
keesokan harinya eva sedang menyisir rambutnya yang panjang bersiap untuk pergi ke kantor tiba tiba suara notifikasi masuk.
Tring...tring....
"Morning sayang β€οΈhari ini aku jemput kamu ya jangan berangkat duluan atau kena hukuman di kantor nanti π₯π€"
Eva tersenyum membaca pesan dari rio tak selang beberapa lama ia pun membalasnya.
"oke sayang"balas eva.
Eva segara memakai pakaian terbaiknya mempercantik diri untuk kekasihnya.
"Nah iya ini saja"Eva mengambil kemeja berwarna putih dengan rok hitam diatas lutut lengkap dengan sepatu heels berwana hitam.
Tok....tok...tok...
ceklek
"paman?ada apa paman?"tanya Eva melihat Herman berdiri di depan pintu kamar nya.
"ada nak rio di luar,kamu cepat temui dia ya paman harus berangkat sekarang"ujar herman.
"baiklah paman hati hati ya"Eva mencium punggung tangan herman.
Eva pergi ke ruang tamu matanya menangkap sosok pria tampan yang sedang duduk manis di sofa sederhana milik keluarga nya.
"Selamat pagi pak"sapa eva.
"pagi sayang"balas rio kemudian memeluk eva basa basi.
"Bisa kita berangkat sekarang pak?"tanya eva pada rio yang tidak mau melepaskan pelukannya.
"tidak sebelum...."rio belum selesai berucap tapi langsung dimengerti eva dan dipotongnya.
"bisa kita berangkat sayang?"tanya eva tahu jika rio ingin dirinya tidak memanggil dengan sebutan pak.
sudut bibirnya tertarik membentuk seulas senyuman yang langsung ditujukan ketika mendengar suara merdu di pagi hari dari bibir eva.
"Ayo"rio menarik tangan eva lembut dan membawanya masuk ke dalam mobil.
Selama perjalanan tak henti rio menciumi punggung tangan eva,Eva hanya bisa diam sambil tersenyum tidak jelas merasakan bahagia bisa dekat dengan pria sebaik dan selembut rio.
"Kau sudah sarapan?"tanya rio.
__ADS_1
"mmmm itu ...anu"eva bingung harus menjawab apa karena sejujurnya dia bahkan tidak makan sejak pulang dari kantor.
"pasti belum kan? yaudah kita sarapan dulu ya"ucap rio lembut kemudian membelokan mobilnya di sebuah kedai bubur ayam yang cukup besar dan itu sangat ramai.
"sayang apa kita tidak akan terlambat ke kantor?ini antriannya banyak sekali"ucap eva.
"tidak masalah sayang jika kita terlambat,aku bosnya"jawab rio.
"tapi aku? bagiamana jika nanti aku di pecat"Rajuk eva.
"Tidak akan ada yang berani memecat kekasihku ini"rio gemas mencubit pipi eva.
Setalah sarapan mereka kembali melajukan mobilnya menuju kantor, sesampainya rio dan eva berjalan layaknya seorang bos dan asisten.
"Selamat pagi pak Rio"sapaan itu keluar dari mulut karyawan yang berpapasan dengan rio.
"eva? kenapa kamu bisa Sampai terlambat?"suara seorang wanita yang mengintruksi Eva untuk berhenti melangkah.
"selamat pagi Bu Desi"sapa eva sopan.
"dihari pertama kau sudah terlambat dan sekarang terlambat lagi? sepertinya kau harus mendapat surat peringatan"ucap Bu desi tegas membuat mata karyawan melihat kearah mereka tak terkecuali si bos tampan rio.
"selamat pagi"sapa rio tiba tiba.
"kenapa kau memarahi pekerja rajin sepertinya?"tanya rio tiba tiba.
"maksudnya pak?"tanya bu desi tidak mengerti.
"dia membantu saya menyiapkan berkas berkas meeting dari pagi dan kau seenaknya ingin memberinya surat peringatan? dengar bu desi memang anda punya hak sepenuhnya untuk memecat atau menerima karyawan disini tapi anda tidak punya hak untuk memecatnya di depan karyawan lain seperti ini, seharusnya kau bawa dia keruanganmu dan ya disana kau boleh bicara layaknya karyawan dan HRD"jelas rio tegas mengantungkan sebelah tangan.
"baik pak saya minta maaf,lain kali akan saya lakukan sesuai perintah anda"bu desi menunduk menghormati perkataan bos nya.
"Dan kamu eva,ikut keruangan saya"titah rio pada eva yang sejak tadi menunduk.
"saya permisi bu"sebelum pergi eva memberi sapaan pada bu desi.
"Jika kalian masih mau berkerja disini, berhenti bergosip dan lanjutkan pekerjaan kalian"perintah rio tegas pada semua karyawan yang terdengar membicarakan eva.
"Baik pak"karyawan itu langsung berhamburan pergi dan melanjutkan pekerjaan masing masing.
Rio membawa Eva keruangannya dan bicara padanya.
"kau tidak apa apa sayang?"tanya rio menuntun eva untuk duduk di sofa ruang nya.
__ADS_1
"saya tidak apa apa pak"jawab Eva.
"jangan memanggilku pak ketika sedang berdua eva"ucap rio sedikit menekan.
"sayang yang dikatakan Bu desi tadi itu benar aku salah karena terus terlambat dan seharunya kamu tidak membelaku bagaimanapun kita harus bersikap profesional di kantor"ucap Eva.
"Baiklah lain kali aku akan lebih profesional, sekarang lanjutkan perkejaan mu ya"ucap rio lembut mengelus rambut panjang eva.
"Aku permisi"Eva menutup pintunya kembali.
Nisa dan Han???udah lama ya gak dengar mereka.
"sayang aku takut papah dan mamah kamu gak setuju"ucap han yang sedang dag dig dug karena hari ini dia akan pergi ke rumah nisa dan melamarnya.
"hei sejak kapan seorang Hendri tidak percaya diri begini??dengar sayang sejak awal mamah dan papahku sudah suka denganmu dan aku yakin mereka akan menyetujui rencana pernikahan kita"jelas nisa mencoba menghilangkan kegugupan han.
ponsel milik nisa berdering dan ternyata adalah telepon dari aulia.
"ya Lia??"
"bagiamana apa semuanya lancar?aku senang sekali ketika mendengar han akan melamar mu"
"kami masih di perjalanan doakan semoga semuanya berjalan lancar ya"
"aku akan selalu mendoakan yang terbaik untuk kalian,baiklah semoga berhasil"
"terimakasih lia"
Sedangkan dirumah besar, hari ini adrian tidak masuk ke kantor karena tidak ada jadwal meeting meski pekerjaan menumpuk di meja dia akan menyuruh seseorang untuk membawakanya ke rumah.
"mas gak ke kantor lagi? memang gak numpuk kerjaan di kantor?"tanya aulia pada adrian yang sedang membaca koran di balkon.
"akan ada yang membawakan nya kesini sayang lagipula aku ingin bersama istriku dan ya han juga Sedang berusaha mendapatkan masa depannya tidak mungkin kan aku mengganggu nya"jawab adrian seraya melipat koran yang habis ia baca.
"yaudah ini minum dulu"aulia memberikan secangkir kopi pada suaminya.
"terimaksih sayang,oh iya jangan lupa lusa keluarga tuan aditya akan kesini aku ingin jamuan untuk mereka spesial sayang kita akan meminta bantuan mamah juga"ucap adrian mengingatkan.
"oh iya ya udah mas nanti kita ke supermarket ya buat beli bahan bahan sekalian beli susu hamil aku udah mau abis, aku lupa terus kalo mau beli susu"ucap aulia.
"ya udah kita pergi nanti sore aja ya sekarang aku mau ke ruang kerja dulu ada yang harus aku kerjakan"ucap adrian diangguki aulia.
Readers tercinta doakan semoga lamaran Asisten Han sama Nisa berjalan lancar ya?? maksudnya adalah doakan semoga otakku sampai untuk membuat 3 kisah cinta sekaligus πππ
__ADS_1
Bersambung......