
Pagi hari Eva sudah rapih dengan pakaian untuk pergi ke kantor, awalnya eva ingin mengajukan pengunduran diri tapi dia sudah terikat kontrak dengan perusahaan rio selama 6 bulan ke depan.
Ting..Ting....
"Selamat pagi sayang, jangan lupa sarapannya.15 menit lagi aku sampai"
Eva hanya tersenyum simpul, tanpa membalas pesan dari rio eva memasukan ponselnya kemudian segara bergegas pergi.
"Eva tumben gak bareng rio??"tanya herman yang sedang menyeruput kopi di ruang tamu.
"eh paman,iya dia sedang sibuk"jawab eva rasanya dia enggan menyebut nama pria itu.
"Ya sudah hati hati ya, hari ini paman gak kerja mau istirahat dulu"ujar herman.
"iya paman,kalo gitu aku berangkat dulu ya assalamualaikum"salam eva mencium punggung tangan herman.
Eva segara berlari menuju halte bus ketika sedang menunggu bus,sebuah mobil mewah dengan cat hitam yang mengkilap berhenti di depan Eva.
"mau apa lagi sih dia?!!" geram eva.
Kemeja putih yang dipadukan celana grey membuat rio terlihat tampan,kaki panjangnya berjalan mendekati eva.
"Ayo bareng aku aja nanti kamu telat loh"ajak rio namun seperti tidak menghiraukan panggilan rio eva hanya diam tak menjawab.
ia mengambil headset bluetooth kemudian menyalakan musik dengan volume sekeras mungkin berusaha tidak mendengar celoteh rio.
"nanti telinga kamu rusak"ucap rio menarik sebelah headset yang dipakai Eva.
"apa apaan si lo?!!! jangan ganggu gw ya? mending lo jauh jauh deh dari gw"ucap eva emosi kemudian naik bus yang baru saja datang meninggalkan rio begitu saja.
"apa segitu marahnya kamu sampai mengubah panggilan untukku"gumam rio lirih kemudian masuk ke dalam mobil melanjutkan perjalanan menuju kantor.
Sesampainya di halte kantor, matanya langsung di suguhkan pandangan menyegarkan mata, Baim dengan pakaian kantornya berjalan mendekati eva.
"gimana??jelek ya??"tanya Baim mengangkat kedua tangannya.
"sumpah lo ganteng banget bee sampai pangling gw"jawab eva melongo memutari tubuh Baim yang terbalut pakaian berkelas itu.
"Baru tau lo kalo gw ganteng"desis Baim percaya diri.
"Kebiasaannya jiwa bencong keliling nya keluar"cibir eva.
"Hahaha"Meraka berdua tertawa kemudian menyebrang jalan menuju kantor.
Tanpa keduanya sadari, dibalik tawa eva bersama Baim ada hati yang terluka,hati yang tersayat kala melihat wanita yang ia cintai harus bahagia bersama orang lain dan itu semua terjadi karena kebodohannya sendiri.
"Sakit sekali va,apa yang dikatakan adrian benar jika aku memang jatuh cinta padamu"gumam rio memegang dadanya yang tiba tiba terasa sesak.
Eva mengantar Baim sampai didepan HRD meskipun sudah diterima tapi entah jabatan apa yang ia terima.Baim adalah salah satu murid yang pandai di seperti Eva.
"Semoga posisi yang lo dapetin sesuai skill lo ya bee,maaf gw cuma bisa antar sampai sini"Ucap eva.
"iya va tnx ya buat lo semangat kerjanya"balas Baim.
Eva meniggalkan Baim yang sedang berada di ruangan HRD sedangkan dia masuk ke dalam lift menuju lantai atas dimana meja kerjanya berada.
__ADS_1
tring....
Suara lift terbuka dia terkejut tapi berusaha menetralkan dirinya ketika melihat rio berada didalam lift.Kini di dalam lift hanya ada Eva dan rio. Suasana begitu canggung hanya terdengar suara gemuruh lift dan selama itu rio selalu mencuri pandang dengan eva tapi eva hanya diam dan cuek menganggap saat ini dia hanya sendiri.
"Va???"panggil rio tidak digubris oleh eva.
"Dengerin aku dulu va"rio memberanikan diri untuk memegang bahu eva.
"maaf pak ini di kantor bersikaplah profesional"ucap eva menunduk sopan tapi juga terkesan dingin.
"va iya bener dulu aku pacaran sama kamu karna permainan tapi sekarang akan sadar....,"
Tring....
Belum selesai rio mengutarakan perasaannya, pintu lift terbuka dan dengan cepat eva keluar menuju meja nya.
"Morning va"sapa seorang karyawan.
morning Jes"balas eva.
Sedangkan di belakang eva,rio berjalan pelan memandangi punggung eva yang perlahan menjauh darinya.
Sebelum masuk ke dalam ruangannya rio menyempatkan diri untuk melihat eva sedikit saja,gadis yang biasanya akan memberikan senyum termanisnya kini bahkan tidak ingin bicara padanya.
Tok...tok...tok....
"masuk"
"Selamat pagi pak"sapa seorang HRD mendatangi rio.
"Perkenalkan ini baim pak dia yang menjadi manager keuangan disini sebagai pengganti bapak Bondan"jelas HRD cantik itu menunjukkan baim disebelahnya.
Rio mengerutkan keningnya melihat siapa yang dikenalkan padanya sebagai manager.
"Dia sahabat eva bukan ??? jadi dia kerja disini? Astaga itu atinya eva dan dia akan semakin dekat "Ucap rio dalam hati.
"oh iya baiklah, selamat datang dan bekerjalah dengan baik jangan mengecewakan kami"ucap rio dengan nada dingin dan tegasnya.
"iya pak terimaksih banyak"saut baim menunduk.
Hari ini pertama baim kerja sebagai seorang manager keuangan, pekerjaannya begitu banyak karena harus merekap data keuangan bulan lalu yang belum sempat dilakukan pekerja sebelumnya.
Tok....tok....tok...
"masuk"
"Pak, sudah jam makan siang ayo makan"ajak Eva formal mengingat ini masih dikantor.
"va, kerjaan gw banyak banget bantuin apa"pinta baim menunjukan kertas yang berserak di meja.
"ish lo tuh gimana sih kan lo pinter"desis eva tapi tetap masuk ke dalam ruangan baim.
Ruangan baim yang sebagian terbuat dari kaca membuat orang lain bisa melihat aktivitasnya dari luar seperti sekarang tanpa sengaja rio melihat pemandangan dimana eva dengan seriusnya membantu Baim.
"Sakit tapi tidak berdarah"lirihnya kemudian pergi dia tidak mau berlama-lama melihat hal yang membuat dadanya sesak.
__ADS_1
Sampai kini rio tidak mau mengakui jika dirinya jatuh cinta pada eva,ego dan gengsinya mengalahkan rasa cintanya pada eva.
"Kenapa sakit sekali ya tuhan,apa aku benar jatuh cinta padanya???"ucap rio sambil memegangi dadanya.
***
Setalah selesai dengan setengah pekerjaannya,eva dan baim pergi ke kafe yang ada tepat didepan kantor.
"coffe late nya satu ya"ucap eva pada si mba pelayan.
"saya carabian ya"sambung baim.
"kita gak makan nasi nih???"tanya eva.
"lah lo kenapa gak pesen,udah pesen samain aja gw sama lo"ucap baim diangguki eva.
Tak jauh dari meja mereka rio memerhatikan mereka bergantian dengan bangku kosong yang ada di depannya, biasanya dulu ia dan eva selalu makan siang bersama sambil bermesraan tidak peduli itu tempat umum.
"Silahkan pak"pelayan itu memberikan makan siang pada rio.
Eva dan Baim juga mulai menyantap makan siang mereka,mata baim melotot merasakan pedasnya ayam geprek yang dipesan eva.
"Kenapa? tadi lo bilang samain kaya gw ya jadi itulah rasanya"ucap eva mengerti raut wajah sahabatnya.
"ya tapi gak gini juga pinter,ahhh pedes va"Baim mengibaskan lidahnya yang ingin meledak karena rasa pedas.
"aduh ini ini minum"eva memberikan minum pada Baim dengan memegang gelas dan sedotannya seperti seseorang yang sedang memberikan minum pada kekasihnya.
Rio semakin dibuat panas melihat pemandangan di depannya,kakinya mulai ia tegakkan berniat menghampiri mereka namun langkahnya terhenti ketika ponsel miliknya berdering.
"......."
"aku kesana sekarang"
Rio meninggalkan kafe bersamaan dengan makanan dan rasa sakit yang eva ciptakan untuknya disana.
"Eva aku tidak bisa melihatmu bermesraan dengan orang lain!!! kau hanya milikku dan akan tetap seperti itu,aki akan mendapatkanmu kembali"batin rio sungguh-sungguh.
Author: jadi lo udah jatuh cinta kan sama Eva???(melirik sinis)😏
Rio:ga cuma gw gak seneng aja ngeliat dia bahagia sama orang lain (melipat tangan didada)🙄
author:dih bacot banget lo Bambang,minta gw sleding ya👿
Rio:terserah lo deh Thor gw pusing, mending lo pegih😪
author:eh ***** gw bisa musnahin lo sekarang juga dari cerita ini kalo gw Mao😎
Rio: eh iya jangan Jangan author kan cantik kaya badut McD😍
author: siap siap musnah lo Ferguso😬😏
JADI GIMANA NIH MENURUT KALIAN RIO HARUS NYATAIN PERASAANYA ATAU ENGGA????
BERSAMBUNG.......
__ADS_1