
Sore hari Aulia dan yang lain sibuk menyiapkan makan untuk buka puasa di dapur,semua sibuk dan berkutik dengan pekerjaan yang sudah mereka bagi sebelumnya.
"Li potongnya jangan tebal tebal ya"ucap nisa pada Aulia yang sedang memotong buah buahan.
"Va, masakan gosong tuh"ucap nisa tanpa melihat pada si empu.
"Eva???"panggil nisa lagi melihat kepada eva yang sedang melamun.
"Va, woii"teriak Aulia pada eva yang belum bergeming tepat di depan telinganya.
"Ehh anjim bikin kaget tau gak"desis eva meniup telinga nya yang terasa panas.
"Lagian kau kenapa melamun? tuh lihat masaknnya gosong"ujar nisa.
"Gak kenapa napa cuma lemes aja lagi puasa"jawab eva berbohong pasalnya dia lemas seharian ini karena rio tak kunjung menghubunginya.
"Karena puasa atau karena rio"sindir aulia meledek.
"Ya keduanya, lagipula ada apa dengan pria itu sampai tega tidak menghubungi ku"cibir eva.
"Mungkin ada pekerjaan yang harus ia urus, sudahlah sabar"tutur nisa.
Eva hanya bisa mendengus mendengar 2 wanita di depannya ini,enak sekali bicara tenang dan sabar mereka tidak merasakan bagaimana rindunya pada rio pikir eva.
Sedangkan di Surabaya, Adrian sedang sibuk bertelpon dengan suruhannya yang ada di Jakarta.
"Jangan sampai pria itu menyentuh istriku seujung kuku saja"ucap Adrian tegas.
"sesuai perintah anda tuan"
"Berikan setiap laporan gerak gerik pria itu dan juga ikuti kemana saja istriku pergi tapi jangan sampai dia tahu aku tidak ingin dia merasa tidak bebas"
"Baik tuan"
Setalah mematikan sambungan teleponnya,rio dan masuk ke dalam kamarnya yang Kebetulan tidak ia kunci.
"mau apa kalian?"tanya adrian memasukan ponselnya ke dalam saku celana.
"Kau mau mati?"tanya rio balik membuat adrian mengerutkan keningnya tidak mengerti.
"Maksudnya adalah ini sudah hampir berbuka tuan apa anda tidak mau buka puasa"jelas han.
"ahh iya aku sampai lupa karena memikirkan masalah ini"ujar adrian memijat pelipisnya.
"Kau sudah sering menghadapi masalah seperti ini jadi relaks"tutur rio.
"Kau tidak tahu bagaimana rasanya ketika orang yang kau cintai dalam bahaya,aku sejak dulu memang sering menghadapi masalah seperti ini tapi objeknya adalah hanya kantor tapi sekarang adalah Istriku yang menjadi incaran"jelas adrian membuang nafasnya pelan.
"Kau tenang saja tuan, orang orang kita merupakan BG yang terlatih jadi mereka akan melaksanan tugasnya dengan baik"ucap han mencoba menghilangkan kekhawatiran bosnya.
"Ayo 15 menit lagi berbuka"ajak rio.
Sambil berjalan,rio memainkan ponselnya dia baru ingat jika seharian ini belum menghubungi kekasihnya.
"Rio, bersiaplah"gumam rio kemudian memencet nomor eva.
Tut.... Tut.....
__ADS_1
Nada sambung terdengar namun belum anda yang menjawabnya hingga akhirnya suara operator membuat rio kecewa karena eva tidak mengangkat teleponnya.
"Ada apa denganmu?"tanya adrian.
"tidak"jawab rio menggelengkan kepalanya.
Sesampainya di restoran hotel, banyak rekan kerja Adrian yang juga siap untuk berbuka disana dan menyapa ketiganya dengan sopan.
"Silahkan"ucap seorang pelayan memberikan daftar menu pada han.
Han memesan makanan yang cocok untuk berbuka seperti sop buah dan semacamnya.
"Adrian dia datang"bisik rio.
Adrian mendengus mendengar perkataan rio,dalam hitungan detik wanita itu menyapa ketiganya dengan senyum yang dibuat sok lembut.
"Selamat sore tuan"sapa jovanka dengan senyum genitnya.
"Sore"jawab ketiganya bersama dan singkat.
"Apa saya boleh duduk disini"ucap jovanka menunjuk kursi di sebelah han yang kosong.
"Itu sudah ada yang mengisi"ucap han cepat.
"Benarkah?siapa?"tanya jovanka.
"Raka??!!"panggil han pada karyawan devisi 2.
"Ya tuan?"saut raka cepat mendekat pada han.
"Aku ada pekerjaan untukmu,bisakah kau duduk sebentar disini"ujar han.
"Saya permisi"ucap jovanka meninggalkan meja adrian.
"Hahahahah"tawa ketiganya pecah.
"Tuan maaf jadi pekerjaan apa yang akan anda berikan?"tanya raka.
"Tidak ada,cukup duduk saja disini"ucap han menepuk bahu raka.
Ponsel adrian mendapatkan notifikasi dari id sayang ❤️, adrian dengan antusias membaca dan membalasnya dengan cepat.
"Selamat buka puasa mas, Jangan makan terlalu banyak karena akan membuat perut kamu sakit makan secukupnya saja ya:) I love you"
"Terimaksih Istriku, kamu juga jangan makan banyak banyak ya dan juga jangan lupa untuk meminum vitamin agar baby sehat dan papah bisa sering tengokin:))"
"Hahhaa siap papah, setelah aku lahir kata mamah berapapun dikasih"
"akan papah tagih janji mamah ya"
Adrian sungguh tidak mendengar azan yang sudah berkumandang,dia asik chatting dengan istrinya.
Pletak...
Adrian meletakan ponselnya kemudian beralih menggosok pergelangan tangan nya yang sakit karena di pukul oleh rio.
"Sakit dodol"protes adrian.
__ADS_1
"lagian udah buka noh makan cepetan jangan ngebucin terus"balas rio.
Dan akhirnya adrian membuka puasanya setelah membaca doa berbuka. Sementara di rumah besar aulia berbuka bersama mertua dan sahabatnya meski tidak ada adrian setidaknya ada mereka yang membuat rasa rindu aulia teralihkan.
"Sayang, nanti mamah sama papah akan pergi ke supermarket ada beberapa bahan yang abis dan lagi susu hamil kamu juga sudah habis kan?"tanya sarah.
"Astagfirullah aku lupa mah"balas aulia menepuk jidatnya.
"Ya sudah tidak apa-apa nak nanti biar papah sama mamah yang beli"ujar ridwan.
"Kalian tolong temani aulia dulu ya atau jika perlu kalian menginap saja"ucap sarah pada Nisa dan eva.
"Maaf tan aku kayanya gak bisa nginep soalnya kasihan paman jika harus mengurus sahur sendiri"jawab eva.
"Ya Allah iya aku lupa sama ayah,va gimana kalo dirumah ayah lebih baik pekerjakan asisten rumah tangga"ucap aulia menyarankan.
"Boleh sih tapi dimana bisa secepat itu mendapatkannya"tanya eva.
"Mamah Punya temen yang menyediakan jasa asisten rumah tangga,kalo kalian mau mamah bisa minta tolong"ucap sarah.
"Beneran mah?ya boleh mah"ucap aulia.
"Ya sudah jika eva tidak bisa menginap nisa bisa kok bu"ucap nisa.
"Baiklah nisa, terimaksih ya"ucap ridwan.
Setelah berbuka,nisa mengantar eva pulang ke rumah ayah aulia kini aulia dirumah dengan beberapa asisten rumah tangga yang tinggal di paviliun belakang rumah.
"Sepi banget jadi iseng"gumam aulia asik duduk di ruang tamu sambil menyaksikan acara pencarian bakat dangdut.
Karena bosan,aulia memutuskan untuk pergi ke luar rumah menunggu nisa sambil duduk di teras rumah.
"Non?"panggil seorang penjaga gerbang rumah.
"Ada apa pak Sulis?"saut aulia.
"ada tamu katanya mau ketemu non sama tuan"jawab pak Sulis.
"Tapi mas adrian gak ada di rumah"ujar aulia.
"Ya udah non biar saya bilang tuan tidak ada"ucap pak Sulis ingin pergi namun dihentikan oleh aulia.
"Jangan pak takut penting ya udah suruh masuk aja"tutur aulia diangguki pak Sulis.
Tamu nya adalah seorang pria yang tidak asing untuk aulia, pria itu berjalan pelan mendekati aulia.
"Selamat malam nona aulia"sapa si pria berbadan tinggi besar itu.
"Malam, tuan bram ada keperluan apa anda kesini bukankah Anda tahu jika suami saya tidak di rumah"saut aulia.
"Iya saya tahu,saya datang kesini hanya ingin memberikan ini"ucap bram menyodorkan kantung plastik berisikan martabak.
"maaf?"ucap aulia tidak mengerti.
"tidak ada maksud apapun nona saya hanya ingin berbagi martabak enak ini dengan anda"ucap bram mengerti tatapan aulia.
"Baiklah terimaksih ya saya akan makan nanti"ucap aulia mengambil martabaknya agar bram segara pergi.
__ADS_1
Tujuannya Bram kasih martabak apa hayo?ada racunnya kah?atau ada obat bius?? tunggu kelanjutannya ya sayy😉
BERSAMBUNG........