Menikahi Pria Cacat Demi Ayah

Menikahi Pria Cacat Demi Ayah
BAB 142


__ADS_3

Aulia, Adrian dan Alya baru saja kembali dari rumah keluarga dierja. Sampai di rumah ketiganya di sambut oleh sarah dan Ridwan.


"Cucu Oma??"teriak Sarah membuka tangannya yang disambut pelukan oleh Alya.


"Oma, Oma tau tadi aku bertemu dengan kak alvin dia sangat baik dan juga tampan aku suka padanya Oma"ucap Alya menceritakan semuanya dengan sumringah.


"Jadi kalian akan menjodohkan anak anak Kalian?"Tanya rio.


"Hmmm, itu semua sudah aku rencanakan sebelum Alya lahir"jawab adrian meminum air yang diambilkan oleh istrinya.


"Jika memang keduanya sudah setuju dan bisa bersabar sampai mereka besar nanti,papah akan menyetujuinya lagipula keluarga brawijaya selain terpandang juga terkenal baik"Ucap Ridwan mendengar pembicaraan rio dan adrian.


"Iya pah dan aku sangat yakin bahwa keduanya akan sabar untuk menunggu sampai besar"Ucap aulia.


"Oh iya va, dimana vika?"tanya aulia tidak melihat Vika disana.


"Sedang ikut jalan jalan bersama nisa dan Zidan"jawab eva.


"Mamah,aku mengantuk boleh aku tidur?"tanya Alya menguap.


"Tentu saja sayang,ayo mamah antar"ajak aulia membawa putrinya ke kamar.


"Oh iya rio, bagaimana dengan perjalanan kemarin?"tanya Adrian.


"Alhamdulillah semua lancar dan pembangunan nya bisa dimulai bulan depan"jawab rio.


"Syukurlah"


Adrian meraih ponselnya kemudian menghubungi han.


"Halo han"


"iya tuan?"


"Bisa tolong antar kan berkas pembangunan di Yogyakarta yang harus aku tanda tangani"


"Segera tuan"


"Hmm baiklah, terima kasih"


"Mah, pah aku ke kamar dulu ya"ucap Adrian bangun dari duduknya.


"Mau apa?buat adik untuk alya?"tanya sarah menggoda anaknya.


"Doakan saja mah,hahaha"Jawab adrian terkekeh kemudian berlari kecil menaiki tangga menuju kamarnya.


Ceklek.


"Sayang??"panggil adrian dibalas delikan tajam istrinya.


"oh oke oke maaf"ucap adrian bisik bisik karena Alya yang sudah tidur pulas.


Adrian pergi ke balkon kamar, duduk sambil bermain ponselnya. Aulia menghampiri adrian dan duduk di bangku yang ada disebelahnya.


"Kamu ngapain disini?"Tanya aulia pada adrian yang memejamkan mata dan mendongakkan kepalanya.


"Berterimakasih pada Allah karena kenikmatan dan kebahagiaan yang telah Dia berikan sayang"Jawab adrian membuka mata dan menoleh pada istrinya.


"Kenikmatan dimana perusahaan ku semakin maju dan kebahagiaan karena mendapatkan istri seperti dirimu"lanjut adrian menatap dalam Istrinya.


"Aku juga bahagia mas memiliki suami seperti kamu, pernikahan paksa yang aku dapatkan terbayar dengan kasih sayang darimu ditambah lagi putri kecil kita yang sangat manis itu"balas aulia menangkup wajah adrian.


"Maaf jika selama ini selalu berbuat kasar padamu, disini bukan?"ucap adrian mengelus pipi aulia.


"Disini dulu aku pernah menampar mu,aku menyesali semua perbuatanku dulu sayang. Perbuatan yang tidak pantas dan lakukan seorang suami kepada istrinya"lanjut adrian mengingat kejadian diawal pernikahan mereka.


"Semua itu hanyalah masa lalu mas, kita tidak usah membahasnya lagi"balas aulia tersenyum.


"Itu tidak bisa sayang,masa lalu juga bisa dijadikan sebuah kenangan dan pelajaran untuk kedepannya"ucap adrian menggeleng.

__ADS_1


"Tugas kita sekarang adalah mendidik dan membesarkan anak kita mas, membuatnya sebuah istana kebahagiaan yang kelak akan dia jalani bersama suaminya"ucap aulia menoleh ke belakang melihat wajah cantik putrinya.


"Iya sayang"Adrian menarik aulia ke dalam pelukannya sambil menciumi puncak kepala Aulia.


"Aku mencintaimu mas"bisik aulia. Adrian tersenyum kemudian memegang dagu aulia dan menatapnya dalam.


"Aku juga mencintaimu sayang"balas adrian menyatukan kedua belah bibir mereka,ciuman penuh perasaan tanpa tersirat nafsu di dalamnya.


Malam hari keluarga itu memutuskan untuk melakukan bakar bakar di halaman rumah besar, kebetulan tadi nisa berbelanja sosis dan sejenisnya.


"Mamah ayo cepat nyalakan apinya"Ucap Zidan tidak sabar.


"Iya sayang sabar, sulit untuk menyalakan apinya"saut nisa sudah 100 batang korek api yang ia gunakan tapi api tidak mau menyala.


"Sini biar aku saja"ucap eva mengambil alih dan benar saja dengan eva api bisa menyala dengan cepat.


"Yeayyy mamahku hebat"Sorak Vika girang.


"Sudah menyala?"Tanya aulia datang dengan nampan berisi puluhan tusuk sosis,baso dan teman temannya.


"Sudah tante, mamahku yang membuat apinya menyala"jawab Vika.


"mamahmu memang hebat karena diakan mantan tukang sate"Ledek aulia namun tidak dimengerti oleh Vika dan anak anak.


"Jadinya tukang sate cantik dong li"Ucap rio melihat kearah eva.


"Iya dah hahah"ujar aulia.


"Sini gantian biar aku yang kipasin"ujar adrian meminta kipas rotan ditangan rio.


Uhukk...uhuk...


Asap mengenai wajah adrian semua membuatnya terbatuk.


"Halah kau ini,sudah sini biar aku saja"ucap rio mengambil kipas nya kembali.


"Sayang?"panggil adrian pelan.


"Apa sih mas?"saut aulia masih fokus mengelap wajah suaminya.


"Cium dong, sedikit aja"pinta adrian.


Bukannya mendapat ciuman,adrian justru mendapat cubitan dari istrinya yang membuatnya meringis kesakitan.


"awww iya iya maaf sayang"ringis adrian menggosok bekas cubitan Istrinya.


"Papah,apa papah kesakitan?"Tanya alya menghampiri ayah dan ibunya.


"Tidak sayang tadi papah hanya digigit semut saja"jawab adrian melirik aulia.


Semua hasil bakarannya sudah matang dan mereka menikmatinya dengan dicocol saus agar rasanya lebih endol. Setelah semuanya makan,anak anak memutuskan untuk tidur karena jam sudah menunjukan pukul 22:00.


"Zidan tidur di kamar yang ada disebelah kamar vika dan Alya ya"ucap aulia.


"Baiklah tante"balas Zidan kemudian menyelonong masuk.


Sementara anak anak sudah masuk, orang tuanya justru menikmati malam seperti seorang remaja yang masih pacaran.


"Sayang ayo bernyanyi"ucap han yang sudah memainkan sebuah gitar.


"Tidak,aku tidak bisa bernyanyi"balas nisa menggeleng.


"Aku yang akan bernyanyi"Ucap Eva dan aulia bersamaan.


Mereka menyanyikan lagu teman hidup ~ Tulus.


sing a song


Dia indah, peretas gundah

__ADS_1


Dia yang selama ini kunanti


Pembawa sejuk, pemanja rasa


Dia yang selalu ada untukku


Di dekatnya aku lebih tenang


Bersamanya jalan lebih terang


Ho-ou woo


Tetaplah bersamaku jadi teman hidupku


Berdua kita hadapi dunia


Kau milikku, milikmu kita satukan tuju


Bersama arungi derasnya waktu


Kau milikku, ku milikmu


Kau milikku, ku milikmu


Keduanya bernyanyi sambil menatap suaminya mereka dengan perasaan yang tulus, lagu itu mereka nyanyikan sebagai media penyampaian perasaaan mereka saat ini. Memilki teman hidup yang selalu ada untuk mereka, memberikan kehangatan di tengah suasana dingin, memperjuangkan kebahagiaan bersama, melewati lika liku sebuah hubungan.


Di dekatnya aku lebih tenang


Bersamanya jalan lebih terang


Tetaplah bersamaku jadi teman hidupku


Berdua kita hadapi dunia


Kau milikku, milikmu kita satukan tuju


Bersama arungi derasnya waktu


Bila di depan nanti


Banyak cobaan untuk kisah cinta kita


Jangan cepat menyerah


Kau punya aku, kupunya kamu, selamanya


Akan begitu


Tetaplah bersamaku jadi teman hidupku


Berdua kita hadapi dunia


Kau milikku, milikmu kita satukan tuju


Bersama arungi derasnya waktu


Kau milikku, ku milikmu


Kau jiwa yang selalu aku puja


Nisa ikut bernyanyi memandang suaminya juga,perasaan bahagia yang kini ia rasakan ketika dekat dengan sosok seperti han. Dan akhirnya semua berjanji dengan suara khas masing-masing menyampaikan perasaan mereka untuk sama sama bertahan ketika menghadapi sebuah cobaan hidup ini.


"Kau milikku,ku milikmu"bisik adrian kemudian mencium kening aulia.


"Kau jiwa yang selalu aku puja"balas aulia menempelkan dahinya ke dahi adrian.


**THE END✨


jangan di unfavorit ya karena akan ada eksta part dan blurb season 2πŸ˜™πŸ˜™**

__ADS_1


__ADS_2