Menikahi Pria Cacat Demi Ayah

Menikahi Pria Cacat Demi Ayah
BAB 134


__ADS_3

"AULIA???!!"panggil adrian yang terbangun dari tidurnya akibat mimpi buruk.


"Adrian kau baik-baik saja?"tanya rio yang sejak tadi setiap menemani adiknya yang tertidur.


"Dimana Aulia?"tanya adrian kosong.


"apa maksudmu? tentu saja Aulia masih di dalam dokter masih memeriksanya saat ini"jawab rio.


"Han apa tadi aku tertidur?"tanya adrian seperti orang bodoh.


"iya tuan anda tertidur karena kelelahan"jawab han mengangguk, alisnya mengerut tidak biasanya adrian akan bertanya hal tidak penting.


"Ya Allah hamba mohon jangan biarkan mimpi hamba menjadi kenyataan,biarkan hamba hidup bahagia bersama keluarga hamba ya Allah" batin adrian.


nafasnya masih memburu karena mimpi buruk dimana di dalam mimpinya dokter mengatakan bahwa aulia telah pergi membawa anak mereka bersama meninggalkan nya sendirian.


"Rian sebenarnya ada apa?apa kau mimpi buruk?"tanya rio melihat adrian masih mengatur nafasnya.


1 jam berlalu, dokter akhirnya membuka pintu membuat Adrian bangun dan segara mendekati dokter yang menangani istrinya itu.


"Dok bagiamana keadaan istri saya?"tanya adrian penuh harap, matanya terpejam khawatir dokter akan mengatakan apa yang ada di dalam mimpinya tadi.


"Kondisi nyona aulia sangat lemah karena hampir 3 hari ini ia tidak makan maupun minum,itu membuatnya kekurangan banyak cairan"jawab dokter menjelaskan pada ketiga pria itu yang mendengarkan nya dengan seksama.


"Lalu bagaimana dengan bayinya dok?"tanya rio hati hati.


"Alhamdulillah bayi dalam kandungan nyonya sangat kuat karena itu dia baik baik saja"jawab dokter tersenyum membuat adrian,han dan rio ikut tersenyum.


"Dok boleh saya menemuinya?"tanya adrian.


"iya tapi hanya satu di antara kalian karena pasien takut terganggu"jawab dokter mengantungi tangannya di almamater dokter yang ia gunakan.


"Baiklah dok aku yang akan masuk"ucap rio membercandai adiknya sekedar mencairkan suasana yang menegangkan itu.


"hei apa yang kau katakan,dia istriku maka aku yang akan masuk"protes adrian.


"Tapi dia adik iparku,sebagai Seorang kakak aku berhak melihatnya"saut rio nyeleneh.


"Hahaha tuan kalian bisa bisanya masih bercanda"tawa han melihat kakak beradik itu.


"Tolong jangan berisik dan menganggu pasien,saya permisi"ucap dokter kemudian pamit pergi.


"Menyingkirlah aku mau masuk"pinta adrian dengan ketus karena rio terus saja berdiri di depan pintu UGD.


"Tidak"jawab rio santai.


Bughhh


"maaf tidak sengaja"ucap adrian santai kemudian melenggang masuk setalah memberikan tinju pada sang kakak.


"Adik kurang ajar!!!"umpat rio sambil memegangi perutnya. "berhenti tertawa atau ku patahkan gigimu"ancam rio melihat han yang menertawakan nya.


"Jika itu mau anda"tantang han santai.


"aghh bodo lah"balas rio malas kemudian kembali duduk di kursi tunggu.


Sementara di dalam ruang UGD,adrian meraih tangan istrinya yang kemudian ia genggam dan cium dalam dalam.Wanita di hadapannya ini adalah istrinya, istri yang Sangat di cintai olehnya melihatnya tersiksa membuat darahnya mendidih dan tak bisa berpikir jernih.


"Sayang aku minta maaf, bangunlah aku disini"pinta adrian pelan sesekali mencium tangan aulia.


"Putri papah, kamu anak yang kuat nak bahkan kamu sangat kuat. Papah bangga sama kamu, terimaksih ya sudah menjaga mamah untuk papah"adrian mengelus perut aulia dan menciumnya.


Adrian merasakan tendangan bayi nya di perut aulia membuatnya mendongak menatap wajah aulia yang masih terlihat pucat.

__ADS_1


"Sayang dia nendang aku"ucap adrian sumringah kemudian kembali memegang perut istrinya mencari tendangan putrinya lagi.


"Sayang sepertinya anak kita sama agresif nya denganmu"adrian terus mengajak Aulia berbicara meski tidak ada jawaban.


Adrian bangun untuk mencium kening aulia kemudian turun ke mata, hidung dan kedua kata aulia.


"Sayang aku kangen sama kamu, aku janji akan menghabisi orang yang sudah membuatmu begini"ucap adrian sungguh sungguh.


Adrian baru menyadari ada bekas cambukan di tangan istrinya, tangannya mengepal ia tidak sabar untuk menghabisi 3 orang yang saat ini menjadi tawanannya.


Keesokan harinya adrian terbangun ketika merasakan ada yang mengelus rambutnya,kepalanya yang sebelumnya ada di tangan aulia perlahan terangkat menatap wajah cantik yang kini sedang menatapnya dengan senyuman manisnya.


"Selamat pagi mas"sapa aulia tersenyum manis.


Aulia sudah sadarkan diri sejak semalam, Melihat suaminya tidur sambil menggenggam tangan nya aulia tidak tega dan membiarkannya.


"Sayang???!!!"kejut adrian matanya yang tadi masih sipit kini sudah membola. "Sayang kamu sudah sadar?"tanya adrian terus menciumi seluruh wajah aulia.


"Iya sayang ini aku"balas aulia menangkup wajah suaminya.


"Hikss sayang aku minta maaf karena terlambat menyelamatkan mu, maaf karena sudah lalai dalam menjagamu"tangis adrian perkataan yang keluar dari bibir tipisnya begitu lirih dah sangat lemah.


"mas seharusnya aku yang minta maaf"balas aulia menunduk,adrian merasakan tangan yang berada di pipi aulia terasa basah menandakan bahwa aulia sedang menangis.


"Tidak sayang,kamu tidak salah disini aku yang salah"balas adrian menggeleng menyeka air mata istrinya.


"Aku tidak percaya sama kamu mas dan lebih percaya pada foto foto itu"Isak aulia semakin terdengar.


Adrian menarik aulia ke dalam pelukannya dan mengelus rambut panjang istrinya sesekali mencium nya.


"Jangan khawatir sayang sekarang semuanya baik baik saja"bisik adrian kemudian mencium kening aulia.


"Terimakasih mas sudah menyelamatkan ku dari pria dan wanita gila itu, untung saja mereka tidak menyakiti anak kita"ucap aulia.


Aulia tersenyum begitupun dengan Adrian, mereka saling melempar senyum sebelum akhirnya entah siapa yang memulai bibir mereka sudah saling menyatu, mencurahkan rasa rindu yang ada dalam diri masing-masing.


"oh maaf maaf,mamah akan kembali nanti"ucap Sarah terkejut dan kembali menutup pintunya.


Aulia mendorong dada adrian agar menjauh, Astaga wajahnya seketika memerah karena tertangkap basah oleh ibu mertuanya.


"Kok di lepas sih sayang"protes adrian.


"ada mamah mas"


"gak ada"


"ada mas,udah sana keluar biarin mamah masuk"


"ishh mamah ganggu aja"


"gak boleh gitu sayang,udah sana"


Adrian keluar dari ruang rawat aulia mendapati ada mamah, papah,han,rio,eva dan nisa disana.


"Udah kelar ena ena nya?"tanya rio menyindir.


"Belum tapi gak apa bisa di lanjutin nanti di rumah"jawab adrian santai.


"Tuh pah lihat kelakuan anak kamu,gak ada malu nya"desis Sarah.


Semalam ketika dokter memberitahu keadaan Aulia,rio meminta semuanya untuk datang ke rumah sakit membawakan aulia makanan buatan Sarah.


"Lia?!!!"panggil Nisa dan Eva bersama kemudian memeluk aulia erat.

__ADS_1


"Hei aku tidak bisa bernafas"desis aulia sesak.


"Kau kemana saja Aulia?aku sangat khawatir aku hampir gila karena mu"celoteh eva.


"Maaf"


"Jangan pernah tinggalkan kami aulia"ucap nisa lirih.


"aku tidak akan meninggalkan kalian semua"balas aulia membuka tangan nya yang disambut baik oleh nisa dan eva.


"Sayang, bagiamana keadaanmu nak?"tanya Sarah lembut menatap menantunya sendu karena melihat bekas cambukan di tangan dan beberapa bagian wajahnya biru.


"Aku gak apa apa mah"jawab aulia tersenyum kemudian memeluk sarah erat.


"Aulia kamu belum makan kan,ini papah bawain makanan spesial buat kamu"ucap Ridwan memberikan makanan buatan Sarah.


"Terimakasih mah"ucap aulia.


"Loh kok ke mamah bilangnya?"tanya Ridwan terdengar protes.


"Karena aku tahu itu pasti buatan mamah pah"jawab aulia tersenyum.


"menantuku sangat mengenaliku pah jadi jangan macam macam"desis Sarah.


"hmmm iya iya menantu dan mertua"balas ridwan melengos.


"Hahhaah sabar ya om"ucap eva tertawa terbahak-bahak membuat rio melihat dengan seksama wajah gadis yang ia cintai.


Pandangan rio dan eva bertemu membuat jantung keduanya jedag jedug,eva memalingkan wajahnya kemudian menjauh dari rio.


"Bagaimana keadaanmu aulia?"tanya rio menetralkan perasaan yang sedang bergetar ini.


"aku baik rio, Terimaksih sudah setia menemani mas adrian mencari ku"ucap eva dibalas anggukan.


"Permisi"ucap dokter yang datang untuk memeriksa aulia.


"Silahkan dok"


Dokter memeriksa aulia kemudian memberitahu bahwa aulia bisa pulang hari ini namun masih harus terhubung dengan selang infus untuk beberapa hari.


"Terimakasih banyak dok"ucap han membuat nisa cemburu karena mengira suaminya menyukai dokter yang terbilang cantik dan muda itu.


"Apa?"tanya han ketika melihat tatapan tajam Istrinya.


Nisa tidak menjawab ia melipat tangan didada seraya mengalihkan pandangannya, namun Han gencar menggoda istrinya.


"Sayang nanti malam akan ku buat kamu meneriaki mamaku"bisik Han sensual.


Plakk


"Masih ada kami disini bodoh"umpat rio yang mendengar bisikan asisten adiknya itu.


"hei biarkan saja toh mereka sudah sah,bilang saja jika kau iri"Adrian membela Han.


"Benar rio,jika mau maka cepatlah menikah agar bisa merasakannya"goda ridwan melirik eva dan rio bergantian.


"Ehhh aku permisi ke luar dulu"ucap eva entah kenapa ia tidak bisa tahan mendengar kata pernikahan,ia sudah mengakhiri hubungannya dengan rio.


"semuanya permisi"ucap rio menyusul eva keluar.


SIAP SIAP NGEBUCININ EVA DAN RIO GUYSS😂😂


EH IYA BTW MAAF YA UDAH BUAT KALIAN KESAL KALI DI EPS SEBELUMNYA AULIA ITU TIADA,YA ANGGAP SAJA BUMBU SEBELUM BAHAGIA😜😜

__ADS_1


BERSAMBUNG.......


__ADS_2