
"oh iya aku lupa bahwa suamiku kan sangat hebat"ucap aulia kemudian keluar menuju mobil untuk mengambil bahan yang dibeli Adrian.
Setalah mengambil bahan makanan yang dibeli Adrian, aulia segara menuju dapur untuk memasak namun sayang ternyata tabung gas nya habis.
"Yah mas gasnya abis"ucap aulia yang sedang menyalakan kompor namun tidak menyala juga.
"terus gimana?"Tanya adrian.
"mas gak bawa?"tanya aulia.
"ya Allah sayang mentang mentang aku bawa baju sama bahan makanan kamu pikir aku bawa bawa gas dimobil.... dasar kamu ini"ucap adrian terkejut sekaligus lucu menurutnya.
"Ya kan kirain Sayang"ucap aulia mengerucutkan bibirnya.
"ya udah mumpung masih sore yuk kita beli mungkin ada warung disekitar sini"ajak adrian.
"iya yaudah ayo"aulia mengangkat tangannya tanda dia meminta digandeng.
Adrian menggandeng tangan aulia dan mereka segera keluar, namun ketika sudah sampai didepan rumah aulia berhenti dan menatap adrian.
"mas kita mau beli gas kan?"tanya aulia.
"iya,lalu?"Adrian bertanya balik.
"lalu kenapa kita meninggalkan gas nya didalam ahhh kau ini"ucap aulia menepuk jidatnya kemudian Ingin masuk namun adrian mencegahnya.
"biar aku aja yang bawa kamu kan lagi hamil"cegah adrian diangguki Aulia.
Meraka melanjutkan perjalanan mereka menuju warung terdekat untuk membeli gas.
"Masih jauh yang?"tanya adrian.
"engga kok itu di depan"jawab aulia.
"Sejak dari rumah pun kamu bilang didepan tapi didepan didepan tidak sampai sampai"pekik adrian bercanda membuat aulia terbahak bahak.
"hahahaha....mas ihh kamu tuhh"aulia begitu gemas pada Adrian dan mencubit pipinya.
Pakaian dan ketampanan adrian berhasil membuat para penduduk disana terpana bahkan tak sedikit dari mereka mencoba mencari perhatiannya.
"meni kasep pisan akang itu nya?"tanya seorang Wanita ya bisa dibilang usianya sama seperti aulia .
"iya, eh tapi itu yang disebelahnya siapa ya?"saut temannya.
"mungkin pembantunya"jawab wanita tadi asal.
Aulia yang mendengar itu lantas tersinggung dan langsung menghampiri Kedua wanita itu.
"maaf ya teh tadi anda bilang apa? saya pembantunya?dengar ya saya ini istrinya apa anda tidak lihat nih"Aulia marah marah pada kedua orang itu dan menujuk perutnya yang sudah kelihatan.
"ehh maaf teh gak maksud apa apa kok hanya asal bicara saja"ucap wanita dua terlihat ketakutan namun tidak dengan wanita yang mengatai aulia pembantu dia dengan sombongnya bicara pada aulia.
__ADS_1
"memang benar kok jika tampangmu itu seperti pembantu lihat saja dia tampan dan keren sedangkan kamu?jadi jangan salahkan kami jika kami bilang pembantu"ucap wanita satu dengan sok nya.
"Anda jangan berani menghina istri saya sedikit pun apa anda pikir anda sudah lebih baik darinya? berkaca lah"tegas adrian tidak terima dengan penghinaan yang dilontarkan untuk istirnya.
"sudahlah mas tidak ada gunanya bicara pada mereka,ayo"ajak aulia menarik tangan adrian.
Adrian dan Aulia melanjutkan langkahnya menuju warung terdekat selama perjalanan pikiran Aulia memikirkan perkataan wanita tadi.
apa benar aku terlihat tidak pantas dengan mas adrian? batin aulia.
Sesampainya diwarung adrian membeli gas sesuai ukuran gas yang dia bawa dan tak lupa dia membeli lilin takut nanti mati lampu.
"makasih ya Bu"ucap aulia memberikan selembar uang seratus ribu.
"eh neng ini kembali"ucap ibu warung.
"gausah bu ambil saja kembaliannya"jawab aulia.
"makasih ya neng"ucap ibu warung itu diangguki aulia.
Perjalanan dari warung menuju rumah aulia cukup jauh sedangkan semua orang tau jika ibu hamil itu mudah lelah.
"mas bisa kita duduk sebentar aku lelah"tanya aulia memegangi kedua lututnya.
"iya sayang ayo"ajak adrian kemudian mendudukkan aulia di bangku rotan yang ada dipinggir jalan.
"Cape ya?"tanya adrian seraya menyelipkan anak rambut yang menutupi wajah aulia ke belakang telinganya.
Setelah 5 menit beristirahat mereka melanjutkan perjalanan menuju rumah,karena kasihan adrian menawarkan punggungnya pada Aulia.
"Sayang ayo naik biar aku menggendong mu"ucap adrian berjongkok di depan aulia.
"Tapi mas kamu kan bawa gas"ucap aulia berpikir apa kuat jika suaminya menggendong serta membawa gas secara bersamaan.
"tidak apa apa sayang aku kuat kok"ucap adrian.
Dengan ragu aulia menaiki punggung suaminya, satu tangan memegang bokong aulia dan tangan yang lain menenteng gas.
"Sayang tapi jauh loh kamu yakin? aku berat ditambah kamu bawa gas"ucap aulia tepat ditelinga adrian.
"iya sayang kuat kok apalagi jika melakukan olahraga malam nanti sangat kuat"canda adrian.
"mas ihh"aulia terpekik malu mendengar perkataan suaminya.
"Sayang dulu kamu,mamah dan ayah sering kesini?"tanya adrian.
"iya mas biasanya akhir pekan dan libur hari raya aku kesini bersama mamah dan ayah sesekali bersama kakakku"jawab aulia.
"mamah sudah lama membeli rumah disini?"tanya adrian lagi.
"entahlah yang aku tahu mamah membelinya karena suka dengan pemandangan disini"jawab aulia.
__ADS_1
"ohh iya apa kamu tidak mengenal para penduduk disini?"tanya adrian.
"tidak mas"jawab aulia dan adrian manggut-manggut.
Selama perjalanan banyak sekali pasang mata yang memperhatikan mereka, bagaimana tidak selain karena ketampanan adrian mereka juga tertegun karena adrian rela harus menggendong Istrinya ditambah membawa gas yang cukup berat.
"lihat lah pasangan itu romantis sekali ya"ucap seorang ibu pemetik teh.
"iya jadi ingat masa masa pengantin baru"saut ibu lainnya.
"kamu lihat mas semua orang tertegun melihat ketampanan dan keromantisan mu"bisik Aulia.
"apa kamu tidak tertegun dengan keromantisan ku ini?"tanya adrian.
"sangat tertegun"jawab aulia kemudian mencium pipi adrian.
Para ibu pemetik teh yang melihat keromantisan mereka hanya bisa menahan tawa dan mesem mesem, maklum orang kota pikir mereka.
Sesampainya di rumah adrian tetap tidak menirukan aulia sampai dikamar baru dia turunkan.
"mas kenapa kesini aku kan mau masak?"tanya aulia.
"kamu istirahat dulu ya aku tahu sejak pagi kamu belum minum susu mu kan?"Tanya adrian sedangkan aulia hanya tersenyum paksa karena dia takut adrian akan marah tapi ternyata tidak.
"tunggu sini ya aku bikinin dulu"ucap adrian.
"memang kamu membawanya?"tanya aulia.
Adrian berbalik dan menaikan kedua alisnya sambil menyeringai seakan mengatakan 'apa kamu lupa seperti apa suami mu ini?'
"oh iya aku lupa jika suamiku ini hebat dan sudah menyiapkan semuanya"ucap aulia mengerti tatapan suaminya.
Adrian menujukan kedua ibu jarinya kemudian pergi ke dapur sambil membawa gas untuk membuat susu.
"aku mencintaimu suamiku"ucap aulia setelah kepergian adrian.
Aulia menata pakaiannya di dalam lemari tanpa sengaja dia menemukan foto ibunya disana.
"mamah??"panggil aulia lirih tanpa sadar air matanya mengalir membasahi wajahnya.
adrian datang dengan segelas susu kemudian menghampiri Aulia.
"sayang kamu nangis? kenapa?"tanya adrian Khawatir takut sesuatu terjadi pada kandungan aulia akibat berjalan jauh tadi.
"hiks...hiks...mas...."aulia langsung berhamburan ke dalam pelukan adrian dan menangis mengingat masa masa sebelum ibunya tiada.
AKU UP LAGI NIH ALHAMDULILLAH AKU UDAH ENAKAN JADI BISA UP🙏😊
JANGAN LUPA LIKE DAN VOTE 🤗 😊
BERSAMBUNG.......
__ADS_1