggoda keduanya.


"tidak tdiak ada apa apa kok"jawab nisa gugup.


"lalu kenapa kamu gugup begitu?"aulia semakin puas menggoda nisa.


"aku ke toilet sebentar"nisa pamit ke kamar mandi diikuti aulia.


"Nisa ada apa?"tanya aulia.


"kau ingat aku pernah cerita mengenai penculikan ku dulu?"tanya nisa dan Aulia mengangguk.


"Aku merasa asisten Han adalah pria yang menolongku waktu itu"jelas nisa.


"dengan begitu bagus kan berarti penantian mu selama ini berakhir?"ucap aulia.


"tapi aku belum yakin jika asisten han orangnya"ucap Nisa.


"ya sudah kita akan mencaritahu nanti"aulia membawa nisa Kembali ke meja tadi.

__ADS_1


BERSAMBUNG.......


JANGAN LUPA LIKE DAN VOTE YA 😘😘🤗


__ADS_2