Menikahi Pria Cacat Demi Ayah

Menikahi Pria Cacat Demi Ayah
BAB 40


__ADS_3

keesokan harinya aulia sedang menyiapkan pakaian untuk Adrian tiba tiba ada tangan yang melingkar di perutnya.


"Selamat pagi sayang"ucap adrian yang baru keluar dari kamar mandi.


"pagi ma....."Aulia mengantung ucapannya karena melihat adrian hanya menggunakan lilitan handuk.


"mas itu pake baju yang bener"aulia menutup wajahnya dengan jari yang terbuka.


"hahaha untuk apa malu sayang kamu sudah pernah melihatnya bahkan menyentuh nya dan lagipula apa ada orang yang menutup matanya dengan jari jari yang terbuka"adrian terkekeh dan menggoda aulia.


Aulia sadar dan segera pergi meninggalkan adrian dengan pakaiannya.


"cepat mas aku tunggu di bawah"ucap aulia tanpa menatap suaminya.


Sambil membantu Sarah memasak, aulia memikirkan bagaimana cara untuk membongkar kejahatan bela dia memutuskan untuk tidak memberitahu suaminya karena percuma adrian akan masa bodo.


Saking memikirkannya aulia tidak sadar jika tangannya bukan meraih gagang wajan melainkan bibir wajan membuat tangannya kepanasan.


"awww...aww"pekik aulia mengibaskan tangannya.


"Aulia coba mamah lihat"ucap Sarah terkejut kemudian Melihat telapak tangan aulia yang memerah karena panas.


"kenapa bisa gini kamu mikirin apa?"tanya Sarah khawatir kemudian mendudukkan Aulia di bangku meja makan.


"bi tolong lanjutin masaknnya"pinta sarah.


"pak mun tolong ambilkan kotak obat"perintah Sarah dengan segera pak Mun mengambilkan apa yang Sarah pinta.


Adrian dan yang lain mulai berdatangan ke meja makan, adrian terkejut melihat mamahnya sedang mengolesi salep di tangan aulia.


"sayang???"panggil adrian langusng menghampiri aulia.


"kenapa bisa gini?apa sakit ayo kita ke dokter"ajak adrian sudah menarik tangan aulia.


"mas aku gak apa apa kamu gak usah khawatir ya,ini cuma merah aja kok gak apa apa"jawab aulia.


"Kenapa bisa gini?"tanya adrian membelai rambut aulia.


"aku gak apa apa sayang"Jawab aulia lembut.


Sarah dan Ridwan begitu bahagia Melihat adrian sangat perhatian dan mencintai istrinya berbeda dengan pasangan kekasih upss ralat maksudnya pasangan yang tunangan itu menatap aulia dengan penuh kebencian.


"paling hanya mencari perhatian keluarga saja"sindir Rio.


"diam kau!!tidak ada urusannya denganmu kan"Adrian menujuk wajah Rio dengan tangan yang mengepal sempurna.

__ADS_1


"kenapa?? memang istrimu ini hanya bisa mencari perhatian keluarga,pertama hamil dan Sekarang berpura pura kesakitan"jawab Rio dengan nada menentang.


"Rio!!!?"bentak ridwan.


"sayang ayo kita sarapan diluar"Rio menarik tangan bela meninggalkan meja makan.


Rio dan bela memutuskan untuk sarapan di kafe yang tak jauh dari rumah.


"sudahlah sayang jangan cemberut begitu kita akan balas mereka"ucap bela memegang tangan Rio.


"terimaksih sayang kamu sudah sangat mencintaiku setelah menikah aku akan selalu membahagiakan mu"Rio bicara dengan tulus.


dasar pria bodoh kau saja aku kelabui dengar ya aku akan pergi meninggalkan mu setelah aku merampas habis harta keluarga kaya mu itu.


bela tersenyum licik mungkin Rio tidak melihatnya karena posisi mereka sedang berpelukan.


Adrian mengantarkan aulia ke kampusnya dengan Han sebagai sopir tentunya.


"Han bisa keluar sebentar"perintah adrian Karena dia ingin bicara empat mata dengan istrinya.


Han mengangguk dan menunggu di luar mobil.


"sayang apa ini ada hubungannya dengan 2 manusia itu?"tanya adrian to the point.


"tidak mas aku hanya kurang hati hati saja karena itu tanganku terkena wajan"jawab aulia berbohong.


"tidak Sayang"jawab aulia kemudian mencium bibir adrian hingga ciuman berubah menjadi ******* dan hisapan.


"Semangat ya bekerjanya sebentar lagi akan ada yang memanggil mu papah"ucap aulia seraya menghapus lipstik di bibir adrian dengan jarinya.


"tentu sayang bahkan jika aku tidak bekerja selama 10 tahun hartaku tidak akan habis"ucap Adrian sombong.


"hahaha oke suamiku yang kaya aku keluar dulu ya"pamit aulia.


"tunggu"Adrian memegang tangan aulia mencegah nya pergi.


Aulia mengerutkan keningnya tidak mengerti namun dia terkejut ketika adrian tiba tiba menciumnya lagi.


Sedangkan Han? Han berdiri bersandar di mobil dengan posisi membelakangi mobil dan tangan yang memangku di dada.


Bersamaan dengan itu Nisa datang dan menghampiri Han.


"selamat pagi tuan Han"sapa nisa tersenyum manis.


"pagi"jawab Han dingin tanpa mengubah posisinya.

__ADS_1


"Aulia mana?"tanya Nisa basa basi.


"tunggu sebentar nona akan keluar"jawab han.


Sambil menunggu Aulia,Nisa ikut bersandar di mobil sambil membaca buku novel kesukaan nya.Han melirik Nisa ketika Nisa tiba tiba saja tertawa karena ada adegan yang lucu menurutnya.


"ternyata dia sangat cantik benar benar manis sekali" hati han terpesona melihat tawa Nisa.


"eh maaf maaf tapi ini sungguh lucu sekali"ucap nisa sadar Han sedang menatapnya.


han mengalihkan pandangannya dan kembali menunjukkan ekspresi dingin dan datar nya.


Aulia keluar setelah merapikan lipstik dibibir nya yang acak-acakan akibat Adrian.


"Han masuklah"perintah adrian di dalam mobil.


"nona aulia, nona Nisa saya permisi dulu selamat pagi"pamit han.


Nisa dan aulia meniggalkan mobil adrian terlebih dahulu namun ketika melangkah tanpa sengaja buku Nisa terjatuh dan itu semua diluar kesadaran Nisa.


Han mengambil buku itu, ketika ingin mengembalikan nya nisa dan aulia sudah tidak terlihat.


Han segara masuk dan menyimpan buku itu di dashboard mobil kemudian melajukan mobilnya menuju drjgroup.


Pelajaran pertama Aulia dan Nisa sudah selesai,dia meraba raba tas nya dan tidak mendapati buku catatannya.


"ada apa Nisa?"tanya aulia yang melihat Nisa gelisah Sambil mencari cari.


"catatan harian ku dimana ya kok tidak ada"jawab Nisa dengan tangan yang aktif mencari.


"mungkin kamu lupa membawa nya"ucap aulia.


"tidak Li aku sangat ingat tadi aku membawanya"jelas nisa.


"yaudah ayo kita cari mungkin jatuh"ajak nisa.


Setelah hampir 1 jam mencari cari sekeliling kampus akhirnya mereka memutuskan untuk istirahat di bangku taman.


"ya ampun bagaimana jika ada yang menemukannya aku mengutarakan semua perasaanku disana"ucap nisa khawatir sambil menggigit jarinya.


"Nisa duduklah dulu mungkin anak kelas lain yang menemukannya sekarang kita istirahat dulu oke aku lelah apa kamu tidak kasihan dengan ponakan mu ini"ucap aulia cemberut sambil mengelus perutnya.


"uhhh ponakan tante,oke oke kita istirahat ya"ucap nisa ikut mengelus perut aulia.


BERSAMBUNG......

__ADS_1


JANGAN LUPA LIKE DAN VOTE πŸ€—πŸ€—


TERIMAKSIH HAPPY READING ❀️🌺🌺


__ADS_2