Menikahi Pria Cacat Demi Ayah

Menikahi Pria Cacat Demi Ayah
BAB 84


__ADS_3

Aulia diperbolehkan pulang dengan syarat tidak akan memakan makanan pedas lagi.


"Nona anda bisa janji kan untuk tidak memakan makanan pedas lagi"ucap dokter sifa.


"mmm iya dok insyaallah engga"jawab aulia.


"kalo kamu makan pedes lagi aku bikin kamu gak bisa jalan seminggu"ucap adrian membuat aulia malu seketika karena sudah pasti dokter sifa mengerti apa yang dikatakan suaminya itu.


"Awww iya iya maaf"ringis adrian menggosok pahanya bekas cubitan Istrinya.


"Ini resep obat nya,ingat ya nona jangan makan pedas"ucap si dokter dengan senyum lembut diwajahnya.


"iya baik dok"saut Aulia.


Setalah kepergian dokter sifa entah kenapa ruangan itu terasa menjadi horor,ya bagiamana tidak horor jika Aulia menatapnya dengan tatapan membunuh.


"Maksudnya apa coba???"tanya aulia dingin.


"maksud apa?"Adrian berpura pura tidak mengerti dengan perkataan istrinya.


"Jangan berpura pura bodoh mas"ketus aulia.


"iya iya maaf lagian kamu juga gak akan nurutin kata kata aku kalo gak diancam gitu"jawab adrian membenarkan perkataannya.


"Terserah"jawab aulia dengan sorot mata malas.


Adrian memapah Aulia ke parkiran dimana rio dan naina sudah menunggu setalah menyelesaikan administrasi nya.Walaupun rumah sakit itu milik mereka, tetap saja mereka harus mengikuti prosedur yang berlaku.


"Kita langsung pulang atau kemana?"tanya rio.


"ke kedai ice cream dekat komplek kak aku ingin makan ice cream"jawab aulia antusias.


"sayang kamu harus istirahat,kapan kapan aja ya"ucap adrian dalam hati ia berdoa semoga kali ini aulia menurutinya.


"Gak mau,aku mau makan ice cream mas lagipula ice cream itu manis tidak pedas"rengek aulia.


"sudahlah Rian biarkan istrimu makan ice cream lagipula dia benar ice cream itu manis tidak pedas"ucap sarah membela menantunya.


"Ya sudah baiklah tapi setelah itu kita harus langsung pulang"Adrian mengacungkan jari telunjuknya pada aulia.


Aulia mengangguk dengan menurut.


Rio melajukan mobilnya menuju kedai ice cream yang ada di dekat komplek.Sesampainya dikedai aulia langsung berlari mengantri untuk memesan ice cream kesukaannya.

__ADS_1


"sayang kamu duduk aja ya biar aku yang pesan"ucap adrian tidak ingin jika istrinya kelelahan mengantri.


"Iya udah deh mas, makasih"jawab aulia nyengir kuda.


Sambil menunggu,aulia, Sarah dan rio berbincang tentang hubungan rio dan eva.


"Besok suruh eva kerumah ya,mamah mau bicara sesuatu dengannya"ucap sarah.


"kenapa mah?apa mamah tidak akan merestui hubungan kami?"tanya rio was was.


"Bicaramu sembarangan sekali rio,mamah ingin bicara persoalan wanita kau tidak perlu tahu"desis Sarah.


"Sebesar itukah cinta untuk Eva sampai ketakutan begitu"sindir aulia terkekeh.


"hahaa rupanya putraku sudah bisa jatuh cinta meski.....,"Sarah menggantung perkataannya tidak mau mengingat perempuan hina itu.


"Sudah mah tidak perlu dibahas"ucap rio lembut.


Tanpa ketiganya sadari sepasang mata menatap mereka dengan sendu,rasa penyesalan semakin kuat dalam dirinya kala melihat keluarga yang dulu menyayangi nya lebih dari apapun kini harus menelan pahit karena kesalahannya sendiri.


"Sampai kapanpun rasa penyesalan ini akan selalu ada dalam diriku, semoga kelak kalian bisa memaafkan papah nak"ucapnya sendu.


Pria itu adalah ridwan dierja, suami sekaligus ayah adrian dan rio.


"Ini"adrian memberikan cup biasa pada Aulia,Sarah dan rio itu artinya cup terbesar untuk Adrian sendiri.


"Ini untuk siapa?"tanya Aulia menujuk cup besar itu.


"jelas untukku sayang masa untuk kamu"jawab adrian tertawa kecil.


"ahhh aku mau yang ini"rengek aulia ingin ice cream dengan cup besar itu.


"Tidak boleh"jawab adrian singkat padahal memang Adrian sengaja membeli cup besar untuk aulia tapi saat ini ia ingin mengerjai istrinya yang terlihat imut dengan wajah yang cemberut.


"Mas ihh masa gak mau kalah sama istrinya"rengek aulia semakin kencang membuat beberapa mata menatap ke arahnya.


"Sayang jangan berisik,iya iya ini memang aku beli untuk kamu sayang"ucap adrian menukar cup besar dengan cup berukuran sedang.


"Hahahah suami takut istri"tawa renyah rio.


"Kau tidak akan tahu seberapa menyakitkannya aku jika sampai aulia marah"gumam adrian tapi masih bisa terdengar.


"Takut gak dikasih jatah ya"goda sarah.

__ADS_1


"mamah?!!!! kenapa jadi ikut ikutan sih"protes adrian mengundang gelak tawa ketiga orang itu.


Ketika sedang tertawa tanpa sengaja matanya menangkap sosok ridwan yang tersenyum melihat kebahagiaan keluarga nya.Ridwan yang sadar jika aulia melihatnya Segera pergi ia tidak ingin menambah luka untuk Sarah, rio maupun Adrian.


"Papah???"gumam Aulia.


"Ada apa sayang?"tanya Adrian yang merasa mendengar perkataan aulia.


"tadi papah mas,dia ada disini"ucap aulia membuat senyum sarah dan rio menghentikan tawanya.


"Sayang please jangan membicarakannya, aku ingin kita bahagia tanpa melibatkan pria tua itu"ucap adrian.


"kamu gak boleh ngomong gitu mas bagaimanapun juga dia papah kamu"celoteh aulia.


"mamah tunggu di mobil ya"ucap sarah terdengar gemetar mungkin saja saat ini dia sedang menahan tangis.


"Aku susul mamah,kalian cepat ya"ujar Rio kemudian mengejar sarah yang ingin ke parkiran.


"Mas???"tanya aulia menatap suaminya nanar.


"jangan bicarakan hal itu lagi ya sekarang semua sudah bahagia meski tidak ada dirinya"ucap adrian membelai rambut istrinya.


"Memang kamu tahu mas jika mamah bahagia ketika orang yang ia cintai tidak ada bersamanya"tanya aulia membuat raut wajah adrian semakin datar.


Benar yang dikatakan aulia selama ini baik rio ataupun dirinya tidak ada yang tahu apakah mamah bahagia atau justru sebaliknya.


"setiap malam aku selalu mendengar mamah menangis dikamarnya mas,karena itu aku sedikit lega melihat papah ada disini meski terlihat mamah membencinya tapi aku yakin dalam hatinya mamah masih mencintai papah"lanjut aulia.


"Kita akan pikirkan nanti, sekarang ayo pulang"ajak Adrian.


Aulia mengangguk kemudian menyusul rio dan Sarah yang sejak tadi sudah menunggu di mobil.


Selama perjalanan menuju rumah tidak ada yang mengeluarkan suara,Sarah fokus degan lamunannya dan Aulia yakin jika saat ini ibu mertuanya sedang memikirkan Ridwan.


"Aulia kamu istirahat ya jangan terlalu memikirkan apapun dan ingat jangan makan pedas"ucap Sarah lembut sebelum keluar dari mobil.


entah apa tujuan sarah mengatakan 'jangan terlalu memikirkan apapun',Aulia mengangguk menuruti perintah ibu mertuanya.


"Ayo sayang"ajak adrian menarik tangan aulia pelan.


MUNGKIN UNTUK BEBERAPA HARI KEDEPAN AKU AKAN JARANG UP DAN ALASANNYA AKAN AKU KASIH TAHU DI GRUP CHAT YA😥


BERSAMBUNG......

__ADS_1


__ADS_2