Menikahi Pria Cacat Demi Ayah

Menikahi Pria Cacat Demi Ayah
BAB 13


__ADS_3

"mas bikin kaget aja,aku kesini mau bantu kamu bersiap ke kantor. Ayo"ajak Aulia tapi dicegah Adrian


"sebentar saja kau lihat sunrise dari sini begitu indah"ucap Adrian menujuk ke arah langit yang terlihat mulai terang.


Setelah menikmati sunrise bersama Aulia dan Adrian segera turun ke meja makan


"mah,pah hari ini Aulia sudah mulai bekerja di rumah sakit....kalian mengizikanku kan?"tanya Aulia ragu


"iya sayang asal itu tidak membuatmu lelah dan lupa akan tugasmu sebagai seorang istri kami akan mengizinkannya"ucap Sarah mewakili ridwan


"iya mah terimaksih"jawab Aulia


saat Meraka sedang menikmati sarapan tiba tiba Rio dan bela datang


"selamat pagi semuanya"sapa Rio


"pagi"jawab Ridwan seperti biasa hanya dia yang menjawab


"mah,pah hari ini kami mau mempersiapkan pertunangan kami yang tinggal 2 Minggu"ucap bela


"pergilah"jawab Sarah ketus


"baiklah mah,pah,adik dan adik iparku kami pergi dulu, semoga hari ini menyenangkan"ucap Rio mengejek Adrian kemudian pergi


Adrian dan Aulia sudah berangkat menuju rumah sakit tempat Aulia bekerja


"mas seharusnya kau tidak usah mengantarku, bagaimana jika nanti kau telat?"tanya Aulia pada Adrian karena hari ini dia mengantar Aulia kerumah sakit


"tidak apa apa sayang"jawab adrian membuat Vina tertegun


"mas kamu panggil aku apa?"tanya Aulia lagi


"sayangku istriku wanitaku"ucap Adrian menyebut Aulia sayang


Han yang sedang menyetir sedikit merasa tidak enak harus melihat keromantisan bosnya itu


"astaga si bos bikin yang jomblo iri aja" Ucap Han dalam hati


"Mengapa kau memperhatikan kami seperti itu?"tegur Adrian pada Han yang memperhatikan mereka lewati kaca tengah


"ahh tidak tuan"jawab Han


"fokus menyetir"ucap Adrian


Aulia sudah sampai di rumah sakit dan melihat Nisa sudah menunggunya di depan pintu masuk


"mas aku berangkat dulu ya"ucap Aulia kemudian mencium tangan Adrian


"hati hati sayang"jawab Adrian kemudian mencium kening Aulia


Aulia tersenyum karena perlakuan Adrian pada dirinya


"assalamualaikum"pamit Aulia kemudian keluar


Aulia berjalan menuju Nisa sambil tersenyum dan memegangi kening bekas ciuman Adrian


"dasar pengantin baru"ejek Nisa


"hahaha, makanya nikah Sono biar tau rasanya"ucap Aulia


"mentang mentang udah nikah"ucap Nisa


"siapa yang sudah menikah?"tanya seseorang tiba tiba


"ah pak Rizky,itu pak say...."ucapan Aulia belum selesai tapi sudah dipotong oleh suster yang memanggil mereka


"pak Rizky anda dipanggil dokter Aryo"ucap suster itu pada Rizky


"baiklah"jawab Rizky


"...ayo masuk"ajak Rizky pada Aulia dan Nisa


Setelah keluar dari ruang dokter Aryo, Nisa dan Aulia mulai melakukan tugasnya dibantu oleh Rizky


"Baiklah Aulia, Nisa hari ini saya akan mengajarkan kalian bagaimana menangani pasien lumpuh"ucap Rizky


Aulia Sangat memperhatikan bagaimana cara pengobatan yang dijelaskan Rizky


"jadi kalian bisa melakukan pijatan yang rutin pada kaki sipenderita kemudian terapi okupasi"jelas Rizky


"...jadi kalian mengerti kan?"tanya Rizky pada Aulia dan Nisa

__ADS_1


"iya pak kami mengerti"jawab keduanya


"dokter Aryo akan mengajarkan pijatan rutin kepada kalian"ucap Rizky menujuk pada dokter Aryo


Aulia dan Nisa belajar pijatan rutin itu selama 1 hari penuh sampai akhirnya jam menunjukkan pukul 17:00


"Baiklah kita akan lanjut besok sekarang kalian boleh pulang"ucap dokter Aryo


"tapi dok pak Rizky bilang kami akan bekerja dari pagi sampai malam dan sekarang baru jam 5 sore"ucap Nisa bingung


"memang awalnya seperti itu tapi atas permintaan pemilik rumah sakit jadi kami harus mengubah jam operasional rumah sakit ini hanya untuk kalian"jelas dokter Aryo


"hanya untuk kami?memang siapa pemilik rumah sakit ini?"tanya Aulia


"tuan Adrian dierja putra bungsu keluarga dierja"jawab dokter Aryo membuat aulia dan Nisa sama sama terkejut


"Tapi dok...kam"ucapan Aulia dipotong Nisa


"baiklah dok kalo gitu kami pulang dulu, Sampai bertemu besok"Potong Nisa kemudian mengajak Aulia pulang


Nisa mengantar Aulia pulang kerumahnya


"wah gila li,cuma demi istrinya dia berani merubah jam operasional rumah sakit"ucap Nisa sambil mengemudi mobil


"aku juga gak nyangka bahkan aku gatau kalo rumah sakit itu punya mas Adrian"jawab Aulia


"alah udahlah malah enak kita jadi gausah lembur"ucap Nisa dan Aulia hanya membuang nafas nya


Aulia sudah sampai dirumah dan segera berpamitan dengan Nisa


"nis maksih ya,sampai jumpa besok"ucap Aulia


"oke li,aku baik ya"ucap Nisa kemudian menancapkan gasnya


Aulia masuk dan melihat ibu mertua nya sedang duduk di ruang tamu


"assalamualaikum mah"salam Aulia pada sarah


"waalaikumsalam sayang,kamu sudah pulang"tanya Sarah


"sudah mah"jawab Aulia Kemudian mencium tangan Sarah


"iya sayang"jawab Sarah


Aulia segera mandi dan memakai pakaian santainya kemudian pergi ke dapur untuk memasak makan malam


"Hari ini aku masak apa ya?"tanya Aulia pada diri sendiri


"bagimana jika kau masak udang?"Saran seseorang tiba tiba


"untuk apa aku mengikuti saranmu"ucap Aulia datar


"sudah masak saja adik ipar,semua orang begitu menyukainya"ucap orang itu adalah bela


Aulia akhirnya memasak udang sesuai kata bela dan bela yang melihat itu tersenyum miring


"selamat mencoba Adrian"gumam bela


Setelah selesai masak, Aulia menyambut kepulangan Adrian,Ridwan dan juga Rio


"hari ini aku akan membuat ledakan sayang"ucap bela pada rio


"maksudnya?"tanya Rio tidak mengerti


"kau akan lihat nanti"jawab bela


Seperti biasa Aulia langsung mengajak Adrian untuk ke kamar dan membantunya berpakaian


"mas kenapa kau melakukan itu?"tanya Aulia


"melakukan apa?"tanya Adrian pura-pura tidak tahu


"mas kenapa kau merubah jam operasional rumah sakit?"tanya Aulia


"itu karena aku tidak mau kau sakit sayang"jawab adrian


"tapi mas...."ucapan Aulia menggantung


"sudahlah sayang aku hanya ingin yang terbaik untukmu"potong Adrian


Aulia tersenyum kepada Adrian kemudian memeluknya

__ADS_1


"terimakasih mas"ucap Aulia


"aku tidak mau itu sebagai ucapan terimakasih"ucap Adrian membuat Aulia bingung


"lalu mas mau apa?"tanya Aulia


Adrian mendekati wajahnya dan menunjuk pipinya


"hahaha dasar kau ini mas"tawa Aulia melihat tingkah suaminya


Cup


Aulia mencium pipi kanan Adrian


Cup


Aulia mencium pipi kiri Adrian


Cup


Aulia mencium kening Adrian


Cup


Aulia mencium hidung Adrian


Cup


Aulia mencium bibir adrian


"sudahkan mas? sekarang ayo turun"ajak Aulia


"hahah baikalah istri genitku"tawa adrian mengubah panggilannya


"siapa yang genit,kamu tuh yang genit'elak Aulia


"aku?lalu apa tadi?aku hanya menunjuk pipiku kan? lalu mengapa kau mencium semua wajahku?"goda Adrian


"mas....udah ah"ucap Aulia malu karena adrian


"Hahahahah iya iya sayang ayo turun"ajak Adrian


Semua orang sudah berada dimeja makan dan betapa terkejutnya mereka melihat Aulia memasak udang


"nak kau memasak udang?"tanya Ridwan membuat adrian terkejut


"iya pah,bukankah kalian menyukainya?"tanya Aulia


Ridwan menatap Adrian dan Adrian mengangguk


"iya nak kami menyukainya dan sudah lama kami tidak makan ini, terimaksih ya"jawab Ridwan


"aku ambilin ya mas"ucap Aulia kemudian mulai menyendokan nasi kedalam piring adrian


Semua orang ragu untuk menyuap makanan ke dalam mulut mereka kecuali bela dan Rio yang biasa saja.


"Habisin ya mas"ucap Aulia sambil tersenyum pada Adrian


"iya sayang"jawab adrian


suapan pertama masuk kedalam mulut Adrian membuat semua orang menatapnya takut


"aku tidak bisa menyalahkannya,dia tidak tahu sama sekali kalo aku alergi dengan udang dan jika aku tidak memakan ini pasti dia akan sedih,ya Allah semoga aku bisa" Ucap Adrian salam hati


Adrian mulai mengunyah dan menelan makanannya dan...


Uhukkk.....uhuk.....uhukk...


Adrian batuk dan merasa seluruh tubuhnya gatal


"mas kamu kenapa?"tanya Aulia khawatir


bersambung.........


Haii gimana ceritanya kurang bagus?maaf ya mohon untuk dimaklumi ya🙏😊


tapi aku mohon kasih like dan komen kekurangan novel ini agar lain kali aku bisa membuat novel yang lebih baik lagi 🤗😂


terima kasih 😊🙏


happy reading all ❤️😍🌺

__ADS_1


__ADS_2