
Aulia dan Adrian pergi ke supermarket membeli bahan bahan untuk jamuan makan malam bersama rekan bisnisnya.
"kita masak apa sayang?"tanya aulia.
"terserah kamu dan aku dengar tuan aditya lebih menyukai masakan rumahan dibanding masakan restoran"jawab adrian.
Aulia menerka nerka makanan apa yang bisa ia masak untuk tamu spesial suaminya.
"Kita masak ayam goreng sama sayur asem lengkap sama sambal aja ya mas"ucap aulia, makanan itu berkeliling memberi ide pada otaknya untuk memasak.
"Boleh deh"jawab Adrian menyetujui.
"tapi kita gak bisa beli disini bahanya,kita ke pasar tradisional aja ya"ucap aulia.
"jadi kita keluar tanpa beli apa apa nih?"tanya Adrian melihat troli yang ia bawa masih kosong.
"beli susu aku sama kebutuhan rumah yang lain sayang"jawab aulia kemudian menggandeng tangan suaminya yang sedang mendorong troli belanjaan.
Aulia memasukan susu hamil untuknya, beberapa camilan dan minuman ringan untuk sekedar menghiasi kulkas dirumahnya.
"mas gak mau beli apa apa?"tanya aulia.
"engga sayang,kamu aja ambil yang kami mau"jawab Adrian.
Aulia mendorong troli belanja menuju kasir, setelah membayar mereka bergegas pergi ke pasar tradisional terdekat.
"Sayang kamu yakin mau kesini?"tanya Adrian terlihat raut wajahnya berkerut semua menandakan dia belum terbiasa dengan apa yang ia lihat.
"Kalo kamu gak mau turun,biar aku aja kamu tunggu di mobil ya"Aulia mengerti raut wajah suaminya dan dia juga tidak bisa memaksa Adrian untuk ikut turun.
"gak apa apa biar aku antar ya, gimana kalo nanti belanjaan kamu banyak? kamu gak boleh angkat yang berat berat sayang"ujar Adrian mengelus rambut aulia.
Mereka berdua turun,Indra penciuman Adrian langsung di sambut dengan bau pasar yang khas.
"Pake ini nih"Aulia menyodorkan masker pada suaminya.
Adrian memakai masker yang istrinya berikan dak mulai memasuki area pasar lebih dalam, semakin dalam semakin tercium aroma nya.
Aulia berhenti di lapak penjual ayam yang terlihat besar dan masih fresh.
"ayamnya berapaan bu?"tanya Aulia pada si ibu penjual ayam.
"40rb neng per ekor"jawabnya.
"saya mau beli dua tapi di korting ya bu jadi 75?"tanya si aulia menawar.
"iya udah deh neng,buat neng cantik kebetulan saya lagi hamil semoga anak saya mirip sama neng"ucap si ibu yang ternyata sedang hamil.
"Mau di potong berapa?"tanya Aulia pada Adrian.
"terserah kamu aku gak ngerti"jawab adrian.
"potong 8 deh bu"jawab aulia pada si ibu.
Setalah membeli ayam,Aulia berpindah ke tukang sayur membeli bahan sayur asam dan cabai.
__ADS_1
"Ayo mas?"ajak aulia.
"sebentar sayang aku gak bisa nafas pakai masker"Adrian melepas masker yang ia gunakan.
"ya udah lepas aja kita juga mau pulang"ujar Aulia diangguki adrian.
"Sini biar aku bawa"Adrian mengambil alih belanjaan yang Aulia bawa.
"makasih sayang"ucap Aulia tersenyum dibalas senyum pula.
Ketika sedang berjalan menuju parkiran tanpa sengaja Aulia menginjak sebuah plastik yang membuat dirinya hampir tergelincir jika saja dia tidak berpegangan pada meja namun karena meja yang ia pegang sedikit tajam membuat tangannya sedikit mengeluarkan darah.
"mas???!!?"panggil Aulia terkejut ketika hampiri saja dirinya terjatuh.
"sayang??!!!"Adrian terkejut kala melihat Aulia yang hampir terjatuh.
"Sayang kamu gak apa apa?"tanya adrian.
"iya mas gak apa apa"jawab aulia kemudian beralih menatap telapak tangannya yang tergores.
"kita ke dokter ya itu tangan kamu berdarah"Adrian khawatir hanya dengan melihat darah yang bahkan tidak akan kenyang jika saja nyamuk mengisap nya.
"haha aku gak apa apa mas yuk kita pulang aja"Aulia berkata sedikit terkekeh kemudian melanjutkan untuk pulang.
Setalah menaruh belanjaannya di bagasi, Adrian memutari samping mobil kemudian masuk dan duduk di kursi kemudi.
"mana sini tangan kamu aku obatin"Adrian mengambilnya kotak p3k di dasbor mobil kemudian mengobati luka istrinya.
"Aww sakit mas"ringis Aulia merasa perih ketika salep menyentuh lukanya.
Setalah mengobati tangan istrinya,Adrian menancapkan gas nya pulang.
"Jangan pernah ke pasar sendiri,aku takut kejadian tadi terulang lagi"ucap Adrian menggenggam tangan aulia sambil menciumi nya.
"iya sayang aku tidak akan pergi ke pasar sendiri ataupun kemanapun karena suamiku yang manis seperti cokelat ini akan selalu ada disampingku"ucap Aulia gemas mencubit pipi Adrian mengunakan tangan kirinya.
Adrian tersenyum manis pada aulia dengan senyum tulusnya.
Aulia menata belanjaannya di kulkas,sarah datang menyapa menantunya yang sedang sibuk dengan belanjaan di meja.
"Sayang kamu sedang apa?"tanya sarah.
"Ini mah lusa temannya mas Adrian dan istrinya akan kemari untuk makan malam"jawab aulia.
"ya udah ini biar bibi yang tata kamu istirahat sana pasti capek kan"Tutur Sarah lembut.
"ya udah mah aku ke kamar dulu ya"ucap aulia kemudian pergi ke kamarnya menyusul adrian yang sudah sejak tadi naik ke kamar.
***
"Sayang sudah selesai?"tanya rio yang sekarang berdiri tepat di depan meja kerja eva.
"pak apa yang anda lakukan, bagaimana jika ada yang dengar"ucap Eva celingak-celinguk takut ada yang mendengar rio memanggilnya sayang.
"semua karyawan sudah pulang,ayo"ajak rio mengandeng tangan eva.
__ADS_1
Tangan mereka saling berpegangan,mata penjaga yang sedang berdiri tegak di dekat pintu masuk sedikit terbuka lebar tatkala melihat bosnya menggandeng tangan wanita yang berstatus sebagai asistennya.
"Selamat sore pak"sapa si penjaga berbadan besar dan sepertinya sudah berumur.
Rio mengangguk kemudian membukakan pintu mobil untuk eva yang sudah terparkir di lobby.
"Terimakasih"ucap eva sebelum rio menutup pintunya kembali.
Rio mengantar eva pulang namun sebelum itu dia mengajaknya untuk makan malam disebuah restoran.
"duduklah"rio menarik kursi untuk eva duduk.
"terimakasih sayang"ucap eva tersenyum menunjukan lesung pipi yang sedikit terlihat di pipinya.
"Sama sama sayang,oh iya kamu mau makan apa?"rio siap menulis pesanan kekasihnya.
"Samakan saja menunya dengan kamu"jawab Eva.
Setalah beberapa menit,pesanan mereka datang yaitu 2 piring nasi goreng dengan telur mata sapi yang dihias sedemikian rupa tak lupa minuman yang cocok untuk makanan di depan matanya ini.
"ayo dimakan"ujar rio.
Suapan pertama hingga akhir tak henti eva berucap bahwa dirinya sangat menyukai makanan itu.
"sudah minum sekarang,memang kamu ular tidak minum setalah makan"canda rio.
"emang aku ular, ular berbisa yang meracuni kamu dengan cintaku"Bucin eva membuat rio terkekeh.
Tiba tiba rio meraih tangan eva dan memasukan benda kecil yang berbentuk lingkaran dengan 2 permata di tengahnya membuat benda itu tampak berkilau ditambah lagi dengan jarinya yang panjang dan putih begitu cocok sekali.
"apa ini?"tanya eva mengangkat jari manisnya yang sudah dilingkari cincin.
"tanda bahwa kamu cuma milik aku"jawab rio jujur.
"Tapi ini harganya pasti sangat mahal kan"ucap eva menerka dari tampilan cincin itu begitu elegan dan berkelas.
"kau menyukainya?"bukan menjawab rio justru bertanya balik.
"aku sangat menyukainya"jawab Eva senang.
"kalo begitu jangan dilepas ya"tutur rio membelai rambut eva.
Eva mengangguk, jantungnya ingin melompat keluar kala rio menarik tangannya pelan dan menyesap dalam dalam tangan itu.
"aku mencintaimu"ucap rio menatap eva.
"aku juga mencintaimu"balas eva.
Unchh haruskah aku buat novel lain tentang kisah cinta rio dan Eva???engga usah ya karena aku juga lagi ngejar novelku yang satunya persiapan untuk season 2😚😚 doakan ya para readers agar aku bisa membuat cerita cerita yang lebih baik dari cerita ini.
Next kita kedatangan tamu lagi dari novel MY BOSS MY SWEET HUSBAND ❤️❤️
Salam sayang dariku 😘
Alfiana
__ADS_1
BERSAMBUNG......