
Setelah pulang shalat tarawih,Aulia menyiapkan bahan untuk bakar bakar ya mereka hari ini memutuskan untuk bakar bakar sekaligus sahur berjamaah di rumah adrian.
"Nis ini bawa ayamnya"ucap aulia memberikan ayam yang sudah di ungkeb.
"Dibawa kemana?"tanya nisa.
"ke pelaminan,abis itu kamu kawin dah tuh ayam"jawab aulia jengkel.
"hehehe bercanda aja nyonya muda"balas nisa cengir kuda kemudian pergi menuju halaman rumah besar dimana han dan Adrian sudah menyiapkan bakaran sementara Rio pergi menjemput eva.
Uhuk...uhuk....
"Han kau bisa atau tidak sih? asapnya kenapa kena kepadaku semua"desis adrian yang sejak tadi terkena asap bakaran sedangkan han dengan santainya mengipas bara api yang belum juga terlihat hanya asap tebal yang menutupi wajah adrian.
"Maaf tuan tapi saya tidak membuat rencana dengan asap untuk mengenai anda semua"saut han masih aktif mengibaskan kipas rotan itu di Bakaran.
"Jika begini mataku bisa merah dan bajuku bau asap han"ujar Adrian kemudian bangun berpindah posisi.
"Apa sudah menyala?"tanya nisa meletakan ayam yang ia bawa di samping Bakaran.
"Apanya yang menyala,suami mu itu bukan menciptakan bakaran melainkan bisa menciptakan keributan di komplek karena asap nya itu"saut adrian.
"Tenang tuan anda jangan Khawatir ganteng ganteng gini saya mantan tukang sate"ujar han bangga.
"Bangga ya?"tanya nisa.
"Bangga dong, lagian kamu gak pernah kan dapat mimpi indah menjadi tukang sate terus pelanggannya perempuan cantik semua"jawab han.
"oh jadi kamu suka bayangin perempuan lain kalo tidur?!bagus ya"cibir nisa.
"eh itu kan dulu sekarang mah udah ada kamu yang bisa di peluk dan cium"jawab han cepat.
"kalian sedang bermain drama heh? cepat nyalakan api nya aku sudah lelah menunggu"tutur adrian.
"Apa sudah matang?"tanya aulia datang dengan bumbu pedas dan nasi putih.
"udah li"jawab nisa.
"mana?"tanya Aulia lagi celingak-celinguk.
"bukan ayam yang matang sayang tapi aku yang matang"saut adrian meski berpindah posisi asap tetap mengikutinya (adakah yang pernah ngalamin seperti adrian??).
"Ya ampun suamiku yang tampan ini kenapa jadi di selimuti asap gini"ujar aulia melihat suaminya kemudian menarik adrian dan mendudukkannya di tangga teras rumah.
"Baju aku bau asap semua jadinya"ucap adrian mengendus baju yang ia gunakan.
"Tadi aku kan udah bilang pakai bakaran yang kompor aja, kamu gak mau"balas aulia sambil mengelap wajah adrian yang cemong.
"lebih enak yang manual sayang"jawab adrian.
Mobil rio datang,eva keluar dan langsung menghampiri aulia di susul oleh rio.
"maaf ya terlambat"ujar Eva.
"engga kok bahkan bakarannya belum jadi"jawab aulia.
"Li besok kalo kamu sama pak adrian bisa, datang ke rumah paman untuk buka bersama, tapi kalo kamu bisa"ucap eva.
"Aulia bisa kok,besok kami akan kesana bersama"jawab adrian mengerti dengan lirikan istrinya yang bertanya.
"Baiklah"saut Eva.
"Jadi belum menyala juga?"tanya rio berjongkok di samping han.
"Menyalakan bara jauh lebih menyusahkan di banding membujuk nisa"bisik han pelan takut jika sampai di dengar oleh nisa.
"Hahaha bisa aja"rio tertawa terbahak-bahak kemudian mengambil alih Bakaran dengan membakar kertas.
Dalam 15 menit Bakaran sudah siap untuk digunakan,berbeda dengan han dan Adrian yang sudah menghabiskan waktu hampir 1 jam tapi tidak ada hasil.
__ADS_1
"Wahh kak rio hebat bisa cepat menyala sedangkan mas adrian dan han tidak menyala meski sudah menghabiskan waktu setengah abad"puji aulia pada rio yang mulai memanggang ayamnya.
"Ya ngga selama itu juga sayang"ralat adrian.
30 menit ayam Bakaran hasil ketiga pria tampan itu natang dengan sempurna, perpaduan antara ayam yang matang dan bumbu yang meresap sempurna sampai ke dalam.
"Baru jam 10,emang mau sahur sekarang?"tanya aulia.
"engga sih tapi gak apalah kalo laper nanti makan lagi"jawab adrian.
"oh ya udah makan saja di dapur bibi juga sedang membersihkan sayuran mungkin untuk masak nanti"ujar aulia.
"oh iya li,apa besok kamu puasa?"tanya eva.
"insyaallah va"jawab aulia.
"iya sih li lagian gak wajib buat kamu yang lagi hamil besar"saut nisa.
"ya sudah makanlah"ujar rio diangguki semuanya.
***
Hari pertama puasa dijalankan dengan penuh semangat, seperti pagi sebelumnya adrian akan pergi ke kantor.
"Mas nanti jadi kan buka bersama sama ayah?"tanya aulia sambil membantu suaminya memakai dasi.
"iya sayang jadi, kamu siap siap aja dan lagi jika tidak kuat puasa Jangan di paksa dan cepat makan oke"pesan adrian menunjuk wajah aulia.
"oke mas"jawab aulia.
"ya udah ayo turun,han dan nisa pasti sudah menunggu di bawah"ajak adrian.
"Selamat pagi semua"sapa aulia pada sarah,ridwan,Eva,Nisa,rio dan han.
"pagi li"jawab semuanya.
"Han ayo kita langsung berangkat saja agar bisa pulang lebih awal"ajak adrian mengantungkan sebelah tangan nya di kantong celana.
"Kamu mau pulang ganti baju atau cuti?"tanya rio.
"pulang deh lagian kerajaan aku banyak"jawab eva.
"yaudah kalian hati hati ya"tutur sarah.
"iya mah"jawab rio.
"Mah, pah aku juga berangkat"ucap adrian menyalami tangan sarah dan ridwan bergantian.
"iya rian hati hati ya"jawab ridwan.
"Sayang aku berangkat, jangan melakukan apapun yang membuatmu lelah dan lagi jika tidak kuat jangan ditahan untuk berbuka"ucap adrian memastikan.
"iya mas"jawab aulia mengangguk mengerti.
"Aku berangkat dulu, nanti kalo mau pulang jangan lupa beli beberapa kebutuhan"ucap han.
"iya sayang aku inget kok bahan di rumah mulai menipis"jawab Nisa.
Setelah kepergian eva dan ketiga pria itu, aulia meminta nisa untuk menemaninya berjalan di halaman rumah.
"Nis temenin berjemur yuk"ajak aulia.
"iya ayo"jawab nisa.
"kalian hati hati ya"tutur sarah.
"oke tan"jawab nisa.
Sementara aulia mondar-mandir berjalan tanpa alas kaki,nisa duduk manis sambil memperhatikan sahabatnya itu namun tiba-tiba ponsel miliknya berdering.
__ADS_1
"Halo?"
"....."
"ahh iya pak,maaf maaf baiklah hari ini saya dan aulia kesana"
"......"
"kenapa sih?"tanya aulia setelah nisa meletakan ponselnya kembali.
"kamu lupa? seharusnya kemarin kita kumpulin tugas skripsi"jawab nisa.
"ya Allah aku lupa nis,yaudah yuk siap siap kita langsung ke kampus"ajak aulia.
"Tapi tugas aku dirumah"ujar nisa.
"iya nanti kita mampir ke rumah kamu dulu buat ambil tugas"jawab aulia.
"Lalu baju aku?"tanya nisa lagi.
"Bawel banget ih, pake baju aku dulu kan bisa"jawab aulia jengkel.
"hehe iya deh ayo"ajak nisa.
Dikantor adrian sedang berkutik dengan komputer di hadapannya sementara han menyiapkan berkas yang harus mereka bawa ketika ke Surabaya nanti.
Tok... tok... tok....
"masuk"
Setelah mendapat instruksi,han masuk dengan 10 berkas yang ia bawa di tangannya.
"Tuan ini surat yang kita butuhkan, namun sebelum itu anda harus membaca dan menandatangani nya"ucap han.
"terimaksih han letakan saja di situ"jawab adrian tanpa mengalihkan pandangannya.
Dering ponsel membuat konsentrasi adrian buyar, ingin sekali dia marah namun terhenti ketika melihat siapa yang menelepon nya.
"Iya sayang kenapa?"
"aku dan nisa akan ke kampus hari ini untuk menyerahkan tugas"
"Baiklah tapi kalian hati hati ya"
"oke mas,love you"
"to sayang"
Adrian meletakkan kembali ponselnya kemudian kembali menfokuskan mata pada laptopnya namun lagi lagi seseorang datang dan menganggu adrian.
"permisi, boleh aku masuk"suara seorang wanita yang berdiri didepan pintu ruangan adrian yang sedikit terbuka.
"Maaf? untuk apa anda datang kesini?"tanya han.
"tidak ada hanya ingin memberikan ini saja"jawab jovanka memberikan sebuah kotak makan.
"anda baik sekali tapi maaf hari ini saya sedang berpuasa"tolak adrian.
"oh ya ampun saya lupa jika hari ini adalah hari umat muslim untuk berpuasa.Maafkan saya"ujar jovanka yang non muslim itu.
"Tidak masalah"jawab adrian.
"apa ada lagi?jika tidak ada silahkan"tutur han menunjuk sopan pintu keluar.
"Baiklah saya permisi"jovanka secepatnya keluar dengan menggerutu dalam hati tentang han.
"awas kau sekretaris sialan, ketika aku sudah berhasil menjadi nyonya dierja kaulah yang pertama aku tendang" desis jovanka dalam hati.
joh-eun achim yeoleobun, jigeumkkaji cham-eulseong-issge gidalyeo jusyeoseo gamsahabnida 🙏
__ADS_1
maaf ya semuanya ku taro bahasa asing di sana untuk membantu tugas bahasa korea aku 🙏😊
BERSAMBUNG.......