Menikahi Pria Cacat Demi Ayah

Menikahi Pria Cacat Demi Ayah
BAB 97


__ADS_3

Aulia kembali dengan perasaan yang berkecambuk, rasanya bingung harus memberitahu adrian atau tidak tentang wanita berbahaya itu.


"Jadi sudah di putuskan besok kita akan pergi ke Bali"ucap rio ketika aulia mendudukkan bokongnya disamping adrian.


"baiklah besok kita pergi ke sana,iya kan sayang?"tanya adrian pada istrinya yang melamun.


"Sayang??"panggil adrian memegang bahu aulia.


"ahh iya mas?"saut aulia.


"kamu kenapa melamun?"tanya adrian.


"mm engga mas cuma lagi pengen sesuatu aja"jawab aulia.


"Mau apa hmmm?"tanya adrian menyingkirkan anak rambut yang menutupi wajah istrinya.


"Mau di peluk kamu"jawab aulia manja.


"dih manja banget kaya bocah TK"cibir eva.


"dasar mama muda"cibir nisa.


"Biarin sih sirik aja kalian"balas aulia.


"Baiklah ayo kita pulang nanti di rumah kamu boleh peluk, cium, gigit juga boleh"ajak adrian.


"Ishhh dasar mesum!!"pekik aulia.


"Han aku dan istriku akan pulang,kau juga habiskan waktu dengan istrimu hari ini kau free spesial pengantin baru"tutur adrian membuat han berbinar.


"Benarkah tuan?ahhh terimaksih anda baik sekali"saut han senang.


"Baiklah ayo kita pulang"ajak rio.


Ketika mereka sudah bangun tanpa sengaja mata aulia menangkap sosok yang ia kenal bahkan sangat kenal.


"Mas itu"ucap aulia menunjuk seorang wanita dan seorang pria di sudut restoran.


Adrian mengikuti arah pandang aulia,raut wajahnya berubah Antara terkejut sekaligus bahagia.


"Rio lihat itu"ucap adrian menunjuk menggunakan kode matanya.


"Mamah dan papah??!!"ucap rio pelan kemudian menghampiri orang tuanya diikuti Adrian dan aulia sedangkan han,nisa dan eva menunggu di meja tadi karena mereka tau itu adalah urusan keluarga.


"mah,pah??"panggil adrian membuat keduanya menoleh.


"Adrian, Rio!! kejut Sarah.


"Kalian sedang apa disini?"tanya ridwan gugup.


"Kalian???"ucap adrian menunjuk sarah dan ridwan bergantian.


"rian mamah bisa jelaskan"ucap sarah takut jika kedua putranya akan marah.

__ADS_1


"Rian,kami berdua memutuskan untuk bersatu kembali tapi karena papah takut kalian marah jadi kami diam diam.Kami sadar kami sudah tua rasanya tidak pantas harus bercerai dan mamah juga sudah memaafkan papah kalian,mamah harap kalian berdua bisa memaafkan papah"jelas Sarah.


"Mah apa yang mamah katakan"ucap rio membuat ridwan menunduk seketika.


"Rio,Rian papah tau papah salah tapi papah mohon maafkan papah"ujar Ridwan tidak berani menatap kedua putranya.


Adrian dan rio saling melempar pandangan kemudian keduanya kompak memeluk ridwan membuat si empu dan sarah terkejut tak percaya.


"Tentu saja kami memaafkan papah dan memang ini yang kami inginkan pah,bisa berkumpul bersama keluarga lagi"ucap adrian masih posisi memeluk ridwan.


"kami bahagia pah karena papah dan mamah mau bersama lagi, sudah lama kami menantikan kejadian seperti ini"ucap rio.


Ridwan membalas pelukan anak anaknya kemudian menangis,dirinya beruntung memiliki anak yang masih mau m maafkan nya meski kesalahannya termasuk kesalahan fatal.


"Terimaksih nak,papah beruntung memiliki anak seperti kalian"ucap ridwan menepuk punggung kedua anaknya.


"Rian,Rio terimaksih banyak ya"ucap sarah membuat kedua pria itu melepas pelukannya.


"Kami bahagia akhirnya mamah bisa memaafkan papah karena kami tahu selama ini mamah kesepian tidak ada yang menemani tidur"ucap adrian sedikit menggoda.


Plakkk


"kau dalam situasi begini saja masih bisa bercanda"desis rio memukul kepala adrian.


"hahahaha"tawa mereka pecah tanpa sadar jika disana ada bumil yang cemberut karena di cuekin.


"jadi aku di cuekin nih"ucap aulia menekuk wajahnya.


"ehh engga dong sayang"saut sarah memeluk menantunya yang berbadan dua itu.


"iya nak"saut ridwan membelai rambut aulia.


"oh iya mah,pah besok kami akan pergi ke Bali,apa kalian ingin ikut?"tanya adrian.


"Tidak nak,kami sudah tua mana mungkin gabung dengan Kalian"jawab sarah.


"papah dan mamah juga terlihat masih muda kok"ucap aulia.


"hahaha tentu saja karena papah kan rajin olahraga"ucap ridwan percaya diri.


"Tapi kami tidak bisa ikut kalian saja dan kamu aulia,kamu hati hati ya ingat saat ini kami sedang mengandung"sambung Ridwan.


"Iya pah"saut aulia mengangguk.


"Baiklah ayo kita pulang"ajak rio.


"Kalian duluan saja kami baru pesan makanan"saut Sarah.


"Baiklah pah,mah kami tunggu di rumah ya"ujar adrian diangguki keduanya.


"Kami pulang ya pah,mah assalamualaikum"ucap aulia menyalami tangan kedua mertuanya.


****

__ADS_1


Sesampainya di rumah, aulia langsung meminta gendong pada adrian membuat nisa geleng kepala kepala melihat tingkah sahabatnya itu.


"Mas gendong"rengek aulia mengangkat kedua tangannya.


"Aulia kamu baik kan? tumben sekali kamu manja?"tanya Nisa yang tidak biasa melihat tingkah aulia.


"Iya aku tidak apa apa mungkin hanya keinginan anakku saja"jawab aulia.


"Baiklah han,nisa nikmati hari kalian sampai jumpa"ucap adrian sebelum akhirnya menggendong Aulia masuk ke dalam rumah.


"Aulia itu ada ada saja"gumam nisa.


"Kamu juga mau aku gendong?"tanya Han dengan seringai di wajahnya membuat nisa merinding sendiri.


"Engga kamu mah nanti ujung ujungnya minta jatah"jawab nisa cepat sambil menutupi dadanya.


"kenapa ditutupi?aku sudah melihat dan mencobanya sayang"goda han.


"Hannnn!!!!!"desis nisa membuat han tertawa terbahak-bahak.


"hahaha baik baik ayo kita jalan jalan"ucap han kemudian meninggalkan pekarangan rumah besar dierja setalah menukar mobil adrian dengan mobilnya.


Sedangkan aulia tanpa malu pada para pelayan disana aulia terus menciumi wajah dan leher adrian membuat gelanyar tersendiri bagi adrian.


"Sayang malu tuh dilihatin para bibi"bisik adrian namun tidak di pedulikan oleh Aulia.


"Sayang aku mau"ucap aulia tiba tiba ketika adrian sudah menutup pintu kamarnya.


"mau ini"jawab aulia kemudian mencium habis bibir suaminya yang menggoda itu.


Adrian terkejut tapi tetap membalas tak kalah ganas,kedua saling bertukar Saliva satu sama lain.


"Kamu gak apa apa kan sayang?"tanya Adrian karena tidak biasanya Aulia akan bertingkah seperti ini.


"Aku gak apa apa mas cuma lagi pengen deket kamu terus"jawab aulia sambil terus menciumi Setiap lekukan wajah suaminya.


"Baiklah kamu boleh cium aku sepuasnya"ujar adrian membuat diri aulia merasa tertantang dan langsung mendorong adrian sampai si empu berbaring terlentang.


Pergulatan panas di tengah hari bolong terjadi antara aulia dan adrian, adrian tidur dengan membekap tubuh Aulia sedangkan aulia hanya berpura pura tidur saat ini pikirannya terfokus pada perkataan jovanka.


"Mas aku gak mau kamu kenapa napa, tapi aku juga tidak bisa memendam ketakutan sendiri aku ingin cerita padamu"batin aulia memandang wajahnya.


Aulia membenamkan wajahnya di dada bidang adrian kemudian semakin mempererat pelukannya hingga akhirnya dia ikut menyusul adrian ke alam mimpi.


Sore hari adrian terbangun, perlahan dia menggerakkan tubuhnya berusaha bangun tanpa membangunkan aulia yang masih pulas dalam dekapannya.


"Cantiknya istri aku"gumam adrian membelai wajah aulia.


Adrian tersenyum sekaligus merasa bersalah karena dulu telah memaksa aulia untuk menikah dengannya bahkan sampai membahayakan nyawa herman.


"Aku beruntung memiliki istri seperti mu sayang,maaf ya dulu aku sering berbuat kasar padamu dan memaksamu untuk menikah dengan ku tapi aku bersyukur karena paksaan itu aku mendapatkan kebahagiaan yang tidak bisa diutarakan dengan kata kata"ucap adrian pelan masih menatap wajah aulia lekat.


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN NYA SAYY🤗🤗

__ADS_1


BERSAMBUNG........


__ADS_2