
Setalah pulang makan siang bersama adrian, Aulia dan Nisa memutuskan untuk pergi ke toko buku membeli beberapa buku referensi.
"Li inilah yang paling membuat aku malas, mencari buku referensi ditengah ribuan buku begini"desis nisa dengan wajah yang ditekuk.
"Aku ada solusi untukmu,apa kau mau tahu?"tanya aulia.
"hah benarkah???apa??"nisa antusias dengan mata penuh harap.
"berhenti kuliah dan menikah dengan han"jawab aulia menahan tawanya.
"Aulia beruntung kau sedang hamil jika saja tidak sudah aku lempar kau jauh jauh"pekik nisa menatap eva jengah.
"Hahahaha, baiklah aku minta maaf ayo lanjutkan cari bukunya"tawa renyah aulia tanpa keduanya sadari seulas senyum terukir diwajah pria itu.
Setalah cukup melelehkan mencari buku referensi,aulia dan nisa memutuskan untuk pulang namun tiba-tiba aulia menginginkan sesuatu.
"Nis kita mau langsung pulang?"tanya aulia.
"kau ingin sesuatu?"tanya nisa balik diangguki aulia.
"Apa???"tanya nisa malas.
"Rujak dan bakso dekat kampus"jawab aulia nyengir kuda.
"Kau benar benar minta dilempar ya??kenapa tidak minta tadi??namanya kita main puteran kalo gini"ucap nisa kesal.
"Jangan marah marah Mulu ah nanti jelek loh"rayu Aulia.
"tidak peduli"ketus nisa tapi tetap menuruti kemauan sahabatnya.
Sesampainya di kampus,aulia dan Nisa memakan bakso yang mangkal di depan kampus tak lupa mereka juga memesan rujak.
"kau yakin akan makan ini semua?"tanya nisa menatap makanan berbau pedas.
"kau kan tahu aku suka pedas"jawab aulia.
"terserah tapi jangan salahkan aku jika sampai perutmu sakit apalagi kau sedang mengandung lia"saut nisa diangguki aulia.
"Tidak akan"jawab aulia dengan mulut penuh bakso.
Aulia memakan pesanannya dengan lahap tidak memikirkan efek samping yang akan dia rasakan nanti.
"Kau masih ingin sesuatu?"tanya nisa kali ini suaranya jauh lebih pelan.
"Tidak ada aku ingin pulang saja"jawab aulia.
Nisa mengantar aulia pulang,jam menunjukan pukul 17:00 artinya adrian akan pulang sebentar lagi.
"mas Adrian akan pulang setengah jam lagi"gumam aulia tapi masih didengar oleh nisa.
"Coba kau hubungi"ucap nisa.
Aulia menekan nomor suaminya tak lama suara adrian terdengar begitu khawatir.
"Sayang kamu dimana?? kenapa belum pulang?"
__ADS_1
"mas maaf tidak mengabari,aku dan nisa pergi ke toko buku tadi"
"ya sudah cepat pulang ya"
"iya mas"
Sesampainya di depan rumah besar, aulia turun terlihat adrian dan han sedang mengobrol di halaman.
"mas???"panggil aulia.
Adrian dan han sama sama menoleh menghampiri pasangan mereka.
"Kalian dari mana?"tanya adrian membelai rambut istrinya.
"maaf mas tadi aku mengajak nisa untuk ke toko buku kemudian makan bakso dan rujak"jawab aulia.
"Lain kali beritahu aku ya kalo mau pulang telat"ucap adrian lembut diangguki aulia.
"Li kalo gitu kami permisi dulu ya"ucap nisa mewakili Han juga.
"tuan kami permisi dulu"pamit han.
Setalah kepergian nisa dan han, aulia masuk dengan menggandeng tangan suaminya mesra terlihat rio dan Sarah sedang berbincang di ruang tamu.
"Assalamualaikum mah"salam aulia duduk disebelah ibu mertuanya.
"Bagaimana hari pertama masuk ke kampus lagi nak?"tanya sarah.
"Alhamdulillah mah,aku juga dapet rektor yang baik gak killer"jawab aulia.
"ya gak bagaimana bagaimana"jawab rio.
"Maksudnya?"tanya sarah yang tidak tahu jika putranya menjalin kasih dengan eva.
"Kak rio dan Eva menjalin hubungan mah"jawab Aulia.
"hah benarkah??rio kenapa tidak bilang sama mamah???"ucap sarah senang karena dia sudah menyukai eva sejak awal melihatnya.
"mamah kenapa antusias sekali?aku yang pacaran bukan mamah"desis rio.
"ya kan mamah juga ikut senang sayang"saut Sarah.
Aulia terkekeh begitupun yang lainnya melihat raut wajah rio yang memerah karena merasa malu.Ketika sedang tertawa tiba tiba aulia merasakan perutnya seperti di remas remas.
"awww mas....."ringis aulia menggigit bibirnya sambil meremas bantal sofa disebelahnya.
Adrian terperanjak kaget kala melihat istrinya menahan sakit sambil memegangi perutnya.
"Sayang kamu kenapa?!!!!"tanya adrian menangkup wajah aulia.
"perut aku sakit mas"jawab aulia.
"Adrian bawa istrimu ke rumah sakit sekarang"ucap sarah tak kalah khawatir.
"cepat rian!!!"ucap rio kemudian keluar menyiapkan mobilnya.
__ADS_1
Adrian menggendong istrinya membawa keluar dimana mobil sudah disiapkan.
"Cepat rio"ucap adrian.
Adrian memangku kepala aulia di pahanya sambung terus mengelus dahinya yang berkeringat.
"mas perut aku sakit, pasti karena aku tadi makan pedas"ucap aulia masih terdengar meringis.
"sayang kenapa makan pedas???aku sudah bilang jangan makan terlalu pedas"ucap adrian menahan emosi karena dia tidak mungkin marah dengan istrinya yang sedang kesakitan.
"Aulia jika sedang hamil jangan banyak makan pedas sayang itu sangat berbahaya"ucap Sarah menasehati menantunya.
"awww mas... kenapa sakit sekali"rintih aulia.
"sabar sayang sebentar lagi kita sampai"ucap adrian.
Mobil yang dikendarai rio memasuki parkiran rumah sakit,Adrian membawanya dan menidurkannya di bangsal kemudian dokter mendorongnya ke ruang pemeriksaan.
"tuan anda tunggu di sini ya"ucap dokter mencegah Adrian yang ingin masuk.
Adrian hanya bisa menuruti perkataan dokter itu kemudian duduk di kursi yang ada di depan ruangan periksa Aulia.
"semoga kandungan aulia baik baik saja ya Allah"adrian berdoa menyatukan kedua tangannya.
"Sabar rian, mamah yakin Aulia maupun calon anaknya baik baik saja"ujar Sarah mencoba menenangkan anaknya.
"iya rian kau harus kuat kami yakin istri dan anakmu akan baik baik saja"sambung rio.
Setalah setengah jam pintu ruangan terbuka memperlihatkan dokternya yang biasa menangani kandungan aulia.
"dokter bagaimana Istri saya?"tanya adrian pada dokter sifa.
"tentang tuan semua baik baik saja jadi tidak perlu dirawat,hanya saja untuk beberapa hari kedepan dia dilarang memakan makanan pedas karena itu akan sangat berbahaya pada kandungannya"jelas dokter sifa.
"apa kami bisa menemuinya dok?"tanya sarah.
"silahkan nyonya, kalo begitu saya permisi"
Adrian langsung menyambar pintu menghampiri istrinya yang sedang berbaring sekarang perutnya terasa lebih enak dari sebelumnya.
"Sayang kamu gak apa apa?"tanya adrian.
"mas maafkan aku ya membuat kamu khawatir"ucap aulia.
"iya sayang tapi berjanjilah untuk tidak makan makanan yang pedas tidak peduli apa pun itu"ucap Adrian menatap istrinya.
"iya mas aku janji"jawab aulia mendapat kecupan dikening nya.
"Mah,kak rio maaf ya sudah membuat kalian khawatir"ucap aulia menatap 2 anggota keluarga lainnya.
"iya nak tidak apa apa,kau banyak lah istirahat"saut Sarah.
"Adrian kau temani istrimu aku dan mamah urus administrasi dulu"ucap rio diangguki Adrian.
JANGAN LUPA MASUK KE GRUP CHAT KU YA BIAR TAU KAPAN DAN JAM BERAPA AKU UP😉😉
__ADS_1
BERSAMBUNG.......