
"kamu beruntung ya lia,udah punya suami ganteng terus disukain cowo ganteng juga lagi"ucap Nisa
"Dulu aja bilang suami aku pria biasalah,brengseklah, sekarang bilang ganteng biar bisa Deket sama asistennya"goda Aulia
"ish kamu apaan sih"ucap Nisa tersipu malu
"cieee udah pepet terus jangan kasih kendor"ucap Aulia memberi semangat pada Nisa semakin membuat Nisa merona
Disisi lain tepatnya di kantor drjgroup seorang pria tengah meluapkan emosinya dengan barang yang tertata rapih di mejanya
PRANG.....
vas bunga dibanting dengan sangat keras ke arah tembok ruangnya
"tuan tenangkan anda"ucap sang asisten
PRANG......
semua barang yang ada dimeja habis tak tersisa, ruangan yang awalnya begitu rapih kini berubah menjadi seperti ruangan sisa kebakaran
"Tuan nanti kau bisa terluka"ucap sang asisten lagi
"Bagaimana aku bisa tenang Han kau lihat bukan ternyata wanita yang selama ini aku cintai sudah mengkhianati ku"ucap pria itu yang tak lain adalah Adrian
"Tuan jika anda seperti ini maka anda yang akan terluka"ucap Han
"Aulia!!!!!!"teriak Adrian memenuhi ruangannya Kemudian meninju meja kerja nya yang terbuat dari kaca hingga tangannya mengeluarkan darah segar.
"Tuan tangan anda,biar saya panggilkan dokter"ucap Han khawatir
"berhenti Han"tegas Adrian mengentikan langkah Han
"ada apa tuan apa anda membutuhkan sesuatu?"tanya Han dengan sopan namun terdengar khawatir
"antar aku pulang,aku ingin sampai sebelum Aulia sampai dirumah"ucap Adrian dan han hanya bisa mengangguk mengikuti perintah Adrian
Han mengantar Adrian menuju rumah besar, selama perjalanan Adrian terus saja mengepalkan tangannya
"kau berkhianat Aulia!!!kau lihat apa yang akan aku perbuat padamu"ucap Adrian penuh penekanan membuat bulu kuduk Han berdiri.
Adrian dan han sampai di rumah besar,Han membukakan pintu dan membantu Adrian untuk berjalan menuju kamarnya
"loh Adrian kok kamu udah pulang sayang?"Tanya Sarah namun tak dihiraukan oleh Adrian
Sarah tau bahwa saat ini Adrian sedang emosi membuatnya terus berpikir apa yang membuat Adrian begitu marah
"semoga semuanya baik baik saja"ucap naina khawatir
Disudut rumah besar itu seorang wanita sedang memperhatikan Sarah yang sedang khawatir dengan senyum yang mengembang diwajahnya
"Aku tidak sabar untuk menyaksikan ledakan di dalam rumah ini"ucap wanita itu tersenyum miring
Aulia dan Nisa sedang bersiap-siap untuk pulang
"Aku tidak sabar untuk pulang dan memberitahu mas Adrian soal ini"gumam Aulia tapi masih bisa didengar oleh Nisa
"memang apa sih yang mau kau katakan?"tanya Nisa penasaran
__ADS_1
"ini urusan antara suami dan istri kau tidak akan mengerti"ucap Aulia meledek Nisa
"Huh lihat saja nanti jika aku sudah menikah dengan...."ucapan Nisa menggantung tapi dengan cepat Aulia menyambar
"Dengan Han maksdumu?"tanya Aulia dengan nada menggoda
"Apaan sih engga kok"elak Nisa menyembunyikan wajahnya yang memerah
"lalu kenapa wajahmu merah begitu?"tanya Aulia
"ahh lupakan ayo pulang"ajak Nisa kemudian menarik tangan Aulia menuju mobilnya
seperti biasa Nisa akan mengantarnya pulang namun kali ini ia meminta untuk diantarkan berbelanja kebutuhan rumah oleh Aulia
"Li kamu bisa tidak antar aku ke supermarket bahan di apartemen ku sudah menipis"ucap Nisa
"baikalah aku akan mengabarkan mas Adrian dulu"ucap Nisa kemudian menulis pesan singkat pada Adrian
setelah mengirim pesan Aulia menaruh kembali ponselnya dan fokus berbincang dengan Nisa.
Adrian yang sedang menunggu kepulangan Aulia, wajahnya kembali emosi ketika mendapat pesan singkat Aulia
Aulia
"mas hari ini aku pulang telat karena aku akan mengantar Nisa ke supermarket membeli bahan makanan, jangan lupa makan sayang"isi pesan Aulia
Adrian tidak menjawab pesan dari Aulia dia justru malah curiga bahwa kini istrinya sedang bersama pria lain
"aku tahu kau berbohong Aulia...kenapa kau melakukan ini padaku"ucap Adrian penuh penekanan
"Han cari tahu bersama siapa Aulia pergi"ucap Adrian pada Han
Aulia dan Nisa sedang memilih bahan makanan pokok untuk diapartemen Nisa selama 1 Minggu
"ternyata tinggal sendiri di apartemen itu melelahkan ya"ucap Nisa sambil mendorong troli belanja
"Itukan keputusanmu maka terima saja lagipula menurutku tinggal mandiri itu menyenangkan"ucap Aulia
"iya memang enak tapi tidak enak jika seperti ini semua harus kita lakukan sendiri sungguh melelahkan"ucap Nisa lagi dan Aulia hanya tersenyum
Disaat sedang memilih barang mereka berpapasan dengan seorang pria yang tidak asing bagi mereka
"selamat sore Aulia,Nisa"sapa pria itu
"eh pak Rizky sore"jawab Nisa dan Aulia hanya mengangguk pelan
"Li aku ambil ayam dulu disitu ya tunggu sini"ucap Nisa kemudian meninggalkan mereka berdua
Disaat bersamaan orang suruhan Han melihat Aulia dan Rizky sedang bersama dengan cepat dia memberitahu bosnya
"hallo bos nona Aulia bersama seorang pria dan itu hanya berdua,aku sudah mengirimnya lewat WhatsApp"ucap orang suruhan Han
setelah menerima telpon dari orang suruhannya,Han segera memberitahu adrian dengan posisi khawatir
"Tuan?"Panggil Han takut
"katakan"ucap Adrian datar
__ADS_1
"nona Aulia pergi bersama seorang pria yang tadi bersama nya dikafe"lapor han ragu
kemarahan Adrian semakin memuncak,dia melempar gelas yang berada dimeja nakas dengan keras ke tembok
"aghhhh......."emosi Adrian
"kau sudah main main denganku Aulia lihat saja apa yang bisa aku lakukan padamu"ucap Adrian penuh perhatian
"pergilah Han tinggalkan aku sendiri"ucap Adrian dan han mengangguk kemudian keluar dari kamar Adrian
kembali ke supermarket
"Aulia kenapa kau begitu formal padaku?"tanya Rizky pada Aulia yang sejak tadi diam
"tidak pak"jawab Aulia
Aulia Merasa tidak enak dengan Rizky namun dia juga tidak ingin mengkhianati suaminya Adrian
"Li aku sudah mendapatkan semuanya ayo bayar"ucap Nisa yang baru saja kembali mengambil ayam
"hmm Baiklah ayo"jawab Aulia
"Baiklah pak kami permisi dulu, Sampai jumpa"ucap Nisa kemudian pergi diikuti Aulia
Setelahnya dari supermarket,Nisa mengantar Aulia pulang kerumahnya
"Li terimaksih ya sudah mengantarku"ucap Nisa pada Aulia yang sudah diluar mobilnya
"iya, yaudah aku masuk dulu ya"ucap Aulia
"iya baiklah,daahhh"ucap Nisa melambaikan tangannya
Aulia melangkah masuk kedalam rumahnya dan melihat jam tangan yang melingkar ditangannya pukul 19:00 artinya ini adalah waktu jam makan malam
"assalamualaikum"salam Aulia ketika masuk
"waalaikumsalam"jawab semua orang yang berada dimeja makan
"Aulia kamu baru pulang?"tanya Sarah
"iya mah,mas Adrian dimana?"tanya Aulia yang tak mendapati suaminya disana
"mungkin di dikamarnya"jawab Ridwan
"Baiklah mah,pah aku ke kamar dulu ya"ucap Aulia dijawab anggukan kedua mertuanya
"bahan peledak sudah datang tinggal kita tunggu ledakannya saja"gumam bela tersenyum miring
"apa maksudmu sayang?"tanya Rio yang mendengar gumaman bela
"kau lihat saja apa yang dilakukan calon istrimu ini"ucap bela tersenyum licik
bersambung..........
hai readers aku up lagi nih 🤗🤗
buat kalian yang suka novel MENIKAH DEMI AYAH bisa like, komen dan vote agar aku makin semangat buat up😂😂
__ADS_1
terimakasih, happy reading 😍😊😊