Menikahi Pria Cacat Demi Ayah

Menikahi Pria Cacat Demi Ayah
BAB 34


__ADS_3

"iya sayang mamah ngerti"ucap Sarah senyum menyeringai


Mereka pun mulai memakan makan malam mereka tanpa ada yang bersuara, sampai akhirnya aulia meraskan pahit di lidahnya dan perutnya terasa begitu mual.


"kenapa perut aku jadi mual gini sih"


Aulia berusaha untuk menahan rasa mual yang menyerang perutnya.


"mas aku duluan ya perut aku sakit"bisik aulia


"iya Baiklah"jawab adrian


"mah maaf aku duluan ya tiba tiba kepala aku pusing"ucap aulia pada sarah


"iya Baiklah kamu istirahat nanti biar mamah bawakan obat"jawab sarah


"maksih ya mah,Pah aku duluan"ucap aulia kemudian segera menuju kamarnya


Aulia segera berlari dan memuntahkan seisi perutnya yang baru saja ia isi dengan makanan


Oek....oek....oek...


"Aduh kenapa jadi mual gini sih"ucap aulia kemudian kumur kumur dan membersihkan mulutnya


"kok aku pengen makan mangga muda ya"Aulia bertanya tanya tidak seperti biasa ia menginginkan sesuatu


"Aulia?"panggil sarah


"mamah masuklah mah"ucap aulia


"ini sayang minumlah obat dan susunya"ucap sarah memberikan segelas susu dan sebuah obat pereda sakit kepala


"mamah maaf tapi aku mual nyium bau susu"ucap Aulia menutup mulutnya


"ahh benarkah?lalu kamu mau makan apa sayang biar mamah buatkan?"tanya Sarah


"aku mau mangga itu mah"jawab aulia menujuk sebuah mangga yang ada didalam belakang


"hah?malem malem gini kamu mau mangga muda?kamu hamil Aulia?kamu ngidam?"Sarah bertanya dengan nada senang


"apa hamil?aku? benarkah aku akan menjadi seorang ibu???"


pikiran Aulia antara terkejut dan bahagia mendengar perkataan Sarah


"ikut mamah"ajak Sarah menarik tangan aulia


"mau kemana mah?"tanya aulia


"tadi katanya mau mangga muda kan? biar mang Ucup yang suruh ambil"jawab Sarah


Sarah dan aulia melewati adrian,Ridwan dan Rio yang sedang duduk di ruang tengah


"sayang kamu mau kemana?"tanya adrian


"kenapa kamu tidak bilang jika Aulia sedang mengandung"ucap Sarah kesal


"Apa???"kejut adrian


"kenapa Jangan bilang kamu gak tau kalo istri kamu itu hamil"ucap Sarah


"nak benarkah kamu hamil?"tanya Ridwan


"entahlah pah tapi perut aku merasa begitu mual dan aku sedang ingin makan mangga muda"jawab Aulia


"besok kita ke dokter okey"ucap adrian tak kalah sumringah

__ADS_1


"jika wanita ini hamil maka anaknya akan menjadi pewaris keluarga dierja, tidak..aku tidak akan membiarkan itu"


Hati Rio berkata seperti hati iblis yang tidak mau iparnya itu mengandung


"ayo kita ke taman belakang"ajak Sarah diikuti yang lainnya


"mang Ucup??"panggil Sarah


"eh iya nyonya ada apa?"tanya mang Ucup sopan


"tolong ambilkan mangga muda itu ya"titah Sarah


"iya nyonya sebentar ya"ucap mang Ucup mengambil galah panjang untuk memetik mangga muda itu.


"mang cepat ya"ucap aulia sudah tidak tahan melihat mangga muda itu.


"benarkah istriku ini hamil?? terimaksih ya Allah semoga keluarga ku bisa bahagia"


Adrian mengucap syukur pada Allah atas apa yang sudah Dia berikan selama ini.


Setalah memetik mangga muda itu,bi Ina langsung membuat sambal rujak yang langsung dilahap aulia


"Aulia pelan pelan sayang"ucap Sarah melihat aulia begitu semangat memakan rujak


"Rasanya benar benar enak mah terimaksih mah"ucap Aulia dengan mulut yang masih aktif mengunyah rujak.


"Adrian besok ajak istrimu pergi ke dokter ya"tutur Ridwan


"iya pah"jawab adrian


_


_


Adrian dan Aulia sudah bersiap untuk tidur


"hmm"Adrian hanya berdehem sambil berkutik dengan laptopnya


"mas ih lihat aku"kesal aulia mengambil laptop adrian


"kenapa sayang?"tanya adrian lembut


"mau ini"ucap aulia mengusap bibir adrian


"kenapa kamu jadi gini? biasanya Ku yang minta dicium ini kenapa tiba tiba minta cium?"tanya adrian


"yaudah kalo gamau"ucap aulia cemberut memangku tangannya didada.


Cup


ciuman lembut bibir adrian mendarat sempurna dibibir aulia


"sudah kan? sekarang ayo tidur"ucap adrian namun aulia menggeleng


"mau apa lagi?"tanya adrian


"ini"jawab aulia memegang milik adrian.


Aliran darah di dalam tubuh adrian mulai cepat, badannya bergetar karena sentuhan tiba tiba istrinya itu


"sayang jangan lakukan itu atau aku akan memakanmu lagi"ucap adrian memejamkan matanya menikmati sentuhan istrinya


"mas bau tubuhmu membuat rasa mual ku hilang"ucap aulia membenamkan wajahnya didada adrian dengan tangan yang masih aktif.


Adrian memutar posisi hingga kini adrian berada di atas aulia tanpa menindihnya.

__ADS_1


Bibir adrian mulai rakus melahap setiap lekuk tubuh aulia, aulia tidak menolak justru dia begitu menikmati dan mendesah keras membuat adrian semakin bersemangat.


"mas pelan pelan ya kalo memang benar ada anak kita nanti kamu bisa menyakiti nya"ucap aulia ditengah tengah menikmati sentuhan suaminya


Adrian mengangguk dan mulai menyatukan tubuh nya ke tubuh istrinya perlahan namun pasti.


desahan yang bersahutan memenuhi ruangan yang awalnya dingin kini menjadi panas seakan AC dikamar tidak berfungsi.


Adrian tumbang disamping aulia kemudian mencium kening dan perut aulia


"semoga saja benar kamu memang ada disini sayang"ucap adrian mengelus perut halus aulia


"tidurlah sayang sudah malam"ucap aulia kemudian mereka terlelap sambil berpelukan tanpa Sehelai benangpun.


KEESOKAN HARINYA


Adrian tidak pergi ke kantor karena dia akan mengantar aulia untuk cek kandungan


"semoga hasilnya positif ya sayang"ucap Sarah mengelus rambut aulia


"iya mah amin"jawab Aulia


"mari tuan"ucap Han sopan


"ayo sayang semoga hasilnya membahagiakan"ucap adrian dan aulia mengangguk


selama perjalanan aulia chatting dengan nisa yang bertanya apa dia jadi ke kantor adrian atau tidak


"gak jadi ke kantor nih...yahhh batal dong ketemu ayang beb"


"Hahaha sabar sayang lain kali,kalo ngga nanti main aja kerumah ya"


"emang boleh? nanti digigit gak🀣"


"iya nanti yang gigit asisten Han🀣"


"kalo dia yang gigit mau banget aku😍🀣"


"hahaha dasar kamu Nisa πŸ€£πŸ˜‚"


Aulia chatting dengan nisa sambil tertawa membuat adrian bingung dan membuka suaranya


"kamu chatting sama siapa sih kayanya seneng banget"tanya adrian


"Sama Nisa lagi ngomongin asisten han"jawab aulia keceplosan


"saya? tapi kenapa?"tanya han


"ehhh bukan maksud saya itu ngomongin asisten dosen yang mirip dengan tuan Han"ucap aulia berbohong


"ohh jadi kamu suka sama dosen mu itu?"tanya adrian terdengar begitu dingin


"bukan mas orang asisten nya sudah tua mana mungkin aku suka"jawab aulia berbohong lagi


"jadi maksud nona saya sudah tua?"tanya Han membuat aulia gusar


"aduh ternyata benar kata guru SD kalo kita bohong maka akan beranak berbohong lagi dan lagi...ahhh bagaimana ini"


Aulia menggeleng kan kepala


"bukan begitu tuan Han maksudnya Mirip adalah sikap kalian yang dingin dan tidak berekspresi"Aulia berbohong lagi


"yasudah lupakan ayo turun"ajak adrian ketika mereka sudah sampai rumah sakit.


BERSAMBUNG.......

__ADS_1


HAI PARA PEMBACA SETIA MENIKAH DEMI AYAH 😊 BANTU KOMEN KRITIK DAN VOTE YA BIAR AKU MAKIN SEMANGAT BUAT UP πŸ™πŸ˜‚πŸ˜Š JAGAN LUPA FOLLOW INSTAGRAM AKU @Alfianaaa05_


terimakasih, happy reading 😍❀️🌺


__ADS_2