Menikahi Pria Cacat Demi Ayah

Menikahi Pria Cacat Demi Ayah
BAB 17


__ADS_3

"kau bilang apa?iri? untuk apa istriku iri kau lihat dia,dia Cantik baik dan juga sangat sederhana tidak seperti wanita menjijikan itu ups....maaf maksudku calon tunanganmu yang hanya bisa menghamburkan uang"kesal Adrian


"Adrian!!!"bentak Rio


"apa?"tanya Adrian dengan nada menantang


"mas sudahlah ayo kita turun saja"ajak Aulia


Aulia memutuskan untuk meninggalkan bela dan juga Rio dia beranggapan jika terus meladeni mereka maka sampai ayam jantan bertelur pun tidak akan selesai.


"Eh kalian sini duduklah"ucap Ridwan


"iya pah"jawab aulia kemudian membantu Adrian duduk


"Malam semua"sapa Rio


"malam sayang duduklah"jawab Sarah


"Ayo"ajak Rio pada bela


Mereka mulai makan dengan Hidmat tanpa bersuara hanya ada dentingan sendok dan piring yang bersentuhan


"Adrian?"panggil Ridwan tiba tiba


"Iya pah"jawab Adrian melihat kearah Ridwan


"Minggu depan ada pertemuan dengan tuan Joy di Berlin dan kau yang harus menemuinya"ucap ridwan


"Baiklah pah"jawab adrian


"kenapa papah tidak menyuruhku yang pergi?"tanya Rio tiba tiba


"Tuan Joy ingin menemui Adrian dan itu tidak bisa digantikan siapa pun"ucap Ridwan membuat ubun ubun Rio ingin sekali pecah


"Kau baik baik saja?"tanya bela berbisik pada rio dan hanya dijawab anggukan oleh Rio


Setelah selesai makan malam Aulia dan Adrian bersantai di balkon kamar Meraka


"mas aku mau ke kamar mandi"ucap Aulia


"yasudah sana kenapa harus bilang dulu kepadaku"ucap Adrian


"mas?"panggil Aulia


"ada apa? kenapa kau masih disini bukanya kau bilang ingin ke kamar mandi?"tanya Adrian bingung


"bagaimana aku bisa ke kamar mandi kalau kau menahanku"ucap Aulia cemberut


Adrian menepuk jidatnya ketika ingin saat ini dia sedang memangku dan memeluk pinggang Aulia


"Hahaha aku lupa.... ya sudah sana"ucap adrian menggaruk tengkuknya yang tidak gatal


Aulia masuk ke dalam kamar mandi untuk membuang hajatnya kemudian menggosok gigi dan mencuci mukanya


"Sudah..."ucap Aulia menatap dirinya pada pantulan cermin


Aulia melangkahkan kakinya keluar tanpa ia sadari ada sebuah sabun yang terjatuh dan Aulia injak

__ADS_1


Brukkkkk.....


"Aaaaaaaaaa......"teriak Aulia saat merasakan sakit didahinya


Adrian yang mendengar itu terkejut dan segera memanggil Aulia


"Aulia apa kami baik baik saja?"tanya Adrian sedikit berteriak


"Mas tolong aku...."ucap Aulia membuat Adrian gusar


Adrian mulai mengangkat kakinya dan kini kedua kakinya bisa berdiri,perlahan adrian melangkah dengan memegang benda yang ada disampingnya


Adrian berjalan pelan pelan menuju kamar mandi untuk pertama kalinya tanpa kursi roda setelah kejadian itu


"Aulia kamu tidak apa apa?"tanya Adrian yang sudah berada didepan pintu kamar mandi


"mas kaki ku terkilir"ucap Aulia dari dalam kamar mandi


"pintu dikunci atau tidak?"tanya Adrian


"Tidak mas"jawab Aulia


Adrian memegang pintu dan membuka pintu kamar mandi.


Betapa terkejutnya dia melihat dahi Aulia yang berdarah


"Aulia??!!!"Panggil Adrian terkejut


"mas....kau.....bisa berdiri mas"ucap Aulia saat melihat suaminya berdiri tanpa alat bantu


"Kau diam disini ya aku akan memanggil mamah"ucap Adrian kemudian berbalik berjalan menuju pintu kamar


Adrian terjatuh tak kuat lagi berjalan


"mas???!!"panggil Aulia yang khawatir dengan keadaan suaminya


"Aku tidak apa apa.. sebentar aku Panggil mamah"ucap adrian kemudian berusaha berdiri memegang sofa perlahan ia bisa kembali berdiri


"MAMAH????!!!!!"teriak Adrian membuat Sarah dan Ridwan melihat ke lantai 2 tempat Adrian sedang berdiri membuat bela dan Rio keluar dari kamar mereka masing masing


"Adrian?"Panggil bela pelan karena terkejut melihatnya bisa berdiri


"Benarkah itu Adrian?"tanya Rio pada dirinya saat melihat adrian bisa berdiri


"Adrian?.....Adrian nak kau bisa berdiri sayang?"tanya Sarah dari bawah dengan air mata yang menggenang


"nanti adrian jelaskan sekarang tolong Aulia mah dia jatuh dikamar mandi"ucap Adrian dengan nada khawatir


Sarah dan ridwan Segera berlari menaiki tangga menuju kamarnya


"Aulia???"Panggil Sarah kemudian membantunya berdiri


"mamah maafin aku ya jadi ngerepotin mamah"ucap Aulia berjalan terpincang-pincang


"Iya sayang tidak apa apa"jawab Sarah lembut kemudian mendudukkan Aulia di sofa kamar mereka


Adrian masih kuat untuk berjalan masuk ke dalam kamarnya diikuti bela dan Rio yang masih tidak menyangka melihat Adrian

__ADS_1


"Sayang?"panggil Adrian berjalan perlahan mendekati istrinya


"mas kau bisa berjalan sayang....aku senang sekali"ucap Aulia saat Adrian sudah berada disampingnya


"Ini semua berkat kegigihanmu sayang"jawab Adrian sambil mengelus sayang rambut Aulia


"Adrian mamah senang nak kamu sudah mulai berjalan kembali"ucap Sarah berderai air mata


"Ini semua berkat Aulia mah"jawab Adrian menatap aulia dalam


"Maksud kamu?"tanya Ridwan tidak mengerti


"Setiap malam Aulia selalu memijat kakiku dengan pijatan yang dilakukannya dirumah sakit setelah itu dia juga membantuku untuk terapi okupasi didalam kamar mah. Dia tidak pernah lelah merawatku meski sudah berkali-kali aku gagal dan jatuh tapi dia dengan gigihnya menyemangati ku"jelas Adrian membuat Sarah dan Ridwan kagum


"Sayang kau sungguh istri yang baik selama ini kami sudah mencari pengobatan untuk Adrian tapi hasilnya nihil dan kau....aku bangga padamu nak"ucap Sarah kemudian memeluk Aulia


"Apa Adrian sudah bisa berjalan?aku menyesal telah meninggalkannya dan lebih memilih kakaknya yang tidak ada tandingannya dengan Adrian... bagaimana pun aku akan membuat Adrian kembali mencintaiku" ucap bela dalam hati sambil tersenyum tipis


"astaga adrian sudah bisa berjalan sekarang apa bela akan meninggalkan ku dan kembali pada adrian?tidak akan aku biarkan bela melakukan itu" ucap Rio ketakutan dan khawatir


"adrian sungguh beruntung memiliki istri seperti mu Aulia"ucap Ridwan lembut


Bela dan Rio hanya menatap mereka dengan tatapan aneh menutut Aulia


"kalian kenapa kau melamun?"tanya Aulia membuat pasangan itu terkejut dan segera mengalihkan pandangannya


"Tidak siapa yang melamun"elak Rio


"ya sudah Aulia,Adrian kalian istirahatlah kami akan kembali ke kamar untuk istirahat juga"ucap Sarah kemudian pergi meninggalkan kamar Adrian diikuti semua orang.


Kini hanya tinggal Aulia dan adrian yang terus saling menatap


"mas kenapa kau melihatku seperti itu?"tanya Aulia pipinya sudah merona seperti tomat


"yang papah katakan benar aku sangat beruntung memilikimu sebagai istriku"ucap Adrian menangkup kedua pipi Aulia


"kita sama sama beruntung mas"ucap Aulia tersenyum


Adrian mengambil kotak P3K yang ada didalam nakas dekat sofa kemudian mengobati dahi Aulia yang berdarah


"kalau kau merasa sakit kau bilang ya"ucap Adrian dan Aulia hanya mengangguk tersenyum


"Awww...mas perih"ucap Aulia saat adrian memakaikan obat merah


Adrian meniup dahi Aulia dengan lembut dan menciumnya,Aulia memejamkan matanya menikmati ciuman hangat yang diberikan Adrian


Ciuman Adrian turun ke mata Aulia kemudian hidung,pipi,hidung dan terakhir bibir Aulia namun ketika dibibir ciuman itu berubah menjadi luma*am yang dalam. Aulia membalas ciuman Adrian tak mau kalah ia mengalungkan tangannya di leher Adrian.


Tangan Adrian mulai tidak bisa dikondisikan,tangannya masuk kedalam piyama Aulia dan berhenti di sebuah gundukan besar


"Eummhhhh...."lenguh Aulia saat tangan Adrian me*emas dada Aulia


Brakkkkkk


Kotak obat yang digunakan untuk mengobati Aulia terjatuh membuat Adrian dan aulia sama sama terkejut dan mengentikan aktivitas mereka


BERSAMBUNG........

__ADS_1


Hai kalian yang suka novel menikah demi ayah bisa vote, like dan komen kekurangan nya 😊😍


terimakasih 🙏🙏 happy reading 😍❤️


__ADS_2