
Srettt
Satu persatu anak buah bram tewas akibat kehebatan anak buah adrian yang menggunakan pisau kecil,pisau menggores punggung setiap anak buah bram sampai mereka meringis dan segera dimanfaatkan untuk menggebuki nya.
"Lapor tuan, bagian selatan telah habis"ucap seorang ketua anak buah yang terhubung dengan han.
"baiklah"balas han.
Han menuntun adrian dan rio untuk beralih ke bagian selatan rumah, terlihat posisi anak buah bram sudah digantikan oleh anak buahnya.
"Lantai 2 kamar paling pojok tuan"lapor anak buahnya lagi.
"Bagaimana keadaan di dalam?"tanya adrian.
"Di bagian ruang tamu tidak ada anak buah yang berjaga hanya ada 3 orang yang berjaga di depan pintu kamar nona aulia"jawabnya dengan sopan.
"Itu sangat mudah, entah dia bodoh atau tidak mampu membayar seorang pesuruh"cibir rio tersenyum meremehkan.
"mari tuan"ketua anak buahnya mempersilahkan adrian,han dan rio untuk masuk.
Mereka berhasil masuk dan menaiki tangga, ketika berjalan tanpa sengaja telinga adrian mendengar sebuah pembicaraan dari kamar pertama.
"Aku akan menikah dengan Aulia besok"suara itu membuat rahang adrian mengeras.
"Apa yang menarik darinya sampai adrian begitu mencintainya dan sekarang kau"decih wanita meremehkan aulia. Suaranya sangat dikenali oleh rio.
"Jangan meremehkan wanitaku"desis pria lagi yang terdengar.
"Rian,biar anak buahmu yang mengurus mereka lebih baik kita langsung saja menyelamatkan aulia"ujar rio menyarankan.
"Baiklah,kau urus ketiganya aku akan mengurus mereka nanti"perintah adrian pada anak buahnya yang sigap mengangguk.
Adrian,rio dan han pelan pelan mendekati kamar pojok yang terpisah oleh sebuah belokan, sebagai bentuk waspada jika anak buah bram memegang pisau ataupun sejenisnya.
"Jangan berani melangkah atau kau akan kehilangan kepalamu"ancam seseorang menodong adrian dari samping bahkan rio dan han terkejut melihat adrian di todong.
"kau pikir kau siapa berani mengancam ku?heuh"adrian tertawa mengejek membuat orang itu semakin menekan pistol ke kepala adrian.
Bughh....
Anak buah adrian masuk lewat jendela dan menendang anak buah bram yang menodongnya tadi membuatnya tersungkur. Terjadi perkelahian antara anak buah adrian dan bram, adrian melanjutkan langkahnya mendekati kamar aulia.
ceklek.
"Siapa kalian?"teriak 2 orang penjaga aulia yang sedang berjaga di dalam.
"Pergi dari sini jika kalian tidak ingin senasib dengan teman kalian"desis rio.
"Kau pikir kami akan percaya?"Tanya seorang pria kemudian maju dan mulai baku tinju dengan ketiganya.
Aulia mengerjapkan matanya mendengar keributan di kamar, tubuhnya sudah sangat lemas karena hampir 3 hari ia belum makan bahkan sekedar untuk duduk aulia kesulitan.
"mas??"samar samar aulia melihat suaminya yang sedang berkelahi dengan orang yang berjaga di kamarnya.
Adrian menoleh ketika mendengar panggilan istrinya yang begitu lemah sampai ia tidak sadar jika anak buah bram akan menendangnya.
brakk
__ADS_1
adrian terlempar dan mengenai meja yang ada di kamar namun itu sama sekali tidak membuatnya lemah.
"Adrian,kau tidak apa apa?"tanya rio membantu adrian berdiri.
"Jika kalian berani maju satu langkah akan ku buat kau kehilangan istri dan anakmu"ancam pria itu menodong pistol pada aulia.
"Dan jika kau berani menyentuh nona aulia maka bos kalian akan kehilangan kepalanya"suara itu tiba tiba membuat seisi kamar melihat padanya.
"Jangan sakiti aulia aku tidak mau tiada"ucap bram yang sudah berlumuran darah. Hal yang sama dialami bela dan jovanka.
"Adrian aku mohon jangan habisi aku"mohon bela sambil menagis.
Adrian tidak menjawab, pandangannya tertuju pada anak buah bram yang masih setia menodong pistol pada istrinya.
"JAUHKAN BENDA ITU ATAU KAU AKAN MATI DITANGANKU SAAT INI JUGA"ucap adrian penuh penekanan.
Anak buah itu berubah menjadi keringat dingin dan ketakutan ketika adrian perlahan mendekatinya, sontak ia turun dan menjauh dari aulia.
"Han bawa mereka semua dan sekap di markas, aku akan mengurus mereka nanti"titah adrian tanpa menoleh pada han.
"Baik tuan"jawab han menunduk.
Bram,jovanka dan bela dibawa pergi oleh anak buah adrian, sementara kedua anak buahnya di urus oleh Rio.
"Sayang??"panggil adrian lirih dan sesak melihat keadaan Istrinya.
"hiks...maaf mas"ucap aulia terisak.
hati adrian terasa sakit mendengar suara istrinya yang sangat lemah, belum lagi wajahnya yang terlihat pucat dan suhu badan yang sangat dingin.
"mas, perutku sakit"ringis aulia memegangi perutnya.
Ketika di gendong,sprei tempat aulia tidur sudah penuh dengan darah yang sangat merah lekat.
"Sayang buka mata kamu!"pinta adrian semakin khawatir karena aulia membuka suaranya sama sekali.
Adrian berlari sambil menggendong istrinya keluar dari rumah terkutuk itu,kakinya masih melangkah dengan kecepatan yang tidak beraturan.
"Han cepat ke rumah sakit"pinta adrian.
Han melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi beruntung han memilki sertifikasi tentang keahlian mengendarai nya jadi tidak perlu khawatir.
"Sayang aku mohon bertahanlah,aku disini sayang"ucap adrian sambil mengelus pipi aulia yang pucat dan dingin.
"Adrian tenang aulia akan baik-baik saja"ucap rio menepuk bahu adrian yang gemetar karena menangis.
Tubuh aulia terasa kaku seperti patung,nafasnya mulai pendek. Adrian mencium kening aulia lama berdoa semoga Istrinya akan baik-baik saja.
1 jam 30 menit mereka sampai di rumah sakit yang paling dekat karena posisi rumah penyekapan aulia jauh dari kota bahkan berada di tengah hutan.
"Dokter?!!!!!"teriak adrian di rumah sakit,mm tidak lebih tepatnya sebuah klinik kecil.
"Sabar tuan,ada apa ini?"dokter wanita berlari dan mendekati adrian.
"Tolong selamatkan istriku aku akan membayar berapa pun tapi aku mohon selamatkan dia"pinta adrian memohon.
"Suster"panggil dokter kepada suster memberi isyarat untuk membawa brankar.
__ADS_1
Aulia di baringkan di brankar kemudian di dorong ke UGD yang ada disana,adrian ingin ikut masuk namun dokter melarangnya.
"Maaf tuan,demi kenyamanan pasien anda tidak boleh masuk"ucap dokter.
"Bagaimana bisa aku meninggalkan istriku"bentak adrian tidak terima.
"Rian, biarkan dokter menjalani tugasnya lebih baik sekarang kita berdoa demi aulia"tutur rio.
"Dokter silahkan"ucap han mempersilahkan dokter untuk segara memeriksa aulia.
Rio menuntun adrian untuk duduk di kursi tunggu, sementara han pergi mengangkat teleponnya yang tiba tiba berdering.
"Halo han? bagaimana dengan Aulia?dia tidak apa apa kan? katakan sesuatu!!!"
"hei sayang bagaimana aku akan menjawab jika aku tidak di beri kesempatan"
"katakan han bahwa aulia tidak kenapa napa"
"Aulia masuk rumah sakit sayang,kamu cukup mendoakan nya dan jangan khawatir"
"apa?! dimana? rumah sakit mana?aku akan segera kesana sekarang bersama eva dan bram"
"kamu tidak akan tahu tempat ini,jadi kamu cukup doakan saja dari rumah dan katakan pada Eva juga jangan khawatir"
"Sayang berjanjilah bahwa aulia akan baik-baik saja"
"Semua ada di tangan Allah sayang,aku tutup ya sampai nanti"
Han kembali mendekati kedua bosnya itu,wajah adrian terlihat begitu terpuruk, berkali kali ia memukul kepalanya merasa gagal dan terlambat menyelamatkan istrinya. Air matanya berjatuhan bersama dengan mulutnya yang tak henti berdoa.
"Ya Allah hamba mohon selamatkan istri dan anak hamba,jangan biarkan mereka pergi, biarkan hamba merasakan kebahagiaan bersama anak dan istri hamba ya Allah" batin adrian yang terus berdoa.
"Tuan minumlah"tutur han memberikan sebotol air mineral.
"Aku tidak haus Han"jawab adrian datar.
"Adrian minumlah, jangan seperti ini nanti kau sakit"Tutur rio menasehati adiknya.
Adrian meminum sedikit kemudian menjauhkan botol dari mulutnya,ia menyadarkan kepalanya yang terasa pusing ke sandaran kursi.
Dokter cantik itu keluar dan menghampiri Adrian, kepalanya tertunduk sebelum akhirnya ia menatap adrian dengan tatapan sedih.
"Bagaimana keadaan anak dan istri saya dok?"tanya adrian bangun dari duduknya.
Dokter cantik itu tampak bingung dan menunduk.
"Katakan dok"sarkas rio.
"Maaf tuan kami tidak bisa menyelamatkan anak dan istri anda"jawab sang dokter berat.
Duarr
"Tidak dok,itu tidak mungkin. Istriku tidak mungkin meninggalkan ku,kau jangan bercanda dok"adrian tidak terima dan menangis dengan histeris.
"Maafkan saya"jawab sang dokter kembali menundukkan kepalanya.
MALAM INI LANGSUNG UP,JANJI BENER DEH🙃
__ADS_1
BERSAMBUNG.........