Menikahi Pria Cacat Demi Ayah

Menikahi Pria Cacat Demi Ayah
BAB 88


__ADS_3

Gadis berkemeja putih dan rok span hitam masuk dengan lenggak-lenggok nya yang anggun membawa berkas menghampiri Rio.


"Selamat sore pak,ini adalah surat yang harus anda tanda tangani sekarang"ucap eva mendorong pelan map merah pada rio.


Rio menatap wajah eva lekat,wajah yang ia rindukan, senyuman yang sudah lama tidak ia dapatkan dan panggilan sayang yang biasanya akan selalu berdesir indah ditelinga nya semua hilang entah kemana.


"Eva bisa kita bicara sebentar"ucap rio setelah memberi garis khusus di map yang dibawa eva.


"Silahkan pak"saut eva masih bertingkah formal sesungguhnya dia sangat malas harus berlama lama di depan pria bejat seperti rio tapi ia sadar jika harus bersikap profesional di kantor.


"Jangan bicara terlalu formal padaku va,aku merindukanmu sayang,apa kamu lupa hubungan kita yang indah itu?"tanya rio lirih.


"maaf pak saya tidak mengerti maksud bapak, hubungan? hubungan yang mana maksud bapak? sekretaris dan bos nya?"tanya eva masih bersikap formal.


"Eva aku sadar jika aku mencintaimu,aku tidak suka kamu berdekatan dengan pria lain apalagi sampai melempar senyum manis mu untuk mereka"ujar rio meraih tangan eva.


"Lepaskan!! Cinta??? hubungan?? cinta dan hubungan mana yang kau bicarakan ha?? aku tidak pernah mengenal apalagi menjalin hubungan dengan pria brengsek seperti mu"ucap eva sudah melupakan bahwa yang ia caci sekarang adalah bosnya.


"Eva aku tahu aku salah,aku mohon maafkan aku va"rio menjatuhkan lututnya dihadapan eva yang masih mendongak ke atas mencegah sesuatu yang ingin terjatuh dari matanya.


"Pak bangunlah,sekarang diantara kita tidak ada hubungan apapun selain bos dan sekretaris nya jadi saya mohon Jangan pernah mengungkit hal yang bisa membuat saya lepas kendali"desis eva penuh penekanan.


"Eva aku mohon"rio memegang pergelangan eva yang ingin pergi.


"Jangan berbuat hal yang akan menambah kebencian saya pada anda pak,lepaskan!!!"dengan kasar eva melepaskan tangan rio yang melingkar di pergelangan tangannya.


Eva keluar dari ruangan rio begitu saja sampai dia lupa jika berkas nya tertinggal,eva berlari menuju kamar mandi dia tidak ingin orang lain melihat air matanya terutama baim sahabatnya.


"hiks...hiks... sakit sekali, kenapa kau harus mempertemukan ku dengannya,aku benci... benci padanya"teriak eva memegangi dadanya yang terasa di hantam benda keras.


Setalah merasa lebih tenang,Eva kembali ke mejanya terlihat berkas yang ia butuhkan sudah ada di sana.


"Va???"panggil seseorang.


"kenapa?"tanya Eva pada Baim.


"pulang lah,lo mau ngendong disini?"desis baim.


"oh"eva hanya ber oh ria membulatkan mulutnya.


"dih dasar anak tikus"pekik baim.


"tikus cantik dong jadinya"canda Eva kemudian menggandeng tangan baim membawanya masuk ke dalam lift.


Rio segara mengejar eva dan Baim yang baru masuk ke dalam lift,Eva terkejut melihat rio yang ikut masuk sedangkan ada lift khusus untuknya disebrang lift ini.


"Selamat sore pak"sapa baim sopan.


"hmmm"dehem rio.

__ADS_1


"bee kita keluar yuk biarin pak rio duluan yang turun"ajak eva.


Deggg.....


"apa??bee??Eva memanggilnya bee sebegitu berartinya kah pria ini va?? telinga ku terasa ditusuk pisau mendengar panggilan itu" Batin rio.


"Apaan sih lo,gak enak kalo kita keluar udah sih biarin aja ribet banget lo"saut Baim.


"Dasar badak bercula"umpat eva sambil terkekeh tidak peduli pada rio yang meliriknya.


"Berisik ontel"balas Baim yang tidak enak pada rio.


"lo pikir gw sepeda dikatain ontel"eva cemberut mengerucutkan bibirnya.


Tanpa sadar rio tersenyum melihat wajah eva yang sering ditujukan padanya jika Sedang marah,dia rindu tingkah manja eva yang sekarang ia lihat untuk orang lain.


"Pak kami duluan, sampai besok"salam baim menunduk sopan.


Eva ikut menunduk kemudian keluar mengikuti baim dengan tangan yang masih bergelayut.


Hujan turun dengan deras membasahi tiap jengkal tanah yang mengeluarkan aroma khas, kilatan petir bersahutan dengan langit yang kian menggelap.


Eva dan Baim menggosok kedua bahu mereka dengan telapak tangannya karena sampai sekarang bus belum juga datang, dingin mulai menyerang pori pori keduanya,baim yang melihat itu lantas membuka jasnya dan memberikan pada eva.


"Va sorry ya"ucap baim sebelum akhirnya mendekap tubuh eva dengan pelukannya.


Mobil hitam yang begitu eva kenali berhenti di depan mereka, Eva semakin menyusupkan wajahnya di dada baim kala melihat siapa yang berhenti menghampiri mereka.


"terimakasih pak"ucap baim berniat untuk masuk namun eva menggeleng.


"Tidak perlu pak kami bisa pulang sendiri"ucap eva gemetar kedinginan.


"Eva kamu sudah kedinginan begini, biarkan saya antar pulang ya"ujar rio dan akhirnya menurut.


Rio mengemudikan mobilnya,baim duduk disamping rio sedangkan eva duduk sendiri di kursi belakang, berkali kali ia menggosok tangannya berusaha menghilangkan hawa dingin yang sedang ia rasakan.


"Va lo gak apa apa kan?"tanya baim.


"iya bee tenang aja gw gak apa apa"jawab Eva.


"Baim dimana rumah kamu?"tanya rio.


"itu pak sebelah kiri gerbang hitam,saya ngekost disitu"jawab baim menujuk gerbang hitam yang menutupi penampakan rumah.


"va gw duluan ya,apa perlu gw anter lo dulu?"tanya baim yang khawatir pada sahabatnya.


"gw gak apa apa bee,udah sana pulang jangan lupa minum yang anget biar gak masuk angin"pesan eva.


"oke va gw balik ya, sampai jumpa besok"ujar Baim ingin keluar namun dihentikan oleh rio.

__ADS_1


"Baim pakai payung ini biar kamu tidak sakit"rio memberikan payung yang ia gunakan tadi.


"terimaksih pak, sampai jumpa besok"ucap baim kemudian dia benar benar keluar.


Kini di dalam mobil itu hanya ada eva dan rio,Eva masih menunduk meniup telapak tangannya yang mulai putih, bibirnya membiru membuat rio khawatir.


"va kamu kedinginan"ucap rio.


"Saya tidak apa apa pak"jawab eve masih memejamkan matanya dan meniup telapak tangannya.


Rio mematikan AC mobil nya dan berpindah duduk disamping eva.


"Bapak kenapa kesini?gak jadi antar saya?"tanya eva melirik tajam rio.


"aku akan antar kamu tapi sekarang lebih baik kita cari makanan hangat ya"ucap rio.


"terus bapak ngapain duduk di sini? yang bawa mobil nanti siapa?"tanya eva.


"Aku, tapi kamu pindah dulu ke depan memang aku sopir kamu"jawab rio.


"ishhh perhitungan hanger sih"eva mencubit hidung rio gemas.


Perlakukan eva barusan membuat hati rio senang tapi tidak dengan eva dia tersadar dan merutuki kebodohannya sendiri Karena tingkah nya tadi.


"maaf pak"ujar eva.


"tidak apa,ini pakai jas aku buat payung"Rio memberikan jasnya pada eva.


"bapak ngusir saya?saya disuruh hujan hujanan?"tanya eva tidak mengerti maksud rio.


"Bukan begitu eva,kamu kan harus keluar dan duduk di kursi depan jadi harus pakai ini biar gak kehujanan,jadi pakai ini"jelas rio.


"tidak perlu keluar pak, lewat sini juga bisa"ucap eva kemudian berdiri menjepitkan badannya di antara 2 kursi depan dan ya dia berhasil duduk di depan tanpa harus keluar.


Rio melongo melihat tingkah eva sesaat kemudian dia berniat untuk melakukan hal yang sama tapi karena postur tubuh yang tinggi dan besar membuat tubuhnya tidak muat dan agak kesulitan.


"aduhh va tolong aku kejepit ini"jerit rio yang kepalanya menempel pada atap mobil,semua pemandangan itu tentu mengundang gelak tawa eva yang juga semakin membuat rio senang.


"Sini biar aku bantu"eva memegang tangan rio dan memegang pinggang rio kemudian menggeser nya hingga akhirnya berhasil.


"badan kamu terlalu besar sayang karena itu tidak muat"ucap eva tanpa sadar memanggil rio sayang.


"Hehehe iya sayang"balas rio.


"Maaf pak"ucap eva menutup mulutnya yang habis mengucapkan kata sayang.


Rio hanya mengangguk dan tersenyum kemudian melajukan mobilnya mencari makanan hangat yang bisa dinikmati di tengah hawa dingin begini.


RIO SAMA EVA NIH COCOK GAK SIH???🤔🤔

__ADS_1


BERSAMBUNG........


__ADS_2