Menikahi Pria Cacat Demi Ayah

Menikahi Pria Cacat Demi Ayah
BAB 103


__ADS_3

Dengan ragu adrian mendekati Istrinya yang sedang duduk di pinggir ranjang sambil memainkan ponselnya.


"Sayang???"panggil adrian pelan.


Aulia melirik sebentar kemudian kembali fokus pada benda pipih itu.


"Iya aku minta maaf tadi tuh gak sengaja kesangkut makanya jadi gak bisa nafas aku"jelas adrian.


Tanpa menjawab perkataan Adrian, aulia pergi keluar dari kamar meniggalkan Adrian yang sedang mengerucutkan bibirnya.


"Oh ya ampun membujuk seorang wanita ternyata lebih sulit dibandingkan memenangkan tender"gumam adrian kemudian menyusul Aulia keluar.


"Li?!!"panggil eva.


"ada apa?"


"Sebenarnya tadi itu kerjaan rio,jadi kau jangan marah pada suamimu"


"maksudmu?"


Han dan rio datang menghampiri aulia dengan menundukkan kepalanya.


"iya Aulia maaf ya tadi aku bercanda,aku pikir adrian tidak akan tenggelam dan bisa lepas dari terumbu karang itu tapi aku salah"jelas rio.


"maafkan saya nona karena tidak bisa menjaga tuan"ujar Han.


"Hmmm tidak apa"jawab aulia kemudian pergi ke dapur mengambil segelas jus.


Adrian turun melihat 2 pria bermuka bantal itu adrian hanya bisa berdecih dan melirik sinis rasanya dia ingin sekali membuang kedua pria itu di tengah laut membiarkan mereka di makan Hiu.


"Tuan???"sapa han.


"Dimana aulia?"tanya adrian.


"Di dapur rian"jawab rio.


"Aku tidak bertanya dengan mu"balas adrian kemudian pergi ke dapur.


Adrian pergi ke dapur mendapati istrinya yang sedang meminum segelas jus.


"Sayang???!!"panggil adrian lembut.


"Apa sih mas?"tanya aulia sewot.


"Jangan marah ya"bujuk Adrian dengan wajah keimutannya.


"jangan buat aku mau muntah mas"saut aulia.


",Jahat banget,suami ganteng kaya gini di bilang mau muntah"cibir adrian.


"Aku mau muntah bukan karena wajah kamu mas tapi baju kamu bau air laut...oek..oek..."jelas aulia kemudian segera menuju wastafel memuntahkan cairan bening.


"sayang kamu gak apa apa?"tanya adrian berniat mendekat tapi tangan aulia mencegahnya.


"Maaf mas tapi mending kamu mandi dulu baru deketin aku soalnya aku gak tahan baunya"ujar aulia.


"ya udah sayang aku mandi dulu ya"tutur adrian diangguki aulia.


Adrian berlari ke kamarnya melewati keempat orang yang sejak tadi hanya memperhatikan nya.


"Tuan anda baik baik saja?"tanya han.


"Eva, Nisa tolong bantu Istriku dia mual mungkin butuh sesuatu aku akan mandi dan menemuinya"bukannya menjawab adrian malah bicara pada kedua wanita itu.


"Iya baiklah"jawab keduanya segera pergi ke dapur.


Han dan rio hanya saling melirik kemudian menyusul nisa dan eva ke dapur.


"Aulia kamu gak apa apa?"tanya nisa menekan tengkuk aulia.


"Engga nis cuma sedikit mual aja"jawab aulia.


"Mau aku buatkan jus jeruk nipis?"tanya Eva menawarkan.


"jika tidak merepotkan"jawab aulia.


Eva segara mengambil bahan dan membuatnya, dering ponsel milik Aulia membuat aulia menjauhi wastafel dan mendekati pantry.

__ADS_1


"Halo?"


"......."


"Baiklah bu, terimaksih sudah memberitahukan nya"


Aulia meletakan ponselnya kembali dan beralih menatap nisa.


"Kenapa?"tanya nisa.


"Skripsi kita kan belum di revisi dan bu mita menyampaikan pesan pak budi katanya kita harus selesaikan dalam 1 Minggu"jawab aulia menjelaskan.


"Hah?!!"kejut nisa.


"ahhhh bodoh sekali aku tidak ingat mengenai skripsi itu"umpat Aulia untuk dirinya.


"hei tenanglah aku akan membatu kalian mengerjakannya"ujar eva.


"kami juga akan membantu kalian"sambung rio merangkul han.


"Ahhh kalian yang terbaik"nisa dan aulia memeluk eva.


Rio dan han berniat berpelukan namun keduanya sesaat sadar.


"anda tidak berniat memeluk saya kan tuan?"tanya han.


"ekhmmm tidak aku hanya sedang melebarkan tanganku"jawab rio.


*****


Malam hari aulia dan nisa mulai mengerjakan skripsi nya menggunakan laptop adrian dan han dan memanfaatkan laporan skripsi sebelumnya yang mereka simpan di ponsel.


"kenapa jadi rumit sekali sih membuat skripsi"desis aulia.


"Sini aku bantu sayang"ujar adrian berpindah duduk menjadi di samping suaminya.


Adrian membaca setiap paragraf yang dibuat aulia dan merevisi beberapa kata yang memang harus di revisi (kaya Novel ini ya Banyak typo harus revisi 🤣).


begitu juga dengan nisa,Han membantunya dengan melakukan hal yang sama yaitu membaca dan merevisi kata yang salah.


"Ini hanya tinggal sedikit,mau di lanjut besok atau sekarang?"tanya han.


"Aku sudah mengantuk, besok aja ya sayang"saut nisa.


"Baiklah kalian istirahatlah, Aulia juga sudah tidur"tutur adrian.


Adrian menyimpan file yang sudah direvisi kemudian menggendong aulia ke kamar sedangkan laptopnya dibawakan oleh han.


Adrian membaringkan dan menyelimuti aulia kemudian keluar mengambil laptop yang dibawa Han.


"terimaksih han selamat malam"ujar Adrian.


"malam tuan"jawab han.


keesokan harinya Aulia,Adrian dan yang lain memutuskan untuk nge-gym di salah satu tempat olahraga terkenal di Bali.


"Darimana kau tahu tempat ini?"tanya rio.


"Kau lupa dulu aku sering berkunjung kesini"jawab adrian.


"ahhh aku tau kau dulu pergi bersama tunanganmu itu kan?"tanya rio membuat aulia melototkan matanya.


"Bukan tunanganku lebih tepatnya adalah calon istrimu"saut Adrian dan kini mata eva yang melorot horor.


"ehhh sayang jangan salah paham,Adrian hanya asal bicara saja kok"ujar rio menjelaskan pada wanita yang sudah berubah menjadi helhoy versi wanita itu.


"awas kamu macam macam"desis eva.


"engga macam macam va cuma satu macam aja kok"saut aulia bercanda.


"hahahaha"tawa nisa di susul yang lain.


Sesampainya di tempat gym semua bergegas masuk,Aulia hanya diam melihat suami dan teman temannya berolahraga sesungguhnya aulia paling malas dengan olahraga tapi entah bagiamana dia bisa mendapat badan langsing seperti ini padahal jarang olahraga.


"Li kamu gak mau olahraga?"tanya nisa.


"baby lagi malas katanya"jawab aulia mengelus perutnya.

__ADS_1


"baby apa emaknya"Sindir eva hanya dibalas cengiran oleh aulia.


Adrian hanya menggunakan kaus oblong yang memperlihatkan perut kotak kotaknya bahkan banyak sekali para wanita yang memperhatikan adrian sontak semua itu membuat seorang ibu hamil merasa kesal dan ingin sekali menjambak rambutnya.


"Hei apa kalian tidak pernah melihat pria tampan heh?"gumam aulia melirik sinis 3 wanita yang sedang gigit jari sambil memperhatikan adrian.


"Omo apa ini??bahkan lidahnya sampai terulur begitu?"kejut aulia melihat salah satu wanita menjulurkan lidahnya melihat adrian yang push up.


Karena tidak tahan aulia menghampiri suaminya dan duduk dia atas punggung Adrian yang sedang push up.


"uhh sayang,apa apaan nih"kejut adrian ambruk, bukan karena tidak kuat tapi Adrian hanya terkejut tiba tiba Aulia duduk diatas punggungnya.


"Sayang ini keinginan baby,maukan push up nya sambil aku dudukin gini?"tanya aulia sengaja memperbesar suaranya membuat ketiga wanita itu menaikan alisnya terkejut.


"Baiklah sayang"jawab Adrian mulai mengangkat tubuhnya dengan tubuh aulia.


Nisa dan eva hanya geleng-geleng melihat tingkah Aulia,mereka paham sekali apa tujuan aulia.


"Sukurin tuh wanita lemeran, lagian mata jelalatan banget sih"umpat nisa.


"hahaha iya"saut eva.


Han dan Rio sangat fokus jika soal olahraga begitupun dengan Adrian karena itu ketiganya memiliki postur tubuh yang atletis dan idaman setiap wanita.


Ditempat lain seorang wanita sedang merenungkan diri di dalam sebuah kamar, tidak lebih tepatnya gudang.Entah apa kesalahannya sehingga seseorang membawanya kesana.


"Sebenarnya ada apa ini,aghh tidak jelas"umpatnya sambil mengacak-acak rambut.


Suara knock pintu terbuka memperlihatkan seorang wanita dengan mini dress berwarna hijau tosca mendekatinya,seulas senyum iblis terbesit di wajahnya.


"Nona inilah wanita itu"ucap orang berbadan kekar kemarin.


"Keluarlah,aku ingin bicara dengannya"titah jovanka matanya masih terus menatap wanita di depannya.


Kini hanya jovanka dan wanita itu yang ada di dalam kamar ups gudang.


"Apa maumu?kenapa kau membawaku kesini ha?"bentak si wanita namun hanya di balas senyum mengejek oleh jovanka.


"Tenanglah,ada apa?apa anak buahku memperlakukan mu dengan buruk sampai kau marah begini?"tanya jovanka melipat tangan didada.


"Tidak ada gunanya bicara denganmu! Menyingkir lah"pinta wanita itu sudah siap untuk pergi namun dengan santainya jovanka menggeluarkan kata yang membuat langkah wanita itu berhenti.


"Aulia"ucap jovanka dengan senyum misteriusnya.


"apa??"tanyanya membalik badan.


"Kau masih ingat nama itu?"tanya jovanka membalik badan dan kini posisi keduanya saling berhadapan.


"Darimana kau mengenal perempuan itu?"tanya wanita itu dengan sorot mata menyidik.


"itu semua tidak penting, pertanyaanku apa kau marah padanya?"tanya jovanka berjalan mengitari wanita itu.


"Jangan gila kau, bagaimana mungkin aku akan tidak benci dengan perempuan sok pahlawan dan sudah menghancurkan masa depan ku itu"jawabnya geram.


"I No,mari bekerja sama!!"ajak jovanka.


"why??"alisnya mengerut mendengar perkataan jovanka.


"Aku ingin mendapatkan adrian dan kau pasti paham apa maksudku selanjutnya"jawab jovanka.


"Apa jaminannya bahwa kau sedang tidak berbohong padaku?"tanyanya dengan lantang.


"Berani sekali kau, baiklah aku akan suruh anak buahku untuk mengembalikan mu ke tempat itu karena kau tidak tahu diri dan tidak tahu terimaksih"Balas jovanka menunjukan wajah wanita di depannya.


"Oke baiklah kita akan bekerja sama, bagaimana caranya?"tanya nya mengalah.


"Akan aku pikirkan sekarang nikmatilah kamar ini untuk beberapa hari kedepan setidaknya ini lebih baik dari tempatmu sebelumnya"jawab jovanka melepaskan lipatan tangan di dadanya.


"hei ini bukan kamar lebih tepatnya gudang"ralat wanita itu kesal.


"Terserah"balas jovanka kemudian pergi.


"Hey?!!!!!!Aghh Damn it!!!"Decih nya.


HAYOO SIAPA??????🤔


BERSAMBUNG.......

__ADS_1


__ADS_2