
"Film apa yang ingin kalian tonton?"tanya rio.
"apa saja pak"Jawab nisa cepat sebelum Eva menjawabnya.
"kalian yakin menyuruhku untuk memilih filmnya?"tanya rio.
"iya pak tentu saja dan terimakasih sebelumnya"jawab han.
Eva hanya bisa menyetujui perkataan sejoli disampingnya itu.
Setalah membeli tiket bioskop mereka bergegas masuk ke dalam karena bioskop akan segara dimulai.
mata ketiganya melotot kaget ketika melihat awal putaran itu ternyata ada film horor yang sedang buming Train to Busan 2. btw udah ada yang nonton belum 🤣
"Apa apaan ini??"gumam eva tegang melihat beberapa adegan yang membuat dirinya takut sampai bersembunyi dibalik tangan rio.
Rio tersenyum kemudian mengangkat tangan yang digunakan untuk menutupi wajah eva, memindahkan nya ke bahu eva dan otomatis eva tepat berada di dada bidangnya.
Deg...deg...deg....
Jantung eva sedang melakukan lomba lari disana, kecepatan jantung nya mungkin sama kerasnya dengan dentuman suara bioskop.
"kenapa juga pak rio memilih film begini sih"gerutu nisa menutupi wajahnya dengan kedua telapak tangannya.
"Kalo takut kan ada aku,sini peluk"han menarik nisa masuk ke dalam pelukannya.
Hingga akhirnya film selesai,Eva dan nisa izin untuk Pergi ke kamar mandi karena sudah tidak tahan untuk menahan pipis akibat menonton film yang menegangkan itu.
"pak kau hebat sekali"ucap han tiba tiba.
",Apa maksudmu?"tanya rio datar.
"anda memilih film horor agar bisa mendapat hugh dari Eva kan"goda han menyenggol lengan rio.
"Kau sudah pernah kena lempar kulkas?"tanya rio mendelik pada han.
"bapak bercanda saja"han menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
Setalah menonton bioskop mereka pergi makan direstoran yang ada di mall itu.
"Jadi kapan rencana kalian untuk menikah?"tanya eva.
"Secepatnya va do'akan saja ya"ujar nisa.
"iya amin semoga kalian secepatnya menyusul aulia dan Adrian"balas eva.
"dan anda juga semoga cepat menyusul"sambung han.
"jika sudah ada pasti aku akan langsung menyalip kalian"canda Eva membuat nisa dan Han terkekeh sedangkan rio hanya melamun entah apa yang sedang dipikirkannya.
"Va kita duluan ya soalnya udah malam juga"ucap nisa.
__ADS_1
"kenapa buru buru lagian baru selesai"tanya Eva.
"pak kami duluan, selamat menikmati malam Selasa"ucap han kemudian pergi bersama nisa meninggalkan 2 anak manusia itu.
Setalah kepergian nisa dan han keheningan dirasakan oleh masing-masing manusia itu.
"Pak sudah malam apa tidak sebaiknya kita pulang saja"Ujar Eva memecah keheningan.
"Apa jawabannya va?"tanya rio sungguh-sungguh.
"Beri aku waktu pak"ucap jawab eva menundukkan kepalanya malu.
"Aku mengerti jika jawabanmu tidak,ayo kita pulang"ajak rio.
Entah rasa apa yang menyerangnya ketika mendengar rio sudah tidak mau berusaha dan mengatakan jika dia menolak cinta Rio.
"apa aku jawab sekarang saja?"Eva bertanya tanya dalam hati.
Rio sudah duduk dikursi kemudinya bersiap untuk mengantar eva pulang.
Selama perjalanan tidak ada Yang bicara,rio sibuk menyetir sedangkan eva sibuk dengan pikirannya diantara menerima atau tidak, rasanya dia masih ragu menerima cinta rio tapi sisi lain juga dia akan menyesal setalah rio lelah untuk menunggu jawabannya.
"jadi aku harus jawab apa??? terima atau tidak? bagaimana jika dia hanya mempermainkan perasaanku saja?tapi jika aku menolak apa aku tidak akan menyesal???"banyak pertanyaan yang muncul di kepalanya.
"Ayo turun"ajak rio ternyata mereka sudah sampai dirumah ayah aulia.
"Sepertinya paman sudah tidur,apa kau mau masuk dulu?"tanya Eva menawarkan.
Ketika Rio sudah berbalik untuk pergi tiba tiba Eva memeluknya dari belakang membuat rio terkejut dan mengangkat kedua tangannya sedikit disamping badan nya.
"Aku mohon jangan marah baiklah aku akan menjawabnya... aku menerima nya"ucap Eva Masih dengan posisi memeluk rio.
Rio melepaskan pelukan Eva diperutnya kemudian berbalik menatap eva.
"apa jawabanmu tadi itu benar tanpa ada paksaan dari siapapun?"tanya rio.
"Ini semua murni jawabanku,aku mencintaimu pak"jawab Eva kemudian Kembali memeluk rio namun kali ini dari depan.
Rio membalas pelukan eva erat dan mencium puncak kepala eva.
"terimaksih karena sudah menerimaku"ucap rio diangguki eva.
Setalah cukup lama berpelukan mereka melepaskannya,Eva menundukkan kepalanya rasanya benar-benar malu bercampur bahagia.
"sudah malam, masuklah"tutur rio lembut.
"hati hati membawa mobilnya, selamat malam"pesan Eva Sebelum akhirnya pintu nya tertutup.
Rio meninggalkan area rumah ayah aulia untuk kembali ke rumah besar, selama perjalanan rio tak hentinya tersenyum mengingat sekarang dia sudah memiliki seorang kekasih tapi sesaat kemudian dia ingat bahwa semua ini hanyalah sandiwara.
"Tidak Rio kau ini apa apaan, tidak mungkin kau jatuh cinta padanya"berkali kali rio menggeleng.
__ADS_1
Rio mengambil botol kecil berwarna gold dari dashboard mobilnya kemudian meneguk minuman memabukkan itu ya dia sedang minuman hanya untuk menghilangkan rasa aneh dalam dirinya.
Rasa yang mengatakan bahwa dia mencintai eva tapi ego nya justru berkata lain bahwa Eva hanyalah gadis yang harus menjadi kekasihnya selama 1 bulan karena pertandingan receh.
Sesampainya di rumah rio segara masuk ke dalam kamarnya dan tertidur tanpa mengganti pakaiannya.
Matahari mulai masuk memberi penerangan pada pasutri yang masih pulas dengan posisi mereka.
Hoamm....
Aulia menggeliat bangun, menutup mulutnya yang terbuka lebar karena menguap tanpa dia ketahui sepasang mata sedang memperhatikan nya dengan intens mengingat sekarang posisi mereka masih sama sama polos.
"Selamat pagi sayang"sapa adrian mencium kening dan bibir aulia.
"pagi mas"jawab aulia serak khas bangun tidur.
"Ayo bangun dan mandi kemudian sarapan karena hari ini aku tidak bisa sarapan dirumah"ujar adrian.
"kenapa?"tanya Aulia mengubah posisinya menjadi duduk dan mengalungkan tangannya dileher adrian.
"aku ada meeting pagi sayang, semalam han mengabarinya mendadak"jawab addian mencium tangan aulia.
"Kamu sudah sangat tampan dan kamu lihat aku??"aulia cemberut melihat adrian sudah rapih ke kantor sedangkan dirinya masih sangat lecek.
"Tapi aku lebih suka kamu kaya gini sayang"goda adrian mencolek dagu aulia.
Sadar dirinya sekarang dalam keadaan telanjang, aulia menutupi dadanya dengan kedua tangan membuat adrian terkekeh sendiri.
Aulia menarik selimut kemudian membawanya masuk ke dalam kamar mandi sedangkan adrian membantu istrinya dengan menyiapkan pakaian santai.
Setalah sama sama rapih Aulia mengantar suaminya pergi sampai depan rumah, dengan senyum khas dirinya han tersenyum menunjukan lesung Pipit yang sedikit terlihat diwajahnya.
"selamat pagi nona Aulia"sapa han.
"pagi Han, bagaimana hubunganmu dengan nisa?"tanya Aulia.
"Secepatnya nona jika memang Allah menghendaki pasti kami akan menikah"jawab han.
"Semoga semua berjalan baik dan kalian bisa cepat menyusul kami,iyakan sayang"Aulia mendongak menatap Adrian.
"Iya dong sayang"jawab adrian mencimu kening aulia sebelum akhirnya mereka benar-benar pergi.
Eva sedang sibuk memilih pakaian, untuk pertama kalinya dia sibuk mencari baju biasanya dengan baju seperti apa saja dia akan mau berbeda dengan hari ini.
"Aduh pake baju yang mana ya???"gumam eva semakin mengacak acak rambutnya.
*********************
Guyss novel ini ganti judul ya jadi kalo search ketik aja mamaku atau judul novelnya yang sekarang berubah menjadi menikahi pria cacat demi ayah.
BERSAMBUNG.........
__ADS_1