Menikahi Pria Cacat Demi Ayah

Menikahi Pria Cacat Demi Ayah
BAB 101


__ADS_3

Keesokan harinya aulia dan adrian memutuskan untuk berjalan dipinggir pantai menikmati matahari pagi yang begitu menghangatkan tubuh.


"anget banget ya mas"ujar aulia sambil menatap suaminya yang sedang memejamkan matanya menikmati sinar yang menerpa tubuhnya.


"Angetan pelukan aku sayang,mau coba gak?"saut adrian tanpa membuka matanya.


"ihh udah sering, setiap hari malah"jawab aulia.


"oh iya mas kandunganku udah jalan 7 bulan,apa kita akan mengadakan 7 bulanan?"tanya aulia membuat adrian membuka mata dan beralih menatap istrinya.


"Anakku sebentar lagi lahir dan aku akan dipanggil papah olehnya"ujar adrian menatap aulia tapi tangannya mengelus perut istrinya.


"Yes,papa"saut aulia membelai wajah adrian.


"Kita akan adakan syukuran 7 bulanan untuk kamu sayang,tanggal berapa kamu cek up kandungan?"tanya adrian.


"2 hari setelah kita pulang dari sini"jawab aulia.


"Baiklah berarti masih ada waktu 8 hari lagi,aku akan menelpon mamah dan memintanya untuk menyiapkan semuanya"Adrian langsung mengambil ponselnya dan mengubungi Sarah.


"Halo mah"


"ada apa rian?semua baik kan?"


"yes mom,mah bisa minta tolong"


"iya,katakan"


"2 hari setelah kepulangan kami disini adalah hari 7 bulanan aulia,apa mamah bisa siapkan untuk acara syukuran nya?"


"oh iya baiklah mamah akan siapkan semuanya kau jangan khawatir"


"iya mah, terimaksih"


Adrian memasukan ponselnya ke dalam saku kemudian Kembali memfokuskan perhatian pada perut Aulia yang membuncit itu.


"Kamu mau sarapan di resort atau kita cari makan di luar?"tanya adrian.


"Aku mau mencicipi masakan khas Bali mas,jadi ayo kita berkeliling mencari makanan"ajak aulia menunjukan ekspresi lucunya.


"Baiklah semua terserah padamu ibu negara"saut adrian.


Adrian dan aulia berjalan di pinggir pantai sambil bergandengan tangan,meski banyak sekali wisatawan mancanegara yang tentu saja lebih cantik dari aulia,Adrian tidak melirik sama sekali dia lebih suka memandangi wajah istrinya.


"Sayang lihat deh turis nya cantik ya"ucap aulia sengaja menggoda adrian.


"Tidak"jawab adrian singkat.


"Apanya yang tidak,aku saja sebagai perempuan terpesona melihat wajah dan kulit mereka yang putih bersih"protes Aulia.


"Aku lebih suka wajah dan kulit mulus milik aulia Revalina"jawab adrian.


"Ohh begitu ya adrian"jawab aulia membuat Adrian mengentikan langkahnya dan menatap istrinya tajam.


"manggil apa barusan?coba ulangi"desis adrian yang tidak suka jika aulia hanya memanggilnya dengan sebutan nama.


"Adrian"jawab Aulia menantang.


"udah berani ya,siap siap aku hukum 15 ronde nanti malam!!"ancam adrian.


"Siapa berani"saut aulia.

__ADS_1


"siapa takut,bukan siapa berani"ralat adrian.


Aulia tidak menyauti perkataan adrian dia justru sibuk dengan ponsel di tangannya.


"chatting siapa kamu?"tanya adrian.


"Eva,mau bilang nanti malam aku tidur di kamarnya"jawab aulia.


Adrian langsung menyambar ponsel Aulia dan memasukannya ke dalam saku.


"Engga!!!"tolak adrian.


"Hahahhahahah"Aulia justru tertawa renyah bahkan sampai menundukkan kepalanya.


"kok ketawa?"tanya adrian mengerenyitkan dahinya.


"aku hanya bercanda sayang lagipula aku tidak takut dengan 15 ronde katamu itu"Aulia mendekat dan mengalungkan tangannya dileher adrian.


"20 ronde it's oke"bisik aulia dengan suara sexy nya.


"Ohh berani ya"adrian menengok menatap aulia yang menantangnya.


"hahhaah"Aulia lagi meninggalkan adrian sedangkan Adrian mengejar istrinya yang nakal itu.


***


Nisa merasakan seluruh tubuhnya terasa begitu pegal dan sakit karena ulah han semalam,bukan tanpa alasan tapi bagaimanpun namanya pengantin baru jadi ingin menikmati masa awal pernikahan dan nisa memaklumi itu.


"Sayang bangun"nisa menggoyangkan badan han pelan.


"15 menit lagi sayang aku masih ngantuk"balas han membalik badan dan memeluk guling.


"Kalo kamu gak bangun jangan harap seterusnya dapat jatah dari aku"ancam nisa membuat han melotot di posisinya dan dengan cepat dia duduk.


"Ya udah mandi sana abis itu kita sarapan,aku laper banget"tutur nisa.


"kamu udah mandi?"tanya han.


"udah cantik kaya gini masa ditanya,ya pasti udah dong sayang"jawab nisa mencubit pipi han.


"Aww.. jangan dicubit Sayang tapi di cium, morning kiss nya mana?"han memanyunkan bibirnya meminta cium nisa.


Cup


"udah sana mandi"titah nisa setelah memberi kecupan di bibir suaminya.


Sementara han mandi,Nisa merapihkan tempat tidur dan memunguti pakaian yang berserakan ke dalam kantong plastik.


"Huh baju baru beli udah gak bisa di pake gara gara Han"gumam nisa membuang nafasnya melihat baju yang ia beli sudah sobek sana sini.


Nisa membuka kopernya berniat menaruh pakaian kotor tapi pandangannya teralihkan ketika melihat baju hitam transparan yang diyakini akan membuat siapa saja tergiur jika melihat wanita memakai nya.


"Baju sialan siapa ada disini,ahh aku harus sembunyikan sebelum Han melihatnya bisa bisa jadi perkedel aku kalo dia lihat"ucap nisa buru buru menyembunyikan lingerie itu ke dalam lemari.


"Sayang kamu ngapain?"Suara bariton itu membuat Nisa terpaku ditengah tengah pintu lemari yang terbuka.


"sayang,kamu udah selesai mandinya"ucap Nisa membalik badan dengan tangan di belakang menyembunyikan baju gila itu.


"udah,kamu ngapain disitu? terus itu apa di tangan kamu?"tanya han sambil menggosok rambutnya yang basah.


"oh ini,ini bukan apa apa hanya hanya...."nisa bingung harus menjawab apa dan itu semua membuat han curiga.

__ADS_1


Han mendekat kemudian menarik tangan nisa dan terpampang lah baju hitam transparan yang membuat han melongo tapi juga segar membayangkan jika nisa memakainya.


"oh jadi malam ini kamu mau buat surprise lagi untukku sayang?"tanya han menyeringai dan langsung merengkuh pinggang nisa sehingga tubuh keduanya menempel.


"ehhh tidak sayang itu....itu.... anu.."nisa gugup apalagi merasakan dinginnya dada bidang han yang baru selesai mandi itu.


"anu apa hmm?"tanya han.


"aku gak tahu itu punya siapa sayang"jawab nisa.


"ini masih baru jadi tidak masalah jika kamu memakainya,jadi nanti malam pakai ya baby"bisik han membuat nisa memejamkan mata menghirup aroma mint dari mulut han.


"iya"tanya sadar nisa mengangguk dan mengiyakan permintaan suaminya.


"good girl"Han melepaskan rengkuhan nya dan memakai pakaiannya sedangkan nisa sedang sibuk mengatur nafas dan jantungnya.


Sedangkan eva dan rio sedang asik duduk di depan resort sambil menikmati secangkir cokelat panas yang eva buat.


"Aulia dan Adrian belum kembali juga,kemana y mereka"gumam eva.


"mungkin jalan jalan, kamu mau jalan jalan?"tanya rio.


"Kamu mau temenin aku?"tanya eva.


"kemanapun aku mau sayang"jawab rio.


"kalo gitu ayo temenin aku ke KUA biar langsung sah aja"canda eva membuat rio tersedak.


Uhukk... uhuk.....


"otw sayang"balas rio menyauti candaan kekasihnya.


"jadi kemana kita hari ini?"tanya Eva.


"Ayo kita makan ayam betutu"ajak rio.


"kamu tahu tempatnya?"tanya Eva lagi.


"jangan takut sayang aku tahu"jawab rio.


"hehehehe bukan gitu masalahnya kalo kesasar kan berabe bisa bisa gagal nikah kita"saut eva nyengir kuda.


"Oh jadi udah gak sabar ya mau nikah?"goda rio mengedipkan sebelah matanya.


"iya gak sabar buat nyuruh kamu masakin aku makanan lezat"jawab eva asal.


"it's oke tapi setiap malam harus ada jatah 5 ronde ya"ucap rio mendelik dengan seringai mesum nya.


"ahhh dasar mesum!!?"pekik eva memukul bahu rio membuat rio tertawa renyah.


"oke oke ayo kita berangkat"ajak rio menggandeng tangan Eva.


Setelah kepergian eva dan rio,Han dan nisa turun berniat untuk sarapan tapi suasana sepi membuat keduanya yakin bahwa kini tidak ada siapapun di resort.


"tuh kan gak ada orang pasti mereka lagi sarapan diluar,kamu sih bangun siang"ucap nisa mengerucutkan bibirnya.


"ya sayang aku kan tadi ngantuk,maaf ya"balas han.


"ya udah ayo kita cari makanan juga di luar"ajak nisa.


"baiklah sayang"

__ADS_1


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN YA SAYY 😘🤗


BERSAMBUNG.......


__ADS_2