Menikahi Pria Cacat Demi Ayah

Menikahi Pria Cacat Demi Ayah
BAB 140


__ADS_3

5 bulan setelah pernikahan rio dan eva,kini Eva sudah tinggal di rumah ibu mertuanya seperti aulia dan kabar baiknya adalah saat ini dirinya sedang mengandung 3 bukan sementara usia kandungan nisa jalan 6 bulan.


"Sayang??"panggil rio dari dalam kamar mandi.


"iya, kenapa!"saut Eva yang sedang merapihkan pakaian.


"Bisa tolong ambilkan aku handuk,aku lupa membawanya"jawab rio.


Eva berjalan ke lemari mengambil handuk dan memberikannya pada rio.


"Sayang,besok aku akan pergi ke Bandung dengan adrian dan han"ucap rio pada istrinya yang sedang membantu nya bersiap.


"Iya sayang,aku akan siapkan semuanya untuk besok ya. Oh iya berapa hari sayang?"tanya Eva yang sedang melilitkan dasi di leher rio.


"Tidak menginap sayang, pagi berangkat dan malam hari aku sudah akan disini"jawab rio merengkuh pinggang istrinya.


"Jangan macam-macam ya"Eva was was ketika Rio sudah mendekatkan wajahnya.


Cup


"Cuma semacam doang sayang"balas rio setalah mengecup bibir eva.


Eva menarik dasi rio dan kembali menyatukan bibir mereka,rio mengecap bibir istrinya lembut yang dibalas pula oleh Eva hingga akhirnya ciuman mereka terlepas.


"Ya sudah ayo turun semua orang sudah menunggu"ajak eva seraya membawa jas dan tas kerja suaminya.


Terlihat aulia dan adrian sudah duduk manis disana, Jangan lupakan bocah 5 bulan yang terlihat begitu menggemaskan karena tubuhnya yang gemuk dan pipinya yang chubby.


"Selamat pagi"sapa rio.


"Pagi"


"Baby Alya,sini sama tante sayang"ucap Eva memindahkan Alya ke pangkuannya.


"Sayang, kapan mamah dan papah kembali?"Tanya aulia.


"Mungkin Minggu depan sayang"jawab adrian memakan roti yang sudah diolesi selai oleh istrinya.


Sarah dan Ridwan saat ini sedang pergi ke Paris Melihat anak perusahaan yang sebelumnya di urus oleh rio. Pasalnya telah terjadi sedikit masalah disana sehingga menyuruh ridwan yang harus turun tangan.


"Baiklah sayang,aku berangkat dulu ya"ucap Adrian memberikan tangannya yang disambut cium oleh aulia.


Adrian mencium kening aulia dan pipi alya bergantian.


"Sayang papah berangkat dulu ya, baik baik di rumah jangan nangis mulu ya"Ucap adrian sesekali mencubit pipi chubby alya.

__ADS_1


"Karena Han cuti kita harus membawa mobil sendiri"ucap rio masuk ke dalam mobilnya.


"Ya sudahlah biarkan di cuti setelah hampir 20 tahun terus bekerja"balas Adrian masuk ke dalam mobil Mercedes Benz miliknya.


Rio dan adrian bekerja dikantor yang berbeda karena itu mereka berangkat menggunakan mobil masing-masing.


Tin


suara klakson berbunyi menandakan mereka Pamit untuk mencari nafkah istri dan anaknya.


"Va,tadi udah aku buatin susu tuh diminum gih"Tutur aulia menunjuk susu yang ada di meja ruang tamu.


"Eh beneran, terima kasih adik ipar"ucap Eva dengan senyumannya kemudian meneguk susu hamil yang dibuat aulia.


"Alya sama tante dulu ya, mamah mau ke atas sebentar"ucap aulia pada alya yang sedang duduk sambil mengemuti jarinya.


"Udah sana pasti kamu belum mandi kan sehabis ena ena sama adrian" Eva menyebut brand membuat dirinya malu karena ada beberapa pelayan disana.


"Ya gak usah di sebut merek juga bu"desis aulia geleng-geleng kemudian naik untuk membersihkan diri setelah melayani suaminya subuh tadi.


Aulia pergi ke kamarnya, handuk bekas adrian tergeletak di ranjang membuat aulia terkadang emosi pada suaminya yang tidak bisa rapih meski berkali kali sudah ia ajarkan.


Setalah merapihkan tempat tidur, aulia bergegas mandi namun sebelum itu ia mengambil handuk dan baju ganti.


Sementara di tempat lain,Nisa dan han pergi ke kediaman orang tua nisa yang sudah lama tidak mereka datangi.


"Iya mah Alhamdulillah ya"saut papah nisa.


"Maaf sebelumnya mah,pah jika kami jarang menengok kalian. Itu semua karena tuntutan pekerjaan yang tidak bisa di tinggal"ucap han sopan pada kedua mertuanya.


"Iya nak tidak apa apa,papah ngerti"ujar papah nisa.


"Oh iya nisa, bagiamana keadaan aulia dan anaknya?"Tanya mamah nisa.


"Alhamdulillah baik mah,oh iya mah Eva juga sedang mengandung saat ini hanya beda beberapa bulan denganku"jawab nisa memberitahu.


"Alhamdulillah,nisa mamah pesan jangan makan sembarangan karena kamu sedang hamil. Mamah tau dari dulu kamu itu suka makan pedas tapi untuk sekarang jangan dulu ya nak demi kebaikan kehamilan kamu"Pinta mamah nisa khawatir.


"Iya mah, terimaksih infonya"balas nisa mengangguk.


"Permisi tuan dan nyonya, makanan nya sudah siap"seorang pelayan rumah nisa datang dan memberitahu.


"Baiklah bi, terimaksih ya"balas mamah nisa diangguki pelayan itu.


Tik...tik....tik..

__ADS_1


Jari jari panjang adrian tak henti bersentuhan dengan papah keyboard, menciptakan sebuah kalimat yang terpampang di layar komputer di depan matanya saat ini.


tok..tok..tok


"Masuk"


"Permisi pak,ada tamu yang ingin bertemu dengan anda"ucap sekretaris adrian.


"Siapa?"tanya adrian.


"Tuan aditya brawijaya dari Brawijaya group"jawab nya.


"Persilahkan dia masuk"ucap adrian sumringah dan bangun dari duduknya untuk menyambut rekan bisnis istimewanya itu.


"Selamat pagi"sapa seorang pria tampan dengan setelan jas navy yang dipadukan kemeja senada.


"pagi dan selamat datang tuan aditya"balas adrian menjabat tangan aditya.


"Bagaimana kabar anda?"tanya aditya ramah.


"Alhamdulillah baik, mari silahkan duduk"Adrian mempersilahkan tamunya untuk duduk.


"Saya harap kedatangan saya tidak menganggu anda tuan adrian"ucap aditya melihat beberapa berkas di meja adrian.


"Ah sama sekali tidak,oh iya bagiamana dengan putramu?"tanya adrian.


"Alhamdulillah dia baik dan tumbuh menjadi anak yang tampan"jawab aditya terkekeh.


"Alhamdulillah calon menantu saya tidak kalah tampan dari ayahnya"puji adrian membuat aditya semakin tertawa.


"Lalu bagaimana dengan anak anda?aku dengar anak kalian perempuan?"Tanya aditya.


"ya tuan itu benar,jadi apakah perjodohan ini masih dilanjutkan?"Tanya adrian melirik pria tampan disebelahnya.


"of course yes sir" jawab aditya mengangguk.


"Ketika anak anak kita besar nanti,saya akan mendatangi rumah anda dengan membawa dan mempertemukan Alvin dan Alya"ujar adrian.


"Tentu saja, baiklah karena buru buru saya harus pergi"ucap aditya bangun setelah melihat jam rolex miliknya.


"Baiklah tuan adrian, terimaksih atas kunjungannya ke kantor kami dan sampai jumpa"ucap adrian seraya menjabat tangan aditya.


Setelah kepergian aditya, adrian melanjutkan pekerjaannya yang sempat tertunda tadi.


INI KEDATANGAN ADITYA SEBELUM CERITA SEBELAH PERCEPAT KE 4 TAHUN YA,JADI DISINI POSISINYA ALVIN MASIH UMUR 5 TAHUN DAN ALYA 5 BULAN.

__ADS_1


BTW ADA YANG SUDAH BISA MEMBAYANGKAN UNTUK SEASON 2??🤣🤣


BERSAMBUNG......


__ADS_2