
Rio memberanikan diri untuk menengok ke belakang dan
aaaaaaa......... (Teriak Rio Melihat sosok dibelakangnya).
"Hei pak ini aku tolong jangan berteriak"eva refleks menutup mulut Rio dengan tangannya.
Mata Eva menatap mata Rio begitu juga sebaliknya,binar lampu senter yang dibawa eva memancarkan keindahan mata sipit dan lucu milik Eva membuat rio tak mau mengalihkan pandangannya.
"Eeee...maaf pak"ucap Eva melepas tangannya dari mulut Rio.
"Ekhmmm ya tidak masalah"rio menetralkan ekspresi nya padahal saat ini hatinya entah kenapa berdegup kencang.
"Anda ingin makan?"tanya Eva melihat nampan sup yang ada dibelakang rio.
"iya tapi aku tidak bisa menyalakan kompor nya"jawab rio.
"Baiklah anda duduk saja biar aku yang panaskan"tutur eva.
Rio duduk sambil memperhatikan punggung eva, ditengah kegelapan hanya senter yang menerangi keduanya terlihat wajah Eva yang sangat cantik.
"Entah kenapa jika aku menatapnya jantungku berdetak kencang begini"ucap rio dalam hati.
Eva selesai memanaskan sup,dia menyajikannya di meja tak lupa dengan nasi dan juga teh hangat.
"ini pak makanlah aku akan kembali ke kamar"ujar Eva sambil meletakan makannya didepan Rio.
"eva?"panggil rio ketika Eva sudah membalik badannya.
"iya pak apa ada yang kurang?"tanya Eva menatap makanan yang dia sajikan.
"Bisakah kau menemaniku makan?"tanya rio ragu.
"Oh iya baiklah pak"jawab Eva kemudian duduk tepat didepan Rio.
Rio makan dengan lahap sedangkan Eva hanya memperhatikannya sambil tersenyum.
"dia itu jutek tapi jika dilihat sangat tampan dan lucu"gumam eva dalam hati.
"Apa aku makan seperti orang yang habis gali kubur?"tanya rio tiba tiba sontak membuat Eva mengalihkan pandangannya takut rio menyadari jika sejak tadi dia memperhatikannya.
"Tidak kenapa?"tanya Eva balik.
"Sejak tadi kau memperhatikan ku sambil tersenyum jadi aku merasa bahwa aku makan seperti orang kelaparan"jelas Rio.
__ADS_1
"Ah sama sekali tidak,ya sudah anda lanjutkan saja makannya"tutur eva.
"kau tidak mau makan?"tanya rio.
"mmm tidak saya sudah kenyang"jawab Eva berbohong pasalnya memang lapar lah yang membawa Eva ke dapur dan bertemu Rio.
"mana bisa kenyang dalam cuaca dingin begini,ah ya sudah kita makan berdua saja bagaimana?"ujar Rio bertanya.
Eva tampak ragu,bukan ragu jika Rio memiliki penyakit menular hanya saja dia merasa tidak enak harus makan sepiring berdua apalagi itu seorang pria.
"jangan khawatir aku tidak punya riwayat penyakit menular"canda rio.
"bukan begitu pak, baiklah kita makan sepiring berdua"ucap eva Kemudian mengambil sendok dan mulai menyantap makanan dari piring yang sama dengan rio.
Setalah 15 menit makan dalam piring yang sama,mereka sudah selesai.
"Biar aku saja pak yang mencucinya,anda kembalilah ke kamar"ucap Eva sambil membawa piring kotor ke wastafel.
"tidak bisa kita makan berdua maka membersihkannya pun harus berdua"rio ikut membantu Eva dengan mengelap meja.
Setalah selesai membersihkan meja dan piring, mereka memutuskan untuk kembali ke kamar.
"Ayo pak hari sudah tengah malam apalagi disini sangat dingin"ajak eva.
"iya Baiklah ayo"Rio mempersilahkan eva jalan lebih dulu.
"Hei ada apa denganmu?"tanya Rio yang kaget karena tiba tiba Eva memeluknya.
"ad...ada cicak pak aku takut"jawab eva memeluk leher rio erat.
"Baiklah tapi tolong regangkan pelukanmu aku bisa mati"ucap rio dengan nafas yang tercekat.
"ahh maaf pak tapi tolong usir binatang itu"ucap Eva sedikit meregangkan pelukannya.
Hus...hus....hus...
"pak itu cicak bukan kucing sehingga dia akan mengerti ucapan mu"protes Eva mendongak.
"lalu aku harus bilang apa?"tanya rio menatap Eva.
"mungkin cerecek.....cerecek"Jawab eva masih menatap rio.
Cerecek....cerecek.....
__ADS_1
dan benar saja cicak itu pergi membuat keduanya lega.
"huh syukurlah"eva membuang nafasnya.
Eva masih belum melepaskan pelukan tangannya di leher rio, tatapan mereka bertemu, jantung keduanya serasa ingin melompat Keluar.
"kenapa jika berdekatan dengannya hatiku aku berdegup kencang begini ya"ucap Rio dalam hati.
"Ya ampun kenapa bisa sih bertemu orang seperti ini gantengnya melebihi batas"ucap Eva dalam hati.
"Cicaknya sudah naik pesawat,apa kau mau kita terus seperti ini?"tanya rio.
"iya"tanpa sadar Eva mengatakan kata yang bisa membuat hati rio maraton.
sadar mengatakan hal gila Eva menggeleng kan kepalanya.
"Eee maksudku tidak, terimaksih selamat malam"eva segara berlari menuju kamar nya.
Rio tersenyum simpul melihat tingkah laku Eva yang lucu menurut nya.
"ah apa sih tidak... tidak mungkin aku jatuh hati padanya"ucap rio menggeleng berkali kali.
Keesokan harinya Adrian dan aulia sudah bangun pagi pagi sekali mereka memutuskan untuk jalan jalan dipagi hari menyesap udara segar yang tidak bisa didapatkan dikota.
"mas kakiku sakit"ucap aulia.
"mau aku gandong?"tanya Adrian sudah siap menggendong istrinya.
"tidak mas aku hanya ingin melepas sandalku"jawab Aulia kemudian mengambil dan menuntun sandal seloww nya.
"Sayang apa nanti sebelum pulang kita mampir dulu ya beli asinan aku pengen"ucap aulia.
"siap istriku sayang"jawab adrian kemudian memeluk kepala aulia.
"oh iya mas ini sudah semakin siang ayo kita kembali ke rumah aku mau mandi dan masak"ajak aulia.
"dan aku ingin menendang pantat kedua pria yang masih ngiler itu"saut adrian.
"Kamu ini mas jadi orang galak sekali"ucap aulia sambil terkekeh.
"galak untuk mereka dan manis untuk istriku yang manis juga"balas Adrian kemudian tanpa malu dia mengecup singkat bibir aulia.
"Mas malu ihh"pekik aulia Sambil memukul bahu Adrian.
__ADS_1
JANGAN LUPA LIKE, VOTE DAN KOMEN BIAR AKU MAKIN SEMANGAT BUAT UP 😂😊
BERSAMBUNG......