Menikahi Pria Cacat Demi Ayah

Menikahi Pria Cacat Demi Ayah
BAB 131


__ADS_3

Aulia menangis dalam kamar yang terbilang mewah, entah apa namanya sekarang mungkinkah sekarang aulia menjadi tawanan orang orang gila itu?.


"Mas aku mohon datanglah,maafkan aku karena tidak mempercayai mu"lirih aulia memeluk perutnya yang beberapa saat lalu di remas oleh bela bahkan aulia belum berbuka puasa sejak kemarin.


Ceklek


pintu terbuka memperlihatkan seorang pria tampan namun tidak setampan adrian masuk dengan membawa sepiring makanan, ingin sekali aulia memakan itu tapi sebagai seorang tawanan ia akan memasang status waspada ketika melihat makanan atau minuman. Bisa saja dimasukan obat tidur atau racun kan?.


"Makanlah"ucap bram meletakkan piring itu di depan aulia.


Aulia tidak menjawab justru semakin jauh dan meremas bantal nya semakin kencang.


"Aulia makan"Bram masih menggunakan mode lembut kepada aulia.


Aulia masih tidak bergeming membuat kesabaran Bram habis. "AKU BILANG MAKAN!!!!"bentak bram membuat aulia tersentak kaget dan takut.


"T-tidak akan"jawab aulia gemetar.


"kenapa?kau takut ini di racuni atau dimasukan obat?iya?"tanya bram mencengkram rahang aulia kuat membuat aulia merasakan sakit.


"lepaskan aku, sakit"ringis Aulia kemudian bram melepaskan cengkraman di rahangnya berganti dengan elusan di pipinya lembut.


"Maaf sayang, tapi aku mohon jangan buat aku marah kalo tidak aku akan menyakitimu"ucap bram masih mengelus pipi aulia. "kamu takut makanan ini beracun? baiklah lihat"tutur bram kemudian menyuap nasi ke dalam mulutnya.


"Lihat kan?aku tidak apa apa?jadi makan ya"tutur bram lembut kemudian pergi meninggalkan aulia dan tak lupa ia


juga mengunci nya.


"Sayang kamu pasti tahan kan? mamah gak bisa makan makanan ini"ucap aulia kemudian teriak sambil mengelus perutnya.


Sementara di rumah ayah aulia Eva dan baim sedang mencari aulia dimana mana namun tidak menemukannya membuat herman khawatir.


"Aulia,dimana kamu nak"ucap herman merasa sakit di dadanya.


"paman tenang ya,aku dan baim akan mencari aulia paman jangan khawatir"ucap Eva melihat Herman memegangi dadanya.


"Nak coba kamu pergi ke rumah nak adrian barangkali aulia ada disana, setidaknya kita tidak akan mengkhawatirkan dia lagi jika kita sudah mengetahui dia ada disana"ucap Herman dengan nafas yang terengah.


"Tapi paman...,"


"gw rasa yang paman bilang itu bener va"potong baim.


"ya udah paman disini tunggu dan jangan khawatir,aku sama baim akan pergi ke rumah Adrian dulu"ucap Eva diangguki herman.


"hati hati ya nak"tutur herman.


Eva dan baim bergegas pergi ke rumah besar dierja,selama perjalanan eva memanfaaatkan waktu untuk sekedar celingak-celinguk mencari aulia sesekali menghubungi nomor Aulia meski berulang kali hanya operator yang berbicara.


"Ya Allah aku mohon lindungi aulia"pinta Eva pada sang ilahi.


"Sabar va gw tau lo khawatir sama Aulia,gw janji akan bantuin lo nemuin aulia"ucap baim.


"makasih ya bee"ucap eva diangguki Baim.


Sesampainya di depan rumah besar, seorang penjaga membukakan gerbang setelah melihat ternyata eva yang datang. Eva berlari masuk ke dalam rumah dan menemukan Sarah dan ridwan yang sedang berbincang.


"Assalamualaikum om, Tante"salam eva ngos-ngosan.


"Eva?ada apa nak?"tanya sarah mendekati eva dan mengajaknya duduk.


"Tante maaf apa aulia kesini?"tanya eva.

__ADS_1


"maksud kamu apa?Aulia bukannya dia pulang ke rumah ayah?"tanya sarah tidak mengerti.


"itulah yang jadi permasalahan tan"ujar eva.


"Masalah? maksud kamu?coba jelaskan"pinta ridwan.


Eva menjelaskan kejadian di mall dimana beberapa orang mencibir Aulia,sarah dan ridwan di buat terkejut setalah mendengar cerita dari eva.


"Apa?!!"suara bariton itu terdengar dari belakang.


Pria tinggi dan sangat tampan begitu terkejut mendengar cerita tentang istrinya yang menghilang sejak kemarin.


"Dimana kalian terkahir bertemu istriku?"tanya adrian pada Eva dan baim yang sejak tadi berdiri.


"Pak, kemarin kami pergi ke mall dikawasan Jakarta pusat"jawab eva.


"Han suruh anak buah kita cari istriku dimana saja"perintah adrian.


"Baik tuan"balas han kemudian keluar untuk menghubungi anak buah terbaiknya.


"Rian aku rasa kita harus ke tempat terakhir istrimu berada,barangkali kita menemukannya"Ucap rio menyarankan.


Eva menatap rio dengan tatapan kebencian, kemudian segara keluar menarik tangan Baim untuk Kembali mencari aulia.


Sementara rio yang melihat eva memegang tangan pria lain hatinya terasa teriris pisau yang tajam, sungguh dia ingin memeluk kekasihnya saat ini namun ia sadar itu tidak mungkin selama bukti belum berpihak padanya.


Baim dan eva mencari Aulia di tempat terakhir aulia pergi disusul mobil adrian dan rio dibelakangnya yang mengikuti. Sesampainya di dekat mall mobil baim berhenti membuat han juga menghentikan mobilnya.


"Dimana?"tanya adrian.


"Saat ini kami sempat mengejar aulia tapi hanya sampai sini karena tidak lama aulia mengirim pesan bahwa dia butuh waktu sendiri"jawab eva tak terasa air matanya berjatuhan.


"Udah va lo tenang ya,gw yakin aulia pasti baik baik aja"tutur Baim


"Sakit" batin Rio.


"Tuan di sekitar sini pasti ada cctv, mungkin kita bisa melihatnya"ucap han memperhatikan beberapa gedung disekitar tempat tersebut.


"Kau benar Han,ayo"ajak adrian cepat.


Kelima orang itu segara menyusuri satu persatu gedung mencari gedung mana yang terdapat cctv,sampai akhirnya mereka menemukannya di gedung yang menjadi tempat toko roti.


"Selamat siang,ada yang bisa kami bantu?"tanya kasir roti.


"Siang,apa aku boleh melihat rekaman cctv kemarin?"balas eva diakhiri pertanyaan.


"maaf nona, toko kami melarang itu"jawab sang kasir roti lembut.


"Ini menyangkut nyawa anak dan istri saya mba tolong"mohon adrian.


"Kami akan memberikan imbalan dengan memborong semua roti yang kau jual"tawar Rio membuat mba kasir itu berpikir sejenak.


"Bagaimana mba?"tanya han.


"Baiklah, silahkan"ucap mba itu setalah berpikir cukup lama akhirnya memperbolehkan adrian dan yang lain untuk melihat rekaman cctv.


Han memeriksa cctv yang ada di setiap penjuru toko bagian luar sampai akhirnya matanya menangkap sosok wanita yang sedang menangis sambil berlari.


"Tuan lihat"ucap han menunjuk layar komputer di depannya.


"Aulia"panggil Adrian pelan melihat istrinya.

__ADS_1


Dalam rekaman, aulia sempat berhenti di dekat taman yang ada di depan toko hanya sekedar duduk seraya mengelus perutnya. Semua rekaman itu disaksikan oleh Adrian dengan perasaan yang sakit dan sangat pedih melihat istrinya begitu tersakiti.


"Ini semua adalah salahku"ucap adrian matanya masih fokus pada layar.


"Sabar Adrian,coba kita perhatikan dulu"tutur rio.


Aulia bangun dari duduknya kemudian berbalik dan kembali berlari,Han mencoba melihatnya namun jangkauan cctv tidak sampai.


"kemana jalan lurus kesana?"tanya Han pada si mba toko.


"Jalan kesana ke banyak tempat tuan dan yang paling dominan adalah sebuah danau yang cukup jauh"jawab mba nya.


"Aku tahu, aulia sangat suka dengan danau mungkin kita bisa menemukannya"ucap eva sumringah.


"Baiklah ayo kita segara kesana mungkin saja aulia disana tidak bisa pulang karena tersesat"ajak baim.


"mba kirim semua rotinya ke alamat ini dan aku akan mentransfer segera,mana nomor rekeningnya"pinta rio memberikan alamat rumah dan meminta nomor rekening dari si mba.


Setalah mentransfer sejumlah uang, kelimanya pergi tidak peduli apakan toko itu akan menipunya atau tidak.


Mereka menyusuri jalan jalan besar, terdapat beberapa toko yang memilki cctv yang langsung di periksa oleh mereka dan hasilnya tetap sama hanya sebagian yang terekam hingga toko terakhir yang berada di dekat danau.


"permisi"ucap han.


"ada yang bisa saya bantu?"tanya seorang ibu lansia.


"Bu bolehkan kami melihat rekaman cctv di tokomu?kami sedang mencari seseorang"jawab han.


"maaf tapi cctv ini rusak jadi percuma saja jika kalian melihatnya"jawab ibu itu ramah.


"Astaga sekarang bagaimana aku akan menemukan aulia"desis adrian memukul dahinya berulang kali.


"Anak buahmu pasti akan menemukannya Rian, yakinlah"saut rio.


"Maaf,jika boleh tau siapa yang kalian cari?"tanya ibu itu.


"dia adikku bu namanya aulia,dia menghilang sejak kemarin kami sangat mengkhawatirkannya karena dia saat ini sedang mengandung"jawab eva.


"tunggu,apakah keluarga nya ada yang bernama Adrian?"tanya ibu itu membuat semuanya bingung dan terkejut.


"ya, bagiamana kau bisa tahu?"jawab adrian dan balik bertanya.


"kemarin aku melihat seorang wanita menangis di bangku itu sambil memanggil manggil nama adrian"jawab ibu itu.


"Saya Adrian bu,saya suaminya"titah Adrian menunjuk dirinya.


"Apa? bagaimana mungkin kemarin bukan kau yang membawanya"kejut ibu ity.


"Siapa?siapa yang membawa Aulia Bu?"tanya baim.


"kemarin aku melihat wanita itu dibawa oleh seorang pria,ketika aku mencegahnya dia bilang dia suaminya"jawab ibu itu membuat Adrian mengepalkan tangannya.


"Bagaimana ciri-ciri nya Bu?"tanya rio.


"Dia menggunakan masker jadi aku tidak bisa melihat wajahnya"jawab ibu itu kecewa begitupun dengan yang lain.


"Ckckck siapa yang sudah berani bermain main denganku"decih adrian memukul mukul angin karena kesal.


'Aduh thor, ribet banget sih konfliknya jadi males baca gak jelas alurnya'


MAAF JIKA KALIAN KECEWA TAPI SETIDAKNYA HARGAI KARYA ORANG, BOLEH MENGKRITIK TAPI TIDAK MENGHINA. sekali lagi maaf ya kalo kalian kecewa dengan cerita ini. beberapa komenan yang membuatku semakin ingin mengakhiri cerita ini karena alasan tidak nyambung dan tidak jelas alurnya. Mungkin readers udah bosan dengan ceritanya ☺️Aku ucapkan terimakasih banyak sayy 😉❤️

__ADS_1


BERSAMBUNG......


__ADS_2