Menikahi Pria Cacat Demi Ayah

Menikahi Pria Cacat Demi Ayah
BAB 128


__ADS_3

Adrian mematung di tempat melihat istrinya yang sedang menggeret koper dibantu oleh Nisa, entah mengapa bibirnya terasa kaku untuk mencegah kepergian aulia ia bertekad akan membuktikannya pada Aulia bahwa dia tidak pernah berkhianat.


"Sayang mamah mohon tetap disini ya"ucap Sarah sedih melihat menantunya akan meninggalkan rumah.


"maaf mah tapi berikan aulia waktu untuk berpikir"saut aulia lirih seraya melepas pelukan ibu mertua nya.


"Semoga kamu mendapatkan yang terbaik nak,papah minta maaf"ucap ridwan tidak enak karena bagaimanapun aulia sudah tersakiti oleh putranya.


"Jangan minta maaf pah,semua ini pasti akan ada jalan keluarnya doakan aku semoga aku bisa memilih yang terbaik untuk pernikahan ini"ucap aulia.


Kini giliran Adrian,kakinya berat untuk mendekati suaminya tapi sungguh perasaannya ingin memeluk dan mencium adrian yang sudah sangat ia rindukan tapi bukan sekarang,berdoa saja semoga Adrian bisa membuktikan bahwa dirinya tidak bersalah.


"Mas aku akan memberi kamu waktu untuk membuktikan ketidakbenaran foto itu,aku akan berdoa semoga semua itu tidak benar"ucap aulia lirih.


"Sayang jangan pergi,aku mohon"pinta adrian memohon.


Aulia tersenyum kecut kemudian memeluk adrian. "Aku butuh waktu mas, jangan khawatir aku pasti akan menjaga anak kita"bisik aulia kemudian melepaskan pelukannya.


Tangis adrian tidak bisa ditahan,air matanya tumpah bersamaan dengan tubuh aulia yang berbalik membelakangi nya.


"Sayang??"panggil adrian lirih membuat langkah aulia berhenti sejenak dan menoleh ke belakang melihat wajah hancur suaminya.


"Aku yakin kamu bisa membuktikan itu mas,aku mohon berjuanglah demi kepercayaan ku. Aku mencintaimu"Batin aulia menunjukan senyum pada adrian.


"Sayang aku berjanji akan berjuang untuk mendapatkan kepercayaan mu kembali dan membawamu dengan penuh cinta ke dalam rumah ini lagi"Batin adrian yakin.


"Tuan,saya permisi mengantar nona aulia"ucap han menunduk kemudian pergi lebih dulu di susul nisa sedangkan aulia masih mematung di tempatnya.


"mah,pah aku pergi dulu. Assalamualaikum"pamit aulia kemudian melanjutkan langkahnya kembali ke luar rumah.


Tanpa menunggu adrian segara berlari dan memeluk tubuh istrinya dari belakang membuat aulia memejamkan matanya menikmati pelukan adrian namun air matanya tidak bisa di hentikan. "Sayang aku mohon"bisik adrian berat.


"Lepas mas,aku yakin kamu bisa"ucap aulia masih memejamkan matanya.


"Aku akan berjuang sayang,aku akan membawa pelaku yang telah membuat kita jadi seperti ini dan mendapatkan kepercayaan mu kembali"Ucap Adrian membuat seulas senyum terbit di bibir aulia.


Di lain tempat 2 wanita cantik tapi berhati iblis itu sedang menikmati pesta atas keberhasilan rencana mereka,ya meski belum berhasil setidaknya sudah 80%.


"Ahh sungguh aku sangat bahagia mendengarnya"ucap bela setelah menenggak minuman di dalam gelasnya.

__ADS_1


"Aku yakin aulia akan langsung meminta cerai dari adrian dan eva sudah pasti mengakhiri hubungan nya dengan rio"ujar jovanka yang sedang menghisap rokok mentol itu.


"Hahha aku tidak menyangka rencana dadakan kita bisa berhasil"tawa iblis bela.


"Tentu saja karena kita berdua sama sama pandai,upss mungkin aku ralat. Hanya aku yang pandai"ucap jovanka membuat tawa bela memenuhi kamar hotel yang sudah sangat bau minuman itu.


FLASHBACK ON


"Kau sudah membawa apa yang aku pinta?"tanya jovanka pada anak buahnya.


"Sudah nona,ini"orang itu memberikan sebuah cairan dalam botol kecil kepada jovanka yang merupakan cairan bius.


Namun berbeda bius ini menyerang melalui kulit bukan pernafasan,siapa saja yang terkena cairan jenis ini akan kehilangan kesadarannya selama kurang lebih 7 jam.


"Kau bekerja dengan bagus,ini ambilah sebagai insentif untukmu"jovanka melempar amplop cokelat berisi uang kurang lebih 20jt.


"Terimakasih Banyak nona,senang berbisnis dengan anda"ucap orang itu kemudian pergi.


Setalah mendapatkan apa yang ia minta, jovanka bergegas menemui bela di kamarnya yang sedang melakukan rencana nya juga.


"Bel?"panggil jovanka.


"oh hai?ada apa?kau mendapatkan nya?"tanya bela.


"Jadi bagaimana kau akan membuatnya pingsan tanpa ia meminum sesuatu?"tanya bela bingung.


"Hari ini kontrak kerja perusahaan ku dengannya telah berakhir,aku akan memberikan cairan ini di map yang akan ditandai tangani oleh Adrian sehingga ketika ia menyentuhnya dalam hitungan menit ia akan jatuh pingsan"jawab jovanka menjelaskan.


"Tunggu,jadi maksudmu adalah mengoleskannya kepada lembar laporan?tapi tulisannya bisa luntur"ucap bela.


"heuh aku tidak bodoh, cairan ini tidak membuat warna baju maupun kertas luntur karena kandungan khusunya tapi jika pemakaian nya berlebihan bisa menyebabkan kematian"jelas jovanka lagi.


"Oh aku akui kau sangat hebat"ujar bela memuji.


"lalu bagaimana dengan rencana mu?"tanya jovanka.


"Obat penenang akan aku tambahkan ke dalam es batu yang akan di gunakan Rio,aku Sangat kenal dengannya dalam acara seperti ini mustahil jika dia tidak minum karena itu aku akan memasukan nya ke dalam es batu saja"jawab bela.


"kenapa tidak langsung ke minumannya? bagaimana jika dia minum langsung dari botolnya?"tanya jovanka.

__ADS_1


"Aku sudah bilang,aku sangat mengenal rio. Dia tidak suka minum langsung dari botol dan lagi dia suka minuman yang dingin"jawab bela.


"Semoga berhasil"ucap jovanka dan mereka melakukan toss bersama.


Rencana keduanya berhasil,adrian pingsan di depan kamar hotel nya Yang kemudian di manfaatkan jovanka untuk melancarkan aksinya.


"Oh astaga tubuhmu indah sekali"gumam jovanka setalah melepas jas dan kemeja adrian.


"Aku harus cepat sebelum ia bangun karena seingatku tadi aku terlalu sedikit memberi obat di laporan itu"ucap jovanka segera melucuti pakaiannya sendiri hanya menyisakan bra hitam miliknya.


Jovanka berbaring di samping adrian kemudian memotret keduanya yang terlihat seolah habis melakukan percintaan karena bela menutupi setengah tubuh mereka menggunakan selimut. Jovanka juga mengambil gambar ketika dirinya mencimu pipi adrian berulang kali.


Sementara rio,bela masuk setalah cukup lama Adrian keluar dari kamar rio. Perlahan ia masuk dan melihat rio yang sedang berbaring di lantai dengan kepala yang diletakkan di atas ranjang.


Bela membenarkan posisi tidur rio kemudian melakukan hal yang sama dengan jovanka namun bedanya ia melakukan seolah rio telah memperkosanya dengan meminta salah satu pelayan untuk memotret mereka berdua dengan bela yang seperti orang ketakutan.


"Sempurna nona"ucap pelayan itu setalah kurang lebih mengambil 10 gambar keduanya bahkan baju bela yang sengaja di robek sekalian di foto sebagai bukti.


"Terimaksih,ini ambilah"ucap bela memberikan beberapa lembar uang pada pelayan itu.


FLASHBACK OFF


"Hahaha meski malam itu tidak terjadi apa apa tapi tetap saja foto itu membuktikan bahwa keduanya bersalah"ucap jovanka tertawa.


"benar sekali,ahh kau tahu sebenarnya saat itu aku ingin berbuat lebih tapi aku tidak mungkin bercinta dengan orang pingsan"ucap bela.


"begitupun denganku"saut jovanka.


"Jadi bagaimana dengan aulia dan Eva saat ini?"tanya bela.


"jangan khawatir,anak buahku selalu memperhatikan mereka"jawab jovanka dibalas manggut-manggut oleh bela.


***


"Lia ayah yakin bahwa suami kamu itu tidak bersalah karena ayah sangat mengenal Adrian sejak bertahun tahun"ucap Herman membelai rambut aulia yang sedang menangis dalam pelukan eva.


"hikss aku ingin sekali percaya padanya yah tapi aku juga butuh bukti, sebagai seorang istri sudah pasti sakit melihat suaminya berada dalam 1 ranjang dengan perempuan lain meskipun itu hanya sebuah foto"balas aulia terisak.


Nisa dan Han sejak tadi hanya memperhatikan aulia yang sangat terpukul hingga rasa dendam menyelimuti Han yang bersumpah akan menghabisi orang yang telah menjebak majikannya.

__ADS_1


Next part gak nih????


BERSAMBUNG.......


__ADS_2