
Selama perjalanan tak henti Adrian memegangi tangan istrinya yang sedang menangis menahan sakit di bagian perutnya.
"Sayang aku mohon bertahanlah, sebentar lagi kita akan sampai"ucap adrian sedih melihat istrinya.
"Hikss...aku tidak kuat mas...sakit..."rintih aulia.
"Tidak sayang jangan bilang begitu,kamu pasti kuat demi aku dan anak kita"ucap adrian menyeka keringat di dahi aulia.
"hiks jika aku sampai tiada aku mohon....raw..rawat anak kita dengan kasih sayang, jangan biarkan dia sedih karena tidak memilki ibu"ucap aulia tiba tiba membuat jantung adrian terasa berhenti.
"Jangan bicara begitu sayang,kamu harus kuat jika kamu pergi ajak aku bersamamu"ucap adrian air matanya semakin mengalir.
Akhirnya mobil yang di kendarai han sampai di rumah sakit dierja, aulia segera di baringkan di brankar yang sudah di persiapkan ketika ridwan menelpon pihak rumah sakit tadi.
"Dokter selamatkan istriku apapun yang terjadi"ucap adrian pada dokter kandungan aulia.
"Tenang tuan,kami akan berusaha menyelamatkan keduanya"balas dokter Jihan.
"Sayang aku disini menunggumu, berjanjilah kamu akan kembali dengan anak kita"ucap adrian memegang tangan aulia sementara tangan yang lain memegang pipi Istrinya.
"Mas...aku mencintaimu selamanya"ucap aulia sebelum akhirnya ia di dorong masuk ke dalam ruang persalinan.
"Ya Allah hamba mohon selamatkan istriku,hamba mohon jangan membawanya pergi, biarkan hamba hidup dengannya lebih lama, biarkan hamba membesarkan anak hamba bersama"ucap adrian berdoa dan duduk di lantai rumah sakit.
"Nak yakinlah bahwa istrimu akan baik-baik saja"tutur sarah membangunkan adrian mengajaknya duduk di kursi tunggu.
"Mah,Aulia akan baik-baik saja kan? istriku tidak akan meninggalkan ku kan?"tanya adrian terisak menatap mata Sarah dengan mata nya Yang merah.
"Adrian tenanglah tugas kita sekarang adalah mendoakan semoga semuanya berjalan lancar"ucap rio menepuk pundak adrian.
1 jam telah berlalu namun belum ada tanda tanda proses persalinan sudah selesai, hingga akhirnya tak lama terdengar suara tangisan yang membuat adrian terkejut bahagia.
"Adrian, selamat nak kamu sudah menjadi seorang ayah"ucap Sarah memeluk anaknya dengan bahagia.
"Mah, aulia sudah memberikanku hadiah yang paling berharga"ucap adrian membalas pelukan hangat ibunya.
Ceklek.
"Dokter bagaimana dengan anak dan istriku?"tanya adrian menghampiri dokter Jihan.
"Selamat pak anak anda perempuan, Cantik dan sehat"jawab dokter Jihan tersenyum.
"Bagiamana dengan aulia dok?"tanya eva pada sang dokter.
"Alhamdulillah nyonya Aulia juga baik baik saja hanya selama beberapa hari dia harus terhubung selang infus mengingat laporan kesehatan nya kemarin sempat tidak makan selama 3 hari.jelas dokter Jihan.
"Boleh kami menemuinya dok?"tanya sarah.
"Silahkan tapi jangan menganggu pasien"jawab dokter. "Kalo gitu saya permisi. Selamat siang"pamit dokter.
Adrian membuka pintu ruang bersalin aulia, terlihat seorang wanita sedang terbaring di atas brankar dengan infus yang menempel di tangan nya.
"Mas??"panggil aulia. Adrian berlari dan memeluk istrinya erat sambil terus menciumi seluruh wajah aulia.
"Terimakasih sayang, terimaksih banyak karena kebahagiaan yang kamu berikan. Aku mencintaimu sayang"Ucap adrian menempelkan dahinya ke dahi aulia.
"Iya mas, selamat ya sayang sekarang kamu sudah menjadi seorang ayah"ucap aulia tersenyum manis.
"Dan kamu menjadi seorang ibu"balas Adrian dengan senyum juga.
"Untuk kalian berdua selamat ya,semoga kalian bisa menjadi orang tua yang baik untuk anak kalian kelak"ucap sarah kemudian mencium kening aulia.
__ADS_1
"makasih banyak mah"balas aulia.
"Aulia, terimaksih banyak nak karena akhirnya papah mendapat gelar kakek karena kamu"ucap ridwan yang sudah memimpikan cucu sejak dulu.
"Tidak usah berterimakasih pah,aku senang jika membuat kalian bahagia"balas Aulia.
"Li,selamat ya atas kelahiran anak kamu semoga secepatnya isi lagi"ucap eva.
"Kamu duluan deh biar anak kita ada temennya"ucap aulia nyengir.
"Hahaha beres"balas rio terkekeh membuat eva mendelik.
"Tuan, nona selamat atas kelahiran anak kalian semoga menjadi anak yang Sholeha dan membanggakan orang tuanya"ucap han mendoakan cucu pertama keluarga dierja.
"Terimaksih banyak han doanya, kami doakan juga semoga kehamilan istrimu baik baik saja sampai proses persalinan"balas adrian diamini semua yang ada disana.
"Permisi nona,tolong anda beri ASI eksklusif ya agar anak anda pintar dan sehat"ucap dokter Jihan masuk membawa anak aulia yang sudah dibersihkan.
"mas,anak kita cantik banget ya"ucap aulia menangis haru kemudian menciumi wajah sang putri.
"Cantik seperti kamu sayang"balas adrian.
Aulia menyusui putrinya, membiarkan ia meminum asi ekslusif, ketika sedang menyusui tiba tiba seseorang masuk untuk menemui aulia.
"Assalamualaikum"salam ayah aulia.
"Ayah??"panggil aulia.
Herman mendekat kemudian memeluk putrinya. "Selamat ya sayang atas kelahiran anak kamu,ayah senang sekali Ketika Eva mengabarkan bahwa kamu akan lahiran"ucap herman melepas pelukannya.
"Adrian selamat ya kamu sudah menjadi seorang ayah"sambung herman memeluk adrian.
"Terimakasih banyak ayah"balas adrian memeluk Herman.
"untuk anda juga pak Herman"balas ridwan.
Berita kelahiran anak seorang pengusaha sukses Adrian dierja tersebar dengan cepat, banyak wartawan yang ingin meliput cucu pertama keluarga kaya itu namun Adrian melarang karena tidak ingin putrinya terganggu.
Aulia dan adrian segera membawa masuk Putri mereka ke dalam mobil setelah cukup sulit melewati wartawan yang saling dorong untuk sekedar bertanya pada pasangan yang baru mendapatkan anak itu.
"Sayang sini biar aku yang gendong, pasti kamu lelah"ucap adrian membuka tangan menggendong anaknya.
"Ini mas hati hati"Aulia memberikan baby pada adrian.
"Cantiknya putri papah"puji adrian seraya terus menatap wajah cantik anaknya.
"Mas,siapa nama nya??"tanya aulia.
"Alya Revalina Dierja"jawab adrian menyertakan nama Aulia di tengah dan nama keluarga nya di belakang.
"Nama yang cantik mas, secantik orangnya"ucap aulia kemudian menyadarkan kepalanya di bahu adrian.
Han dapat melihat kebahagiaan adrian yang tidak pernah sebahagia ini, beruntung saat itu adrian menikahi aulia gadis cantik dan sangat baik yang menerima adrian apa adanya.
"Semoga aku bisa merasakan Kebahagiaan sepertimu tuan bersama istriku Nisa" Batin han.
Sesampainya di rumah sarah dan ridwan sudah menyiapkan penyambutan untuk cucu merek,banyak sekali persiapan untuk mengatakan pengajian syukuran atas kelahiran baby Alya.
"mah kapan acaranya?"tanya aulia.
"Besok sayang sekalian buka bersama"jawab Sarah.
__ADS_1
"Non,ini silahkan di minum dulu"ucap bi Ina menghampiri aulia dan memberikannya minum karena ia tidak boleh berpuasa akibat nifas.
"Aulia lebih baik kalian istirahat dulu,pasti kalian sangat lelah"Tutur sarah memberikan baby Alya pada Aulia.
"ya udah mau kami ke kamar dulu ya"ucap adrian membantu istrinya.
"Han dimana nisa?"tanya sarah.
"Di rumah nyoya, belakangan ini dia selalu ingin di rumah karena katanya bau jalanan membuat perutnya mual"jawab han.
"Itu biasa untuk ibu hamil han, semoga kalian bahagia selalu ya"tutur Sarah diamini Han..
Ponsel milik adrian tiba tiba berdering menandakan ada panggilan masuk, aulia sudah tertidur di sebelah baby. Adrian pelan pelan turun dan mengangkat telepon dari anak buahnya.
"Katakan"
"......"
"Aku kesana sekarang"
Tut.
Adrian turun menghampiri han yang sudah siap setelah mendapatkan kabar yang sama dari anak buahnya. 1 jam yang ditempuh untuk sampai ke tempat dimana penyekapan di lakukan.
"Selamat datang tuan Adrian, tuan han"ucap ketua anak buah adrian.
"Dimana mereka?"tanya adrian datar.
"Silahkan"
Brakk
"oh hallo?? bagaimana kabar kalian? menyenangkan bukan bisa menjadi tawanan seperti yang kalian lakukan pada istriku?"tanya Adrian mengejek 2 orang perempuan dan 1 orang laki laki yang terlihat lemah.
"Adrian lepaskan kami"teriak bela memberontak namun sayang tubuhnya diikat di kursi.
"Adrian aku bisa adukan ini pada ayahku jika kau tidak mau melepaskan kami"ancam jovanka.
"Apa?hahahaha"tawa adrian memenuhi ruangan membuat suasananya semakin mencekam. "Ayahmu yang mana? yang rela menukar putrinya dengan saham 2M?"tanya adrian mengejek.
"A-apa maksudmu?"tanya jovanka gemetar.
"Ayahmu rela menukar dirimu sebagai tawanan ku hanya karena kerjasama senilai 2M yang aku janjikan padanya"jawab adrian bagai Sambaran petir untuk jovanka
"Tidak!!tidak mungkin ayahku bersikap begitu ini mustahil"teriak jovanka tidak terima.
"Aku tidak perduli kau percaya atau tidak tapi yang jelas sekarang kau harus menjadi budak ku karena aku sudah membeli dirimu"balas Adrian acuh.
"Dan kau bela,Kau lari dari penjara dengan memalsukan surat pembebasan bukan?? polisi sedang mencari keberadaan mu saat ini"ucap Adrian membuat wajah bela membeku. "Tapi jangan khawatir aku juga sudah menembus dirimu"lanjut bela membuat wajah bela berseri-seri.
"Benarkah Adrian?Adrian sebagai balasannya aku rela menjadi istri keduamu"Ucap bela percaya diri membuat adrian dan beberapa anak buah disana tak bisa menahan tawanya.
"Cih, percaya diri sekali dirimu. jangankan menjadikan dirimu istri, menjadikanmu sebagai asisten dirumahku itu sangat tidak mungkin"sarkas adrian tersenyum meremehkan.
"Apa? lalu kenapa kau menyelamatkan kami?"tanya bela membuat jovanka ikut melihat pada adrian tanda memiliki pertanyaan yang sama.
"Haha, kalian akan tahu tugas kalian disini apa. Sabar jangan terburu-buru karena ketika tugas itu di mulai kalian tidak boleh berhenti"jawab Adrian misterius.
"Bawa pria itu ke hadapanku"perintah Adrian.
Kebanyakan ges jadi next episode ya😚😚
__ADS_1
Pasti lanjut hari ini kok☺️☺️
BERSAMBUNG.......