
Dengan pakaian khas seorang asisten Eva berlenggak lenggok bak model yang sedang berjalan di catwalk,banyak pasang mata karyawan yang hampir copot melihat kecantikan seorang eva.
"Selamat pagi va??"sapa seorang karyawan pria.
"pagi"jawab Eva tersenyum ramah.
Begitupun yang lainnya memberi sapaan pada eva dan dijawab pula dengan ramah oleh eva.Tanpa ia sadari sepasang mata indah lelaki itu menatap eva dengan kagum namun juga cemburu karena kekasihnya yang baru semalam itu memberi senyuman indahnya pada orang lain.
"Keruangan ku dalam 5 menit"titah rio ketika melewati meja Eva.
Sontak Eva terkejut dan segara bangkit memberi hormat pada bosnya.
"iya pak"jawab Eva.
Setalah 5 menit eva masuk namun sebelum itu ia mengetuk pintunya.
Tok...tok.... tok....
"Masuk"ucap rio dari dalam.
Eva masuk dan berdiri tepat di depan meja rio.
"Bapak panggil saya?"tanya eva.
"Apa saja jadwalku hari ini?"tanya rio menatap eva yang terus menunduk.
"Anda akan ada meeting pukul 12:30 pak setelah itu jam anda kosong"jawab eva menjelaskan.
"Kalo begitu ayo kita keluar sambil menunggu jam meeting nanti"ajak rio.
"maksud bapak?"tanya eva.
"Kita makan diluar lagipula tadi kau bilang aku tidak ada jadwal selain jam makan siang nanti bukan?ya anggaplah sebagai perayaan atas jadinya hubungan kita"ucap rio mendelik sengaja menggoda asisten sekaligus kekasihnya itu.
"Apa yang anda katakan pak"eva menunduk malu setalah mendengar perkataan rio barusan.
"hei kenapa kau malu begitu dan ya jika kita sedang berdua tolong jangan memanggilku dengan sebutan pak,karena aku merasa tua"ucap rio.
"oke pak, eh rio maksudku"ralat eva.
Eva merapihkan meja kerjanya,meriah tas miliknya kemudian berjalan dibelakang rio tapi dengan cepat rio membenarkan posisi menjadi sejajar dengan eva.
"Pak tapi.."Eva tak kuasa menolak ketika rio menggandeng tangan nya,ada rasa hangat yang mengalir dalam dirinya.
Jalan yang sejajar dan tangan yang saling menyatu membuat mata karyawan membulat sempurna.
"bukankah itu pak rio dan sekretaris barunya?mengapa mereka mesra sekali?"bisik si resepsionis.
"aku rasa sekretaris itu akan menjadi korban selanjutnya"Saut temannya.
Deg......
jantung eva berdetak tak karuan tatkala mendengar perkataan yang keluar dari bibir resepsionis itu.
korban selanjutnya?kata itu terngiang-ngiang di telinganya mengingat rio adalah pria tampan dan mapan apa mungkin dia akan mencintainya dengan tulus.
__ADS_1
"Pak boleh aku bertanya sesuatu?"tanya eva.
"tidak sebelum kau berhenti memanggilku dengan sebutan 'pak' "jawab rio.
"Mm baiklah rio, boleh aku tahu kenapa kau bisa jatuh cinta padaku?aku mohon kau jawab dengan jujur"ujar eva menatap pipi rio.
Sekarang giliran jantung rio yang tak karuan ketika mendengar pertanyaan yang terlontar dari bibir eva.
apa yang harus aku katakan? haruskah aku mengatakan bahwa semua ini hanyalah sandiwara?atau aku menyangkal semua itu jika memang aku ini mencintainya?? tanya rio dalam hati.
"karena kau baik dan entah kenapa hatiku begitu tertarik denganmu, gadis lugu yang manis dan lucu menurut ku"rio menjawab dengan begitu lembutnya entah darimana kata itu berasal tiba tiba saja lolos dari bibirnya.
Eva tersenyum mengangguk tanda dia puas dengan jawaban yang rio katakan,kepalanya ia sandarkan dibahu rio seakan tidak boleh ada yang menyentuh miliknya
Rasa hangat mengalir dari dalam tubuh masing-masing menikmati pelukan dari tubuh kekasih itu.
"kita mau kemana?"tanya eva tanpa mendongakkan kepalanya.
"ke tempat dimana kau akan bahagia"jawab rio.
Eva hanya bisa mengangguk, menikmati saat-saat bersama pria yang membuatnya tergila-gila hanya dalam 1 hari.
Mobil diberhentikan di sebuah parkiran dimana banyak pepohonan rindang membuat rasa sejuk masuk ke dalam rongga tubuh mereka.
"kita di taman?"tanya Eva diangguki rio.
Rio keluar lebih dulu kemudian membukakan pintu untuk eva dan menggandeng tangannya bak putri dan pangeran.
"Ayo kita duduk di sana"ucap eva antusias ketika melihat keindahan taman dengan danau besar ditengah luasnya taman.
"kau duduk disini ya aku mau membeli minuman dulu"ujar rio.
"Jangan lama lama"ucap eva lembut.
Rio pergi meninggalkan eva yang untuk sekedar membeli minum dan ice cream untuk kekasihnya itu.
"berikan aku ice cream tiga rasa dengan ukuran jumbo"ucap rio pada si penjual ice cream.
Setalah membeli ice cream,Rio membeli 2 botol air mineral kemudian kembali pada eva.
"makanlah"rio menyodorkan ice cream pada eva.
"untukku?"tanya eva menunjuk dirinya.
"iya sayang habiskan ya"telinga eva memanas mendengar kata sayang yang terlontar begitu saja dari mulut rio.
"terimakasih"eva menundukkan kepalanya menutupi pipinya yang memerah seperti tomat.
Setalah puas menikmati semangkuk ice cream mereka bergegas pergi karena waktu menunjukan pukul 11:30 artinya sebentar lagi jam makan siang dan meeting.
"Kau bahagia?"tanya rio seraya memutar setirnya kesana kemari.
"sangat bahagia sayang"jawab eva pelan mengatakan kata terakhirnya.
Sreeettt
__ADS_1
Rio mengerem mendadak untung saja dia memegang dahi eva jika tidak sudah pasti dahinya terluka karena terbentur dashboard mobil.
"maafkan aku apa rasanya sakit?"tanya rio melihat dahi eva.
Wajahnya dan wajah rio begitu dekat membuat dirinya gugup.
"iyy... iya aku gak apa-apa"jawab eva terbata bata.
"kenapa kau gugup begitu?"tanya rio.
"ehhh tidak pak mmm bisa anda menjauh sedikit"jawab eva.
"Eva sudah aku katakan berkali kali jangan memanggilku dengan sebutan 'pak' "rio menjauhi wajahnya kemudian fokus menyetir.
Selama perjalanan rio dan Eva tidak berkata apa-apa membuat eva merasa jika saat ini rio marah padanya karena terus memanggilnya dengan sebutan pak.
Meeting berjalan dengan lancar, setelah kepergian klien rio mengajak eva untuk kembali ke kantor.
"ayo kembali ke kantor ada beberapa pekerjaan yang harus aku lakukan"ajak rio cuek.
Sesampainya di kantor,rio melepaskan seatbelt nya ingin keluar namun tiba tiba eva mencium pipinya dan mengatakan sesuatu yang ingin sekali di dengar oleh telinga rio.
"maafkan aku sayang,aku mencintaimu"ucap eva setalah mencium pipi rio kemudian bergegas Keluar dan berlari masuk lebih dulu.
Dimobil rio masih mematung di dalam mobil memegangi pipinya yang bekas kecupan Eva, sudut bibirnya tertarik membentuk sebuah senyuman mengingat betapa lucunya tingkah laku kekasihnya.
Sedangkan dikantor adrian,Aulia sedang menyuapi suaminya dengan penuh perhatian belakangan ini dia selalu ingin dekat dengan adrian karena itu setiap hari dia datang ke kantor adrian untuk sekedar memberinya makan siang atau juga terkadang seperti sekarang ini.
"sudah selesai mas, aku pulang ya"ujar Aulia.
"temani aku sebentar saja sayang akan sedang sangat merindukanmu"cegah adrian menarik tangan aulia hingga terduduk di pangkuan nya.
"ada apa mas?"tanya Aulia membelai pipi Adrian.
"Besok jadwal kamu cek kandungan,aku akan libur dan menemani kamu ke rumah sakit,okey"ujar adrian.
"cek hanya membutuhkan waktu 1 jam Sayang kenapa kamu harus pake cuti?"tanya aulia.
"Aku ingin menghabiskan waktu bersama anak dan istriku"jawab adrian mengelus perut aulia perlahan mulai naik hingga menyentuh benda kenyal padat berisi itu.
"Mas ini dikantor"Aulia mengingatkan suaminya takut lupa jika sekarang mereka berada dikantor bukan dirumah yang bisa melakukan apa saja sesuka hati.
"Ruangan ini kedap suara sayang tidak akan ada yang berani mengganggu kita"jawab adrian kemudian membawa Aulia ke sebuah ruangan yang biasa ia gunakan untuk sekadar meregangkan otot-otot nya.
Semakin lama permainan adrian membuat Aulia terbuai hingga meloloskan desahan dari bibirnya sampai pada akhirnya mereka sama sama mendapatkan pelepasan setalah 1 jam lebih.
"terimaksih sayang, tidurlah"adrian mencium kening aulia dan menyelimutinya sedangkan adrian segera ke kamar mandi karena sebentar lagi akan ada meeting dikantor.
NEXT AKAN ADA BINTANG TAMU DARI CERITA SEBELAH 😍😍
mampir ke ceritaku yang lain ya😚
BERSAMBUNG.......
__ADS_1