Menikahi Pria Cacat Demi Ayah

Menikahi Pria Cacat Demi Ayah
BAB 45


__ADS_3

"mengatai bela hanya mengincar harta padahal sebenarnya dialah yang mengincar harta adrian"


"tutup mulutmu mu aulia apa kau punya bukti atas kata katamu ha?"bentak bela.


"jangan berani kau membentak istriku"ucap adrian penuh emosi.


"ya aku punya buktinya, bukti semua kejahatan mu dan bukti bahwa sebenarnya kau sudah menikah"jawab aulia atas pertanyaan bela.


"tunjukan jika kau punya buktinya"tantang Rio.


Aulia pergi ke editor video dan meminta untuk merekam video di dalam flashdisk yang dia berikan.


"tolong putar video nya"pinta aulia.


Editor itu menekan tombol play namun tidak juga ada video atau gambar yang muncul, aulia mulai khawatir pasalnya dia sudah memeriksanya ketika mendapatkan itu dari Romi.


"nona dalam flashdisk ini tidak ada apapun"ucap editor.


"tidak mungkin aku sudah memeriksanya saat itu kenapa videonya bisa hilang"ucap aulia tidak percaya dengan apa yang dia lihat saat ini.


"kau sudah mengganggu acara pernikahan ku dan menuduhku yang tidak tidak sekarang mana bukti yang kau katakan itu ha??"bentak bela.


Para tamu mulai mencibir dan mencaci aulia,Aulia benar benar tidak menyangka bagiamana bisa hilang sedangkan selama ini flashdisk itu ada bersamanya.


"lihatlah sekarang dia berpura pura kehilangan bukti mungkin dia melakukan ini hanya agar bela tidak menjadi menantu keluarga dierja dan dia yang bisa menguasai harta keluarga kaya ini"cibir seorang tamu.


"benar benar tidak tahu malu, bagaimana bisa keluarga terpandang seperti keluarga dierja ini memilih menantu sepertinya"


Hati aulia benar benar sesak mendengar cibiran dari para tamu dan yang lebih parah adalah rasa bersalah pada suaminya karena sudah mempermalukan nama baiknya.


"Adrian ini istri yang kau bela terus?lihat bagaimana dia menuduh orang lain tanpa bukti"ucap rio menunjuk aulia.


Adrian hanya diam sambil menatap Aulia yang sedang menunduk sambil menangis, rasanya dia kasihan pada istrinya itu tapi dia juga kecewa Aulia tidak mau mendengarkan ucapannya untuk tidak ikut campur dalam urusan Rio dan bela.


"Sayang sudah jangan menangis nak"Sarah bicara dengan lembut sambil mengelus punggung aulia.


"nona Sarah kau jangan bersikap baik pada wanita seperti dia bisa saja dia akan menghancurkan keluarga mu"ucap seorang tamu yang menjadi teman sosialita sarah.


"iya anakmu itu tampan dia bisa mendapatkan wanita seperti apapun untuk apa mempertahankan wanita seperti dia"sambung tamu lainnya.


Aulia semakin sesak mendengar makian dari para tamu,dia memberanikan diri untuk menatap suaminya terlihat adrian sudah ingin menitihkan air mata karena melihat istrinya di hina tapi dia juga tidak bisa membelanya.


"mas aku mohon percayalah padaku, wanita ini bukan Wanita baik baik dia...."ucapan aulia dengan cepat dipotong oleh bela.

__ADS_1


"tuan aku rasa anda harus menenangkan nona aulia dia butuh anda tuan"bisik Han.


"tidak cukupkah perkataan para tamu mengenai dirimu Sampai kau masih berani menuduhku lagi,kau benar benar tidak tahu malu"umpat bela.


Tiba tiba suara bariton membuat seisi ruangan menatap ke sumber suara, dilihat seorang wanita cantik dan seorang pria yang duduk di kursi roda.


"Aulia tidak berbohong"ucap pria di kursi roda itu membela aulia.


Mata bela membulat sempurna melihat siapa yang datang ke acara pernikahan nya.


"Kejutan sayang"pria itu menghampiri bela dan memegang tangan nya.


"lepaskan siapa kau berani menyentuh calon istriku?"tanya Rio menepis tangan Jordan dari pergelangan tangan bela.


"aku Jordan SUAMI SAH dari bela yovita"ucap Jordan menekan kata suami sah.


Sedangkan nisa ya gadis yang datang bersama Jordan adalah Nisa.


"Putar rekaman video ini"Nisa memberikan ponselnya pada editor.


Keringat mulai bercucuran di dahi bela, ketar ketir itulah sebutan yang cocok untuk keadaan bela saat ini apalagi ketika melihat rekaman video yang diperlihatkan di layar besar monitor.


"Aku akan menguras habis harta pria bodoh itu, aulia aulia kau ingin melawanku kan? tidak akan bisa sayang kau bukan tandingan ku dan kau Jordan suamiku sayang maaf karena aku membunuhmu lagian kau nakal sayang sudah berani bicara hal buruk tentangku pada orang lain"ucapan bela ketika di toilet.


Bela semakin khawatir bercampur takut apalagi ketika melihat tatapan Rio dan para tamu padanya.


"sayang apa maksud video itu?"tanya Rio.


"sayang aku bisa jelaskan dengarkan aku dulu,rekaman video itu palsu mereka bertiga sudah menjebak ku"jelas bela tidak masuk akal.


"kau mau mengelak lagi setelah sudah banyak bukti yang memojokkan mu?"tanya nisa penuh emosi.


"kau siapa?kau hanya orang lain Jangan berani ikut campur"bentak bela.


"sudah aku duga bahwa wanita ini hanya memikirkan harta dia tidak bisa menghargai orang lain apalagi MENCINTAI mu rio,mamah sudah berkali kali menasehati mu"ucap Sarah.


"lihatlah ternyata bela yang bersalah disini"ucap tamu.


"ini kan wanita yang kau banggakan?"tanya adrian terdengar mengejek.


"CUKUP!!!!?"teriak bela menutup telinga dengan tangannya.


"ya aku memang ingin menikah dengan rio hanya demi harta dan ya aku memang melenyapkan suamiku sendiri demi bisa menikah dengannya, kenapa?apa yang akan kalian lakukan?akan melaporkanku pada polisi?"tantang bela.

__ADS_1


"kau tidak tahu malu sekali bela sudah salah masih bisa bersikap menjijikan"umpat aulia.


Bela berjalan mendekati aulia dan,,,,,


PLAAAKKKK


tamparan keras dari bela mendarat dengan sempurna di pipi mulus Aulia.


"Bela!!????!!!"Bentak Adrian dan menolong aulia yang jatuh tersungkur di lantai.


"sayang kamu gak apa apa?"tanya adrian.


"iya mas aku gak apa apa"jawab aulia.


Bela kembali mendekati aulia,meraih pisau yang ada di meja prasmanan dan menodong nya kepada aulia.


"jika kalian berani maju 1 langkah saja akan aku potong leher nya"ancam bela pisau sudah menempel pada tenggorokan aulia.


"Bela lepaskan istriku"perintah adrian.


"kenapa?dia sudah menghancurkan semua rencanaku hukuman yang pantas untuk nya adalah kematian"jawab bela seperti orang yang tidak waras.


"Bela lepaskan aulia"perintah Sarah.


"bela jangan gila kau lepaskan Aulia"teriak Nisa.


Perlahan bela semakin menekan pisau itu menempel pada leher aulia membuat nya mengeluarkan darah.


"ahhh sakit bela jangan lakukan itu"ringis aulia.


Adrian sudah mengepalkan tangannya siap untuk membunuh wanita dihadapannya ini.


"adrian jika kau berani maju anakmu ini akan mati"bela memindahkan pisau itu ke perut aulia.


"bela aku mohon jangan lakukan itu hiks....hiks.."pinta Aulia.


"setelah apa yang kau lakukan padaku? tidak akan!!"jawab bela tepat di telinga aulia.


"Nona bela angkat tangan!!!!"ternyata itu adalah suara polisi yang sudah mengangkat pistol.


aku mungkin up lagi malam ya soalnya paketan aku Abis semalam mau beli ujan😫😫


perjuangan untuk menulis dan tidak mengecewakan kalian 😊

__ADS_1


BERSAMBUNG.......


JANGAN LUPA LIKE DAN VOTE YA BIAR AKU MAKIN SEMANGAT BUAT UP πŸ˜‚


__ADS_2