Menikahi Pria Cacat Demi Ayah

Menikahi Pria Cacat Demi Ayah
BAB 115


__ADS_3

setelah berbuka aulia dan adrian pamit dengan menumpang mobil rio.


"ayah,aku pulang dulu ya nanti kapan kapan gantian ayah yang buka disana"ucap aulia setelah mencium punggung tangan sang ayah.


"iya nak,kalian hati hati ya dan sepertinya akan turun hujan cepatlah pulang"saut herman diakhiri pesan.


"Baiklah ayah kami pulang dulu, assalamualaikum"pamit adrian kemudian masuk ke dalam mobil menyusul istrinya.


"Paman terimakasih untuk makan lezatnya,besok boleh dong buka disini lagi"canda rio.


"Boleh,lagian eva juga gak keberatan"jawab herman.


"Loh kok jadi eva paman"pekik eva.


"haha, sudah cepat berbincang nya mereka harus pulang sebelum hujan"tutur herman kemudian masuk meninggalkan pasangan yang sedang dimabuk asmara itu.


"Aku pulang dulu,besok jangan lupa aku jemput"ucap rio mengacak acak rambut eva.


"iya,kamu hati hati ya dan jangan terlambat jemput aku nya"jawab eva.


"beres sayang"ujar rio memberikan ibu jarinya.


Setelah kepergian aulia dan yang lain,eva masuk ke dalam rumah menuju kamarnya.


"eva??"panggil herman.


"iya paman?"saut eva menoleh ke belakang.


"Nanti paman mau tarawih,kamu mau ikut?"tanya herman.


"iya paman, sebentar eva siap siap dulu"ujar eva diangguki herman.


***


Sesampainya di rumah, aulia langsung menuju kamarnya untuk membersihkan diri setelah apa yang dialami hari ini.


"Sayang besok mau bantu aku gak?"tanya adrian.


"Bantu apa?"tanya aulia.


"Bantu rekap laporan karena han harus menghadiri pertemuan menggantikan aku"jawab adrian.


"Tumben di gantiin,kenapa?"tanya aulia.


"malas aja soalnya ada habitat berbahaya"jawab adrian ambigu.


"ya sudah besok aku ikut ke kantor lagian aku juga bosen di rumah terus"ucap aulia seraya melangkah menuju kamar mandi.


Sementara 2 wanita berparas cantik dan juga seksi sedang menyusun rencana dengan matang,kali ini keduanya tidak boleh gagal.


"Kau tidak bodoh kan?"tanya jovanka.

__ADS_1


"Aku sangat bodoh sampai mau bekerjasama dengan orang sepertimu"balas bela.


"Aku sedang tidak ingin berdebat, lusa adalah awal nya dan kita akan pikirkan puncaknya ketika sudah disana"ucap bela jengah.


"Sebelum itu,kau mau tahu sesuatu?"tanya bela.


"apa?"tanya jovanka balik.


"Adrian adalah mantan tunangan ku jadi aku tahu apa yang disuka dan tidak suka"jawab bela.


"hah?!Adrian mantan tunangan mu? bagaimana bisa? bagiamana bisa adrian memilih wanita sepertimu sebagai tunangannya"kejut jovanka yang tidak mengetahui bahwa bela adalah mantan adrian.


"Kenapa tidak?aku cantik,seksi dan sangat menggoda siapapun pasti akan suka padaku"saut bela percaya diri.


"Ya baiklah baiklah,kalo begitu aku permisi pulang jangan lupa kau siapkan semua untuk lusa berdoa saja semoga rio tidak menembak mu ketika dia melihat"ucap jovanka bangun dari duduknya.


"Ya,dia pasti akan menembak ku tapi menembak cinta dan memohon agar kembali padanya"ujar bela.


"Semoga saja"jovanka meninggalkan hotel bela dan pulang ke apartemen nya.


Nisa dan han melaksanakan shalat tarawih di masjid yang kebetulan ada di sebelah apartemen mereka, keduanya sudah menggunakan mukena dan Koko siap melaksanakan kewajibannya sebagai seorang muslim.


"Han,jadi besok kamu harus pergi pagi karena menghadiri rapat menggantikan pak adrian?"tanya nisa.


"iya sayang,kenapa?"tanya han balik.


"Aku mau menghabiskan waktu bersama denganmu apalagi kamu akan pergi ke Surabaya lusa"jawab nisa jujur sungguh dia sangat ingin menghabiskan lebih banyak waktu dengan suaminya.


"Setelah rapat,aku akan meminta cuti setengah hari agar kita bisa menghabiskan waktu bersama"saut han.


"sayang boleh aku bilang sesuatu?"tanya han mengentikan langkah nya membuat Nisa juga ikut mengentikan langkah nya.


"Apa?"tanya nisa.


"Jangan panggil aku han, pake embel-embel apa kek gitu sayang,hubby, honey atau apalah tapi jangan nama aku gak suka lagian kamu kan sekarang istri aku bukan gadis yang dulu suka padaku diam diam"jawab han menjelaskan.


"Ahh jangan ungkit masa lalu"saut nisa malu mengingat dulu dia diam-diam menyukai han. "embel-embel? baiklah bagaimana jika aku panggil daddy"bisik nisa.


"Kita akan pergi shalat, jangan memancing ku"desis han.


"Baiklah aku minta maaf sayang"ucap nisa tersenyum manis kemudian keduanya melanjutkan langkah menuju masjid.


Keesokan harinya seperti kata adrian semalam,aulia akan pergi ke kantornya sekedar membantu memeriksa laporan namun bukan itu tujuan utamanya, adrian hanya ingin terus dekat dengan istrinya karena besok dia harus pergi dan akan kembali sebulan kemudian.


"Adrian jangan buat mantu mamah kelelahan ya"ucap sarah mengantar kepergian aulia dan adrian.


"memang aku suami di FTV sampai menyiksa istri yang sedang hamil,oh itu tidak mungkin mah"saut adrian.


"ya sudah ini sudah siang kalian berangkat saja dan habiskan waktu bersama sebelum besok kan kau harus pergi"tutur ridwan.


"ya udah mah,pah kami pergi dulu.Assalamualaikum"aulia dan Adrian bergantian mencium punggung tangan sarah dan ridwan.

__ADS_1


Hari ini adrian mengendarai mobil nya sendiri karena han sudah berangkat pagi pagi sekali untuk pertemuan di Bogor.


"Mas, seharusnya kamu jangan suruh han untuk menghadiri pertemuan itu"ucap aulia sambil mengelus perut nya yang sudah mau memasuki 8 bulan.


"kenapa?"tanya adrian menoleh sebentar kemudian kembali fokus pada jalanan.


"Sama sepertiku pasti nisa juga Ingin selalu bersama suaminya"jawab aulia.


"Kamu jangan khawatir lagipula aku menyuruh han membawa nisa ke pertemuan dan memberikannya cuti setengah hari agar mereka bisa menghabiskan waktu bersama"jelas adrian.


"Lalu dengan kita?"tanya aulia.


"Memang kita kenapa?"tanya han sengaja menggoda istrinya.


"Oh, ketika kamu sudah di sana aku tidak akan mengangkat telepon darimu biarin kamu tersiksa karena kerinduan padaku"ancam aulia sinis.


"Ih bumil emosian banget"gemas adrian mencubit pipi aulia yang tembem. "Aku sudah menyiapkan sesuatu untuk kita, jangan khawatir"sambung adrian.


"Benarkah?"tanya Aulia berbinar dibalas anggukan oleh adrian.


Sesampainya di kantor,adrian dan aulia berjalan beriringan sambil bergandengan tangan menuju ruangan ceo.Banyak mulut yang menyapa keduanya dengan ramah dan hormat yang dibalas hal serupa oleh adrian dan aulia.


"Kasihan ya nona aulia, sedang hamil besar harus ditinggal keluar kota sebulan"ucap seorang wanita pada temannya.


"Itulah konsekuensi punya suami kaya dan yang lebih parah lagi jika nantinya pak adrian akan serong ke wanita lain"saut temannya.


Sontak semua itu tidak lepas dari pendengaran aulia tapi entah adrian mendengar nya atau tidak jika dia mendengar sudah diyakini pasti kedua karyawan itu akan di pecat tidak hormat oleh adrian.


"tidak, aku tidak boleh berpikir negatif suamiku Adalah pria yang setia dia tidak mungkin akan mengkhianati ku dan anak kami" Batin aulia menolak pemikiran yang terpancing setelah mendengar celoteh karyawan tadi.


Sesampainya di ruangan Adrian, aulia duduk di sofa yang ada di sudut ruangan sementara adrian langsung sibuk dengan laptopnya.


"Sayang jika kamu bosan katakan padaku ya"ucap adrian mata dan jaringan tetap fokus pada titik objek awal.


"Mana laporan yang harus aku periksa mas?"tanya aulia.


"Sebentar lagi akan ada yang mengantarnya kamu duduk saja dulu"jawab adrian.


Sebenarnya aulia tidak mengerti soal laporan keuangan perusahaan karena dia adalah seorang dokter bukan sekretaris atau bidang sejenisnya.


"Mas,aku mau bilang sesuatu boleh?"tanya aulia bangun dan mendekati adrian.


"Ada apa?"tanya adrian mengalihkan pandangannya.


"Setalah aku melahirkan,apa aku boleh bekerja di rumah sakit?"tanya aulia lagi.


"Selama itu tidak menggangu tugasmu sebagai seorang istri dan seorang ibu aku setuju sayang, aku akan menelepon kepala rumah sakit dan mengatur jadwalnya setelah kamu melahirkan nanti"Jawab adrian menyetujui.


"beneran mas?ahhh terimaksih Sayang"aulia senang kemudian memeluk leher adrian dari samping.


"Jangan sampai lupa 2 poin penting yang aku sebutkan tadi ya"tutur adrian diangguki aulia.

__ADS_1


JARANG UP YA?? IYA SOALNYA LAGI BUNTU BANGET NIH OTAKKU 😫😫


BERSAMBUNG.......


__ADS_2