
keesokan harinya adrian kembali bekerja seperti biasa dan aulia juga akan menyiapkan pakaian untuk suaminya seperti pagi pagi sebelumnya.
"Mas, kenapa gak libur aja sih kan kita baru pulang?"tanya aulia sambil mengancingkan kemeja di tubuh adrian.
"Ada yang harus aku bahas sayang dan ya nanti malam aku ada pertemuan dengan para pemegang saham di hotel,apa kamu mau ikut?"tanya adrian setelah aulia mengancingkan kemeja adrian.
"Engga deh mas aku harus siapin pakaian untuk besok acara 7 bulanan anak kita"jawab aulia.
"Baiklah sayang,ayo turun"ajak adrian.
Aulia dan adrian turun menuju meja makan untuk sarapan, dilihat hanya ada sarah dan ridwan.
"Selamat pagi mah,pah"sapa aulia menarik Kursi untuk nya dan adrian.
"pagi aulia,Adrian"saut sarah tersenyum.
"Duduklah Rian"tutur ridwan.
"Apa rio sudah berangkat pah?"tanya adrian.
"iya nak dia sudah berangkat katanya ada yang harus ia kerjakan dan sekalian jemput Eva"jawab ridwan.
"oh baiklah pah"ucap adrian kemudian menarik piring yang sudah berisi nasi dan lauk pauk.
"oh iya nak besok acaranya dimulai pagi, hanya beberapa tetangga dan kerabat dekat yang mamah undang.Apa kamu ingin mengundang seseorang?"tanya sarah.
"Mm tidak mah"jawab aulia menggeleng.
Nisa menata makanan di meja makan berbentuk lingkaran itu, piring dan sendok sudah tersedia rapih dia atas meja.
"Ahh sudah"gumam nisa menepuk telapak tangan nya.
Tiba tiba saja sebuah tangan kekar dan putih melingkar di perutnya,nisa sangat tahu siapa yang ada di belakangnya ini.
"Udah ih sarapan dulu"desis nisa karena han terus saja menciumi lehernya.
"maunya sarapan kamu,boleh?"tanya han.
"Gak!"jawab nisa singkat.
"Kenapa?"tanya han membalik badan nisa.
"udah siang nanti pak adrian udah nunggu baru tau"jawab nisa.
Han mengerti Kemudian duduk di kursi yang sebelumnya sudah ditarik oleh nisa,nisa mengambilkan nasi goreng buatannya ke dalam piring han.
"Enak"ucap han setelah memakan suapan pertama nya.
"Habiskan jika enak"saut nisa.
"oh iya sayang nanti malam aku akan menemani tuan adrian dan rio pertemuan di hotel,apa kamu mau ikut?"tanya han.
"Tidak sayang aku ada janji dengan eva,kita mau ke rumah aulia bantu pilih baju untuk acaranya besok"jawab nisa.
"ohh baiklah"ujar han sembari mengangguk kecil.
Setelah sarapan nisa mengantar han sampai di depan apartemennya,nisa mencium punggung tangan han yang dibalas ciuman di keningnya.
"Hati hati ya di rumahnya,aku berangkat dulu"tutur han.
"iya sayang, kamu juga hati hati ya"saut nisa.
"Assalamualaikum"
"waalaikumsalam"
***
Selesai sarapan aulia mengantar suaminya sampai ke depan pintu rumah, aulia mencium tangan adrian dibalas kecupan di bibir oleh suaminya.
"mas ih malu"desis aulia karena beberapa penjaga harus mengalihkan pandangannya melihat majikan mereka ini termasuk han.
"Ya ampun tuan,dimana kah tuan adrian yang terkenal tertutup dan menjaga image"gumam han membalik badannya.
"Malu sama siapa?"tanya adrian santai.
"ah udah sana dijelasin juga percuma kamu mau gak ada malu nya"saut aulia membuat adrian terkekeh.
"hahaha"tawa adrian kemudian berjongkok di hadapan perut aulia yang sudah membesar.
__ADS_1
"Anak papah baik baik ya disini, papah kerja dulu cari uang yang banyak buat beli mainan kamu"ujar adrian kemudian mencium perut aulia.
"oke papahku sayang"jawab aulia memekik suaranya seperti anak kecil.
"Nona kami permisi dulu ya"ucap han diangguki aulia.
"eh iya han,apa tadi nisa bilang mau kesini?"tanya aulia.
"iya nona dia bilang dia dan eva akan datang nanti malam"jawab han.
"Baiklah han terimakasih"jawab aulia kemudian masuk setelah melambaikan tangan pada adrian.
Eva harus datang lebih pagi dari biasanya karena mengingat bulan akan berganti, dia harus merekap beberapa data bulan ini sebelum banyak data lagi yang masuk.
"va, kemana aja lo?"tanya baim pada eva yang sibuk mengetik.
"eh bee,gw abis jalan jalan sama aulia"jawab eva tanpa mengalihkan pandangannya.
"oh pantes gw kerumah lo, cuma ada paman lo doang,eh tapi kata paman lo pergi sama pak rio"ujar baim.
"iya sama pak rio juga dia kan kakak ipar aulia"Jawab eva.
"oh syukur deh gw pikir lo sama dia ada hubungan"ujar Baim kemudian pergi meninggalkan meja eva tanpa berpamitan dengan si pemilik.
"Emang kenapa kalo gw ada hubungan?"tanya eva entah pada siapa karena dirinya tidak tahu jika sahabatnya itu sudah ngeluyur pergi.
"Bee??"panggil eva namun tidak ada sahutan.
Eva mendongak dan melihat tidak ada siapapun di sana dia hanya bisa mendengus karena tingkah sahabatnya yang selalu pergi tanpa permisi dulu.
"udah kaya orang waras dong gw ngomong sendiri dari tadi,hahaha"gumam eva merasa lucu pada dirinya.
Eva bangun membawa beberapa lembar kertas yang ia masukan ke dalam map merah kemudian membawanya ke ruangan rio untuk di tanda tangani.
Tok.... tok....tok....
"Masuk"setelah mendengar instruksi,eva masuk berjalan mendekati meja rio yang sibuk memandang komputer dihadapannya.
"Permisi pak, ini adalah data bulan ini yang harus anda tanda tangani"ucap eva mendorong pelan map merah yang ia bawa.
"oh iya baiklah"rio mengambilnya dan memberikan goresan tinta di atas beberapa lembar kertas putih tersebut.
"Iya baiklah"saut rio.
_
_
Sesampainya di lobi perusahaan,adrian turun setelah salah satu penjaga membukakan pintu untuknya,han melempar kunci mobilnya yang dengan sigap langsung ditangkap oleh penjaga lain.
"Han apa jadwalku hari ini?"tanya adrian.
"meeting dengan tuan Xander pukul 11 nanti tuan setelah itu jam anda kosong sampai nanti malam pukul 8"jawab han mengikuti langkah adrian yang cepat itu.
"lalu untuk apa wanita itu kemari?"tanya adrian menghentikan langkahnya menunjuk wanita dengan kemeja putih dan celana bahan berwarna hitam sedang menunggu di depan lift.
"Saya akan tanyakan padanya"ucap han namun di hentikan oleh adrian.
"tidak usah han"ucap adrian kemudian melanjutkan langkahnya.
Adrian dan han masuk ke dalam lift khusus petinggi perusahaan sedangkan jovanka masih dibawah menunggu lift khusus karyawan.
Sesampainya di lantai yang mereka tuju,adrian masuk setelah han membukakan pintu untuknya tak lama kemudian ada yang mengetuk pintu ruangannya.
"Masuk"
jovanka masuk dengan tingkah yang berbeda dan juga pakaian yang sedikit tertutup tidak seperti biasanya.Aneh batin adrian dan han.
"selamat pagi tuan adrian"sapa jovanka sopan.
"maaf, ada perlu apa anda kesini?"tanya han.
"Saya hanya ingin meminta maaf pada anda tuan adrian soal pengancaman terhadap istri anda"jawab jovanka.
"Kenapa? maksud saya kenapa anda meminta maaf?saya pikir anda akan melanjutkan rencana anda ke yang lebih"tanya adrian sontak membuat jovanka keringat dingin.
"a..apa mak... maksud anda tuan?saya menyesali perbuatan saya waktu itu dan saya harap anda tidak membawa masalah ini ke dalam kerjasama kita"saut jovanka dengan bibir yang gemetar namun dengan susah payah ia tutupi.
"Oh jadi itu alasan anda?hanya ingin mempertahankan kerja sama kita bukan tulus meminta maaf kepada istri saya?"dengan nada mengejek adrian bangun dan melipat tangan di dada.
__ADS_1
"Sebenarnya perbuatan anda pantas saya bawa ke jalur hukum"ucap adrian membuat jovanka menegakkan kepalanya.
"Saya mohon jangan tuan, saya janji tidak akan menganggu keluarga anda terutama nona aulia"ucap jovanka menyatukan kedua tangannya.
"Baiklah sekarang anda boleh pergi"tutur adrian.
"permisi"
Setelah kepergian jovanka adrian melirik han dan dengan paham han mengangguk kemudian pergi meninggalkan ruangan adrian.
"Heuh permintaan maaf, mustahil"gumam adrian tersenyum meremehkan.
Sarah sedang pergi Keluar bersama ridwa menyiapkan beberapa barang yang kurang untuk acara 7 bulanan aulia besok,karena merasa bosan aulia menelpon nisa memintanya untuk datang ke rumah dierja sekarang.
"Ada apa bumil?"
"nis, datang sekarang ya soalnya bosen banget nih gak ada orang di rumah"
"kamu beneran sendirian?"
"ya engga ada pelayan, tapi kan pelayan gak bisa di ajak gibah"
"ishh dasar tukang gibah, nambah dosa doang sebenarnya aku kesana"
"please ya kesini"
"iya iya nih otw"
"thank you sayang"
Nisa sedang bersiap-siap untuk pergi ke rumah aulia tanpa ia sadari sepasang mata sedang memperhatikan nya dari jauh, senyum dendam terukir di wajah orang itu.
"Aku akan menghancurkan mu di waktu yang tepat nisa Atmaja"desisnya menggenggam erat stir mobil.
Nisa melajukan mobilnya dengan kecepatan Sedang, memecah keramaian kota di pagi menjelang siang hari ini.
"Aulia sebentar lagi mau lahiran jadi mau buru buru punya anak deh"gumam nisa.
"ehh sadar nisa baru itungan hari nikah masa iya mau bunting aje"ucap nisa lagi memukul kepalanya.
sebelum ke rumah Aulia,nisa menyempatkan diri untuk mampir ke toko roti membeli roti keju kesukaan Aulia.
"mba roti keju nya 2 ya sama macaron strawberry nya 2 box"ucap nisa pada si mba penjual roti langganannya.
"eh iya mba nisa,udah lama nih gak kesini kemana aja?"tanya si pelayan.
"ada kok cuma sekarang aulia lagi hamil jadi jarang bisa nongkrong deh"jawab nisa.
"btw Selamat ya mba untuk pernikahannya,aduh akhirnya gak jomblo lagi"canda di pelayan dibalas kekehan oleh Nisa.
"iya hahaha"saut nisa.
Setelah mendapatkan pesanannya,nisa melanjutkan perjalanan menuju rumah besar dierja.30 menit mobil nisa terparkir sempurna di halaman rumah besar dierja, beberapa penjaga memberi hormat padanya karena tau nisa istri han salah satu orang penting dalam hidup adrian.
"Assalamualaikum"
"waalaikumsalam"
Aulia bangun dari sofa menghampiri nisa yang datang dengan kantung kresek berwarna putih itu.
"sini duduk"ajak aulia.
"Nih aku beliin roti keju kesukaan kamu"tutur nisa memberikan kantung kresek yang ia bawa.
"ahh beneran?"tanya aulia sumringah.
"iya tuh sama macaron strawberry nya"jawab nisa.
"Makasih tuyung"saut aulia menunjukan ekspresi lucu.
"iye sama sama"jawab nisa.
"Oh iya tadi kata han nanti malam dia sama suami kamu ada acara di hotel,kamu gak ikut?"tanya nisa.
"engga lah kan kita harus siapin baju untuk aku besok"jawab aulia sambil memakan roti kesukaannya.
"oh kirain"ujar nisa.
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN POSITIF YA 😉❤️
__ADS_1
BERSAMBUNG........