Menikahi Pria Cacat Demi Ayah

Menikahi Pria Cacat Demi Ayah
BAB 93


__ADS_3

"ahh iya iya aku keluar sayang"saut nisa kemudian menekan gagang pintu.


Ceklek......


mata dan mulut han terbuka lebar karena pemandangan menyegarkan mata tapi juga membuat tubuh terasa panas.Nisa dengan lilitan handuk di dada sampai pahanya memperlihatkan bentuk bahu yang sempurna dan kaki jenjang yang putih mulus membuat han harus menelan salivanya dengan susah.


"Akk....aku lupa bawa baju jadi.....,"ucap nisa gugup memegang bagian bawah handuknya.


"iy..ya.ya sudah sekarang gantian aku juga mau mandi"ucap han mencoba untuk tidak gugup dan mengalihkan pandangannya dari sesuatu yang membuatnya tertarik untuk memeluk dan mencium Nisa.


"Baiklah kamu mandi saja aku akan siapkan pakaiannya untuk mu"balas nisa diangguki han.


Baru 1 langkah nisa berjalan tanpa ia sadari jika handuknya tersangkut di kunci pintu kamar mandi hingga Taraaaaaaa.......


Mata han melotot sempurna dengan bagian selatan yang berdiri dengan tegak bahkan nisa sendiri bagai terkena Sambaran petir yang membuat dirinya menjadi patung.


Tangan nisa mencoba meraih handuk yang tergeletak dilantai namun belum sampai jarinya menggapai handuk tiba tiba tubuhnya sudah melayang di udara karena han yang menggendong nya ala bridal style.


"Ap....,apa yang kamu lakukan han?"tanya nisa terkejut sekaligus malu karena tidak memakai sehelai benang pun didepan han.


"Aku mencintaimu nisa"ujar han menatap mata nisa dalam.


Nisa mengerti apa maksud perkataan suaminya itu, kepalanya mengangguk pelan membuat seulas senyum terbit di bibir han.Nisa mengalungkan tangannya dileher han membawa pria itu untuk bersentuhan dengan bibirnya.


Nisa dan han,mereka sama sama belum pernah melakukan ini sebelumnya karena itu ini benar benar first kiss untuk keduanya.


Malam panjang baru saja dimulai!


masih saling bertukar Saliva, lama lama permainan mereka semakin kasar dan menuntut membuat keduanya sudah tidak bisa berpikir yang mereka pikirkan sekarang adalah keindahan malam pertama setelah menjadi sepasang suami-istri.


"Awwww sakit Han.....,,,hiks...hiks...."


"maaf ya sayang"


Hingga akhirnya nisa berhasil menjalankan kewajibannya sebagai seorang istri.Han ambruk di samping nisa yang membelakanginya, rasanya Nisa masih terlalu malu mengingat kejadian beberapa saat lalu.


"Selamat malam sayang, mimpi indah dan terimaksih untuk malam ini"bisik han melingkarkan tangannya di perut nisa sedangkan Nisa hanya mengangguk membiarkan tangan kekar itu menempel di perutnya yang tertutup selimut.


****


"Kenapa melihatku begitu?"tanya eva yang sedang menikmati jagung rebus ditangannya.


"Kamu lihat bulan itu??"tanya rio menunjuk rembulan dengan cahaya yang cerah.


"Iya, lalu?"yang eva lagi.


"Kamu sama cantiknya dengan bulan itu va"jawab rio membuat pipi eva merona tapi dia justru teringat sesuatu.


"Ada apa??"tanya rio pada eva yang terus memperhatikannya.

__ADS_1


"Aku sedang mencari kebohongan di mata dan bibir kamu, tapi syukurlah aku tidak menemukannya"jawab eva jujur.


"Jika aku berbohong padamu maka kamu adalah orang pertama yang akan aku kabari soal kematian ku"saut rio sungguh-sungguh.


Eva menutup mulut rio dengan telapak tangannya sambil menggelengkan kepalanya pelan.


"Jangan bicara soal kematian"ucap eva matanya berkaca-kaca.


"Sayang kamu kenapa nangis?ada yang sakit?atau ada semut gigit kamu?"tanya rio panik.


"Tidak,aku hanya tidak suka membahas hal yang bisa membuat semua orang menagis"jawab eva.


Rio menarik kepala eva kedalam pelukannya, tangis eva semakin keras membuat rio semakin panik.


"Jangan,aku mohon biarkan begini dulu"ucap eva ketika rio ingin melepaskan pelukannya.


"Aku tahu kamu ingat sesuatu,apa kamu tidak mau bercerita?"tanya rio membelai kepala eva.


"Jika bicara soal kematian,aku teringat orang tuaku.Mereka meninggalkanku disaat aku sedang membutuhkan mereka beruntung ada aulia dan paman herman mereka mau merawatku bahkan membiayai pendidikan ku"jelas eva.


"Baiklah sayang sekarang jangan menangis lagi ya orang tuamu akan sedih jika kamu sedih"tutur rio.


"terimaksih"saut eva.


Mereka berdua melepaskan pelukannya,rio mengambil selembar tisu yang langsung ia gunakan untuk menghapus air mata eva yang masih tersisa di matanya.


"Mulai sekarang apapun yang terjadi aku tidak akan membiarkanmu menangis"ucap rio masih aktif menyeka air mata eva.


Pandangan mereka bertemu membuat jantung keduanya dag dig dug serrrr.


"Kamu cantik va"puji rio menangkup wajah eva.


"kamu juga tampan"balas eva menatap manik manik mata rio.


Rio memberanikan diri untuk mencium eva, Eva memejamkan matanya bersiap menerima ciuman yang ia kira akan di dapatkan olehnya.


Cup


bibir keduanya saling menempel, matanya terpejam erat menikmati kelembutan dan kehangatan bibir masing-masing.Bibir rio mulai bergerak mengulum bibir tipis eva.


Tin....


Suara klakson mobil lain membuyarkan aktivitas keduanya, rasa bersalah kini bersemayam di dalam diri rio.


"maaf"ucap rio menunduk.


"Tidak apa apa,oh iya ada kedai ice cream di ujung jalan ini,ayo kesana"ajak eva mencairkan suasana.


"Va aku tidak bermaksud untuk melakukan hal seperti tadi,aku mohon percayalah"ucap rio takut jika eva akan marah dan pergi darinya lagi.

__ADS_1


"Iya sayang tidak apa apa"balas eva membelai sebelah pipi rio.


Cup


"terimaksih"ucap rio mencium kening eva.


Sepasang suami-istri yang akan memiliki anak itu sudah asik berpelukan di bawah selimut, saling melempar kehangatan dalam pelukan masing-masing.


"Mas mau jalan jalan"ucap aulia sambil menggambar tidak jelas di dada suaminya.


"jalan jalan kemana?ke dapur?ke kamar mandi?"tanya adrian bercanda.


"ishh aku serius mau jalan jalan"pekik aulia memukul dada adrian yang tidak terasa sama sekali bagi adrian.


"ya sudah mau kemana?"tanya adrian menghentikan tawanya.


"Ke Bali"jawab aulia.


"Kenapa mau ke Bali hmm?"tanya adrian memegang dagu istrinya.


"Karena Bali adalah kota yang memang aku ingin kunjungi sejak lama"jawab aulia.


"Aku akan meminta han untuk mengatur jadwalku besok dan kita akan pergi kesana secepatnya"saut adrian mencium kening aulia dengan sayang.


"Nisa sama han lagi aha aha nih kayanya"gumam aulia bersiap menyiapkan pertanyaan untuk sahabatnya besok.


"Kenapa sayang?"tanya adrian merasa mendengar suara Istrinya.


"Jadi kapan kita kesana??"tanya aulia tersadar.


"Mungkin setelah 25 ronde, bagaimana?"seringai adrian membuat aulia melototkan matanya.


"dasar mesum tingkat nasional"umpat aulia memukul wajah suaminya dengan bantal.


"Hahaha oke oke,gimana kalo di kurangin 20?jadi malam ini ayo kita 5 ronde"ajak adrian dengan senyum smirk nya.


"Kurangin 4 lagi yanggg hummmm"aulia mengerucutkan bibirnya terakhir adrian meminta melakukan sebanyak itu adalah ketika di Bandung.


"dulu saja dibandung aku hampir tidak bisa berjalan ini lagi???Oh God please help me:("


"jadi gimana sayang?"tanya adrian mengusap bibir aulia.


"2 atau tidak sama sekali"ucap aulia melipat tangan di dada.


"Bonusin yangg 1 kan mau diajak jalan"tawar adrian.


"Jadi kamu gak ikhlas ngajak istri kamu jalan jalan?!!"tanya Aulia meluap luap.


"Gak gitu sayang,ya udah iya 1 deh daripada gak sama sekali"ujar adrian mengalah membuat senyum kemenangan memenuhi wajah aulia.

__ADS_1


BERSAMBUNG.......


__ADS_2