
"karena waktu itu kami sudah bersikap tidak sopan dan membuat anda menunggu"jawab resepsionis itu
"sudah lupakan saja"ucap aulia tersenyum kemudian menemui nisa yang sudah menunggu di lobby perusahaan.
"Nisa???"panggil aulia
"kamu lama banget aku malu tau diliatin sama karyawan suami kamu"ucap nisa cemberut
"sudah tenang saja kenapa harus malu biasanya juga malu maluin"aulia terkekeh
"kau ini"nisa menatap tajam aulia
Aulia membawa nisa ke ruangan adrian, kebetulan Nisa membawa es krim dan juga roti keju
"nih makanlah aku sudah membeli nya"Nisa memberikan es krim dan roti keju kesukaan Aulia
"nis,aku mau bilang sesuatu padamu"ucap aulia sambil memakan es krim nya
"iya katakan"jawab nisa
"Aku sedang mengandung"ucap Aulia antusias
"hahh benarkah?? sebentar lagi aku akan menjadi Tante?"nisa tak kalah antusias sambil melompat lompat
Adrian masuk ke dalam ruangan nya bersma han,melihat Nisa yang melompat Adrian langsung duduk disamping aulia sedangkan han berada di belakang Nisa.
Nisa yang menggunakan high heels kehilangan keseimbangan nya dan hampir terjatuh beruntung ada Han dibelakang nya
Brukkkk
pandangan Han dan nisa bertemu, jantung mereka dag dig dug seperti orang yang sedang lari 5000m
"ya ampun calon imam tampan sekali 😍😍" jika saja bisa dilihat mungkin Dimata Nisa ada love seperti emot yang author kasih
"gadis ini ternyata cantik juga meski ke Kanakan"
"ekhmmmm" Adrian berpura-pura batuk membuat kesadaran kedua orang itu kembali.
"ehhh maaf tuan saya tidak sengaja"ucap nisa
"hmmm tidak apa apa"jawab han
"hahahaha kalian lucu ya seperti di film-film saja"Aulia terkekeh sebenarnya kini sedang menggoda nisa
"ah nona bisa saja, tuan saya permisi dulu"ucap Han dan Adrian mengangguk
"Li aku juga balik ya sampe besok dikampus"ucap Nisa
"daahhh"
Setalah kepergian nisa dan Han kini aulia dan adrian hanya berdua diruangan berwarna dark blue itu.
"sayang??"panggil adrian
"kenapa mas?"tanya aulia
"kamu mau ketemu ayah kan?"tanya Adrian dan aulia mengangguk dengan antusias
"ayo ikut"ajak adrian
Adrian mengajak aulia keluar ruangan nya melewati meja meja karyawan dan memasuki lift, ditekannya lantai 4
"Aku Sangat merindukan ayahku"Aulia berucap berulangkali selama di lift
__ADS_1
mereka Samapi dilantai tujuan mereka.
Tok... tok... tok...
Adrian mengetuk pintu dimana terdapat bacaan
**MANAGER PEMASARAN
HERMAN**
"Masuk"
setelah mendapat izin,Aulia dan Adrian masuk, terlihat pria yang sudah berkepala 5 sedang sibuk memeriksa beberapa berkas ditangannya.
"Ayah"panggil aulia langsung memeluk ayahnya
"Lia,apa kabar sayang"Herman bertanya mengelus punggung aulia
"Aulia baik, bagaimana dengan jantung ayah?"tanya aulia
"semua baik nak dan itu karena suamimu yang sudah membiayai ayah, terimaksih nak"ucap Herman menatap adrian
"kau adalah ayahnya istriku maka ayahku juga,jadi tidak perlu berterima kasih yah"ucap Adrian tulus
"mas terimaksih"aulia beralih memeluk tubuh adrian menitihkan air mata
"ssstttt sudah sayang"adrian mengelus puncak kepala aulia sesekali mencium nya.
"ada apa kalian mengunjungi ayah di kantor?"tanya herman setelah mempersilahkan Adrian dan aulia duduk
"iya nak ada apa, semua baik baik saja kan?"tanya herman
"ayah Aulia hamil sebentar lagi ayah akan menjadi kakek"ucap aulia membuat Herman senang bukan main
"benarkah??? adrian kau harus menjaga lia dengan benar jangan buat dia lelah dan beri dia makanan yang sehat ya"ucap herman bertubi tubi.
Aulia senang Melihat ayahnya bahagia begitupun Adrian yang senang melihat istrinya bahagia.
"ya sudah yah kami pulang dulu, jangan bekerja terlalu keras ya"ucap aulia
"iya nak sekarang ayah akan lebih menyayangi hidup ayah karena calon cucuku yang ada dalam dirimu"ucap herman
"baiklah yah, assalamualaikum"pamit Aulia dan Adrian.
Adrian dan aulia segara turun, seperti biasa Adrian akan menggandeng tangan aulia membuat para karyawan yang tergila gila pada adrian bertanya tanya dengan mata yang terbuka
"ya ampun wanita itu beruntung sekali,kenapa ya pak Adrian tidak pernah melirik ku sedikit saja"ucap seorang karyawan divisi 2
"sudahlah sampai kau siap untuk menguras air laut pun pak Adrian tidak akan melirik mu"tanggap temannya.
Selama perjalanan Adrian sibuk dengan ponsel nya sampai aulia meminta rujak dekat rumahnya Adrian tidak menyauti nya.
"mas aku mau makan rujak dekat rumahku rasanya enak sekali"ucap aulia
"mas kita kesana ya"tanya aulia namun Adrian tetap diam
"Mas??"panggil aulia lagi
"mas kamu dengar aku gak sih"emosi aulia merebut ponsel adrian
__ADS_1
"ehh iya sayang kenapa?"tanya adrian terkejut
"kamu main hp terus gak dengerin perkataan istrinya"kesal aulia
"aku minta maaf sayang itu tadi dari klien, sekarang apa yang sedang kamu inginkan?"tanya adrian dengan lembut
"tidak usah aku sudah tidak berselera"ketus aulia
Adrian mencoba memegang tangan aulia,namun Aulia menepisnya
"Aduhh bodohnya gw pake diemin istri yang lagi hamil katanya kan kalo lagi hamil itu sensitif banget"
Adrian tau semua itu karena selama perjalanan di search tentang ibu hamil dengan sangat serius dan membaca dengan seksama Karena itu Adrian tidak mendengarkan perkataan Aulia.
"si bos siap siap gak dikasih jatah bos... hihihi" dalam hati han dirinya sangat terkikik geli.
Akhirnya mobil yang mereka gunakan masuk ke pekarangan rumah besar dierja.
"sayang tungguin"ucap adrian Ketika Aulia dengan cepatnya keluar mobil meninggalkan dirinya.
"Assalamualaikum"salam Aulia yang masuk lebih awal
"waalaikumsalam eh sayang kamu udah pulang kemarilah"ucap Sarah
Dilihatnya ada bela dan Rio disana
"assalamualaikum"tak lama Adrian masuk dan segera duduk di samping aulia
"ada apa ini kau kenapa wanita ini sudah pulang?"tanya adrian Melihat bela
"kamu tanya sama papah jangan sama mamah,mamah gak ada urusan"jawab Sarah
"ada apa pah?"tanya Adrian pada Ridwan
"rio dan bela mereka ingin pernikahan mereka dipercepat"jelas ridwan
"kenapa?karena takut anakku ini menjadi pewaris keluarga dierja kan?kalian ingin menikah cepat agar bisa memiliki anak sama sepertiku?"ucap Adrian tau alasan mereka mempercepat pernikahan Mereka.
"Rian!!!"bentak rio
"Kenapa?benar bukan?"tanya adrian terdengar menantang
"mas sudah kita ke kamar aja ya"aulia mencoba menenangkan suaminya
"iya sayang ayo aku muak melihat wajah iblis ini"Adrian berkata melirik sinis pada bela
"Adrian apa maksudmu mengatakan itu?"bela membuka suaranya
Bukannya menjawab Adrian langsung membawa aulia menuju kamar mereka
"mah kami ke kamar dulu ya"ucap aulia dan Sarah mengangguk.
BERSAMBUNG......
HAI PARA PEMBACA SETIA MY BOSS MY SWEET HUSBAND TERIMAKSIH ATAS DUKUNGAN KALIAN SELAMA INI 🙏😂 BOLEH YA MINTA DUKUNGANNYA DENGAN VOTE BIAR AKU MAKIN SEMANGAT BUAT UP 🙏😂
JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA KU YANG LAIN
"**MY BOSS MY SWEET HUSBAND"
"MY CRUEL HUSBAND**"
TERIMAKASIH, HAPPY READING ❤️🌺
__ADS_1
@Alfianaaa05_