Menikahi Pria Cacat Demi Ayah

Menikahi Pria Cacat Demi Ayah
BAB 137


__ADS_3

"Bawa pria itu ke hadapanku"perintah Adrian.


Dengan segera anak buah adrian menyeret Bram yang sudah babak belur akibat di pukuli habis habisan oleh anak buah adrian yang berbadan kekar itu.


"Bagaimana tuan?"tanya adrian.


"Aku akan melenyapkan mu Adrian!!!"teriak bram baru maju selangkah dirinya sudah kembali jatuh tepat di kaki Adrian.


"Beginikah caranya melenyapkan seseorang? dengan bersujud di kakinya?"ejek adrian karena bibir Bram hampir mengenai sepatu puluhan juta miliknya.


"Bangun!!"bentak adrian menantang.


Dengan sekuat tenaga Bram bangun dan berdiri di depan adrian penuh keberanian.


Bughh


satu pukulan mendarat di perut bram membuat si empu terlempar.


"ini karena kau hampir membuatnya tiada"


Bughh


"Ini karena kau sudah berani mencintai bahkan mendekati istriku"


Bughh


"Dan ini adalah pukulan perpisahan dariku"


Bram sudah terkapar dengan darah yang mengalir dimana mana,seorang anak buah adrian memeriksa dan ternyata bram tewas.


"Urus mayat menjijikan itu"ucap Adrian tanpa melihat mayat hasil perbuatannya.


"Sekarang giliran kalian? ingin seperti bram?"tanya adrian membuat kedua wanita itu merinding.


"J-jangan sakit kami"ucap jovanka mengalihkan pandangannya dari tatapan tajam adrian.


"Lalu bagaimana caraku membalas dendam karena kalian telah menyiksa istri dan anak ku hmm?"tanya adrian menyeringai.


"Apapun itu tapi jangan habisi kami"jawab bela membuat adrian mengalihkan perhatian nya kepada bela.


"Kau yakin?"tanya adrian.


Keduanya mengangguk membuat senyum misterius muncul di wajah tampan adrian.


"Hukuman kalian adalah.....,"belum sempat adrian menyelesaikan perkataannya ponsel miliknya berdering.


"Halo sayang??"


"Kamu dimana mas?aku bangun kok kamu udah gak ada?"


"maaf sayangku tadi aku ada pekerjaan mendadak, apa baby terbangun?"


"Tidak sih tapi...ah sudah lupakan"


"Tapi kamu merindukan ku?"


"Sudah cepat pulang"


"Baiklah sayang 1 jam lagi aku sampai"


Bela dan jovanka hanya tersenyum menyedihkan mendengar Adrian yang berbicara dengan lembutnya pada Aulia, sedangkan mereka disini sedang terombang-ambing dengan lautan kematian yang adrian ciptakan.


"Han ayo pulang, istriku sudah merindukanku di rumah"ajak adrian ingin melangkah namun terhenti ketika mengingat sesuatu.

__ADS_1


"upss aku lupa untuk hukuman Kalian, baiklah dengar ya kalian harus menjadi budak **** untuk anak buah ku disini dan jangan coba coba menolak jika kepala kalian tidak ingin terpisah dari badan kalian"Jelas adrian bagai sayatan untuk kedua wanita yang mengidamkan dirinya.


"Buat mereka menderita dan meminta kematiannya sendiri"ucap adrian pada anak buahnya yang sudah siap menjadi algojo sebelum akhirnya meninggalkan ruangan itu.


"Adrian aku mohon jangan,Adrian"teriak bela memohon namun Adrian seakan menulikan pendengaran nya.


"Adrian aku mohon,adrian jangan"teriak jovanka.


"Mau apa kalian?"tanya bela melihat sekitar 8 orang mendekati mereka.


"Tentu saja menjalani perintah dari bos kami"jawab seorang pria bertubuh kekar dengan senyum mesumnya.


Bela dan jovanka hanya bisa menangis meratapi nasib atas kebodohan mereka sendiri,2 gadis cantik yang sebelumnya diidamkan oleh banyak pria kini berakhir menjadi budak **** dari orang yang mereka idamkan selama ini. Dan bram kisah pilu kehidupannya yang ingin merebut istri orang justru berakhir dengan tewas.


Cukup adil bukan???!!


"Aku mohon cukup"rintih bela merasakan hujaman pria berbadan kekar yang tak henti menggagahinya berulangkali.


"Akhhhh"teriak jovanka ketika salah seorang dari mereka menjambak rambut nya.


"Lain kali berpikirlah sebelum berurusan dengan seorang Adrian dierja"ucap nya penuh penekanan kemudian menghempaskan jovanka begitu saja setelah di habis habisan mereka siksa.


"Hikss kenapa jadi begini?"Isak jovanka seraya menutupi tubuhnya yang polos.


"Berhentilah menangis saat ini tidak ada gunanya kita menangis, semua telah terlambat kita pasti akan berakhir disini sebagai budak **** para pria kekar itu"bentak bela dirinya sudah pasrah dengan kenyataan saat ini.


"Aku seorang putri pengusaha, banyak pria yang ingin menikah denganku tapi kenapa justru aku seperti ini"teriak jovanka frustasi.


"DIAM!!!"bentak bela seketika membuat jovanka terdiam.


Sementara adrian sudah dalam perjalanan pulang namun sebelum itu adrian harus mengganti pakaiannya karena kemeja putih yang ia gunakan sudah penuh dengan noda darah.


"Ini tuan"han memberikan kemeja putih baru pada adrian.


"Terimaksih han"balas adrian menerima kemeja dari han.


"Tuan anda baik baik saja?"tanya han melihat adrian dari kaca tengah mobil.


"Ya han,oh iya kita ke apartemen mu dulu aku tahu saat ini nisa membutuhkan mu biar aku yang membawa mobilnya sendiri"ucap adrian menegakkan tubuhnya.


"Tapi tuan.....,"


"Tidak masalah jangan khawatir saat ini istrimu lebih membutuhkan mu"potong adrian.


"Terimakasih banyak tuan"ucap han diangguki adrian.


Sesampainya di parkiran apartemen han,adrian berpindah posisi menjadi duduk di kursi kemudi sementara han sudah turun.


"Tuan terimaksih banyak ya dan hati hati"ucap han dari luar mobil.


"Iya han,aku permisi sampai jumpa"Adrian melesat pergi meninggalkan area parkir apartemen han menuju rumahnya.


Setalah 30 menit perjalanan adrian telah sampai di pekarangan rumah nya,dari luar terdengar suara tangisan bayi yang melengking dan adrian tau benar suara siapa itu.


"Assalamualaikum, papah pulang"salam adrian berteriak.


"waalaikumsalam mas"aulia mencium punggung tangan suaminya.


"Anak papah lagi apa nih??"tanya adrian mendekati putrinya yang sedang di pakaikan baju oleh sarah.


plak


"jangan menyentuhnya kamu habis dari luar bagaimana jika ada kuman"ucap sarah setalah memukul tangan adrian yang ingin mencubit cucunya.

__ADS_1


"Mamah melarang aku untuk menggendong anakku?"tanya Adrian terkejut di buat buat.


"iya,hahaha rasakan kau"balas naina tertawa dibuat buat.


"Astagfirullah mamah ini berdosa banget"desis adrian menutup mulut sambil memegang dadanya.


"Kamu itu jangan solimi"saut ridwan ikut menimpali candaan anak dan istrinya.


"Solimi,solimi, SHOLEHA"Rio menyambung semua candaan yang viral itu sedangkan aulia hanya tertawa melihat kekompakan keluarganya itu.


"Udah mas,mending mandi dulu gih"tutur aulia memegang pundak suaminya seraya mendorong pelan adrian menuju tangga alhasil mereka seperti sedang main kereta api.


"Entar sayang aku mau main dulu sama Alya"ucap Adrian memegang tangan Aulia yang ada di pundaknya.


"Engga boleh sebelum kamu mandi"saut aulia judes.


"Ih kok jadi judes sih"protes adrian.


"Biarin aja"balas aulia mencengkram bahu adrian


"Sayang terus gini badan aku pegel banget"ucap Adrian keenakan dengan cengkraman tangan aulia yang seperti memijatnya.


"Kenapa gak bilang kalo kamu pegel pegel mas?"Tanya aulia menuntun adrian duduk dipinggir ranjang.


"Aku takut kamu kelelahan Sayang"jawab adrian.


"Ckck jangan begitu mas,aku ini istri kamu semua itu udah kewajiban aku"balas aulia membuka kemeja adrian dan memijat istrinya.


Cukup lama Adrian mendapatkan pijatan dari Istrinya akhirnya ia mengantuk dan memutuskan untuk tidur dulu sebelum berbuka nanti.


Aulia menyelimuti tubuh suaminya kemudian turun untuk mengambil Alya yang masih dijaga oleh Sarah.


Aulia kembali ke kamar dengan menggendong Alya, menidurkannya di samping adrian yang masih tertidur.


Cup


"Cantiknya putri mamah"gumam aulia.


"papah nya gak di cium?"suara adrian dengan mata yang masih terpejam.


"loh mas udah bangun?"tanya aulia terkejut.


Cup


"Udah dong"jawab adrian setelah mencium kening aulia.


"Ya udah sana mandi dikit lagi buka puasa loh"tutur aulia memegang pipi Adrian.


"Sayang, maksih ya"ucap adrian tiba tiba.


"Untuk??"alis aulia mengerenyit mendengar ucapan suaminya.


"Telah melengkapi hidup aku dengan melahirkan seorang putri cantik"Jawab adrian tersenyum menatap manik hitam istrinya.


"Aku akan menagih padamu untuk membuatku melahirkan anak laki laki"Canda aulia.


"hah?!yuk bikin sekarang aja"kejut adrian kemudian tersadar dan menarik aulia mendekat padanya namun tidak sampai menyentuh karena ada Alya di tengah mereka.


"ahhh gak mau, aku masih nifas mas"Ucap aulia mengingatkan.


"Aku juga bukan suami kejam dan gila sayang yang akan menyetubuhi istrinya yang baru melahirkan"Balas adrian bangun dari tidurnya langsung menuju kamar mandi.


"Hahhaa kirain mas lepas kendali"tawa aulia terdengar oleh adrian dari dalam kamar mandi.

__ADS_1


BUAT BRAM, BELA SAMA JOVANKA ADIL GAK TUH HUKUMANNYA???


BERSAMBUNG.......


__ADS_2