
Adrian,han dan rio sudah sampai di Jakarta.Ketiganya langsung tancap gas menuju rumah besar dierja dengan perasaan semangat dan gembira.
“Ahhh lelah sekali”desis adrian melempar jasnya kebelakang dan membanting tubuh ke kursi.
“Hei sembarangan sekali kau,ada aku”umpat rio yang terkena lemparan jas nya.
“Kau berisik sekali, telingaku mau pecah”balas adrian.
Han segara melajukan mobil Mercedes Benz C-Class hitam milik adrian, menggunakan kecepatan sedang memecah keramaian ibu kota tak jarang han juga membunyikan klakson mobil ketika jalanan sesekali macet.
1 jam perjalanan macet mereka lalui akhirnya ketiganya sampai di perumahan dimana rumah besar dierja berada.
Tinnn
Satu klakson dari han ketika seorang satpam membukakan portal jalan untuk mobilnya tak lupa ia membuka kaca mobil dan memberi sapaan pada satpamnya.
“Siang pak han,pak adrian”sapa satpam joko.
"Siang pak Joko"balas han.
Sesampainya di pekarangan dierja,adrian segera berlari menghampiri istrinya yang sudah pasti sedang menunggunya saat ini.
"Assalamualaikum,sayang???"teriak adrian ketika masuk hanya ada sarah dan ridwan yang duduk di ruang tamu.
"Kalian sudah pulang"ucap Sarah dingin.
"iya mah,mah dimana istriku?"tanya Adrian sumringah.
"Jangan bertanya soalnya,kau keterlaluan rian"desis ridwan mengepalkan tangannya.
"Apa maksud papah?"tanya adrian tidak mengerti.
"Pah,mah"ucap rio menyalami tangan orang tuanya bergantian.
"Dimana istriku pah?"tanya adrian lagi.
Plakkk
Satu tamparan mendarat sempurna di pipi kiri adrian membuatnya menengok karena tamparan yang begitu keras. Rio dan han hampir kehilangan matanya karena terkejut melihat ridwan tiba tiba menampar pipi adrian.
"Papah?papah kenapa?"tanya rio.
"Diam kau anak kurang ajar,kalian sama saja"ucap ridwan dengan hardikan menjadikan wajah rio sebagai objek yang ia tunjuk.
"papah ini kenapa?ada apa pah?kami sama sekali tidak mengerti"ujar adrian masih dengan memegangi pipinya.
"Adrian,kamu tega sekali. Istri kamu itu sedang mengandung dan kamu disana enak enakan sama perempuan lain"Ucap sarah dengan emosi yang menggebu-gebu.
"Perempuan? perempuan siapa mah?apa ini aku tidak mengerti"ucap Adrian semakin di buat blingsatan.
__ADS_1
"CUKUP!!!"bentak ridwan.
"papah dimana istriku?"tanya Adrian lagi meski berkali kali ia tidak mendapatkan jawabannya.
Tidak mendapatkan jawaban adrian berniat untuk ke kamarnya namun terhenti ketika melihat aulia turun bersama nisa. Betapa terkejutnya Adrian melihat kondisi istrinya,mata sembab, hidung merah dan juga wajah yang sangat berantakan.
"Sayang??"panggil adrian mendekati aulia.
"Jangan mendekat mas,menjauh dariku"ucap aulia menunjukan jari telunjuknya kepada adrian.
"Sayang ada apa ini?kenapa kamu menangis?"tanya adrian melihat aulia menitihkan air matanya bahkan isakannya terdengar menandakan aulia sudah menangis sejak lama.
"Jangan pedulikan aku, menyingkirlah mas aku mau pergi"pinta aulia tanpa menatap mata suaminya.
"Sayang aku mohon jelaskan ada apa?"suara adrian terdengar lirih sambil menundukkan kepalanya. Dada aulia terasa sesak melihat suaminya memohon tapi perbuatan adrian sungguh tidak pantas mendapatkan maaf.
"Maaf mas"ucap aulia kemudian melangkah menjauhi Adrian dengan di bantu nisa.
"Sayang ada apa ini?"tanya Han berbisik kepada nisa yang berdiri di sampingnya.
Nisa membalas pertanyaan han dengan tatapan membunuh membuat han mati seketika dan mengalihkan pandangannya.
"Nak sudah jangan menangis"ucap Sarah mengelus rambut panjang menantunya.
"Hiks...hiks...sakit mah"ringis aulia memukul dadanya.
"Sayang aku mohon jelaskan ada apa? jangan seperti ini"pinta adrian memohon bahkan matanya sudah berkaca-kaca.
"mah, pah ada apa ini? kenapa kalian semua memaki kami?"tanya rio yang semakin bingung dengan keadaan saat ini.
"Kau juga sama, bukannya memberitahu kakakmu yang baik tapi justru ikut nyeleneh dengan wanita gila itu disana. Beruntung Eva belum menikah denganmu"Cibir sarah melirik sinis putranya.
"mamah apa maksud mamah?"tanya rio.
Prakkk
Ridwan melempat beberapa lembar foto ke wajah adrian dan rio membuat keduanya memejamkan mata karena terkejut.
Adrian dan rio mengambil masing masing selembar foto di dekat kaki nya. Mata mereka serempak membulat dan menutup mulutnya menggunakan telapak tangan melihat foto di tangannya.
"Pah, ini...,"adrian menunjukan foto kepada ridwan namun justru ridwan acuh.
"Kenapa?kau terkejut?ya kami sama terkejutnya denganmu. Kalian keterlaluan, terutama kamu rian bisa bisanya kamu nyeleneh dengan rekan kerja kamu disaat kamu sudah memiliki istri apalagi istrimu sedang mengandung"Ucap sarah melotot seraya tersenyum meremehkan.
"Sayang aku bisa jelaskan"ucap adrian dengan cepat berlutut di depan aulia sambil menggenggam tangan nya.
"Lepas mas,tidak ada yang perlu di jelaskan karena semua sudah jelas"Ucap aulia lemah. Semalaman dirinya sudah menangis meratapi nasibnya yang buruk bagaimana tidak suaminya terbukti selingkuh dengan rekan kerjanya yang tak lain adalah jovanka.
"Tidak sayang dengarkan dulu,aku bahkan tidak ingat kapan foto itu diambil"Ujar adrian semakin erat menggenggam tangan Aulia dan menjatuhkan kepalanya di pangkuan aulia.
__ADS_1
"Lepas mas,aku akan tinggal di rumah ayah untuk sementara waktu. Aku akan memikirkan dengan matang untuk pernikahan kita kedepannya,jika memang kamu mencintai nya aku ikhlas dan kamu jangan khawatir kamu tetap boleh menemui putri mu"Ucap aulia bagai seribu tusukan pisau yang menyerang dadanya.
"Sayang apa yang kamu katakan"ucap adrian berat menengadahkan kepalanya melihat wajah cantik aulia yang sembab.
"pah,apa eva juga tau tentang ini?"kini rio yang beratnya dengan hati hati.
"Kau tidak akan bisa menikahinya karena aku yakin dia tidak akan memaafkan mu"ucap Ridwan.
Dengan segara rio berlari keluar rumah, mengendarai mobilnya menuju rumah ayah aulia untuk menemui Eva.
"Sayang lihat aku"pinta adrian memegang dagu Aulia.
"Jangan sentuh aku mas"tepis aulia.
"Han,kau ada disana kenapa kau tidak mencegah keduanya berlaku tidak benar?"tanya Ridwan.
"maaf tuan tapi sungguh saya tidak tahu kapan kejadian itu terjadi dan lagi seingat saya selama disana setalah bekerja kami langsung istirahat dikamar jadi tidak mungkin jika itu bukan siasat seseorang"ucap han yang sejak tadi berpikir bagaimana menangkap tikus dapur itu.
"Jika ini siasat,kenapa hanya adrian dan rio?kenapa kau tidak?"tanya Ridwan menyidik.
"Saya belum mendapatkan motif nya tuan, tapi secepatnya pasti akan saya temukan kebenarannya"yakin Han.
"Sayang ini semua pasti rencana perempuan itu,aku mohon percayalah padaku"ucap Adrian memohon kini mata yang sejak tadi berkaca kaca mulai mengeluarkan air matanya.
"Mas jangan seperti ini. Berikan aku waktu, berikan aku kesempatan untuk berpikir apakah pantas aku percaya padamu"ucap aulia mengangkat kepala adrian kemudian kembali ke kamarnya untuk mengambil barang miliknya.
"mah..."panggil adrian lirih meminta bantuan pada sang mamah.
"Mamah gak bisa bantu,jika memang kamu benar maka buktikan dan dapatkan kembali kepercayaan istrimu"ucap sarah mengerti tatapan putranya.
Sementara di rumah ayah aulia, Rio berusaha menjelaskan kebenarannya kepada eva namun eva sama sekali tidak percaya bahkan dengan mudahnya mengatakan putus kepada rio.
"Aku tahu dia cantik dan mungkin kau masih mencintai nya,jadi sudah ku putuskan hubungan kita sampai disini saja"ucap eva tegar menahan semua tangis dan isakan nya di depan rio.
"Tidak va,aku bisa jelaskan dan aku tidak mau kita putus. Sebentar lagi kita menikah va aku mohon percayalah"pinta rio susah payah menggapai tangan Eva dan menggenggam nya.
"Maaf tidak bisa, pulanglah mulai hari ini pintu rumah ini tertutup untukmu jika tujuanmu untuk menemui atau memperbaiki hubungan yang sudah patah ini"tutur eva melipat tangan didada tanpa menatap mata rio. Rasanya sungguh tidak sanggup.
"Tidak eva. Sampai kapanpun aku tidak akan menyerah untuk membuktikan bahwa itu semua tidak benar dan aku akan kembali mendapatkan cintamu"ucap rio dengan semangat yang menggelora di dalam tubuhnya.
"Cintaku tidak pernah hilang, hanya saja aku butuh keyakinan dalam berhubungan, kepercayaan satu sama lain dengan pasangan. Cinta bukan dasar kebahagiaan dalam pernikahan karena cinta bisa hilang kapan saja dan aku tidak mau ketika sudah menikah kau meninggalkanku demi perempuan lain seperti yang saat ini kamu lakukan"Ucap Eva kemudian masuk dan menutup pintunya rapat meninggalkan rio yang mematung mendengar perkataannya.
"Tidak Eva, aku akan mendapatkan kepercayaan dan keyakinan mu kembali untuk membangun rumah tangga"yakin rio kemudian dengan berat meninggalkan teras rumah Ayah Aulia.
BOCORAN SEDIKIT GES,INI KONFLIK TERAKHIR SEBELUM TAMAT. iya tamat, insyaallah novel ini akan tamat bersama dengan novel ku yang satunya jadi yang belom baca sok silahkan baca my boss my sweet husband Biar nyambung untuk season 2 nya😊😊
"sad ending atau happy ending Thor??"
"masih menjadi misteri ya ges"🤣🤣
__ADS_1
BERSAMBUNG.......