Menikahi Pria Cacat Demi Ayah

Menikahi Pria Cacat Demi Ayah
BAB 96


__ADS_3

Aulia membeli beberapa baju untuknya karena akhir akhir ini baju aulia sudah tidak muat mungkin karena faktor kehamilannya.


"Nis ini beli nih"ujar aulia menunjuk sebuah lingerie seksi berwarna hitam.


"ishh apaan sih kamu aja sana beli"desis nisa wajahnya merah karena malu.


"Punyaku gak ke hitung di rumah kalo kamu kan pengantin baru masih panas panasnya"goda aulia lagi.


"Au ah gelap"pekik nisa meninggalkan aulia begitu saja.


Aulia memasukan lingerie itu ke dalam belanjaannya kemudian menyusul nisa yang sedang memilih beberapa atasan.


"Li ini bagus nih buat kamu"ujar nisa menunjukan atasan longgar cocok untuk dipakai santai.


"Boleh deh,sini"saut aulia membuka tas belanjaan nya membuat akses agar nisa bisa memasukan bajunya.


Setalah cukup lama berkeliling, aulia dan nisa memutuskan untuk menyudahi kegiatan mereka.


"Udah nih?yakin?"tanya nisa melongok belanjaannya begitupun dengan aulia.


"Udah ayo ah, nanti kapan kapan kita kesini lagi"jawab aulia.


Aulia dan nisa sama sama menggunakan kartu black card untuk membayar barang yang mereka ambil itu.


"Terimakasih, permisi"ujar


Setalah berbelanja mereka memutuskan untuk pergi ke restoran sekalian menunggu suami mereka yang memang sudah janjian akan pergi ke sana.


Ketika sedang berjalan tanpa sengaja aulia menabrak seseorang yang membuat seluruh makanan orang itu jatuh berantakan di lantai.


"Apa kau tidak punya mata ha??!!"bentak orang yang ditabrak aulia.


"Maafkan saya nona saya akan mengganti semua makanan anda"ujar aulia.


"Anda pikir anda bisa mengganti makanan ini?hello nona ini makanan berkelas dan mahal wanita sepertimu pasti tidak akan mampu membelinya"ucap orang di depan aulia.


"Jaga bicara anda nona!!!!"bentak seseorang dari belakang.


aulia,nisa dan wanita yang ditabrak aulia ikut menoleh ke belakang mendapati adrian yang menahan emosi bahkan wanita di depan aulia membuka kacamatanya memperlihatkan siapa seorang di depannya.


"Jika istri saya mau,dia bisa membeli restoran ini bahkan diri anda sendiri nona jovanka"ujar Adrian penuh penekanan.


"Rencanaku untuk mempermalukan wanita ini selalu saja gagal,aghhhh....." Batin jovanka.


"tuan adrian, maaf saya tidak tahu jika perempuan ini adalah istri anda"ujar jovanka kikuk.


"Jika bukan istri saya anda juga tidak berhak memperlakukan orang lain seperti itu apalagi jika orang itu sudah meminta maaf"saut adrian.


"Baiklah saya minta maaf tuan"ucap jovanka.


"Kau tahu benar pada siapa seharusnya kau minta maaf"ujar adrian tersenyum mengejek.


Jovanka menggertak giginya menahan emosi menarik nafas dalam dalam sebelum mengeluarkan kata yang tidak dia ingin ucapkan.


"Maafkan saya nona"ucap jovanka.


"Tidak apa apa"jawab aulia.

__ADS_1


Jovanka pergi begitu saja sedangkan adrian mengajak istrinya untuk duduk.


"Perdebatan sudah selesai,apalagi yang kalian lihat?"tanya Han dingin membuat seisi restoran yang memperhatikan seketika buyar dan melanjutkan aktivitas mereka masing-masing.


"Kamu gak apa apa sayang?"tanya adrian menyelipkan anak rambut aulia.


"Aku gak apa apa,mas wanita itu yang dulu bertemu dengan ku kan?"tanya aulia seperti pernah melihat jovanka.


"Iya yang bikin kamu cemburu dan lari ke Bandung"jawab adrian.


"kata siapa aku lari orang aku naik mobil,mana tahan aku lari dari Jakarta ke Bandung"canda aulia.


"Ahh yang benar???"tanya adrian mencolek bahu aulia.


"Bohong deng"jawab aulia cengir.


"Bisakah kita pesan makanan sekarang?"suara Nisa membuat pasutri itu melihat kearahnya.


"ya bisa dong kan restorannya masih buka"jawab aulia.


Nisa menulis pesanan untuk aulia,adrian dirinya dan Han kemudian memberikannya pada pelayan.


"Sayang kamu masih mau ke Bali?"tanya adrian tiba tiba.


"Tentu saja kamu kan sudah mengambil hadiahmu sekarang gantian aku minta hadiahku"jawab aulia.


Adrian tersenyum merogoh kantong jasnya, mengeluarkan sebuah amplop yang setelah itu diberikan kepada aulia.


"Bukan lah"tutur adrian.


Aulia membukanya dan dia menutup mulutnya melihat 6 tiket pesawat dan tiket hotel terbaik di Bali selama 1 Minggu.


"Tentu saja sayang"jawab adrian.


Muanch......


Aulia memeluk dan mencium pipi adrian gemas tdiak peduli jika saat ini mereka ada di tempat umum.


"6 tiket?banyak sekali untuk siapa saja?"tanya nisa.


"Memang kamu tidak mau bulan madu sayang?"tanya han.


"jadi???jadi 2 tiket untuk kita?kita akan pergi ke Bali juga?"tanya nisa sumringah.


"Tentu saja"jawab han.


"2 tiket lagi?"tanya aulia.


"Jelas untuk kami"jawab seseorang dibelakang aulia.


"Kak Rio,Eva??!!!?"Seru aulia.


"Lia??!!"Eva memeluk aulia dan mengelus punggung nya.


"Jadi kau akan ikut liburan bersama kami???ahhh pasti sangat menyenangkan"ujar aulia sudah membayangkan bahkan menyusun jadwal untuk disana.


"Tentu saja, tidak akan seru jika tidak ada Eva"jawab eva sombong.

__ADS_1


"cih, kepedean"cibir nisa.


"pengantin baru duduk aja,gak bisa jalan ya gara gara semalaman?"tanya eva menggoda.


"Eva aku akan memukul mulutmu itu"desis nisa mengangkat tas miliknya.


"Canda sayang canda"saut nisa menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


"Jadi kapan kita akan berangkat?"tanya rio.


"Why?tidak sabaran sekali kau!!"ucap adrian.


"Maklum udah lama gak liburan, hahahha"jawab rio tertawa.


"Mas aku ke toilet sebentar ya"ucap aulia.


"Mau aku antar?"tanya adrian.


"Sama aku aja yuk"ucap nisa.


"Gak usah kalian sini aja tunggu makanan aku permisi sebentar ya"ucap aulia bangun dari duduknya menuju toilet.


Sesampainya di toilet aulia seperti mendengar suara tangisan seseorang, aulia menempelkan telinganya di salah satu pintu toilet.


"Adrian Dierja, bagaimanpun caranya kau harus menjadi milikku dan wanita itu,aulia kau mati di tanganku"ucap seseorang.


Brakkk


Tanpa sengaja Aulia mendorong pintu memperlihatkan jovanka yang sedang memegang sebuah belati kecil.


"Oh hai??aku baru menyebut namamu dan kau sudah datang, kemarilah aku sudah siap"ucap jovanka dengan sorot mata misterius.


"ss....siap...siap untuk apa???"tanya aulia gemetaran.


"Tidak perlu bertanya aku yakin kau sudah mendengar semuanya tadi"saut jovanka memajukan langkahnya membuat aulia harus mundur.


"Adrian hanya milikku,milik jovanka Areta.Nona jovanka dierja, bukankah itu sangat bagus?"ucap jovanka.


"Nona apa yang anda lakukan,aku minta menjauhlah"ucap aulia memajukan tangannya meminta jovanka untuk mundur.


"Apa??? menjauh? tidak akan!!! hari ini harus menjadi hari kematian mu dan awal dari permainanku untuk mendapatkan suami mu"ucap jovanka.


tubuh aulia sudah terpentok di dinding tembok sedangkan jovanka masih memajukan langkahnya.


"Mari bersenang senang"ucap jovanka mengarahkan belati itu menyusuri wajah aulia.


"Nona???!!!"desis aulia memejamkan matanya.


"Jangan berani macam-macam apalagi bilang pada suami mu atau nyawanya yang akan habis ditangan ku!!!!"ancam jovanka.


Brakkkk


Jovanka pergi begitu saja meninggalkan Aulia yang terpaku di kamar mereka.


"Ada apa ini??? haruskah aku beritahu mas Adrian???"Ucap aulia bertanya tanya.


Beauty physco???Wahh kayanya jovanka sakit jiwa ges🤣

__ADS_1


BERSAMBUNG......


__ADS_2