Menikahi Pria Cacat Demi Ayah

Menikahi Pria Cacat Demi Ayah
BAB 105


__ADS_3

Pagi pagi sekali semua sudah berada di Bandara Ngurah Rai Bali,ketiga wanita itu sama sekali tidak menunjukkan senyum sejak keluar dari resort tadi.


"lain kali kita kesini lagi sayang, jangan sedih"ujar adrian memegang bahu aulia dari samping.


"Belum puas mas aku disini"saut aulia cemberut.


"Kalo kamu mau setiap hari juga bisa sayang kita kesini"tutur adrian.


"Apa sih,gak lucu tau"ketus aulia.


"lagian siapa yang ngelawak sih yangg"desis adrian.


Sedangkan han dan nisa,sejak tadi pria yang dulu di kenal dingin itu bersikap manja pada istrinya yang sedang merajuk.


"Sayang??!!"panggil han pelan tapi terkesan manja.


"apa sih sayang sayang,udah sana sana"usir nisa.


"sayang kita akan kesini lagi lain kali"jelas han.


"iya yaudah ih awas dulu tuh dilihatin orang"bisik nisa melihat sekeliling yang sedang memperhatikan mereka.


Han bangun dan duduk di samping sedangkan rio dan Eva.


"Jangan cemberut Mulu dong nanti jelek loh"ujar rio.


"Biarin aja"ketus eva.


"besok aku ajak ke Dufan mau?"tanya rio.


"ahh beneran?"tanya Eva dengan senangnya.


"iya"jawab rio tersenyum dan mengangguk pelan.


***


Pesawat berlabel lion air itu landing dengan sempurna di bandara internasional Soekarno-Hatta,Aulia yang tertidur seketika bangun setelah mendengar suara serak dari speaker yang ada di atas dan sudut pesawat.


"Nyampe deh di Jakarta"ujar aulia melirik ke samping, terlihat adrian yang tertidur pulas dengan kepala yang mendongak ke atas.


"mas bangun mas"ucap aulia pelan sambil menggoyangkan lengan adrian.


"Hoam...ada apa sayang?"tanya adrian dengan penglihatan yang belum jelas.


"Kita sudah sampai, sebentar lagi landing"jawab Aulia.


Adrian mengatur posisi duduknya, perlahan pengaturan penglihatannya telah kembali.


Aulia,Adrian dan yang lain segera turun menuju boarding pass untuk mengambil barang-barang mereka.


"Kamu laper?"tanya adrian.


"laper mas"jawab aulia.


"Kita ambil barang dulu ya baru makan"tutur adrian diangguki aulia.


"mas aku mau ke toilet tiba tiba perut aku mual... oekkk"ucap aulia tiba tiba merasa perutnya seperti di kocok.


"Li biar aku antar ya"ucap eva.


"aku ikut"saut nisa.


Berakhir Nisa dan Eva mengantar aulia ke toilet sementara ketiga pria menunggu barang mereka di boarding pass.


"Tuan apa anda ingin kopi?"tanya han.


"Tidak han, terimaksih"jawab adrian.


"jika tidak keberatan"jawab rio.


"Baiklah saya akan ambilkan"saut han mengerti.


Sementara di toilet, aulia memuntahkan cairan bening,nisa memijat tengkuk aulia bertujuan membantu rasa mual yang aulia rasakan sedangkan eva memberikan minyak angin di sisi kanan dan kiri dahi aulia.


"Udah enakan?"tanya nisa ketika aulia memposisikan tubuhnya tegak.


"kok jadi gini yah perasaan kemarin pas berangkat gak gini"ujar aulia.


"Kamu salah makan mungkin kemarin"saut eva.


"iya mungkin,ya udah ayo kita ke boarding pass"ajak aulia setelah mengelap sekitar mulutnya mengunakan tisu.


Adrian dan yang lain masih berdiri menunggu barang mereka sampai akhirnya aulia datang membuat adrian mengalihkan perhatian nya pada istrinya.


"Sayang kamu gak apa apa?"tanya adrian sebelah tangan memegang bahu Aulia sedangkan tangan yang lain membelai rambutnya.

__ADS_1


"Aku gak apa apa mas cuma mual dikit aja"jawab aulia diakhiri senyuman hangat.


"Mungkin karena kamu belum sarapan makanya mual, lagian bandel sih tadi di suruh makan dulu gak mau"desis adrian.


"iya mas, ternyata benar ya gak nurut sama suami gak baik"saut aulia.


"nah kan tau"Adrian menuntun Aulia untuk duduk sambil menunggu barang milik mereka.


"ya udah ayo langsung aja kita cari resto yang buka"ajak rio.


"tapi kak apa tidak sebaiknya kita langsung pulang saja,kita makan di rumah saja bagaimana?lagipula rumah juga tidak terlalu jauh"ujar aulia yang merasa tubuhnya semakin lemas dan cepat ingin istirahat.


"kau baik baik saja aulia?"tanya Eva.


"gak tahu tiba tiba badanku lemes terus perut aku juga mual banget"jawab aulia.


"ya sudah ayo kita langsung pulang saja"ajak rio.


Setelah mobil jemputan mereka datang,semua bergegas masuk karena ingin cepat cepat sampai rumah melihat kondisi Aulia yang semakin pucat.


"Sayang kamu bener gak apa apa?"tanya adrian.


"engga mas cuma lemes aja kok"jawab aulia.


"muka kamu pucet banget li"ujar nisa.


"Apa tidak sebaiknya kita ke rumah sakit dulu nona?"tanya han.


"ahh tidak perlu lagipula lusa juga jadwalku cek up"jawab aulia.


"ya udah kamu tidur aja nanti aku bangunin"ucap adrian namun aulia menggeleng.


"aku tadi baru bangun mas masa iya tidur lagi"saut aulia.


30 menit mobil yang mereka naiki memasuki pekarangan rumah besar dierja,keenamnya langsung turun dan masuk ke dalam rumah yang di sambut hangat oleh beberapa pelayan dan juga orang tua mereka.


"Assalamualaikum"


"waalaikumsalam"


"Bagaimana liburannya nak?"tanya sarah pada aulia yang sedang memeluknya.


"menyenangkan mah"jawab aulia.


"tidak pah, kami ingin makan dulu udah meronta nih cacing"ucap rio cepat sambil mengelus perutnya.


"ya baiklah"ujar Ridwan.


Mereka semua meninggalkan koper di ruang tamu menuju dapur, dilihat meja makan masih kosong hanya ada roti dan berbagai macam selai.


"Belum ada apa apa, gimana kita delivery aja"ucap rio.


"tidak perlu kak,aku akan masak sebentar"potong aulia.


"tapi sayang kamu kan lagi kurang enak badan"ucap adrian.


"udah enakan kok, bentar ya"saut aulia.


"Biar kami bantu"ucap nisa diangguki Eva dan akhirnya mereka membantu aulia memasak.


Aulia mengambil beberapa butir telur dan juga beberapa sayuran yang menjadi bahan untuk membuat martabak telur.


"Aduhh makin laper aja nih nyium baunya"ucap adrian.


"Tuan saya ingin menyampaikan besok kita ada pertemuan dengan nona jovanka di hotel Mercure pukul 8 malam bersama para pemegang saham lain"ucap han yang sejak tadi sibuk dengan ponselnya.


"apa? kenapa mendadak?"tanya adrian sedikit terkejut.


"Saya juga tidak tahu tuan dan lagi anda juga harus datang bersama tuan rio selaku pimpinan perusahaan cabang dierja"saut han menjelaskan.


"Aku?kenapa semua tiba tiba seperti ini?"tanya rio.


"ya sudah baiklah besok kami akan datang"ujar adrian.


Aulia datang dengan sepiring martabak telur yang dipenuhi sayuran itu,nisa dan eva membawa nasi dan minuman ke meja makan.


"Baiklah ayo kita makan"ujar aulia menggosok telapak tangannya.


Suara dentingan sendok dan garpu menemani makan mereka yang dibilang sarapan bukan makan siang pun bukan.


"enak sekali"puji rio.


"tentu saja aulia yang masak"jawab eva.


"benar sekali nona,masakan anda sangat lezat pantas saja tuan adrian jauh lebih berisi karena asupan makanan nya sangat lezat"ujar han.

__ADS_1


"Ya kamu benar sayang, lihat saja paman herman dia juga berisi karena setiap hari memakan masakan aulia"saut nisa.


"Istriku memang pandai dalam apapun terutama dalam membahagiakan suaminya"puji adrian mengedipkan sebelah matanya pada aulia.


"Aku sangat tersanjung dengan pujian kalian, makanlah sebelum ku habiskan semuanya"ucap aulia lembut namun diakhiri ancaman.


Setelah makan han dan nisa pamit pulang sedangkan rio mengantar eva pulang ke rumah ayah aulia.


"om, tante aku pamit pulang dulu ya"ucap Eva sambil mencium tangan sarah dan ridwan bergantian.


"iya sayang, hati hati ya"jawab sarah.


"tuan dan nyonya kami pamit pulang dulu ya"ucap nisa juga menyalami tangan sarah dan ridwan bergantian dengan han.


"kalian hati hati ya dan semoga setelah bulan madu kemarin bisa cepat menyusul adrian yang akan menjadi ayah"ucap sarah membuat nisa tersipu malu.


"mamah Jangan menggodanya, lihatlah wajahnya memerah padam"goda aulia.


"Siapa yang merah?aku tidak"ucap nisa menunduk menyembunyikan wajahnya.


"nih merah nih"Aulia mencubit gemas pipi nisa.


"Aduh sakit"ringis nisa memegang pipinya yang sakit.


"ya udah mah,pah rio pamit antar eva dulu ya, assalamualaikum"pamit rio kemudian pergi di susul eva,han dan nisa.


"kami juga pamit ke kamar dulu ya mah,pah"ucap adrian.


"Belum puas to kemarin di Bali sampai mau di kamar terus"Canda ridwan.


"Ck papah ini"saut Adrian berdecih mendengar candaan papahnya.


"ya sudah kalian pasti lelah, istirahatlah"tutur sarah.


Adrian dan aulia pergi ke kamarnya untuk beristirahat, merebahkan diri mereka dia atas ranjang king size berseprei putih itu.


"mas lusa kandunganku sudah 7 bulan,aku tidak sabar untuk membawanya melihat dunia"ucap aulia sambil memandangi perutnya dan mengelusnya.


"Aku juga tidak sabar sayang, keluarga kita akan semakin lengkap dengan kehadiran anak kita"saut adrian mengelus dan mencium perut aulia.


Aulia mengangkat kepalanya dan ia daratkan diatas dada adrian kemudian memeluknya erat,adrian membalas pelukan aulia dan mencium puncak kepala istrinya hingga akhirnya mereka sama sama tertidur karena kelelahan.


2 wanita cantik dengan pakaian seksi yang melekat indah di tubuh mereka yang wow membuat beberapa pria menatap lapar kepada keduanya yang sedang asik menyusun strategi menghancurkan aulia.


"Besok aku ada pertemuan dengan adrian dan rio,kau mau datang?"tanya jovanka.


"Jika aku datang sekarang,bukankah permainannya menjadi tidak seru"saut nya.


"heuh bela... bela,kau dulu model internasional yang terkenal entah apa yang kau cari sampai meninggalkan karirmu demi pria seperti rio"ujar jovanka.


"Jika aku berhasil memasuki rumah dierja apalagi berhasil menjadi menantunya aku tidak perlu bersusah payah untuk mencari uang karena itu aku terobsesi untuk menjadi menantu keluarga konglomerat itu"jawab bela.


"Baiklah, sudah kita putuskan rencana awal aku yang memulainya kau hanya perlu atasi setelahnya"ujar jovanka.


"Baiklah kau tenang saja,aku salah satu pemain yang hebat"ucap bela.


"pemain hebat tapi sampai di penjara, dasar bodoh"cibir jovanka pelan.


"Aku mau membuat aulia menyesali perbuatannya dulu padaku, andai saja dia tidak ada mungkin sekarang aku sudah menjadi nyonya rio dierja"geram bela menggenggam gelas jus dengan kuat sampai akhirnya pecah.


"Tidak lama lagi dia akan keluar dan kita yang akan masuk, tenanglah"ucap jovanka memberikan selembar tisu pada bela.


"Tapi aku dengar rio memiliki seorang kekasih,apa kau tahu?"tanya bela.


"aku pernah mendengar namanya eva dan kau tahu dia sepupu dengan aulia tapi aku belum pernah melihat wajahnya"jawab jovanka meminum kopi macchiato miliknya.


"Heuh.... setelah mendapatkan adiknya dia ingin keluarga nya mendapatkan kakaknya.Dasar tidak tahu malu"Cibir bela tersenyum mengejek.


"Kau kenal dengan Asisten Han?"tanya jovanka.


"ahh pria itu,dia ikut andil dalam menghancurkan hubunganku dengan rio dulu.Kenapa?"tanya bela.


"Dia sudah menikah dan aku harap kau tidak terkejut ketika mendengar siapa istrinya"jawab jovanka.


"Aku harap kau tidak menyebut nisa di sini"saut bela.


"kau mengenalnya juga?"tanya jovanka.


"tentu saja,dia sahabat aulia yang juga ingin aku habisi karena telah menghancurkan hubungan ku dengan rio,saat itu aku nyaris menang tapi karena wanita itu membawa bukti kejahatanku semua hancur begitu saja"jawab bela.


"Kita akan hancurkan semua nya sampai ke akar, tenanglah"tutur jovanka.


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN POSITIF YA😉


BERSAMBUNG.......

__ADS_1


__ADS_2