
Adrian dan yang lain sudah bersiap untuk pergi ke acara yang ada di hotel Mercure bersama wanita bernama jovanka dan rekan kerja lainnya.
"Sayang aku berangkat dulu ya, takut pulang malam jadi gak usah tungguin aku kamu kalo mau tidur tidur aja ya dan jangan lupa untuk minum susunya"ujar adrian posesif pada istrinya.
"Beres sayang tapi ingat juga kalo bisa jangan pulang terlalu malam besok acaranya mulai pagi loh"saut aulia mengingatkan.
"Iya sayang,ya udah aku berangkat dulu ya"tutur adrian kemudian aulia mencium punggung tangan adrian yang dibalas kecupan di dahinya.
"Setelah adrian dan rio masuk ke dalam mobil,aulia dan eva masuk meninggalkan nisa dan han yang mungkin ingin bicara.
"Aku berangkat dulu ya,kalo aku pulang malam kamu boleh langsung ke apartemen. tidak enak jika harus menginap disini ya"ujar han.
"Yes hubby"jawab nisa kemudian menyalami tangan suaminya.
"aku pergi dulu, assalamualaikum"salam han.
"waalaikumsalam"jawab nisa.
Setelah kepergian mobil yang dikendarai han,nisa masuk menyusul aulia dan eva yang telah masuk duluan.
"Langsung pilih baju aja yuk biar aku gak pulang malam, kasihan paman di rumah sendiri"ujar eva.
"ahh iya,va bagaimana keadaan ayah?aku sangat merindukannya"tanya aulia.
"paman baik baik saja dan besok dia akan datang bersamaku kesini"saut eva.
"Iya udah ayo aku juga gak bisa malam malam dan harus cepat balik ke apartemen"ajak nisa.
Tidak ingin mengulur waktu, aulia dan kedua wanita itu langsung menuju kamar adrian dan aulia.
"Loh itu baju udah di siapin"ujar eva menunjuk beberapa gantung baju di atas kasur.
"iya tadi aku sama aulia pilih yang terbaik dan menurut kami ini yang terbaik, tapi kami juga mau tanya padamu"tutur nisa.
"oh gitu oke deh semakin cepat pekerjaan kita"eva mengambil masing masing 2 baju yang ia pegang di tangan kanan dan kiri untuk mencari yang terbaik.
"ini bagus li"ucap eva memberikan gamis putih dengan manik manik di bagian atas dan bawah baju.
"Nah kan tadi juga aku pilih yang ini"ucap nisa cepat.
"hmm iya deh iya yang ini"aulia mengambilnya kemudian menggantungnya di lemari baju terpisah dengan pakaian yang lain.
"Jadi kalian mau langsung pulang?"tanya aulia.
"ya emang kita mau ngapain lagi? gibah?"tanya eva.
"Va pikiranmu itu hanya gibah, lagian apa sih yang mau kamu gibahin?"tanya aulia heran dengan sepupunya ini.
"Gak ada sih cuma pasti kalo udah mulai ngobrol bakal nyamber kemana aja dan berujung gibah pastinya"jawab eva.
"Ya udah kita cerita asal asalan aja deh nanti juga ketemu topik pembicaraan"ucap nisa ikut duduk bersama eva dan aulia di lantai yang di alasi karpet berbulu.
__ADS_1
Sementara adrian,han dan rio sudah sampai di hotel.Mereka bergegas masuk menuju ruang pertemuan di adakan.
"Silahkan tuan"han membukakan pintu untuk kedua bosnya.
Han melempar kunci mobil pada salah satu penjaga hotel yang biasa memarkirkan mobil tamu.
"lantai berapa han?"tanya rio.
"3 tuan"jawab han.
Adrian menekan angka 3 namun belum sempat pintu lift tertutup seorang wanita menyerobot masuk dan berdiri di samping adrian,adrian dan kedua pria itu tidak melirik sama sekali wanita yang ada di sebelah mereka.
Ting....
Mereka sampai di lantai 3 sedangkan wanita tadi melanjutkan perjalanan entah ke lantai berapa.
"Huh syukurlah"gumam si wanita setelah pintu lift tertutup kembali.
Bela meriah ponselnya kemudian menghubungi jovanka, rasanya dia kesal sekali pada wanita itu.
"Kenapa kau tidak mengatakan jika akan bertemu adrian dan rio disini?aku hampir saja ketahuan oleh mereka"
"tenanglah lagipula mereka tidak melihat bukan?jadi jangan khawatir"
Jovanka mematikan sambungan telepon sepihak sebelum bela kembali berucap,bela hanya bisa menghembuskan nafas kasar.
"Jika saja tadi mereka melihatku,aku pasti akan tiada"gumam bela membentuk pisau dengan tangannya kemudian mengarahkannya ke leher.
"Selamat malam tuan adrian, silahkan duduk"seorang mempersilahkan adrian dan rio untuk duduk sedangkan han berdiri di belakang Kursi adrian.
"Selamat malam"suara itu membuat yang ada di meja mewah berbentuk bundar itu menoleh.
"Malam nona jovanka, silahkan duduk"jovanka duduk tepat di sebelah adrian setelah seseorang mempersilahkannya duduk.
"Baiklah karena semua sudah berkumpul, langsung saja kita mulai pertemuan ini"ucap salah satu pemegang saham di kantor adrian.
"tuan adrian yang terhormat, sebelumnya kami mohon maaf jika membuat anda terganggu karena pertemuan dadakan ini namun kami juga tidak ingin menggangu liburan anda tempo hari.Kami mengadakan pertemuan ini untuk membicarakan soal pembangunan pabrik di Surabaya yang akan di mulai Minggu depan, dimohon anda untuk menyempatkan waktu datang ke sana bersama nona jovanka dan tuan rio selaku pimpinan kantor cabang dierja"jelas pria bernama Hardi.
"Kenapa dadakan sekali?setau ku proyek itu untuk tahun depan?"tanya adrian.
"Anda bisa langsung tanyakan kepada nona jovanka"ujarnya mempersilahkan jovanka.
"Tuan adrian sebelumnya saya mohon maaf jika rencana yang sudah kita susun berubah dan sudah pasti membuat anda terkejut tapi ada alasan mengapa saya mempercepat proses pembangunan pabrik yang kita jalin dalam kerja sama dulu yaitu saya ingin mengenang 10 tahun Kematian ibu saya di hargai dengan pembangunan pabrik untuknya"jelas jovanka dengan lembut dan penuh tutur kata sopan tidak seperti biasanya.
"Kenapa anda tidak katakan sejak awal?"tanya adrian.
"Saya minta maaf tuan tapi bukankah tertulis dengan jelas bahwa saya bisa mengganti kapan saja pembangunannya?"tanya jovanka.
"dasar bodoh" umpat adrian pada dirinya sendiri karena telah menulis perjanjian yang merugikan nya sekarang dibatalkan pun tidak bisa.
"Ya,tapi bukankah disana juga tertulis dengan jelas bahwa ketika anda ingin mengubah jadwal pembangunan Anda harus memberitahu dan mengadakan rapat pemegang saham sebulan sebelum rencana?"ujar adrian.
__ADS_1
"Saya salah tentang itu, tapi saya mohon atas nama kekeluargaan agar mempercepat pembangunan pabrik itu.Saya hanya ingin membuat mendiang ibu saya bahagia"ujar jovanka memohon penuh hormat.
"Lalu bagaimana dengan pendapat yang lain?"adrian beralih bertanya pada rekan yang hadir di pertemuan sekarang.
"Kami setuju dengan nona jovanka tapi semua kembali kepada anda tuan"saut seseorang mewakili yang lainnya.
"Bagiamana menurut anda pak Rio?"tanya adrian pada rio selaku objek yang turut andil dalam pembangunan pabrik ini.
"Saya terserah pada anda selalu CEO Sekaligus owner drjgroup.
Adrian membuang nafasnya kasar, tak mau membuang waktu ia langsung mengambil keputusan untuk mulai pembangunan Minggu depan.
"Karena semua pihak setuju,saya juga akan menyetujui percepatan pembangunan pabrik ini"ujar adrian.
"Terimaksih banyak atas pengertian dan keputusannya"ucap jovanka menunduk hormat.
"Jika sudah tidak ada yang dibahas, mungkin cukup sampai disini pertemuan kita"Adrian bangun dari duduknya diikuti yang lain termasuk jovanka sendiri.
"Permisi"Adrian dan rio pergi meninggalkan meja mewah berbentuk bundar diikuti han.
Jovanka memandang punggung adrian yang perlahan menghilang hingga kejamnya waktu ehh...kok nyanyi 🤣.
Jovanka meraih ponselnya menghubungi bela kemudian pergi meninggalkan meja setelah pamit dengan rekan yang lain.
Tak....tak...tak...
suara high heels milik jovanka terdengar di lorong hotel yang menjadi jalan menuju kamar rekan kejahatannya itu.
Tok..tok..
"Masuklah"
Jovanka masuk ke dalam kamar bela,dilihat bela sedang menghisap rokok dengan sebotol berlabel the Winston cocktail.
"Apa yang kau lakukan?"tanya jovanka duduk di sebelah wanita yang mengeluarkan asap rokok itu.
"Menikmati hidup"jawab bela.
"oh jadi kenikmatan di otakmu hanya sebatas asap rokok dan bau menjijikan ini?"tanya jovanka meremehkan.
"dasar kampungan"cibir bela.
"APA KATAMU HA??!!"
"Kau sebut ini menjijikan? minuman yang Sangat dikenal di dunia peralkoholan hanya wanita kampung dan kelas bawah seperti mu yang tidak tahu jenis minuman ini"saut bela santai karena akal dan pikirannya sudah dikuasi alkohol.
"Bicara pada orang gila jauh lebih baik daripada bicara pada orang mabok.Sial"Decih jovanka.
Oke aku sempatkan untuk up karena ujian aku akan di lanjut besok, ujian untuk 3 hari ini Alhamdulillah lancar doakan semoga nilai ku bagus dan untuk ujian besok di beri kelancaran🙏😊
BERSAMBUNG.......
__ADS_1