
Rio melajukan mobilnya mencari makanan hangat yang setidaknya bisa menghilangkan rasa dingin yang menerpa kulit mereka.
"Sayang kamu mau makan apa?"tanya rio.
"please pak jangan panggil saya begitu"ucap eva merasa risih dengan panggilan rio.
"kenapa? bukankah kamu duluan yang tadi panggil aku sayang"ujar rio melihat eva yang menunduk meremas tangannya.
"Tolong pak"pinta eva.
Rio menarik sudut bibirnya membentuk senyuman manis, mobilnya ia hentikan disebuah kedai bubur ayam dan bubur kacang hijau.
"Suka kan sama bubur kacang?"tanya rio eva hanya mengangguk tanpa berkata.
"Mau makan disini atau turun?"tanya rio.
Eva turun tanpa menjawab pertanyaan rio sedangkan rio hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah kekasihnya itu ups ralat mantan maksudnya.
"pak bubur ayam satu sama bubur kacang nya satu ya"ucap eva yang sudah memesan makanan lebih dulu.
"kamu gak pesenin aku?"Tanya rio.
"kan bapak punya mulut tinggal pesen aja repot banget sih"ketus eva namun justru membuat rio terkekeh.
"Kalo begitu kami kan punya uang, jadi bayar sendiri ya"canda rio.
"ogah kan bapak yang ngajakin makan ya berarti bapak lah yang bayar"protes eva.
"neng,abang maaf jadi pesen gak?"tanya abang tukang bubur yang sejak tadi memperhatikan keributan mereka.
"ehh iya bang,2 bubur ayam sama 2 bubur kacang"jawab rio.
Setalah memesan,eva menyibukkan dirinya dengan ponselnya yang sedang berchatting dengan Baim.
"va lo udah sampe rumah?"
"belum bee gw makan bubur dulu, lumayan kan makan gratis"
"eh gw masa gak diajak pare banget"
"sukurin,hahahah"
__ADS_1
Eva senyum senyum berchatting dengan sohibnya itu membuat rio penasaran sekaligus cemburu karena ia di angguri seperti author yang jomblo ini😂
"Kamu chatting sama siapa sih sampe senyum senyum gitu?"tanya rio mendelik sebal.
"sama siapapun tidak ada urusannya sama bapak jadi tidak perlu ikut campur"balas eva.
Sebelum rio menjawab perkataan Eva,4 mangkuk bubur itu datang karna Sudah sangat lapar mereka cepat mengabiskan hidangan nasi itu.
Setelah makan,rio mengantar eva pulang.Selama perjalanan hanya terdengar mesin halus dari mobil mewah yang dikendarai rio, Eva sibuk dengan lamunannya sedangkan rio fokus menyetir.
"Kamu hati hati ya besok aku jemput"ujar Rio pada eva yang sudah berbalik siap melangkah masuk ke dalam rumah.
"Oh iya pak saya lupa bilang JANGAN PERNAH TEMUI SAYA DILUAR KANTOR MESKI SAYA HAMPIR MEREGANG NYAWA hubungan kita hanya sebatas Asisten dan bosnya.Terimakasih untuk tumpangan dan buburnya"ucap eva penuh penekanan kemudian meninggalkan rio yang masih terpaku setelah mendengar perkataan wanita didepannya ini.
"Eva???"panggil rio lirih dia tidak menyangka akan mendengar perkataan yang membuat hatinya sakit dari mulut Eva langsung.
Eva mengentikan sebentar langkahnya, menghapus cairan bening yang mengalir dari sudut matanya.
"Kau adalah pria pertama yang aku cintai Rio, meski rasanya begitu sakit tapi sampai kapanpun aku tidak akan melupakan mu.Aku mencintaimu" Batin eva kemudian melanjutkan langkahnya masuk ke dalam rumah meninggalkan rio bersama kata kata nya yang mengakhiri hubungan keduanya.
Rasa dingin yang menusuk tubuhnya tidak bisa menggantikan rasa panas yang menyerang hatinya saat ini, gemericik air hujan menimpa dengan buliran kesedihan yang keluar dari matanya.Hujan kali ini yang menyaksikan betapa bodohnya rio karena baru menyadari jika dia mencintai eva.
"Aku tahu ini sudah terlambat tapi tidak pantaskah aku mendapat kesempatan kedua,eva aku akan tetap mencintaimu meski apapun yang terjadi" batin rio menatap jendela kamar eva yang tertutup gorden.
Rio balas menatap eva dari luar dia bisa melihat eva mengeluarkan air matanya,dia tahu eva merasakan hal yang sama.
"Aku akan memperjuangkan sesuatu yang memang pantas aku perjuangkan va"lirih rio kemudian pergi meninggalkan rumah eva.
Melihat rio yang pergi eva menempelkan tangannya di jendela seakan mengatakan 'Jangan pergi kembalilah '.
Tubuhnya perlahan merosot ke lantai, tanpa diminta air matanya mengalir membasahi wajahnya, meskipun dia berkata dengan tegar sesungguhnya hatinya merasakan sakit harus mengucapkan kata yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya.
"hiks...hiks... kenapa sesakit ini ya Allah"tangis eva meremas gorden menumpahkan air matanya.
Sedangkan rio,air matanya tidak bisa diajak kompromi, mengalir lagi dan lagi meski dia sudah mengelapnya berkali kali bahkan mobilnya sudah dipenuhi tisu.
"Eva hatiku sakit sekali bahkan ketika bela mengkhianatiku rasanya tidak sesakit ini, sebesar itu kah cintaku padamu? tapi kenapa aku sangat bodoh dan egois sampai aku tidak menyadari itu"ucap rio memukul stir nya.
Sesampainya di rumah rio tidak menghiraukan sapaan beberapa pelayan dan Sarah, penampilannya kusut dengan mata merah yang masih mengeluarkan sedikit air mata.
"Rio apa semua baik baik saja?"tanya Sarah tau jika saat ini anaknya tidak dalam keadaan baik-baik saja.
__ADS_1
"Aku tidak apa apa mah hanya kelelahan saja"jawab rio tanpa menatap sang ibu.
Rio melanjutkan langkahnya menuju kamar, ditengah jalan dia berpapasan dengan aulia yang menatapnya terkejut.
"kak kau baik baik saja?"tanya aulia.
"Semua sudah hancur lia"balas rio tanpa menoleh dan tetap melanjutkan langkahnya.
"Apa??apa yang hancur???apa dia dan eva????"kira aulia kemudian pergi ke kamarnya meraih ponsel dan menghubungi eva.
Tut..... Tut.....
"Halo,ada apa Lia???"
"va apa kau dan kak rio....,"
"oh itu aku sudah mengakhirinya untuk apa aku berlama lama dengan hubungan sandiwara itu dan aku mohon jangan pernah membahasnya"
Eva mematikan sambungan teleponnya sepihak sebelum aulia menjawab,dia tahu memang itu sifat eva yang tidak akan mau membahas lebih lama masalah yang menyakiti hati.
"Aku harus bicara pada nisa"aulia menekan nomor nisa, setalah ada yang mengangkat aulia menceritakan soal eva dan rio yang ia ringkas dari raut wajah rio dan ucapan eva ditelepon tadi.
"Besok kita ketemu di kafe tempat biasa ya"
Setalah bicara pada nisa, aulia pergi ke bawah untuk menyambut kepulangan suaminya.
"nak kau tahu apa yang terjadi pada rio?"suara Sarah tiba tiba.
"engga mah tadi aku tanya diam saja"jawab aulia ia memutuskan untuk tidak memberitahu Sarah mengingat saat ini Sarah juga sedang memikirkan perihal Ridwan.
dengan susunan beberapa bantal dan novel disampingnya eva berbaring sambil membaca novel genre romantis yang sad ending seperti kisah cinta nya tanpa sadar eva kembali menitihkan air matanya.
"Ada apa sih denganku,dia bukan pria baik untuk apa aku menangis"ucap Eva mengelap air mata nya kasar.
Rio melakukan hal yang sama dia berbaring sambil memandangi wajah eva dari potret yang ia ambil ketika dipuncak dulu.
"kau akan tetap menjadi yang pertama va sekalipun orang lain memasuki kehidupan ku tapi sebelum itu aku akan berusaha untuk mendapatkan mu kembali sampai pada titik lelahku aku akan menyerahkan dan membiarkanmu bahagia dengan orang lain"Gumam rio kemudian meletakan ponselnya dan tertidur.
aku akan memperjuangkan apa yang pantas aku perjuangkan sampai pada titik lelahku ~ Rio dierja
meski sakit kau akan tetap menjadi yang pertama di hati yang sudah kau gores luka,luka yang mengingatkan ku pada pria yang berhasil membuatku jatuh cinta hanya karena sandiwaranya ~ Eva
__ADS_1
JANGAN LUPA SIAPIN TISU BUAT NEXT EPISODE KISAH CINTA RIO DAN EVA YANG HARUS BERAKHIR ATAU BERTAHAN????
BERSAMBUNG.....