
Hari pertamanya bekerja benar benar melelahkan, tumpukan berkas dimeja nya gak henti dia mengutuk bos nya sendiri.
"Rio sialan kau awas nanti kau"geram eva tangannya tak henti mengetik.
Seorang pria tampan datang dengan coolnya ke meja kerja Eva.
Tok...tok...tok....
Eva mendongak dan refleks bangun ketika melihat siapa yang ada dihadapannya.
"Selamat siang pak"sapa Eva sopan.
"Sudah waktunya makan siang,ayo"ajak rio.
"maksud bapak?"tanya eva tidak mengerti jika dirinya diajak makan siang.
"saya ingin mengajak kau makan siang bersama"jelas rio.
"ahh iya baik pak"ucap Eva kemudian merapihkan mejanya.
Berjalan layaknya sekretaris dan bos,rio di depan dan Eva dibelakang tapi walaupun begitu tetap saja beberapa karyawan memperhatikan mereka.
"oh jadi wanita cantik yang tadi jadi asisten bos yang baru"bisik si resepsionis.
"wajar sih dia kan cantik tau sendiri lah pak rio kan maunya yang cakep-cakep"saut temannya.
Mobil rio datang dengan seorang sopir yang membawanya,Eva dan Rio duduk dikursi penumpang dan sedikit berjaga jarak.
"bagaimana pekerjaanmu dihari pertama?"tanya rio tiba tiba.
"iy..iya pak baik"jawab Eva gugup.
"kenapa kau gugup begitu dan ini diluar kantor jadi tidak perlu memanggilku dengan sebutan pak"ucap rio dibalas anggukan oleh eva.
"Bagaimana keadaan pak Herman?"tanya rio basa basi.
"Alhamdulillah pak baik dan itu semua juga berkat bantuan keluarga bapak"jawab eva.
"Sudah aku katakan jika diluar kantor jangan memanggilku pak"ucap rio.
"maaf....rio"Eva tampak ragu mengucapkan kata rio.
Mereka sampai di sebuah restoran yang tidak terlalu jauh dari kantor.
"Pelayan"panggil rio.
Eva mengambil kertas dan pulpen untuk menulis pesanannya dan pesanan bos nya.
"kau mau makan apa?"tanya eva.
"salmon bakar dan jus lemon"jawab rio sambil mengeluarkan ponselnya dari saku jasnya.
Setelah menulis pesanan mereka, pelayan itu pergi namun rio masih asik dengan ponselnya.
Sebenarnya apa ya rencana dia ngajak gw makan siang? apa dia mau gw jawab pernyataan cinta nya waktu itu ya**? batin Eva.
sedangkan rio asik berchatting dengan han.
"aku sedang makan bersama eva"
__ADS_1
"Bagus sekali pak semoga berhasil"
"berarti permainan berhasil kan?"
"belum pak karena sesuai perjanjian anda harus berpacaran dengan nya selama 1 bulan"
Rio memasukan ponselnya lagi ke sakunya kemudian beralih menatap eva.
"Eva??"panggil rio.
"iya ada apa?"Tanya eva.
"Apa kau sudah punya jawaban?"tanya rio.
Deg.....
Jantung eva berdetak kencang bahkan saat ini rasanya telinganya seperti tidak bisa mendengar apapun selain pertanyaan rio tadi.
"Beri aku waktu 1 Minggu"ucap eva menundukkan kepalanya.
"baiklah semoga jawabanmu sesuai keinginan mu"saut rio.
Pesanan mereka datang,Eva dan rio langsung menyambar makanannya bahkan eva yang begitu menyukai makanan nya sampai tidak melihat bahwa wajahnya terlihat sedikit kotor.
"gadis ini lucu sekali, hahahha" gumam rio melihat sedikit noda makanan disudut bibir Eva.
Rio mengambil selembar tisu kemudian mengelap sisa makanan yang ada di sudut bibir gadis didepannya ini.
"kau ini makan seperti anak kecil saja"ucap rio masih terus melakukan aktivitas nya.
Eva berhenti mengunyah, dengan mata yang melorot dan bibir yang sedikit terbuka serta jantung yang lagi maraton dia memberanikan diri menatap rio.
"Sudah selesai"ucap Rio membalas menatap eva membuat eva gusar takut tertangkap basah memperhatikan wajahnya.
"iya rio terimaksih"ucap Eva kemudian kembali menunduk.Rio hanya menunjukan senyum nya pada Eva.
"kalo gini terus bisa bisa copot nih jantung"gumam eva.
"kau mengatakan sesuatu?"tanya rio yang merasa mendengar ucapan eva.
"tidak"jawab Eva.
Setalah makan siang,mereka Kembali ke kantor untuk melanjutkan pekerjaan mereka.
"Nanti biar saya yang antar kamu pulang"ucap rio pelan kemudian masuk ke dalam ruangan nya.
"apa apaan selalu saja memutuskan sendiri tidak mau berkompromi dulu dia tidak bisa tahu apa jantung ku ini berdetak cepat jika berdekatan dengannya"pekik Eva Ketika rio sudah tidak terlihat dibalik pintu.
"tapi ternyata pak rio tidak seburuk dan sesialan yang aku pikirkan,dia baik dan perhatian seperti....."ucapan Eva menggantung dan memikirkan kejadian direstoran tadi.
hari yang sama dan di jam yang sama, sepasang sejoli itu juga sedang makan siang bersama.
"kamu chatting sama siapa sih sampe aku dicuekin"pekik Nisa.
"maaf sayang aku lagi chat sama rio,udah kok engga lagi"han meletakan ponselnya di meja.
"apa yang kamu bicarakan pada rio? tidak biasanya kamu chatting dia"tanya nisa seraya memasukan makannya ke mulut.
"dia sedang curhat tentang eva"jawab han dengan mulut yang penuh makanan.
__ADS_1
"semoga saja mereka cepat bersatu"ucap nisa.
"Nanti malam aku mau ke rumah kamu"ucap han tiba tiba ingin ke rumah Nisa.
"ada apa?kenapa tiba tiba mau ke rumah?"tanya Nisa kepo.
"aku ingin bicara sesuatu dengan papah dan mamah"jawab han.
"oh baiklah setelah pulang kantor jemput aku diapartemen"balas nisa diangguki han.
***
"Mas aku pulang ya"ucap aulia bangun dari sofa yang didudukinya.
"kenapa buru buru bukankah kamu mau mengajari ku bermain Instagram?"tanya adrian menarik tangan aulia mencegah.
"iya sayang tapi nanti di rumah ya? sekarang aku pulang dulu mau istirahat karena nanti malam pasti aku akan dijadikan makan malam oleh seseorang"ucap aulia menyindir suami tampannya itu.
"Hahaha ya sudah baiklah dan kamu dapat pesan dari seseorang katanya nanti malam sampai pagi bolehkan"goda adrian.
"boleh kok boleh"jawab Aulia kemudian mereka tertawa bersama memenuhi ruang kerja adrian.
Adrian mengantar istri tercinta nya sampai ke lobi, tanpa malu Adrian mencium kening dan perut aulia membuat mata para karyawan melotot terkejut melihat tingkah Adrian yang begitu manis pada istrinya.
"ya ampun pak Adrian sweet banget ya"
"astaga benarkah itu pak Adrian?manis sekali"
dan masih banyak lagi pujian untuk adrian maupun Aulia yang beruntung bisa mendapatkan hati seorang yang keras seperti adrian.
"ya udah mas aku pulang ya, semangat bekerjanya demi anak dan istrimu yang cantik ini ya"ucap aulia.
"siap istriku"jawab Adrian tersenyum manis.
Jam pulang kantor, Eva sedang merapihkan meja kerja nya yang seperti kapal pecah karena seharian ini pekerjaannya benar-benar menumpuk.
"Aduh capek banget di jari kaya abis kesetrum pada kitingan"ucap eva memandangi jari tangannya.
"Eva ayo"ajak rio tiba tiba sudah berada didepannya.
"ehh tidak perlu pak saya bisa naik bus"ucap Eva.
"tidak apa apa,ayo"rio menggenggam tangan eva membuat si pemilik mendadak tegang kaya lagi uji nyali.
Sesampainya di lobi mereka segara masuk, mobil meninggalkan kawasan kantor menuju rumah ayah aulia.
"Besok pagi biar saya jemput kamu"ucap rio sambil memainkan ponselnya.
"kau bicara denganku?"tanya Eva menunjuk dirinya.
"tentu saja sama siapa lagi aku bicara"Jawab rio mengalihkan pandangannya.
"tidak perlu pak,saya sudah terbiasa naik bus"tolak eva.
"saya akan tetap menjemput kamu besok"ucap rio kekeh dengan keinginannya.
Yang mau tau aku update kapan aja bisa DM ya nanti disana aku kasih nomor WhatsApp ku jadi enak kan nanya nya😊😂😂
BERSAMBUNG.......
__ADS_1