Menikahi Pria Cacat Demi Ayah

Menikahi Pria Cacat Demi Ayah
BAB 62


__ADS_3

"Kau ini amnesia atau alzheimer sih sejak tadi kau yang lama kenapa jadi menyalahkan kami"pekik nisa emosi.


"sudahlah cepat masuk jangan berdebat terus"ucap han kemudian duduk di kursi kemudi.


Mereka bergegas pergi tak lupa mereka juga mampir terlebih dahulu ke supermarket untuk membeli bahan makanan.


"oh iya va kau tahu kan rumah peninggalan tante?"tanya nisa.


"iya tentu saja tapi disana itu jarang sekali ada sinyal bahkan biasanya malam malam itu sering mati listrik"jawab Eva.


"Apa disana hutan?kenapa sampai tidak ada sinyal?"tanya rio.


"bukan pak namun mmmm entahlah aku juga tidak tahu"ucap eva bingung.


Rio melirik sebentar pada Eva, Eva memiliki postur tubuh yang lumayan tinggi, dengan rambut cokelat dan mata yang sipit sedikit mirip dengan aulia.


mereka berhenti di sebuah minimarket,nisa dan Eva segara masuk membeli buah, sayur, daging dan ikan ikanan.


Setalah 30 menit mereka kembali ke mobil dengan tentengan belanjaan,Han membantu membukakan bagasi mobil dan meletakan belanjaan mereka disana.


"Baiklah sekarang ayo kita berangkat"ucap eva sumringah.


"heh senang sekali sepertinya kau"ucap nisa.


"tentu saja aku sudah sangat merindukan rumah itu"jawab eva menunduk.


"boleh aku tahu kenapa ibunya Aulia tiada?"tanya rio.


"Tante Linda tiada karena tertekan akibat penghianatan suami Adel yang tidak lain adalah Jordan,Adel begitu tertekan dan memilih untuk mengakhiri hidupnya karena tidak tahan menerima kepergian putri sulungnya Tante Linda sakit sakitan dan tidak lama meninggal dunia menyusul Adel"jelas eva.


"Dan Aulia?apa dia tidak terpukul dengan kepergian 2 keluarganya sekaligus?"tanya rio lagi.


"haha pernyataan macam apa itu pak tentu saja bahkan aulia juga sempat melakukan percobaan bunuh diri tapi beruntung paman Herman datang tepat waktu"jawab eva.


Han fokus menyetir karena perjalanan cukup jauh 2 gadis itu memilih untuk tidur bahkan keduanya tidak sadar jika mereka bersandar pada bahu masing-masing pria disamping mereka.


"Kenapa juga gadis ini menempel padaku"gerutu rio ketika Eva bersandar di bahunya.


Han hanya menahan tawa melihat raut wajah rio yang sedang menggerutu pada eva yang tertidur pulas dibahunya tapi disisi lain juga dia senang karena nisa melakukan hal yang sama yaitu menempel pada bahunya.


"kau sangat cantik sayang" batin Han.


Setelah 2 jam perjalanan mereka sampai di puncak namun masih di awal,han membangunkan nisa dan rio membangunkan eva.


"hei bisakah kamu bangun sekarang dan usap air liur mu itu"ucap rio membuat eva terkejut dan segara merapihkan posisi duduknya agak menjauh darinya.


"maaf pak gak sadar"ucap eva menunduk.


"Sudah sekarang cepat beritahu aku kemana?"tanya han.


"ahh iya belok ke kanan dan ikuti jalan terus karena masih lumayan jauh"jawab eva.


Han kembali melajukan mobilnya menuju arah yang diberitahu eva.

__ADS_1


Sampailah mereka di sebuah rumah yang tidak lumayan besar tapi terlihat begitu nyaman, depan kebun teh yang luasnya berhektar-hektar dan belakang sebuah kebun sayur.


"Assalamualaikum"salam keempatnya.


"waalaikumsalam,eh kalian masuklah"ucap aulia mempersilahkan mereka masuk.


"Selamat sore siang tuan"sapa han pada adrian yang sedang memainkan cacing besar Alaska diponsel aulia.


"hmm duduklah duduk"ucap adrian tanpa mengalihkan pandangannya.


"tamu datang bukannya disambut malah asik sendiri"pekik rio.


"buat apa lagipula yang datang adalah tamu basi"jawab adrian semakin serius karena cacingnya sudah sangat besar.


"apasih yang kau mainkan?"tanya rio kepo.


"cacing besar Alaska"saut aulia yang datang membawa jus dan beberapa camilan dibantu oleh Nisa dan Eva.


"Haiss pengusaha muda seperti mu begini mainnya cacing tanah begitu malu maluin aja"sindir rio.


"ahhh kau berisik sekali jadi mati kan"emosi adrian karena cacing miliknya yang sudah besar mati.


"kenapa jadi menyalahkan ku,kau saja yang tidak bisa bermain"ucap rio.


"ohh ayo bertanding denganku jika kau berani"tantang adrian.


"ayo siapa berani"ucap rio membusungkan dadanya.


"ralat pak siapa takut bukan siapa berani"ucap han sedangkan para wanita hanya tertawa.


"dengan senang hati pak"jawab han kemudian meraih ponselnya.


"hei kenapa jadi main pertandingan gini, sudah sudah"ucap aulia.


"mas berikan ponselku"pinta aulia.


"tanggung sayang mau tanding nih"rengek adrian.


"gak ada gak ada siapa suruh hp dibanting banting"tolak aulia.


"dan kau sini aku sita hp nya"nisa menyambar ponsel han dan meletakkannya di dalam tas kecil miliknya.


Hanya Rio yang tersisa dan karena dia jomblo jadi tidak ada yang melarangnya.


"hahaha Cemen sekali kalian belum apa apa sudah menyerah"ucap rio mengejek adrian dan han.


"Tutup mulutmu itu bedebah"umpat adrian.


"pak kau akan merasakannya nanti ketika sudah punya kekasih atau istri berhati hatilah"sambung Han.


"kalian baru sampai jadi lebih baik kalian istirahat aku akan buatkan makanan"titah aulia.


"kami tidur dimana?"tanya nisa.

__ADS_1


"rumah ini hanya punya 2 kamar jadi kita bertiga di kamar sebelah kanan sedangkan kalian dikamar sebelah kami"jelas aulia.


"kita tidurnya pisah sayang?"tanya adrian.


"ya tentu saja"jawab aulia.


"tidak!!aku tidak bisa tidur jika tidak memelukmu"rengek adrian.


"berhenti bersikap cengeng sudahlah hanya 1 hari tidak tidur bersama kenapa serasa 1 tahun sih"ucap rio.


"kau mana tau... Ahhh kalian merepotkan saja gara gara kalian aku harus tidur berpisah dengan istriku"ucap adrian pada han dan rio.


"maaf tuan tapi inikan perintah tuan"jawab han.


Adrian hanya mendengus sambil memangku tangannya didada.


Masakan Aulia sudah matang,dia meminta yang lain untuk ke meja makan untuk makan... entahlah mau disebut makan siang pun ini sudah sore mau disebut makan malam tapi waktu makan malam masih lama.


"kalian makanlah maaf jika makanannya sederhana"tutur aulia yang memasak ayam goreng, sayur asam dan juga sambal terasi.


"tidak sayang ini adalah makanan paling menggugah selera"ucap adrian.


Aulia mengambilkan makan untuk suaminya begitu juga dengan nisa yang mengambilkan makan untuk han sedangkan 2 jomblo itu mengambil makannya sedari.


"Kalian cocok"ucap adrian ditengah tengah mengunyah makanan.


"kau bicara atau kumur kumur? telan dulu baru bicara"ucap rio.


Adrian menelan dan meminum sedikit air kemudian mengulangi perkataannya tadi.


"kalian berdua cocok"ucap adrian mengulangi perkataanya.


"maksudnya?"tanya aulia.


"ya rio dan Eva itu jika dilihat cocok"jelas adrian.


uhukk.... uhukk


Rio dan eva batuk bersamaan mendengar perkataan adrian dan reflek mereka mengambil air minum dalam gelas yang sama sehingga tangan mereka saling bersentuhan.


aduh copot deh nih jantung gw...agh mati gw aduh kenapa jantung dag Dig dug Mulu sih kaya lagi dugem aja batin eva menatap dalam mata rio.


Ternyata dia cantik juga ya meski terkadang suaranya itu bisa saja menghancurkan kota Hiroshima dan Nagasaki batin rio membalas tatapan eva.


EKEHMMMMM...


Adrian berpura-pura batuk mengembalikan kesadaran keduanya.


"eeeh maaf pak gak sengaja"ucap Eva menjauhkan tangannya dari tangan adrian.


nih visual eva, cantik dan lebih dewasa dari Aulia dan Nisa😘😘❤️❤️


__ADS_1


Kira kira kalo rio sama Eva pada setuju gak?????🤔🤔


BERSAMBUNG.......


__ADS_2