
malam ini adalah malam terakhir adrian di Surabaya dan ya sebagai bentuk perayaan karena pembangunan dapat diselesaikan dengan waktu yang lebih cepat dari rencana semua rekan kerja mengadakan pesta di hotel tempat mereka menginap.
"Jangan sampai kau mabuk karena aku malas jika harus membantumu untuk ke kamar"ucap adrian melihat rio sudah meneguk minuman di gelaskan dengan satu tegukan.
"Heuh kau tenang saja rian,hanya dengan 1 gelas tidak membuatku mabuk"balas rio tersenyum miring.
"ckk kau bangga sekali rupanya, dengar ya setalah menikah aku yakin kau tak akan berani minum lagi"ucap adrian menebak.
"ya,bisa saja dan aku rasa itu benar karena apapun yang tidak di sukai eva akan aku jauhi"ucap rio.
"Han,kenapa kau sejak tadi diam saja?apa kau sedang sariawan?"tanya adrian.
"Ahh tidak tuan hanya saja entah kenapa perasaan saya tidak enak"jawab han yang sejak datang ke pesta perasaan nya sudah tidak enak.
"Sudah han jangan terlalu monoton,ini nikmatilah"ucap rio menuangkan minuman ke dalam gelas han.
"Tidak tuan terimaksih perut saya sedang tidak baik jadi saya tidak akan makan apapun di sini"tolak han.
"Kau baik baik saja han?apa perlu kita ke dokter dulu?"tanya adrian perhatian.
"Tidak usah tuan saya baik baik saja"jawab han cepat.
Tak lama datanglah jovanka dengan rekan kerja yang ia bawa menghampiri adrian dan yang lain dan dengan tidak sopan nya dia langsung duduk di kursi kosong sebelah adrian.
"Maaf jika saya mengganggu kalian,saya kesini hanya ingin mengucapkan terimakasih karena sudah membantu menyelesaikan pembangunan pabrik ini bahkan lebih cepat sehingga pengoperasiannya juga bisa cepat di lakukan"Cerocos jovanka dengan nada formal dan tidak di buat buat seperti biasanya.
"Sama sama nona jovanka lagipula ini memang tugas kami,kami yang mengambil tanggung jawab ini ketika penanda tanganan kontrak itu berarti ini memang kewajiban kami"balas adrian.
"Kami doakan semoga secepatnya operasional pabrik ini dapat secepatnya di lakukan"sambung rio.
"Terimaksih banyak tuan han,oh iya ini adalah surat putus kontrak kerjasama kita mohon untuk di tanda tangani"tutur jovanka meminta asisten nya memberikan map kepada adrian.
"Kenapa anda mengunakan sarung tangan begitu?"Tanya han curiga dan entah mengapa pria yang ditanya itu gugup dan kelabakan.
"Ahh itu tuan han dia tidak apa apa hanya tangannya sedang cacar air saja"jawab jovanka.
"Maaf nona jovanka tapi saya sedang bertanya pada dia bukan pada anda dan satu lagi jika kau memang cacar kenapa hanya sampai pergelangan tangan sedangkan yang aku tahu cacar itu sampai mengenai wajah"tanya han semakin mengintrogasi.
__ADS_1
"Saya sudah sembuh di bagian wajah dan tangan, ini hanya sisanya saja tuan"jawab pria itu dengan sebisa mungkin dan tidak gugup.
"Kami permisi dan nanti berkasnya akan diambil oleh sekretaris saya Rahma"ucap jovanka bangun dan segera meninggalkan meja adrian.
"Tuan apa anda tidak curiga?"Tanya han pada adrian yang sedang membuka map dan menanda tangani nya.
"Han sudahlah biarkan saja lagipula apa yang bisa dia lakukan kecuali adrian meminum atau memakan apapun darinya"ucap rio menepuk pundak han.
Setalah menanda tangani surat putus kontrak, tak lama Asisten jovanka datang dan anehnya lagi dia juga menggunakan sarung tangan seperti pria tadi.
"Terima kasih tuan, permisi"ucap rahma segera pergi sebelum di introgasi oleh Han.
"Han aku tahu kau curiga lagi dengannya, tapi sudahlah han"ucap adrian melihat tatapan han pada Rahma.
"Rian,kenapa kepalaku sakit sekali"ucap rio memegang sebelah kanan kepalanya.
"Aku sudah katakan jangan sembarangan,ayo aku antar"ajak adrian.
"Han, tolong temani tamu disini dulu aku mengantar rio sebentar"ucap adrian diangguki han.
"tuan han,dimana tuan adrian?"tanya seorang pengusaha yang juga memegang saham di pabrik jovanka.
"Tidak ada hanya ingin mengobrol saja"jawabnya.
"baiklah silahkan duduk kita tunggu tuan adrian disini"ucap han mempersilahkan orang itu duduk.
Sementara adrian dan rio keduanya kembali ke kamar masing-masing setelah mengantar rio adrian kembali ke kamarnya namun entah mengapa tiba-tiba kepalanya terasa pusing.
"Kenapa kepalaku pusing sekali"gumam adrian memegangi kepalanya tapi tetap berjalan menuju kamarnya yang hanya beberapa meter dari kamar rio.
Sampai akhirnya perlahan penglihatannya mulai buram dan adrian hampir terjatuh beruntung seseorang menolongnya tapi adrian tidak bisa melihat siapa yang telah menolongnya karena dirinya sudah tidak sadarkan diri.
Orang itu membawa adrian ke menuju kamarnya, dengan tergopoh-gopoh karena postur tubuh adrian yang kekar ia masuk sambil merangkul adrian.
Adrian di baringkan kemudian dibuka seluruh pakaian bagian atasnya. Mulai dari jas,dasi dan juga kemeja hingga kini posisi adrian setengah telanjang.
"Astaga tubuhnya indah sekali"ucap orang itu menutup mulutnya melihat keindahan bentuk tubuh adrian.
__ADS_1
Hal yang sama dialami oleh rio, seseorang memasuki kamarnya dan membenarkan posisi tidurnya. Tak lupa ia juga menyelimuti rio sampai sebatas perutnya.
***
keesokan harinya adrian bangun dari tidurnya dengan kepala yang terasa begitu berat, sambil memegangi kepalanya adrian mengubah posisinya menjadi duduk dan betapa terkejutnya dia melihat tubuhnya yang bertelanjang dada.
"Ya ampun kenapa bisa gini?apa yang sebenarnya terjadi"gumam adrian kalang kabut namun beberapa saat ia mengelus dada karena ternyata celananya masih melekat di bagian bawahnya.
Adrian mencoba mengingat apa yang terjadi padanya semalam,ibu jari dan tengahnya menempel membuat sebuah bunyi tanda ia mengingat apa yang dialaminya semalam.
"Tapi siapa orang yang menolongku?"gumam adrian bertanya tanya.
Tidak mau terlalu memikirkan, adrian bangkit dan segara membersihkan diri untuk bersiap kembali ke Jakarta.
Tok...tok...tok..
Suara ketukan pintu membuat mata adrian teralihkan dari cermin dan segara membuka pintu.
"Hey sudah bangun kalian, rupanya tidak sabar ingin menemui pasangan"ucap adrian melihat rio dan han berdiri dengan pakaian yang sudah rapih.
"Ya, tentu saja"balas rio.
"oh iya han maafkan aku karena semalam tidak kembali ke pesta,semalam entah mengapa kepalaku pusing dan aku tertidur sampai lupa bahwa kau menungguku"Ucap adrian.
"Tidak apa apa tuan,oh iya pak Burhan mengirim salam untuk anda dia sudah kembali semalam ketika pesta selesai"ucap han.
"Iya han, terima kasih"balas adrian.
Setalah semuanya siap adrian,rio dan han segara menuju bandara karena mereka memilih penerbangan paling awal.
"Aulia,i'm come back honey"gumam adrian memandangi foto Aulia di ponselnya.
"Aku kembali sayang"Han melakukan hal yang sama dengan adrian yaitu memandangi foto nisa di ponselnya.
"Ckkk dasar bucin"cibir rio melihat han yang sedang asik menggeser foto Aulia.
"Iri?bilang asisten"saut adrian memutar bola matanya malas.
__ADS_1
UP LAGI GAK NIH???
BERSAMBUNG......