Menikahi Pria Cacat Demi Ayah

Menikahi Pria Cacat Demi Ayah
BAB 16


__ADS_3

"Kita belum membayar ini dan kau ingin langsung pergi?"tanya Aulia dan Nisa memukul dahinya


"Oh ya ampun hampir saja"ucap Nisa kemudian melangkah menuju pemilik Kantin untuk membayar


"Bu ini Terimakasih ya"ucap Nisa sambil memberikan selembar uang 50


Setelah membayar,Aulia dan Nisa kembali ke dalam rumah sakit dan mulai memijat kaki para pasien.


"Aulia kamu dipanggil dokter Aryo"ucap suster Dewi


"Iya sus makasih ya"ucap Aulia seraya melangkah keluar Ruang pasien


"siang dokter Aryo,ada apa?"tanya Aulia tersenyum saat dirinya sudah sampai di ruang dr Aryo


"Pasien bernama Jordan itu....dia ingin berbicara denganmu"ucap dr Aryo pada Aulia


Aulia menghilangkan senyum diwajahnya dan diganti dengan ekspresi datar


"Maaf dok saya sedang merawat beberapa pasien"jawab Aulia dengan nada dingin


"Kau bicara saja dulu dengannya"ucap dr Aryo dan akhirnya Aulia hanya bisa mengikuti perintahnya


Aulia melangkah kan kakinya dengan malas menuju ruang Jordan, tangannya meraih gagang pintu dan menekan engselnya


Ceklek


Aulia membuka pintu dan terlihat orang yang begitu dibenci nya sedang menatap seakan memberi isyarat untuk nya masuk


"Aulia masuklah"ucap Jordan dari dalam


"katakan aku tidak ada waktu"ucap Aulia dingin


"Aulia aku ingin minta maaf sungguh aku tidak bermaksud untuk menyakiti kakakmu"ucap Jordan mencoba ingin menjelaskan


"Baiklah ceritakan aku tidak akan memberi kesempatan kedua padamu"ucap Aulia memangku tangannya didada


Waktu sudah menunjukan pukul 17:00 itu artinya ini sudah waktunya pulang khusus untuk Aulia dan Nisa


"Kalian mau kemana?"tanya Rizky yang memang tidak tahu kalo Aulia dan Nisa memiliki jam operasional khusus


"mau pulang pak"jawab Nisa


"tapi ini belum waktunya pulang"ucap Rizky melihat jam yang melingkar di tangannya


"mmm itu pak pemilik rumah sakit memberi kami waktu hanya sampai jam segini"jelas Aulia


"Iya pak jam ini khusus diberikan pada Aulia dan karena saya temannya jadi saya juga kecipratan"ucap Nisa dibumbui canda


Aulia menyenggol tangan Nisa dengan sikunya memberi isyarat untuknya diam


"Baiklah pak kami permisi dulu,sampai jumpa"pamit Aulia kemudian menarik tangan Nisa keluar


"Mengapa pemilik rumah sakit bersikap begitu?"Adrian bertanya kepada dirinya


Aulia menyerat Nisa menuju parkiran dan mulai memakinya


"Kau kenapa harus bilang begitu?"tanya Aulia


"Begitu gimana sih?"tanya Nisa tidak mengerti


"kau ini sebenarnya nyambung gak sih?"tanya Aulia

__ADS_1


"Nyambung?memang kita lagi telponan"ucap Nisa polos atau bodoh entahlah kalian bisa berpendapat sendiri.


"lupakan! ayo kita pulang"seru Aulia


seperti biasa Nisa mengantar Aulia sampai didepan rumahnya dan kali ini mereka berpapasan didepan gerbang


"eh itu suami kamu udah pulang"ucap Nisa melihat mobil didepannya


Aulia dan Nisa keluar mobil menghampiri mobil Adrian


"mas?"panggil Aulia tersenyum pada suaminya


"Hai sayang,ayo bantu aku"ucap Adrian


Aulia membuka pintu mobil dan membantu suaminya duduk dikursi roda


Han keluar bersamaan dengan adrian yang keluar kemudian memberi hormat pada Aulia


"Selamat sore nona"ucap Han sopan pada Han


"Sore Han"jawab Aulia


Aulia melirik ke arah Nisa yang sedang melongo memperhatikan Han yang begitu tampan


"biasa aja kali ngeliatinnya"sindir Aulia sukses membuat Nisa merona tapi Han hanya menunjukkan wajah datarnya


"Apa....apaan sih kamu Lia udah ah aku pulang dulu,pak Adrian saya permisi"ucap Nisa kemudian berlalu pergi


Aulia mendorong kursi roda Adrian masuk kedalam rumah


"Assalamualaikum"salam Aulia dan Adrian bersama


"mah kita ke kamar dulu ya mau mandi"ucap Aulia dan Sarah hanya mengangguk


"Oh ya Rian dimana papa dan kakak kamu?"tanya Sarah tidak mendapati suami dan putra sulungnya


"Mereka masih ada pertemuan di restoran gold mah sebelum jam makan malam mereka akan kembali"jawab Adrian dan Sarah hanya manggut-manggut


Aulia membantu adrian menuju kamar mereka dan Adrian merasa kasihan melihat Aulia yang harus membantunya naik turun tangga


"Besok kita pindah saja ke kamar bawah ya..aku kasihan melihatmu harus membantuku naik turun tangga, pasti kau lelah kan?"ucap Adrian sambil berjalan tergopoh-gopoh


"Aku sama sekali tidak lelah mas tapi jika kau memang ingin pindah aku akan ikut katamu"ucap Aulia tersenyum pada Aulia


"Baiklah kita pindah besok oke"ucap Adrian dan aulia hanya mengangguk


"mas kau atau aku yang mandi duluan?"tanya Aulia


"kita mandi bersama saja"ucap Adrian sengaja menggoda istrinya


"Mas kamu ihhh"ucap Aulia pipinya merona segera ia berlari menuju kamar mandi


"Hahahah"tawa adrian saat melihat istrinya yang malu karena ulahnya


Tanpa mereka ketahui diluar kamar mereka ada yang sedang mendengarkan pembicaraan mereka.


"Rian punya istri model begitu aja bahagia banget si kamu.....kau lihat Kan ku buat istrimu itu mengkhianatimu"ucap bela tersenyum sinis.


Aulia keluar dari dalam kamar mandi dengan pakaian santainya dan segera membantu Adrian menuju kamar mandi setelah itu menyiapkan pakaian Adrian


"mas aku turun sebentar ya"teriak Aulia pada Adrian yang sedang mandi

__ADS_1


"Iya cepat kembali"jawab Adrian tak kalah berteriak


Ceklek


Aulia membuka pintu kamarnya dan melangkahkan kakinya menuruni anak tangga


"selamat malam mah"sapa Aulia


"malam sayang"jawab Sarah


Aulia membantu ibu mertuanya untuk memasak makan malam,tiba tiba bela datang dan menghampiri mereka


"selamat malam Tante"sapa bela namun Sarah tidak menjawab sama sekali


"malam calon Kaka ipar"jawab Aulia


Bela hanya menunjukan wajah kesal pada Aulia seangkan Aulia hanya tersenyum tipis


"sayang semuanya sudah selesai kamu kembali dan bawa adrian turun ya"ucap Sarah sambil tangannya menata makanan dimeja


"Iya mah aku keatas dulu ya"ucap Aulia kemudian pergi menuju kamarnya


Aulia masuk dan melihat suaminya sedang memikirkan sesuatu


"mas kamu kenapa?"tanya Aulia membuat adrian mengalihkan pandangannya menatap Aulia


"engga ayo sayang turun"ajak Adrian dan aulia langsung membantunya turun


Aulia dan adrian berpapasan dengan bela


"heh kasihan sekali"ucap bela mengejek Aulia dan adrian


"Kau hanya menumpang dirumah ini jadi jaga sikapmu!"tegas Adrian


Rio datang menghampiri Adrian dan yang lain


"ada apa ini sayang?"tanya Rio pada bela dan bela mulai melancarkan sandiwaranya


"Meraka menghinaku dan berkata bahwa aku hanya tamu dirumah ini...hiks....hiks..."ucap bela menangis dibuat buat


"dasar wanita menjijikan"umpat Adrian


"sudah lah mas biarkan dia berakting sesukanya,kita tunggu saja klimaksnya"ucap Aulia kemudian mengajak Adrian turun namun dihentikan Rio


"jika kau memang iri dengan bela maka katakan!"bentak rio pada Aulia


Adrian murka mendengar bentakan terhadap istrinya


"kau bilang apa?iri? untuk apa istriku iri kau lihat dia,dia Cantik baik dan juga sangat sederhana tidak seperti wanita menjijikan itu ups....maaf maksudku calon tunanganmu yang hanya bisa menghamburkan uang"kesal Adrian


"Adrian!!!"bentak Rio


"apa?"tanya Adrian dengan nada menantang


"mas sudahlah ayo kita turun saja"ajak Aulia


Bersambung......


bagi kalian yang suka menikah demi ayah bisa vote like dan komen ya ๐Ÿค—๐Ÿ™, terimaksih๐Ÿ˜Š


Happy reading ๐Ÿ˜๐Ÿ˜Š

__ADS_1


__ADS_2