Menikahi Pria Cacat Demi Ayah

Menikahi Pria Cacat Demi Ayah
ALYA REVALINA DIERJA


__ADS_3

Tak tak tak


Suara itu nyaring di seluruh ruangan, ketukan antara sandal dan lantai yang bersentuhan. kakinya mendekat ke arah meja makan dimana keluarganya sudah menunggu.


"Selamat pagi semuanya"Suaranya begitu cantik secantik wajahnya.


"Alya, selamat pagi sayang"balas semuanya.


"Alya,dimana Vika?"Tanya rio yang sedang menyantap roti tawar dengan selai kacang.


"Oh iya om tadi aku melewati kamarnya tapi masih dikunci"jawab alya kemudian duduk di sebelah adrian.


"Pasti dia masih tidur"Gumam Eva geleng kepala.


"Apa rencanamu hari ini sayang?"Tanya adrian pada putri kesayangannya.


"Tidak ada pah,aku ingin tidur karena semalam aku mengerjakan tugasku dari guru yang tidak tanggung-tanggung memberikan tugas"Jawab Alya.


"Baiklah sayang, istirahat dan jangan terlalu lelah okey"Balas adrian tersenyum pada putri kesayangannya.


"Terima kasih pah"saut alya.


"Oma, dimana mah?"Tanya Alya tidak melihat Sarah dimeja makan.


"Oma mu dikamar katanya sedang tidak enak badan"Jawab ridwan.


Alya berdiri kemudian berlari menuju kamar Sarah tanpa permisi kepada yang lainnya di meja.


"Lihatlah aulia betapa sayangnya Alya kepada Omanya"Ucap Ridwan pada menantunya.


"Iya pah, mamah selalu ada untuk alya mungkin karena itu dia begitu menyayangi mamah"balas aulia tersenyum.


Alya membuka kamar sarah pelan, terlihat sarah sedang memejamkan matanya, tangan sebelah kanan ia jadikan penutup di bagian dahinya.


"Oma??"Panggil Alya pelan.


"Alya, kemarilah sayang"Tutur sarah menjentikkan jarinya.


"Oma sakit apa? kenapa tidak mengatakannya padaku?"Tanya Alya membuat senyum sarah terbit.

__ADS_1


"Oma tidak apa apa sayang, ini memang sudah biasa terjadi pada orang tua seperti oma" Jawab Sarah mengelus rambut panjang cucunya.


"Apa Oma sudah makan?"Tanya alya.


"Nanti opa yang akan bawakan sayang"jawab sarah.


Alya bangun kemudian menoleh ke kanan dan kiri, penglihatannya terhenti ketika melihat sebotol minyak urut di meja nakas.


"Aku tahu oma pegal karena sejak tadi oma terus memegangi kaki" Ucap alya cepat sebelum neneknya protes.


"Kamu memang paling pengertian nak"Sarah mengacak-acak rambut cucunya yang hitam dan panjang.


Alya memijat kaki sarah dengan telaten bahkan Sarah dibuat meminati tangan halus Alya yang sedang memijat kaki nya.


"Kamu sudah besar alya,tak terasa tidak lama lagi kamu harus meninggalkan rumah ini"Ucap sarah nyalang.


"Maksud oma? Kenapa aku harus pergi?"Tanya alya tidak mengerti.


"Setelah lulus sekolah dan bekerja,oma yakin akan ada pemuda yang berdampingan denganmu dipelaminan dan saat itu terjadi maka kamu harus siap meninggalkan keluargamu sayang"Jawab sarah menjelaskan.


"Itu masih sangat jauh oma umurku baru 14 tahun,masih banyak pendidikan yang harus aku lewati untuk menggapai cita-cita ku"Ujar Alya menatap Sarah dengan lembut.


"Sejak dulu oma tahu kan siapa pemuda yang aku tunggu?"Tanya alya dijawab anggukkan oleh sarah.


"Oma tahu sayang,bahkan seluruh keluarga ini tahu"jawab sarah.


"Oma aku sudah selesai mengurut,aku ambilkan makanan dulu untuk Oma ya"Ucap alya menyimpan kembali botol minyak di atas nakas kemudian keluar dari kamar sarah.


Alya pergi ke meja makan,ketika sedang melewati tangga tanpa sengaja ada yang tiba-tiba menubruk tubuhnya membuat keduanya jatuh.


"awww"ringis gadis di atas Alya.


"Vika astaga menyingkirlah"Desis alya merasakan tubuhnya seperti tertimpa pohon.


"Alya kau ini,Jika jalan itu pakai mata jangan melamun"Ucap vika bangun dan berdiri di depan alya sambil memanyunkan bibirnya.


"Hei,ajaran mana yang mengajarkan kita untuk berjalan menggunakan mata? dimana mana jalan itu pakai kaki lah vika masa pake mata"Balas alya membuat vika nyengir kuda karena apa yang alya bilang itu benar.


"Hehehe aku melihatnya di komedi komedi tik tok al ya jadi gini deh"Ucap Vika menggigit kukunya.

__ADS_1


"Haiss kau ini, tak bisa lepas dari ponsel dan aplikasi tik tok bahkan rela sampai tidak tidur" Alya geleng-geleng kepala seraya berjalan menuju meja makan.


"Selamat pagi semuanya"sapa vika dengan ceria.


"Vika,ini sudah siang kenapa kamu tidak bisa bangun pagi hmm?"Tanya eva lembut.


"Sudah sayang jangan marahin dia, mungkin saja dia tidak tidur karena mengerjakan tugas"Saut rio membela putrinya.


"Aku kan hanya bertanya sayang"Ucap Eva percuma berdebat dengan rio soal vika yang ada malah jadi ribut beneran.


"Mah,aku mengerjakan tugas tugas sekolahku karena itu aku bangun kesiangan, jika tidak percaya mamah tanya saja pada alya"Ucap vika menunjuk alya yang langsung melotot.


"Benarkah itu alya?"Tanya Eva.


"Maaf tante aku tidak tahu"jawab alya yang memang tidak tahu apa yang dilakukan gadis itu setiap malam.


"Itu karena dia tidur mah jadi dia tidak tahu apapun,kalo aku kan bergadang untuk mengerjakan tugas"Ucap vika cepat ketika mendapat lirikan biasa tapi menusuk dari sang mamah.


"Vika, sudah cukup berbohong nya mamah tau setiap malam kamu bergadang sambil bermain ponsel kan"Ucap eva tahu aktivitas putrinya bahkan rio sendiri tahu tapi selalu saja membela nya.


"Maaf mah"Ucap Vika menunduk


"Udah va kasihan Vika"ucap aulia mengelus bahu eva.


"Jika di ulangi lagi mamah ambil ponselnya"Ancam eva membuat vika semakin menunduk takut.


"Opa, dimana makanan untuk oma?"Tanya alya lupa jika dia harus membawakan sarapan untuk sarah.


"Ini sayang"jawab ridwan memberikan nampan berisi makanan dan minum.


"Terimakasih opa,aku ke kamar oma dulu ya"Ucap alya pergi dari meja makan dimana Vika masih dimarahi oleh sang mamah dan di bela oleh sang papah.


Alya duduk di dekat jendela sambil mendengarkan musik stuck with you dari Ariana dan justin yang terhubung dengan headset bluetooth yang dibelikan adrian Minggu lalu sepaket dengan ponsel apel digigit itu. Sebenarnya alya ingin menolak tapi karena pemberian dari adrian ia tidak tega menolaknya.


"Dimana sekarang dia?apa dia mengingatku?apa dia sudah memilki kekasih dan meninggalkan ku?"Gumam Alya menatap langit langit cerah berwarna biru bercampur kabut putih.


Alya membuang nafasnya kasar,dia tidak tahu dimana sekarang pria yang ia idamkan sejak dulu, terkahir kali ia ke sana ia tidak ada. Sungguh menyedihkan batin alya.


HARI INI LANGSUNG UP UNTUK ANAK ANAKNYA YA WE😊😊

__ADS_1


JANGAN LUPA NANTI BACA YA,HEHHEHE


__ADS_2