
wanita itu menggeleng tak percaya dengan kenyataan yang ia dengar dari mulut pria yang sudah sangat berarti dalam hidupnya, awalnya dia kembali hanya untuk mengambil ponselnya tapi ternyata telinganya harus mendengar pernyataan pahit yang terlontar dari bibir rio.
"va aku bisa jelasin ke kamu, dengerin aku dulu ya"ucap rio kalang kabut.
Eva menepis tangan rio, air mata sudah menggenang di pelupuk matanya rasanya sakit sekali mendengar perkataan rio yang dengan mudahnya bilang hubungan mereka hanya sandiwara.
"sayang aku mohon jangan begini, aku bisa menjelaskannya semuanya"ucap rio kembali ingin memegang tangan eva namun dengan cepat ditepis olehnya.
"Masih berani kau memanggilku sayang ha??!!!kau keterlaluan rio, semua ucapan manis dan janji itu ternyata sandiwara?benar benar pemain hebat kau rio"Eva bertepuk tangan menyinggung kan senyumnya tidak peduli seisi kafe sedang melihat kearah mereka.
PLAKKKK
"Ini hadiah untuk rasa sakit yang kau tinggalkan dihatiku, terimaksih dan selamat tinggal"Eva menekan di setiap katanya setalah itu pergi meninggalkan kafe dan rio yang menatap kepergian nya dengan sendu.
Dibelakang eva 2 wanita menatap tajam pada 2 pria yang menjadi pasangan mereka, tatapan sinis dan menusuk membuat 2 pria tampan itu menelan salivanya dengan susah.
"kalian keterlaluan"desis aulia kemudian pergi menyusul eva.
"kenapa kalian tega melakukan ini pada eva?dia juga punya hati dan kalian dengan mudahnya mempertaruhkan dirinya dalam permainan tidak berguna kalian???!!! keterlaluan!"ucap nisa penuh emosi kemudian meninggalkan pria itu yang tidak bergeming sama sekali.
Adrian dan han saling pandang kemudian beralih menatap rio yang masih menatap lurus.
"Rio ayo kita pergi dari sini"ajak adrian.
Rio tidak menjawab ataupun menolak dia hanya bisa mengikuti ajakan adiknya.
Eva menangis,air matanya berjatuhan bersama dengan langkah kakinya dia tidak peduli banyak mata yang menatapnya heran dan bersimpati.
"Eva???"panggil aulia.
Eva tidak peduli dia tetap berlari sampai dia tidak menyadari jika di depannya ada seseorang yang sedang membawa nampan berisi minuman.
Bugh....
Minuman yang dibawa pria itu tumpah ke baju eva,semua itu sontak membuat aulia dan Nisa yang baru datang terkejut kemudian segera menghampiri eva.
"Eva kau tidak apa apa?"tanya aulia membantu eva berdiri.
"Tuan maafkan teman saya ya,dia tadi tidak melihat mmm soal minumannya biar saya ganti"ucap Nisa pada pria yang masih menunduk mengelap kaca matanya yang terjatuh akibat bertabrakan dengan eva.
__ADS_1
"Tidak usah nona seharusnya saya yang meminta maaf, nona tolong maafkan saya karena saya baju anda kotor"ucap nya pada eva yang sedang mengibas bajunya yang kotor.
"ahh iyy......"Eva menghentikan ucapannya setelah melihat siapa yang ada di depannya.
"Baim?!!!"seru eva menunjuk pria itu penuh kebahagiaan.
"Eva???ini lo?"tanya Baim tak kalah terkejut.
"iya,lo ngapain disini?"tanya eva beralih merangkul tangan pria yang ia tabrak.
"gw kerja disini, alhamdulilah dapat panggilan kerja disini.Lo udah kerja?"tanya Baim.
"ahhh seneng banget gw,udah gw udah kerja alhamdulilah"jawab eva.
"kalian saling kenal?"aulia membuka suara yang sejak tadi hanya menyimak pembicaraan 2 orang itu.
"oh iya li,nis kenalin ini baim dia temen aku waktu kuliah di Jogja"Eva memperkenalkan teman terdekat eva di Jogja.
Setalah berkenalan, Eva mengajak baim untuk berkeliling kota setidaknya dia akan bisa menghilangkan kesedihan yang tiba tiba menusuk hatinya saat ini.
"Bee jjs (jalan-jalan sore) yuk??!!"ajak eva.Eva memang memanggil baim dengan panggilan bee ya bisa dibilang panggilan sayang untuk Sahabatnya.
"hahahahah oke kali ini gw yang traktir"ucap eva tertawa tidak seperti beberapa saat lalu yang terlihat rapuh.
Aulia sedikit lega setidaknya eva akan bahagia bertemu dengan Sahabatnya,dia bisa melupakan sebentar kisah cinta sandiwaranya dengan rio.
"Ya udah kalian pergi aja,aku titip eva ya"ucap aulia diangguki baim.
"Hati hati ya selamat bersenang-senang"ucap nisa melambaikan tangannya.
Tak jauh dari mereka berdiri,sepasang mata itu tidak tahan melihat pemandangan di depannya ini sampai tak terasa air mata mengalir membasahi wajahnya yang tampan.
"Ini ujian untukmu rio,kau sendiri yang lebih mementingkan ego mu dibanding perasaan jadi sekarang tugasmu adalah mendapatkan cintanya lagi seperti dulu"ucap adrian yang mengerti tetasan cairan bening dari mata rio.
Melihat eva yang tertawa bahagia karena pria lain bagai diiris pisau tertajam di dunia, apalagi ketika melihat eva merangkul tangan pria lain dengan akrabnya.
"Eva???!!!!" seru rio berteriak memanggil nama eva dalam hati.
Adrian menghampiri istrinya tapi aulia justru langsung pergi meninggalkan adrian yang mengerucutkan bibirnya begitupun dengan eva dia memutar bola matanya malas sambil melipat tangan nya di dada.
__ADS_1
"kamu gak usah antar aku pulang, aku pulang naik taksi aja"ucap nisa tanpa mengalihkan pandangannya.
"mana bisa gitu sayang, biar aku antar ya"bujuk han.
"Tidak perlu!!!"tolak nisa keras.
Aulia dan Nisa mereka memutuskan untuk pulang dengan naik taksi saat ini keduanya kecewa karena permainan tak berguna yang mereka ciptakan ada hati yang tersakiti.
"Kenapa mereka bisa keterlaluan begitu, mereka tidak berpikir siapa saja pihak yang akan dirugikan dalam hal ini"ucap nisa geram.
Aulia membuang nafas nya sambil mengelus perutnya yang terkadang keram.
"sekarang giliran kita yang akan merugikan mereka berdua"ucap aulia dengan seringai yang membuat nisa merinding.
"Caranya?"tanya nisa.
Aulia mendekatkan mulutnya ke telinga nisa dan membisikkan sesuatu yang dibalas anggukan kepala oleh nisa.
Ditaman kota eva sedang menikmati saat bersama sahabatnya yang selalu ada untuknya, yang selalu menghiburnya jika dirinya sedang mellow namun untuk kali ini eva memutuskan untuk tidak memberitahu baim.
"Kenapa lo cengar-cengir kaya kuda lumping kesurupan?"sindir eva sambil memakan ice cream toping oreo kesukaannya.
"Sembarangan lo, muka gw kaya kevin Julio gini lo bilang mirip kuda lumping kesurupan?gak inget lo dulu dikampus mahasiswi pada ngejar gw??"ucap baim dengan percaya diri nya.
"Cih, kepedean lo kaya bencong keliling"desis eva.
Sebenarnya baim tau jika saat ini eva sedang dalam masalah kerena tadi dia sempat melihat eva menangis tapi dia juga tidak bisa langsung bertanya kepada eva karena tidak mau membuatnya kembali sedih.
"oh iya lo kerja dimana?"tanya eva.
"drjgroup tapi di cabangnya"jawab baim membuat eva menoleh dengan sendok yang masih menyangkut di mulutnya.
"Serius???!!!itu tempat gw kerja juga"tanya eva antusias.
"ahh syukurlah kalo lo kerja disana seenggaknya gw gak terlalu Ceming"ucap baim nyengir.
"Besok kita ketemu di halte kantor ya biar masuk bareng"ucap eva diangguki baim.
JANGAN LUPA LIKE, KOMEN DAN VOTE 🤗😊
__ADS_1
BERSAMBUNG.......