Menikahi Pria Cacat Demi Ayah

Menikahi Pria Cacat Demi Ayah
BAB 15


__ADS_3

Adrian melahap makanan yang disuapi oleh Aulia


"kamu udah makan?"tanya Adrian dan Aulia menggeleng


"aku akan makan nanti,yang penting kau dulu"ucap Aulia lembut


Adrian mengambil sendok yang dipegang Aulia kemudian mengambil makanan dan menyuapi Aulia


"kau juga harus makan! Ayo buka mulutmu"Seru Adrian


Aulia membuka mulutnya dan menikmati makanan yang disuapi suaminya dan akhirnya mereka makan 1 piring ber2


Aulia membantu Adrian berbaring di kasur


"Kau mau kemana?"tanya Adrian saat melihat Aulia ingin turun dari kasur


"sebentar saja"jawab Aulia lembut


Aulia melangkahkan kakinya menuju sebuah gantungan tas, tangannya meraih tas mini berwarna merah muda lalu mengambil sebuah botol Kecil berisi air


"Akan aku coba hari ini"gumam Aulia kemudian kembali ke atas ranjang


"apa itu?Kau tidak sedang ingin meracuniku kan?"canda Adrian melihat botol kecil yang sedang dibawa istrinya


Aulia terkekeh mendengar perkataan suaminya itu kemudian meminta Adrian bersandar di sandaran kasur


"mas ayo bangun"ucap Aulia sambil tangannya memegang bahu Adrian


"Apa yang akan kau lakukan?"tanya Adrian dengan menunjukan ekspresi wajah bingung


"Kau diam saja,aku akan memijat kakimu"seru Aulia


"Aulia untuk apa kau memijat kaki yang sudah tidak berguna ini"Ucap Adrian lembut


"Mas kau bisa sembuh meski itu kecil kemungkinan tapi aku yakin kau bisa"ucap Aulia meyakinkan Adrian


"aku sudah berkeliling dunia mencari kesembuhan untukku tapi tidak ada,aku sudah ikhlas dengan keadaanku ini sayang"Ucap Adrian sambil kedua tangannya berada dipipi Aulia


"mas izinkan aku melakukan ini aku mohon"ucap Aulia memohon memegang tangan Adrian yang berada di pipi nya


Adrian akhirnya membiarkan Aulia memijat kaki nya,terlihat Aulia belum terlalu mampu karena memang baru 1 hari ia belajar


"Kau belajar pijat dimana?"tanya Aulia sambil melihat kearah Aulia


Mata Aulia menatap Adrian kemudian terukir senyum diwajah cantiknya


"Kau lupa aku ini seorang calon dokter?"ucap Aulia dengan nada sombong


"Ohh kau sudah mulai menyombongkan diri"balas Adrian


"Hahahahaha tidak mas"jawab Aulia sambil tertawa dan tangannya masih aktif di seluruh bagian kaki Adrian


"lalu kau belajar dimana?"tanya Adrian lagi


"Kemarin saat pertama aku masuk kerumah sakit dr Aryo mengajarkan pijatan ini padaku karena aku bertugas merawat pasien yang mengalami kelumpuhan"jawab Aulia tanpa menatap Adrian


"Memang kau ini dokter apa?"tanya Adrian tidak tahu Aulia mengambil jurusan dokter physiatrists


"Aku dokter physiatrists"jawab Aulia dan Adrian hanya manggut-manggut


Aulia memijat kaki suaminya sesuai yang ia pelajari kemarin dan akhirnya ia menyelesaikan kegiatan nya


"mas untuk hari ini cukup ya,tapi setiap malam aku akan melakukan ini dan kau tidak bisa menolak!" seru Aulia kakinya melangkah kembali menuju tas merah muda miliknya untuk menaruh minyak yang tadi ia ambil

__ADS_1


Aulia kembali ke tempat tidur dan merebahkan tubuhnya disamping Adrian


"Sudah malam mas ayo tidur"ajak Aulia sembari tangannya mematikan lampu kamar


"Baiklah"jawab Adrian sambil tangganya membekap tubuh istrinya dari belakang.


_


_


1 bulan sudah Aulia bekerja dirumah sakit dan selama itu juga dia setiap malam memijat kaki suaminya


"Mas aku berangkat dulu ya"ucap Aulia sambil mencium tangan suaminya


"iya sayang hati-hati ya"jawab Adrian kemudian mencium kening Aulia


Aulia melangkahkan kakinya masuk ke dalam rumah sakit yang 1 bulan ini sudah ia datangi


"Lia"panggil seseorang yang sudah sangat dikenal Aulia


"Hai Nisa,ayo masuk"ajak Aulia pada sahabatnya itu


Aulia masuk kedalam ruangan para dokter dan meletakan tas berwarna merah muda di meja tempatnya


"Pagi Aulia"sapa seorang dokter muda tampan


"pagi dokter Aryo"jawab Aulia tersenyum manis


"Oh iya dok,pak Rizky dimana ya?saya mau mengumpulkan rekapan data pasien bulan ini"tanya Aulia


"oh adikku itu si pemalas jam segini dia pasti belum datang"ucap dr Aryo menjelekkan Rizky


"Hahaha dokter bisa saja mengumpat adik sendiri"ucap Aulia tertawa kecil mendengar perkataan dr Aryo


Aulia melangkah dengan perasaan semangat,bagimana tidak sebanyak dia merawat pasien maka akan semakin banyak juga ia mendapat ilmu dah bisa menyembuhkan suaminya


"pagi dr Aulia"sapa seorang suster


"eh suster Dewi gausah panggil dokter ah aku kan belum sarjana dan masih dibawah suster Dewi"ucap Aulia merasa tidak enak


"Haha baiklah Aulia,Pak Jordan menunggu anda didalam"ucap suster Dewi mempersilahkan Aulia masuk


"selamat pagi pak Jordan"sapa Aulia pada pasien itu tapi belum melihat wajahnya


"Pagi dok......."ucap Jordan terhenti saat melihat siapa yang menjadi dokternya


"Aulia???!!!"ucap Jordan terkejut


"Jordan??? sedang apa kau disini pria brengsek!!"ucap Aulia penuh emosi


"Aulia aku mohon maafkan aku,Aku tidak pernah berniat menyakiti kakakmu"ucap Jordan menjelaskan pada Aulia


"Diam kau....karena dirimu aku kehilangan 2 orang yang kusayangi sekaligus"teriak Aulia


"Lia aku sungguh minta maaf"ucap Jordan menyatukan kedua tangan nya memohon pada Aulia


"Sampai kau mati pun aku tidak akan memaafkan mu"bentak Aulia kemudian pergi dari ruangan Jordan


Aulia keluar dengan perasaan emosi dan sedih mengingat apa yang telah dilakukan pria yang baru saja ia temui


"Karena kau aku kehilangan ibu dan kakakku"ucap Aulia kemudian menangis


Aulia menangis didepan ruangan Jordan dan duduk di bangku yang ada disana

__ADS_1


Air matanya tak henti hentinya keluar dari mata besarnya, luka yang sudah lama sembuh kembali terbuka


"Aulia kenapa kau menangis"tanya seseorang tiba tiba


Tangan Aulia mengusap air mata yang mengalir dari mata besarnya kemudian menatap orang yang bertanya itu


"eh pak Rizky kau sudah datang?"tanya Aulia


"Ya,ada apa kau menangis?"tanya Rizky


"Tidak pak aku hanya sedang memikirkan ibuku"jawab Aulia


"memang ibumu kenapa?"tanya Rizky


"sudahlah pak lupakan,ayo pak nyonya Liu sudah menunggu diruangannya"ajak Aulia dan Rizky hanya mengikuti Aulia


Jam istirahat tiba,Aulia dan Nisa segera menuju kantin rumah sakit dan menyantap makanan yang sudah 1 bulan ini menjadi favorit mereka


"Bu biasa ya"teriak Nisa


"iya dok"jawab sipemilik Kantin


"Lia,kenapa kau terlihat sedih?"tanya Nisa


"Kau ingat Jordan?"tanya Aulia


"Jordan si pria brengsek itu?"tanya nisa dan Aulia mengangguk


"Ada apa?"tanya Nisa


"Hari ini aku bertemu dengannya dan itu membuat mood ku hari ini hancur"jawab Aulia


"Apa????!!!!dimana mau bertemu dengannya?"Tanya Nisa terkejut


"Dirumah sakit ini,pagi ini aku dapat tugas merawat pasien baru bernama Jordan,aku tidak tahu jika Jordan itu adalah Jordan yang sudah menyakiti kakakku"jelas Aulia dengan nada sedih


"Maksudmu dia lumpuh?"tanya Nisa


"Ya"Jawab Aulia singkat


"Lalu sekarang bagimana?apa kau ingin menghabisinya?"tanya Nisa membuat Aulia membulatkan matanya


"Apa kau gila?Aku tidak akan berbuat sekeji itu bagaimana jika aku dipenjara"ucap Aulia terkejut dengan apa yang dikatakan sahabatnya


"Kan aku hanya bertanya ish kau ini"Ucap Nisa


Makanan yang mereka pesan datang dengan Segera mereka melahap habis tanpa sisa


"Ayo"ajak Nisa


"kemana?"tanya Aulia


"Tentu saja kembali kita banyak pasien"ucap Nisa kesal pada Aulia


"apa kau mau diteriaki pencuri?"tanya Aulia membuat Nisa mengerenyitkan dahinya


"Kita belum membayar ini dan kau ingin langsung pergi?"tanya Aulia dan Nisa memukul dahinya


"Oh ya ampun hampir saja"ucap Nisa kemudian melangkah menuju pemilik Kantin untuk membayar


"Bu ini Terimakasih ya"ucap Nisa sambil memberikan selembar uang 50


Setelah membayar Aulia dan Nisa kembali ke dalam rumah sakit dan mulai memijat kaki para pasien.

__ADS_1


__ADS_2