
Keesokan harinya Adrian sudah memulai pekerjaannya, kini dia sedang menjelajah bangunan yang sudah 35% jadi itu sambil seorang mandor menjelaskan kelanjutan pembangunan nya.
"Jika di perkirakan mungkin dalam kurun 6 bulan pabrik ini akan selesai tuan, nona"ucap sang mandor kepada adrian dan jovanka.
"Kau yakin?"tanya adrian menyidik kemudian beralih menatap bangunan semen itu.
"Sangat tuan"jawab mandor itu yakin.
"Percayalah padanya tuan adrian,dia salah satu mandor terbaik"ujar jovanka yang sedari tadi hanya mendengarkan sesekali matanya jelalatan melirik ketampanan adrian.
"Baiklah saya pegang ucapanmu"ucap adrian dibalas anggukan kepala.
"Kalian silahkan kelilingi bangunan, saya permisi"ucap sang mandor diangguki adrian dan jovanka.
Adrian melanjutkan langkah memutari bangunan besar di depan dan sampingannya itu, jovanka tidak akan menyia-nyiakan kesempatan bersama adrian hari ini karena han dan rio memeriksa berkas pembelian barang pembangunan.
"Tuan bisakah kita istirahat sebentar, kakiku sakit"ucap jovanka dengan nada manjanya.
"anda duduk saja dulu saya masih banyak urusan"balas adrian tanpa menoleh pada perempuan di sampingannya.
"Tapi tuan kaki saya sakit, siapa yang akan membantuku jika tidak ada anda"ucap jovanka cepat dan memohon.
"Dimana yang sakit?apa perlu ku minta petugas kesehatan datang kemari?"tanya adrian dengan nada meledek.
"Tapi kaki saya sungguh sakit tuan"ucap jovanka kekeh ingin mendapat rangkulan dari pria yang berstatus suami orang itu.
"Kapan saya mengatakan anda sedang berbohong,eh begini saja anda duduk saya akan panggilkan asisten anda rahma"tutur adrian kemudian segara pergi meninggalkan jovanka yang sedang bersungut-sungut.
"ahhh awas kau adrian,akan ku buat aku bertekuk lutut dihadapan ku!!!?"geram jovanka memukul pahanya.
Adrian kembali ke ruangan yang dibuat khusus untuknya,tak selang beberapa menit han dan rio masuk sambil membawa sebuah map biru di tangan han.
"Ada apa?"tanya adrian pada 2 orang yang hanya diam.
"Kau kenapa?"tanya rio melihat wajah adrian yang mirip dengan uang receh itu.
"Siluman itu mengganggu ku tadi"jawab adrian membuang pelan nafasnya.
"Astaga, hahaha sebuah keberuntungan bisa di ganggu oleh siluman cantik sepertinya"saut rio tertawa lepas.
"Tuan jadi maksud anda nona jovanka itu cantik?astaga ini bisa mengundang badai jika sampai Eva mendengarnya"ucap han geleng kepala.
"Tapi tidak lebih cantik dari kekasihku eva, lagipula dia memang cantik hanya saja sifatnya itu membuat pria ilfeel"balas rio duduk di kursi depan adrian.
"Sudahlah jangan membahas tentang nya,katakan laporan pembelian barangnya"ucap adrian serius.
"Dari statistik pembelian semua sesuai tuan dan diyakini tidak ada penyelewengan dana disini"jelas han sambil membaca laporan yang ia bawa.
"Oh iya hari ini akan ada benda berat untuk melanjutkan pembangunan nya,kau harus kesana untuk melihat siang ini"ucap rio.
"Baiklah,karena ada jam kosong kalian pergilah aku mau istirahat sebentar"usir adrian mengibaskan tangannya.
__ADS_1
"Dasar CEO tempe,baru begitu aja udah lelah aku rasa selama ini Aulia tidak bisa puas denganmu"ucap rio mengejek.
"Jaga bicaramu itu rio,kau tidak tahu kan hanya aku yang bisa membuat aulia berteriak nikmat bahkan tak jarang dia yang kalah dariku"protes Adrian tidak terima.
"Emm tuan bisakah kita tidak membahas ini"ucap han menunduk.
"kenapa?"tanya rio.
"Kalian tahu benar aku ini pengantin baru jadi sekali membahasnya aku menjadi merindukan istriku kembali"ucap han jujur menarik nafasnya dalam.
"Ohh iya hahaha, Baiklah han aku memberimu cuti setengah hari untuk menelpon istrimu"ucap adrian memberikan kompensasi pada asisten setianya itu.
"Benarkah tuan?!!!"tanya han memastikannya dengan sumringah.
"Iya, sudah sana manfaatkan waktu yang aku berikan"ucap adrian dengan cepat han keluar dari ruangan adrian untuk mencari tempat yang cocok menelpon istrinya.
"heh kau memberikan cuti pada han,kenapa padaku tidak?"tanya rio.
"Kau punya istri?"tanya adrian membuat rio melongo. "Tidak kan?jadi jangan coba coba meminta cuti dariku"sambung adrian tertawa dengan kejamnya.
"Kau adik kurang ajar,aku belum menelpon kekasihku sejak kemarin pasti dia akan meledakkan suaranya itu jika aku tidak menelponnya sekarang"ucap rio dengan satu tarikan nafas.
"Aku tidak perduli, sudah sana aku mau menelpon Istriku"usir adrian lagi sambil tersenyum iblis.
"Dasar tidak adil"umpat rio kemudian keluar dari ruangan adrian.
"Hei kakak tua aku berikan waktu 5 menit untuk menelponnya"teriak adrian ketika rio sudah diambang pintu.
"Tidak terimaksih"saut rio menutup pintu nya dengan keras membuat adrian justru terkikik geli.
Tut...Tut... Tut....
"Halo sayang??"
"Sayang, sayang ini aku aulia istrimu sedang shalat"
"oh nona maafkan saya,emm baiklah aku akan menelponnya nanti"
"Tidak perlu dia sudah selesai,han bolehkah aku meminta tolong padamu katakan pada suamiku untuk menelpon ku sekarang"
"Baiklah nona segera"
"terimaksih,ini bicara saja pada nisa"
"Halo sayang?"
"Bagaimana keadaanmu?"
"seharunya aku yang tanya, kamu tidur dengan benarkan? jangan terlalu lelah bekerja"
"iya istriku,aku sedang rindu padamu beruntung nya tuan adrian memberiku cuti setengah hari jadi bisa menelponmu"
__ADS_1
"Alhamdulillah, Jangan lupa ucapkan terimakasih padanya karena aku juga sedang merindukan mu saat ini"
Dan percakapan romantis antara pasutri baru itu terjadi, sementara rio tak henti ia bersungut-sungut tentang adiknya itu.
"Ya Allah kenapa kau berikan adik sepertinya padaku, tingkahnya itu sangat menjengkelkan lihat saja ketika aku sudah menikah akan aku buat dia iri karena keharmonisan pernikahan ku"ucap rio sendiri seperti seorang yang tidak waras.
"permisi pak rio"ucap seorang dari belakang.
"Iya,ada apa?"tanya rio.
"Ada yang perlu di tanda tangani dan juga berkas yang kemarin saya berikan apa sudah di tanda tangani karena hari ini harus di serahkan ke sektor pembangunan"ucap seorang pria paruh baya dengan topi APD nya.
"Astaga aku lupa meninggalkan nya di kamar hotel ku. Begini saja aku akan kembali ke kamarku dan memberikan berkasnya pada mu"ucap rio menepuk jidatnya.
"Apa perlu saya antar pak?"tanyanya menawarkan diri.
"Tidak usah lagipula hotelnya dekat,kau tunggu di depan ruangan ku 20 menit aku kembali"tutur rio sambil menanda tangani berkas yang salah satu pekerja itu.
"Baik pak"ucapnya mengangguk.
Rio segara melesat ke hotel tempatnya menginap, dengan kecepatan sedang ia memecah keramaiannya kota pahlawan itu. rio terpaksa menghentikan laju mobilnya karena lampu merah matanya berkeliling melihat kendaraan lain namun pandangannya terhenti karena merasa kenal dengan wanita yang ia lihat saat ini.
"Tidak mungkin dia"gumam rio menatap taksi yang dijarak 2 mobil dari mobilnya itu.
Tin...tin...
Suara klakson kendaraan lain di belakang rio membuyarkan lamunannya, kemudian dia melanjutkan kembali perjalanannya menuju hotel tanpa memikirkan lebih jauh wanita yang dilihatnya tadi.
Sesampainya di hotel,rio berlari menuju lift kemudian menekan tombol 6 dimana kamarnya berada ketika pintu ingin tertutup seorang wanita dengan pakaian yang tertutup dan hijab yang bertengger di kepalanya masuk, namun yang membuat nya terkejut adalah wajah si perempuan itu.
"Bela??!!!!"seru rio membuat wanita itu menoleh ke samping.
"Rio??"sautnya lirih.
"Sedang apa kau disini ha?bukankah kau seharusnya ada di dalam sel atau jangan jangan kau kabur?!!"tanya rio dengan suara yang menggema di tengah kesunyian lift itu.
"Tidak rio kau Jangan salah paham aku sungguh tidak melarikan diri"ucap bela melambaikan tangan nya ke kiri dan kanan berkali kali.
"Lalu apa??!! kejahatanmu itu sepantasnya mendapat hukuman mati lantas bagaimana kau bisa keluar hah?!!!"tanya rio dengan emosi yang menggebu-gebu.
"Aku bebas karena alasan kelakuan baikku selama di dalam sel,jika kau tidak percaya baca saja"ucap bela pelan sambil menyodorkan amplop berwarna coklat tua.
Rio mengambilnya dengan ragu kemudian mulai membacanya, alisnya mengerut tapi bibir menunjukan seulas senyuman.
"Heuh kau pikir aku percaya?? wanita murahan sepertimu tidak akan mungkin mendapatkan predikat baik seperti ini"ucap rio mengejek dan tanpa ragu menyobek surat di tangannya.
"hiks... hiks aku minta maaf jika pernah menyakiti mu dan juga keluargamu tapi aku mohon percaya padaku sekali ini saja"ucap bela menahan Isak tangisnya.
Rio terperanjak kaget mendengar isakan dari bela, bagaimanapun wanita di depannya saat ini pernah mengisi hatinya dengan cinta dan kasih sayang,Rio mencoba memegang bahu bela namun dengan cepat ia tepis perasaan peduli pada orang yang hampir membuat rumah tangga orang tuanya hancur itu.
"Sampai kapanpun aku tidak akan percaya dengan wanita iblis dan licik sepertimu"ucap rio berdecih sebelum akhirnya meninggalkan bela yang masih menunduk sambil menangis.
__ADS_1
KASIH SARAN DAN KOMENNYA DONG BUN,BIAR SI AUTHOR AKTIF🙏🤣🤣
BERSAMBUNG.......