Menikahi Pria Cacat Demi Ayah

Menikahi Pria Cacat Demi Ayah
BAB 33


__ADS_3

"sudah han makan saja,mari kita makan bersama"ajak adrian


Akhirnya mereka makan bersama sesekali Aulia dan Nisa mengobrol tentang kampus dan Adrian serta han berbicara soal bisnis


"Li itu leher kamu kenapa? perasaan tadi gak ada"ucap Nisa melihat leher aulia banyak tanda merah


Adrian dan han ikut melihat aulia


"oh ini...ini....ini aku digigit nyamuk ketika tertidur di ruang tunggu tadi"jawab aulia berbohong


"nyamuk? dikantor mewah dan bagus seperti ini ada nyamuk?dan itu sepertinya bukan nyamuk"lagi lagi Nisa membuat jantung aulia tidak berdetak dengan benar


"gadis ini bodoh atau polos masalah seperti itu saja dipertanyakan" Hati Han ,menggeleng kepala melihat nisa


"kita ke dokter aja yuk tanya takut nya bukan nyamuk bagaimana jika serangga berbahaya"ucap aulia


"memang sangat berbahaya untukku"gumam aulia


"apa?"tanya nisa yang hanya mendengar samar samar


"tidak, sudahlah lebih baik kita pulang saja"ajak aulia


"kau pulang bersamaku?"tanya nisa


"tadi aku kemari bersama mu kan? tentu saja pulang denganku juga"jawab Aulia


"ohh kupikir kau akan pulang dengan pak adrian"jawab nisa


"mas aku pulang ya"ucap aulia mencium punggung tangan adrian


"iya sayang hati hati"jawab adrian mencium kening aulia


"tuan Han kami permisi"ucap Nisa dan han hanya mengangguk


Nisa mengantar Aulia pulang kerumah besar brawijaya


"sudah lama aku tidak melihat ayah"ucap aulia


"Begini saja besok setelah pulang kuliah kita akan mengunjungi ayahmu dikantor"ucap Nisa


"huh kenapa tadi ayah harus meeting diluar sih"Aulia membuang nafasnya kasar


"Sudah sudah besok akan aku antar ke kantor"jawab nisa


"kau mau mengantarku Karena asisten Han kan?"goda aulia


"sembarangan sekali kamu aku mau mengantar mu karena kau sahabatku"jawab Nisa


"lalu kenapa wajahmu bersemu merah begitu?"tanya aulia


"ah sudah sana"usir nisa ketika mereka sudah sampai di rumah besar


"makasih ya nis Sampai besok"ucap Aulia dari luar mobil


"daahhhh..."


Aulia masuk ke dalam rumah dan dilihat rumah begitu sepi


"Bi semua orang pada kemana ya?"tanya aulia pada bi ina


"tuan dan nyonya besar mereka sedang pergi keluar sebentar non sedangkan tuan Rio mengantar nona bela ke bandara karena ada sesi pemotretan"jawab bi ina

__ADS_1


"dia kembali ke Paris?"tanya aulia


"Sepertinya non"jawab bi ina


"Selamat sore nona muda"sapa pak Mun


"eh iya pak sore,ada apa?"tanya aulia


"ada kiriman ini non tadi kurir yang mengantar nya"pak Mun memberikan sebuket bunga dan juga sebuah kotak berwarna merah


"buat saya pak?"tanya aulia


"iya non"jawab pak mun


"yaudah maksih ya pak saya permisi dulu"ucap Aulia Kemudian menuju kamarnya


Aulia membaca surat yang tertempel di buket bunga tersebut


*pakailah baju yang sudah aku berikan kamu pasti terlihat cantik dan aku suka itu....bersiap sebelum aku pulang kau harus sudah memakainya....


love you


Adrian❀️*


Aulia membaca surat itu dengan tersenyum kemudian segera membuka kotak merah itu


"hah baju apa ini?"Aulia bertanya tanya melihat baju yang sedang dia pegang


"Apakah aku harus memakai pakaian sependek ini???"


"pasti dia akan memakan ku lagi malam ini ...huh sabar sabar punya suami mesum nya minta ampun"


Waktu menunjukan pukul 18:00


"Rian kenapa buru buru begitu?"tanya Sarah


"tidak apa mah aku hanya lelah dan ingin istirahat"jawab Adrian


"ya sudah sana istirahat"ucap ridwan


Adrian kembali melanjutkan perjalanan menuju kamar nya


Ceklek


Dilihatnya aulia sedang mengeringkan rambut dan belum menyadari kehadirannya.


Nana....Nana......Nana.....


aulia mengeringkan rambut sambil bernyanyi nyanyi


"sebelum mas Adrian pulang aku harus cepat pakai baju panjang..... suamiku itu tampan tapi mesumnya di atas rata rata"


Aulia berbicara pada dirinya sendiri dihadapan cermin.


Senyum tersungging di Wajah tampan adrian, perlahan dia mendekati aulia yang hanya menggunakan balutan handuk


Hap


Adrian memeluk aulia dari belakang dengan erat membuat aulia terlonjak kaget dan langsung meninju perut adrian menggunakan sikunya


"awww sayang kenapa kau jahat sekali"ringis adrian memegangi perutnya

__ADS_1


Aulia yang mendengar suara suaminya lantas melihat Adrian yang sedang kesakitan Karena ulahnya


"mas aduh maaf....sakit ya....mana yang sakit?"Aulia berjongkok dihadapan adrian membuat sedikit tubuhnya yang menggoda terlihat.


"ini yang sakit"ucap adrian menuntun tangan aulia untuk menyentuh miliknya


Aulia terkesiap kaget dan ingin bangun namun tanpa sengaja kakinya menginjak ujung handuk sehingga handuk itu merosot membuat lekukan tubuh nya dilihat oleh adrian.


Aulia ingin mengambil handuk yang merosot itu namun dengan gerakan cepat adrian langusng menggendong aulia dan merebahkanya di ranjang


"begadang lagi gw.."


Adrian mulai melancarkan aksinya, ciuman,hisapan dan gigitan bisa dirasakan oleh aulia,Aulia yang awalnya ingin menolak tapi lama kelamaan mulai menikmati sentuhan suaminya itu


"mas....eghhh....."


mendengar itu adrian langsung membuka seluruh pakaiannya dan mencumbui istrinya tanpa ada yang terlewat


"Mas adrian....."Aulia terus melenguh membuat adrian sudah tidak tahan lagi


Adrian melakukan kegiatan inti dengan penuh tenaga membuat Aulia sangat tidak bisa menandingi keperkasaan suaminya.


Tok.....tok... tok


ditengah kenikmatan yang sedang mereka rasakan ada yang mengetuk pintu kamar


"siapa?"tanya aulia sedangkan adrian masih terus melakukan kegiatannya tanpa suara.


"maaf nona muda,semua orang sudah menunggu dimeja makan"jawab pak mun


"iya baiklah pak terimaksih"jawab aulia


"mas udah ya semua orang sudah menunggu kita"ucap aulia mengangkat kepala adrian agar menghadapnya


"gak bisa sayang aku udah gak tahan"jawab adrian dengan suara serak


"dilanjut nanti ya,janji deh"ucap aulia


"3 kali lipat ya"ucap Adrian tersenyum manis


"iya lakukan berapa pun"jawab aulia


Mereka memakai pakaian mereka dan langsung menuju meja makan.


"Selamat malam semuanya"sapa aulia


"malam sayang"jawab Sarah


"maaf ya mah lama"ucap aulia


"sedang apa kalian sampai membuat kita menunggu,dasar tidak sopan"umpat rio


"Rio!!!"bentak ridwan


Sarah membulatkan matanya ketika melihat leher Aulia penuh tanda kepemilikan


"iya sayang mamah ngerti"ucap Sarah senyum menyeringai


Mereka pun mulai memakan makan malam mereka tanpa ada yang bersuara, sampai akhirnya aulia meraskan pahit di lidahnya dan perutnya terasa begitu mual.


BERSAMBUNG..........

__ADS_1


HAI MAAF YA LAMA UP NYA πŸ˜‚πŸ˜Š BANTU KOMEN KRITIK DAN VOTE YA BIAR AKU MAKIN SEMANGAT BUAT UP πŸ™πŸ˜‚πŸ˜Š Jangan lupa untuk menilai Nobel ini beri aku rating 5🌟 ya πŸ˜‚πŸ˜‚ terimaksih


happy reading 😍❀️🌺


__ADS_2