Menikahi Pria Cacat Demi Ayah

Menikahi Pria Cacat Demi Ayah
BAB 107


__ADS_3

Aulia dan nisa pergi ke kamar aulia untuk memilih pakaian yang cocok untuk dipakai olehnya.


"kamu beli baju atau jualan?banyak banget"tanya nisa ketika Aulia mengeluarkan beberapa gantung baju baru yang di belikan oleh Sarah.


"Beli sekalian jualan sih"jawab aulia bercanda.


"Pantesan,oh iya baju suami kamu warna apa?"tanya nisa.


"celana bahan hitam sama koko warna putih"jawab aulia.


"oh berarti baju kamu juga harus senada dengan baju suami kamu"ujar nisa kemudian mengambil baju gamis putih dengan gamis hitam.


"ishh jangan hitam,serem banget kaya mau ngelayat"protes aulia.


"iya ya,lupa"ucap nisa menggaruk kepalanya.


"Sebentar ya aku mau hubungi istri rekan kerja mas adrian dulu"ucap Aulia.


"Siapa?sejak kapan kamu deket sama istri rekan kerja suami kamu?"tanya nisa.


"Oh itu nona Vina, istrinya tuan aditya brawijaya"jawab aulia menekan nomor vina.


Tut.....Tut.....Tut....


Suara nada sambung berbunyi tepat di telinganya.


"Halo, assalamualaikum"


"waalaikumsalam, Nona Vina?"


"ahh iya nona aulia,ada apa ya?"


"begini emm sebelumnya selamat atas kelahiran kedua anak kamu dan maaf aku tidak bisa datang tadi, rencananya besok aku ada acara 7 bulanan jika berkenan aku ingin mengundang kamu sama keluarga datang besok"


"ahh iya terimaksih dan ya tidak apa apa suami kamu udah kasih tau mas Adit kok,oh iya besok?jam berapa?"


"Acaranya dimulai jam 10,kalo bisa kamu datang tapi kalo gak bisa juga gak apa apa aku ngerti kok"


"jangan terlalu formal padaku,aku pasti akan datang nona"


"baiklah maaf sudah menggangu waktu kamu, assalamualaikum"


"waalaikumsalam"


Setelah mematikan sambungan teleponnya aulia kembali memfokuskan diri pada nisa yang masih memilih beberapa pakaian yang akan mereka runding kan dengan eva lagi nanti.


"Ini kenapa di pisahin gini?"tanya aulia.


"aku pilih beberapa nanti malam kita pilih lagi sama eva"jawab nisa kemudian memasukan kembali sisanya ke dalam lemari.


"oh gitu"aulia manggut-manggut membentuk bibirnya huruf O.


"Oh iya tadi kamu teleponan sama vina brawijaya? istri pengusaha sukses itu?"tanya nisa.


"iya, kenapa?"tanya aulia balik.


"gak apa apa tanya doang"jawab nisa.


"ya udah ini tinggalin dulu,yuk nonton drakor"ajak aulia sedangkan nisa hanya bisa mengiyakan permintaan temannya.


Aulia mengambil laptop kemudian memutar film Korea it's okay not be okay kesukaannya.


"Li ini tempat tidur yang biasa kamu sama adrian tidur?"tanya nisa tiba tiba.


"yaiyalah masa iya aku sama suami aku tidur di karpet"jawab aulia.


"Berarti disini juga dong kamu bikin dede bayi?"tanya nisa membuat aulia menengok dan menatap tidak percaya sahabatnya itu.


"engga, aku buat Dede di loteng biar berasa bikinnya"canda aulia dengan nada yang tidak bisa diartikan.


"Bercanda aja kamu tuh"ujar nisa terkekeh.


"lagian kamu tumben tanya gitu,udah di ajarin apa aja sama han? jangan jangan......"tanya aulia menerka nerka.


"jangan jangan apa? jangan kotor ya pikiran kamu"ucap nisa menunjuk aulia.


"Udah berapa kali sama han?"tanya aulia kepo.


"udah ah ngapain sih bahas tentang itu"desis nisa menutup telinganya.

__ADS_1


"Setiap hari ya hahaha nisa yang polos berubah"ucap aulia tertawa nyaring melebihi film yang sudah di mulai.


"ishh han nya aja yang selalu maksa dan menggodaku,kalo aku mah engga"saut nisa.


"nah kan ngaku juga"cetak aulia menunjuk hidung nisa.


"au ah"pekik nisa cemberut.


Nisa tidak memperdulikan aulia yang masih tertawa,dia mencoba untuk fokus pada drama yang sedang ia saksikan sekarang.


"Li?"panggil nisa.


"hmmm?"gumam aulia yang kini fokus pada tontonan nya.


"Tamu VVIP gak mau di kasih air minum gitu?"tanya nisa membuat aulia menengok horor.


"lupa sayy"saut aulia nyengir menunjukan deretan gigi putih miliknya.


"aku ikut"ujar nisa ketika aulia ingin turun mengambilkan minum untuknya.


Nisa dan Aulia pergi ke dapur sekedar membuat jus untuk menghilangkan keringnya tenggorokan mereka.


pukul 18:00 Adrian pulang dari kantor,nisa dan aulia sudah menunggu kedatangan suami mereka di ruang tamu bersama ridwan dan sarah.


"assalamualaikum"


"waalaikumsalam"


Aulia menghampiri adrian kemudian mencium punggung tangan suaminya dan mengambil tas kerja yang adrian bawa sementara nisa berdiri di samping suaminya.


"Udah makan?"hal pertama yang adrian tanyakan pada istrinya.


"tadi nisa bawain aku roti sama macaron kesukaan aku"jawab aulia sambil mengangguk.


"oh iya sayang baju untuk aku?"belum selesai adrian berbicara aulia sudah memotongnya.


"udah mas,udah aku siapin di kamar"potong aulia.


"oh iya sayang, aku juga udah bawain baju buat kamu tadi sengaja aku pulang ambil biar gak bulak balik"ucap nisa mengambil paper bag di sofa berisi pakaian han.


"Benarkah? terimaksih banyak"ujar han.


"maklum pah,gak pernah pacaran jadi sekalinya nikah romantis bingit mereka"saut aulia.


"apa rio dan Eva belum sampai?"tanya adrian.


"belum mas, emang kalian pulang bareng tadi?"tanya aulia.


"engga sih cuma kan udah janjian mau pergi tadi juga aku teleponnya katanya udah otw"jawab adrian.


"mungkin mereka dalam perjalanan, mending kalian ganti baju dulu biar gak telat nanti"tutur sarah.


"Han kau pakai kamar tamu untuk ganti baju ya bukan untuk bikin ponakan"ucap adrian.


"Ahh tuan anda bercanda saja"saut han menunduk malu mendengar celoteh bos nya.


Sementara aulia dan adrian pergi ke kamar begitupun dengan nisa dan han,di tempat lain rio dan eva sedang menikmati semangkuk mie ayam yang mereka beli di pinggir jalan.


"Sayang udah belum?ini udah jam Set7?"tanya eva yang sudah menghabiskan 1 mangkok mie ayam.


"iya sayang ini udah, tunggu ya aku bayar dulu"ujar rio.


"eh iya bungkus aja sekalian buat aulia,eva sama mamah papah kamu"pinta eva.


"iya deh"rio pergi ke Abang penjual untuk membayar sekaligus memesan mie yang dibungkus.


Setelah membayar pesanan dan makanan mereka bergegas pergi menuju rumah besar karena sudah dipastikan han dan adrian menunggu nya di rumah.


"pak adrian sama han pasti udah nungguin kamu tuh dirumah"ujar eva.


"aku tahu pasti sekarang Adrian duduk di sofa sambil melipat tangan di dada dan memangku satu kaki di pahanya, tatapannya tajam kearah pintu"ucap rio yang sudah hafal tingkah adiknya yang dibuat menunggu.


"Tahu dari mana kamu?"tanya eva.


"ya tau aja"jawab rio.


"sok tahu namanya"desis eva.


"mau taruhan?"tanya rio mendelik.

__ADS_1


"siapa takut"tantang Eva.


"Kalo aku bener kamu harus cium aku ya tapi kalo aku salah kamu boleh minta apa aja sama aku.Gimana?"ujar rio.


"Setuju"jawab eva antusias.


30 menit kemudian mereka sampai di rumah besar,jam kini sudah menunjukan pukul 19:00 Rio semakin yakin jika saat ini adrian sedang menunggunya di ruang tamu dengan ciri ciri yang ia sebutkan tadi.


"Siap?"tanya rio menutup pintu mobilnya.


"100%"jawab eva.


Mereka berdua saling bergandengan tangan masuk ke dalam rumah dan ya benar saja kata Rio, seorang pria berpakaian biru Dongker sedang menatap tajam ke arah pintu masuk, tangan nya ia lipat di dada begitupun dengan kakinya yang ia naikan ke atas paha.


"Aku menang sayang"bisik rio.


"Hmm"dehem eva sebal.


"Darimana kalian?"tanya adrian dingin.


"Jalan jalan"jawab rio enteng tanpa dosa.


"kau lihat jam berapa sekarang? cepat siap siap jika tidak nanti terlambat apalagi kau mandi seperti orang yang sedang membuat ketupat.Lama banget"cibir adrian.


"tau aja mantan tukang ketupat sayur"ucap rio sontak membuat Sarah dan Ridwan tertawa.


"hahahaha"


"Kau mau gelut?"tanya adrian.


"engga bos,kalo gitu aku akan mandi 10 menit oke"saut rio menunjukan angka 10 mengunakan jarinya.


"asik nih yang abis jalan jalan"ledek Aulia menyenggol bahu eva.


"ini bawa apa nih?"tanya nisa.


"oh ini,om tante tadi aku sama rio beli mie ayam buat kalian"ucap eva meletakan kantung yang ia bawa.


"ahh benarkah? kebetulan sekali papah sedang ingin makan mie"ujar ridwan antusias.


"makasih ya va, Tante juga lagi pengen makan mie"ucap sarah pada calon menantunya.insyaallah:)


Ridwan dan Sarah membawa mie ayam yang dibelikan oleh eva ke dapur untuk dinikmati di meja makan menggunakan mangkuk dan sendok.gak etis kan kalo makan mie ayam di kantong kresek🤣


"Sama sama tante"jawab eva.


"Buat kita?"tanya aulia.


"ada dong buat bumil spesial tanpa saus dan sambal"ucap eva mengambil milik aulia.


"mana enak makan tanpa saus dan sambal"rengek aulia.


"Sayang berani makan pedes berarti berani 25 ronde sama aku"ucap adrian membuat aulia merinding.


"Bercanda sayang"ucap aulia cengengesan kemudian mencium pipi adrian tanpa malu.


"Buat aku mana?"tanya nisa.


"Nih spesial juga pakai sambel dan saus sesuai level pedas kesukaan kamu"Eva memberikan mie milik nisa.


"Jangan terlalu makan pedas nanti sakit perut"ucap han mengingatkan.


"noh dengerin kata you punya suami, Jangan makan pedes"ujar aulia.


"Sekali boleh ya"pinta nisa menyatukan kedua tangannya.


"yaudah boleh,eh tapi va tadi sambalnya berapa sendok?"tanya han.


"3, kenapa?"tanya eva balik.


"kamu denger? pasti kamu paham apa maksudku kan?"tanya Han pada istrinya yang cemberut.


"Paham sayang paham"saut nisa.


MAAF YA KEMARIN GAK UP,AKU ADA UJIAN SAMPAI TANGGAL 28 JADI WAKTU BUAT UP TERBAGI DEH🙏😪😪


note: maafkan jika ada typo atau salah pengucapan 😇


BERSAMBUNG........

__ADS_1


__ADS_2